KING PSYCHOPATH

KING PSYCHOPATH
AUTHOR NYERAH


__ADS_3

Walau Gilbert menggerutu begitu, namun dia tetap menolong sang Kakak Ipar yang sedang pingsan dengan memindahkan Agnes ke atas ranjang sampingnya Molly.


" Berat sekali sih badannya, mungkin dia kebanyakan dosa, jadinya berat begini badannya ",, gerutu Gilbert sambil menggeliatkan badannya karena capek.


Molly yang mendengar gerutuan dari Gilbert, dia langsung saja tersenyum lucu, karena memang Gilbert kalau bicara, bisa mengundang orang yang mendengarnya langsung tertawa.


Tiba-tiba saja pintu kamar Molly terbuka dari luar, dan yang membukanya adalah Mama Jaena sambil membawakan minuman hangat untuk Molly.


" Lho ko Agnes dia tiduran di situ, bukannya membantu Nak Molly ",, kata Mama Jaena yang melihat Agnes tiduran di atas ranjang.


" Dia bukan tiduran Ma, tapi pingsan ",, jawab dari Molly kepada Mama Jaena.


" Pingsan,?? kenapa?? ",, tanya terkejut dari Mama Jaena kepada Molly.


" Biasalah Ma, supaya bisa digendong oleh Gilbert ",, jawab dari Gilbert sama seperti tadi, dengan asal saja.


" Kamu ini ya Gilbert ada-ada saja kalau berbicara ",, kata Mama Jaena kepada Gilbert.


Gilbert hanya tertawa saja menanggapi perkataan dari Mama Jaena.


" Ini Nak, minum dulu teh herbalnya, biar lebih rilax tubuhnya ",, kata Mama Jaena kepada Molly.


" Terimakasih Ma ",, jawab Molly sambil menerima teh tersebut.


" Boleh Mama lihat lukanya, biar bisa segera Mama obati ",, kata Mama Jaena kepada Molly.


" Boleh Ma ",, jawab dari Molly lagi kepada Mama Jaena.


" Eh Ma, janji jangan pingsan juga ya ketika sudah melihat lukanya Kak Molly, tangan sama pinggang Gilbert sudah capek sekali ini ",, kata Gilbert kepada Mama Jaena.


" Iya ",, jawab singkat dari Mama Jaena kepada Gilbert.


Setelahnya Mama Jaena langsung membuka sedikit kaos yang dipakai oleh Molly untuk melihat lukanya Molly.


" Astaga ini harus segera dibersihkan lukanya, dan pasti ini daun herbal yang biasanya Pietro pakai kan?? ",, kata Mama Jaena kepada Molly.


" Iya Ma ",, jawab Molly kepada Mama Jaena.


" Sebentar biar Mama ambil kotak P3Knya dulu ",, kata Mama Jaena lagi kepada Molly.


Namun ketika Mama Jaena sedang berdiri dari duduknya, dia tidak sengaja melihat kelakuan dari Gilbert kepada Agnes yang mana membuatnya sangat terkejut sekali.


Tidak cuma Mama Jaena saja yang terkejut, melainkan Molly pun juga sama terkejutnya melihat tingkahnya Gilbert.


Bagaimana tidak terkejut, jika Gilbert sedang menciumkan kaos kaki yang sedang dipakainya itu ke hidungnya Agnes yang masih pingsan.

__ADS_1


" Astaga Gilbert!! ",, kata Mama Jaena dan Molly secara bersama-sama.


" Hehehe, habisnya Gilbert tidak tahu bagaimana cara membangunkan Kak Agnes ",, jawab Gilbert seperti tanpa dosa kepada Mama Jaena dan juga Molly.


" Dan kebetulan kaos kaki Gilbert belum Gilbert cuci selama satu minggu, jadi fikir Gilbert bisalah untuk menggantikan minyak gosok ",, kata Gilbert lagi kepada Mama Jaena dan juga Molly sambil masih tertawa dengan tanpa dosa.


" Astaga, terserah kamu sajalah Gilbert, Mama tidak tahu harus berkata apa lagi kepadamu, Mama mau segera membantu Molly sekarang ",, kata Mama Jaena seperti pasrah kepada Gilbert.


Mama Jaena pun langsung saja segera pergi dari dalam kamar untuk mengambil kotak P3K yang ada di rumah tersebut.


Dan setelah kepergian dari Mama Jaena, Molly pun mencoba berbicara kepada Gilbert.


" Gilbert ",, panggil dari Molly kepada Gilbert.


" Iya Kak, apa ada yang bisa Gilbert bantu?? ",, kata Gilbert kepada Molly.


" Sini ",, jawab dari Molly kepada Gilbert sambil menyuruh Gilbert untuk mendekat ke arahnya.


Gilbert pun langsung saja mendekat ke arah Molly tanpa ada rasa curiga sama sekali.


Di saat Gilbert sudah berada di sampingnya Molly, Molly pun langsung menyuruh Gilbert untuk berjongkok di samping ranjangnya.


" Kak Molly mau menyuruh Gilbert apa sih, kenapa harus sambil jongkok segala?? ",, tanya dari Gilbert kepada Molly.


" Ini ",, jawab Gilbert kepada Molly.


Molly yang sedang hamil dan mudah sekali mual, dia langsung saja menahan nafasnya supaya tidak muntah, karena kaos kaki milik Gilbert benar-benar sangat bau sekali.


Setelah memegang kaos kakinya Gilbert, Molly langsung menempelkannya ke wajah Gilbert dengan sambil menekannya.


Gilbert yang gelagapan karena ulah Molly dan dia juga tidak tidak tahan dengan aroma kaos kaki miliknya sendiri, akhirnya Gilbert pun ikut-ikutan pingsan juga.


" Hahahaha ..... dia pingsan juga ",, kata Molly mentertawakan Gilbert yang ikut-ikutan pingsan.


Molly lalu sengaja menaruh kaos kakinya itu di atas wajahnya Gilbert, supaya Gilbert tidak akan bangun sampai nanti.


Setelahnya Molly berjalan dengan tertatih untuk mencuci tangannya yang kotor itu di dalam kamar mandi.


Molly yang baru saja keluar dari dalam kamar mandi, tidak sengaja langsung melihat Mama Jaena yang baru saja masuk ke dalam kamar.


Dan Mama Jaena tentu saja langsung terkejut, melihat Gilbert ikut-ikutan pingsan di lantai sebelah ranjang.


" Lho ko Gilbert ikut pingsan juga Nak Molly?? ",, kata Mama Jaena kepada Molly.


" Dan kamu darimana Nak?? ",, tanya dari Mama Jaena lagi kepada Molly yang mencoba merebahkan badannya lagi di atas ranjang.

__ADS_1


" Dari cuci tangan Ma, dan Gilbert pingsan karena Molly sengaja menciumkan kaos kakinya itu, dan itu lihat Molly sengaja menaruhnya di wajahnya Gilbert ",, jawab dari Molly kepada Mama Jaena.


" Astaga, sungguh penghuni rumah ini semuanya gila, kecuali Ivar saja, sudah ayo sini Mama obati lukanya ",, kata Mama Jaena kepada Molly.


Molly semakin tertawa mendengar gerutuan dari Mama Jaena tadi.


Setelahnya Mama Jaena pun langsung saja dengan telaten membersihkan lukanya Molly biar tidak infeksi.


" Tahan Nak, ini sedikit sakit ",, kata Mama Jaena kepada Molly yang daritadi meringis kesakitan.


" Iya Ma ",, jawab dari Molly kepada Mama Jaena sambil menahan rasa sakit di perutnya.


Mama Jaena juga sangat tahu sekali, jika adik dari menantunya yaitu siapa lagi jika bukan Pietro, dia sangat anti dengan rumah sakit.


Jadi Mama Jaena sebisa mungkin dia membantu Molly mengobati lukanya itu dengan kotak P3K yang selalu tersedia di rumah itu.


" Kamu sudah hamil berapa bulan Nak Molly?? ",, tanya dari Mama Jaena kepada Molly.


" Entahlah Ma, Molly lupa, tiga bulan sepertinya ",, jawab dari Molly kepada Mama Jaena.


" Ko terlihat sudah besar sekali ya, seperti sedang hamil lima bulan ",, kata Mama Jaena kepada Molly.


" Iya, di dalam sini ada dua baby Ma, makanya besar ",, jawab dari Molly lagi kepada Mama Jaena.


Mama Jaena sedikit terkejut mendengar jika Molly sedang hamil kembar.


" Waaah kembar ya babynya, selamat ya Nak ",, kata Mama Jaena kepada Molly.


" Iya Ma terimakasih ",, jawab Molly kepada Mama Jaena.


" Ini sudah selesai Mama obati, kamu istirahatlah, dan biarkan saja mereka berdua ada di dalam sini, karena Mama tidak bisa memindahkan mereka berdua ",, kata Mama Jaena kepada Molly.


" Baiklah Ma, dan sekali lagi terimakasih ",, kata Molly lagi dan lagi kepada Mama Jaena sambil tersenyum manis.


" Iya sama-sama, Mama keluar dulu ya, nanti kalau Alva rewel atau Ivar butuh bantuan Mama tidak tahu, karena Agnesnya sendiri sedang pingsan di sini ",, kata Mama Jaena kepada Molly.


Dan Molly pun hanya mengangguk saja menanggapi perkataan dari Mama Jaena.


Setelahnya Mama Jaena langsung keluar dari dalam kamar tersebut, meninggalkan Molly bersama Agnes dan Gilbert yang masih pingsan di situ.


Sungguh benar-benar devinisi Keluarga aneh bukan mereka semua.


...๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ...


...***TBC***...

__ADS_1


__ADS_2