
Pietro setelah bisa menetralkan rasa gemasnya kepada Molly, dia lalu mengambil paksa ponsel tersebut dari tangannya Molly.
" My Queen, jika ingin mengganti gambar yang ini, My Queen pencet yang ini, coba lihat sudah keluar semua kan gambarnya??, kenapa harus mau dibuka semua ini ponselnya?? ",, kata Pietro mencoba menjelaskan secara perlahan kepada Molly.
" Oh begitu ",, kata Molly sambil mengambil lagi ponselnya dari tangan si Pietro.
Pietro hanya diam saja tidak mau menanggapi perkataan dari Molly.
Dan Molly sendiri dia langsung mengotak-atik ponselnya lagi dengan sangat serius sekali.
Molly begitu sangat serius sekali ketika sudah membuka sesuatu di dalam ponselnya, hingga dia tidak terdengar suaranya lagi.
Hal itu membuat Pietro malah menjadi sedikit penasaran dengan apa yang sedang dibuka, dilihat dan dibaca oleh Molly.
Akhirnya untuk menuntaskan rasa penasarannya, dengan sengaja lagi Pietro diam-diam langsung merebut ponsel milik Molly.
Dan ketika Pietro sudah melihat sesuatu yang dilihat oleh Molly di dalam youtube, dia langsung saja menatap Molly dengan tatapan yang entah bagaimana artinya.
Sebab Molly diam saja daritadi dan tidak membuat rusuh karena ternyata dia sedang menonton video d3w454.
" Hehehehe ",, Molly tertawa garing kepada Pietro ketika ketahuan menonton video tersebut.
" My Queen dapat darimana semua video ini?? ",, tanya Pietro kepada Molly.
" Molly tidak tahu Kakanda, karena ketika Molly membuka yo u tu be sudah ada video itu semua ",, jawab Molly kepada Pietro.
" Dan ketika Molly mencoba membuka videonya ternyata isinya seperti itu ",, lanjut lagi perkataan dari Molly kepada Pietro sambil tertawa.
Pietro langsung menutup mukanya lagi menggunakan salah satu telapak tangannya ketika mendengar jawaban dari Molly tadi.
Karena sebenarnya yang membuka situs d3w454 itu adalah Pietro sendiri yang tadi ingin mencoba ponsel baru milik Molly dan bodohnya Pietro, dia malah lupa untuk mengeluarkan serta menghapus situs tersebut.
Alhasil sekarang dibukalah oleh Molly yang tidak tahu apa-apa, bahkan Molly membaca youtube saja tadi harus dieja seperti itu.
Pietro sambil mengendarai mobilnya dia langsung saja mencoba menghapus semua video tersebut supaya tidak bisa di akses atau dilihat oleh Molly lagi.
" Besok lagi My Queen tidak boleh melihat video itu lagi ya?? ",, kata Pietro kepada Molly.
" Tapi kalau Kakanda sendiri yang melihat boleh begitu?? ",, tanya Molly kepada Pietro.
" Enggg......... ",, Pietro sedikit kebingungan menjawab perkataan dari Molly.
Dan untungnya Molly berkata lagi kepadanya, jadi sedikit teralihkan pertanyaan dari Molly tadi kepada Pietro.
__ADS_1
" Kakanda, tadi ketika Molly melihat itu, milik Molly serasa b3rk3dut ",, kata Molly lagi kepada Pietro.
Ciiiiiiiittttt ...
Pietro langsung mengerem mendadak ketika mendengar perkataan dari Molly tadi.
Sungguh kejujuran dari Molly yang polos itu membuat Pietro menjadi berfikir yang tidak-tidak.
Untung saja mereka saat ini sudah sampai dikawasan hutan tempat tinggal mereka, jadi ketika Pietro mengerem mendadak seperti itu, hanya para arwah yang ada di situ yang pada terkejut.
" Kakanda iiiihhh bikin terkejut saja tahu ",, kata Molly kepada Pietro.
Pietro hanya diam saja tidak mau menanggapi perkataan dari Molly, dan dia memilih melanjutkan lagi perjalanannya yang hanya kurang beberapa meter saja untuk sampai rumah.
" Molly bilang dia yang terkejut??, apa kabar aku yang tadi mengerem mendadak, itu semua karena aku juga sedang sangat terkejut dengan perkataannya tadi, dan ini juga kenapa roketku tiba-tiba on sih, kan membuat dudukku menjadi tidak nyaman saja ",, gerutu Pietro di dalam hatinya.
Akhirnya Pietro dan Molly sampai juga di depan rumah mereka, dan Pietro langsung saja memarkirkan mobil mewahnya itu di dalam garasi mobilnya.
Apakah Pietro mempunyai satu mobil saja, jawabannya tidak, karena Pietro mempunyai tiga mobil sekaligus dan ke tiga-tiganya mobil mewah semua.
Molly yang sudah turun dari dalam mobil, dia langsung saja bergegas masuk ke dalam rumah untuk segera berganti baju dengan baju rumahannya.
Ketika Pietro dan Molly sudah sampai di rumah, waktu sudah menunjukkan sekitar pukul sepuluh malam.
" My Queeeeeennn ............!!! ",, teriak dari Pietro kepada Molly.
" Kenapa Kakanda berteriak-teriak seperti itu sih, membuat Molly terkejut saja ",, kata Molly kepada Pietro.
" Kenapa ponselnya di ketuk begitu, itu kan bukan pintu, nanti kalau rusak bagaimana?? ",, kata Pietro kepada Molly sambil menahan rasa gemasnya.
Molly yang mendengar perkataan dari Pietro dia lalu mencoba menyalakan lagi ponselnya.
" Tidak rusak ini masih bagus ko Kakanda, hanya saja ponselnya sedang tidur ",, jawab Molly dengan polos bin oonnya kepada Pietro.
Jangan salahkan Molly yang terlihat sangat bodoh sekali seperti itu, karena seumur hidup Molly, dia baru memegang ponsel juga baru kali ini.
Dulu ketika sang Ayah masih hidup, jangankan memegang ponsel, melihat saja pun tidak pernah.
Pietro yang sudah mendengar perkataan dari Molly, dia langsung menunjukkan wajah anehnya karena kebingungan dengan maksud perkataannya Molly tadi.
" Ponselnya tidur?? ",, kata Pietro kepada Molly.
" Iya tidur Kakanda, ini Molly kan ingin mendengarkan music sambil tiduran, eh malah suaranya tidak ada, jadi ya Molly ketuk saja ponselnya, siapa tahu ponselnya terbangun dan jadi ada suaranya lagi seperti tadi ",, jawab Molly kepada Pietro.
__ADS_1
Sungguh sepertinya Pietro sedikit menyesal sudah membelikan Molly ponsel, terlebih lagi itu ponsel keluaran terbaru yang harganya jika di rupiahkan bisa mencapai sepuluh juta lebih.
Pietro yang sudah jenuh dengan tingkah oon dari Molly, dia langsung saja mengusap wajahnya dengan kasar, dan setelahnya Pietro memilih berlalu menuju ke dalam kamar mandi untuk bersih-bersih badannya sebelum tidur.
" Terserah kamu sajalah My Queen, Kakanda pusing ",, gerutu Pietro kepada Molly sambil berlalu pergi.
Molly yang tidak mendapatkan petunjuk dari Pietro dengan jelas, dia lalu mencoba mengotak-atik sendiri ponselnya itu, dan akhirnya Molly bisa menemukan letak tombol volume yang dia inginkan.
" Oh ternyata di pencet ini biar ada suaranya ",, kata Molly berbicara sendiri.
" Eeh tadi kan Kakanda selain membelikan ponsel, dia juga membelikan talenan mahal yang bisa menyala, dimana ya tadi aku menaruhnya?? ",, kata Molly ketika dia sudah bisa mendengarkan musik.
Pietro yang masih berada di dalam kamar mandi dan samar-samar mendengar suara music menyala, dia lalu tersenyum sendiri sambil buang air kecil.
" Dia sudah bisa menggunakan ponselnya ",, kata Pietro berbicara sendiri.
Kembali ke Molly lagi yang sudah bisa menemukan laptop mahalnya.
" Nah ini dia ",, kata Molly ketika sudah menemukan laptop mahal yang dibelikan oleh Pietro.
Sungguh jiwa misqueen kita meronta-ronta, karena Molly mengira laptop mahal yang seharga sekitar lima puluh juta itu adalah sebuah talenan.
" Ini bagaimana ya menggunakannya?? ",, kata Molly sambil membolak balikan laptopnya.
" Aah biarlah besok saja aku mempraktekkannya jika mau memasak, sekarang aku mau tidur dulu sambil mendengarkan lagu di dalam ponselku ",, kata Molly lagi sambil terus berbicara sendiri.
Dan Molly lalu menaruh laptopnya tadi di atas meja yang ada di dalam kamar.
Salahkah Pietro yang membelikan laptop juga untuk Molly tapi tidak diajari bagaimana cara menggunakannya.
Jadi jangan salahkan Molly jika laptop mahal itu nanti akan dibuat talenan jika Molly sedang memasak.
Sedang Pietro sendiri yang sudah selesai dengan rutinitasnya di dalam kamar mandi, dia lalu keluar dari dalam kamar mandi hanya menggunakan c3l4n4 d4l4mnya saja.
Pietro yang seperti itu membuat Molly yang melihat langsung jadi teringat dengan video yang tadi di tontonnya di dalam ponselnya.
" Fikiranku melayang jauh ketika melihat Kakanda cuma memakai c3ln4n4 d4l4mnya saja seperti itu ",, kata batin dari Molly sambil melirik ke arah Pietro yang sedang berjalan kearahnya.
Sepertinya Molly sudah mulai terkontaminasi dengan video d3w454 yang dilihatnya tadi.
Semoga saja dengan Molly mempunyai ponsel, tidak membuatnya menjadi salah pergaulan.
...๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ...
__ADS_1
...***TBC***...