
" Maaf ada apa ini ko ribut-ribut?? "', tegur dari Dokter Dae kepada Kak Ivar dan juga Pietro.
" Maaf Tuan, istri dari Tuan ini dia tidak meninggal, dan Nyonya ini akan segera kami periksa kehamilannya ",, kata dari Dokter yang tadi menangani Molly kepada Kak Ivar.
Kak Ivar yang merasa malu, dia langsung saja menjitak kepalanya Pietro sambil berkata sesuatu.
" Kamu ya suka sekali mengerjai Kakak!! ",, kata Kak Ivar kepada Pietro.
Sedang Gilbert dia langsung mengambil nafas yang sangat panjang sekali, saking panjangnya seperti menyedot asupan oksigen yang berada di dalam ruang prakter Dokter tersebut.
Dan untuk Greta sendiri, dia masih terus berdiri di situ untuk mengikuti perkembangannya Molly.
Walau Greta sedikit terkejut mendengar kabar jika Molly sedang hamil, namun dia tetap merasa senang akan kabar tersebut.
" Yeay sebentar lagi itu artinya aku akan menambah teman lagi dari babynya Molly ",, begitulah kegembiraan Greta ketika dia baru mendengar jika Molly sedang hamil.
" Astaga, aku sudah menangis histeris ternyata aku cuma di bodohi, dasar adik ipar l4kn4t!! ",, kata Agnes kepada Pietro.
Para petugas medis itu yang melihat drama Keluarga Roderick, mereka semua pun langsung saja pada tersenyum, sedang Pietronya sendiri dia hanya diam saja seperti tanpa merasa berdosa sama sekali.
" Kalau begitu tugas kami sudah selesai, saya serahkan kepada Dokter Dae ya Tuan ",, pamit dari Dokter tadi kepada Pietro.
" Iya ",, jawab super singkat dari Pietro kepada Dokter tersebut.
Setelahnya Dokter tersebut langsung saja berlalu pergi dari dalam ruang praktek dari Dokter Dae dan di ikuti oleh para asistannya.
" Ayo Tuan tolong pindahkan Nyonya ini ke brankar yang ada di sana, karena saya akan segera memeriksanya, dan kalian segera bawa keluar lagi brankar yang ini ya ",, kata Dokter Dae kepada Pietro dan kepada para asistannya.
Pietro langsung saja memindahkan Molly ke atas brankar yang ada di situ, sedangkan para asistan dari Dokter Dae langsung membawa keluar brankar yang tadi kembali ke tempatnya semula.
Kak Ivar, Agnes dan juga Gilbert mereka semua masih berada di ruangan Dokter itu sambil duduk di shofa yang tersedia di situ.
Sedang Pietro tentu saja dia berada di sampingnya Molly, ingin mengawasi sendiri bagaimana cara kerja dari Dokter Dae itu.
" Tuan, sepertinya istri anda baru saja meminum obat tidur, dan sepertinya juga istri anda sedang hamil sekitar dua bulanan ",, kata Dokter Dae kepada Pietro sambil sedikit menekan perutnya Molly.
" Mamah dengar sendiri kan apa kata Dokter, jika Molly baru saja meminum obat tidur ",, kata Kak Ivar kepada Agnes.
" Iya Ayah, Mamah tidak budeg ",, jawab dari Agnes kepada Kak Ivar.
Kak Ivar langsung saja memutar bola matanya malas, karena dia tanya apa jawabannya apa.
Sedang Gilbert dia langsung mengusap wajahnya dengan kasar, karena dia tidak menyangka jika Molly akan di berikan obat tidur oleh Pietro.
Obat tidur itu adalah efek samping dari ramuan yang di berikan oleh Pietro tadi kepada Molly.
__ADS_1
Dan obat tidur itu efeknya hampir mirip dengan bius, jadi Molly nanti akan sadar dengan sendirinya jika efek bius serta obat tidur yang ada di dalam tubuhnya sudah hilang.
Waktu yang sudah menunjukkan pukul dua belas malam lebih tidak menyurutkan semangat Dokter Dae untuk memeriksa keadaannya Molly, karena itu memang sudah kewajibannya.
" Tuan, akan saya USG dulu kandungannya istri anda, silahkan jika anda mau melihat?? ",, kata Dokter Dae kepada Pietro.
Pietro langsung saja mengangguk tipis kepada Dokter Dae.
" Kamu tutup semua gorden penyekat ini, dan untuk keluarga yang itu kamu kasih tahu kepada mereka, jika mereka ingin melihat bisa ke layar televisi itu ",, kata Dokter Dae kepada asistannya.
" Baik Dokter ",, jawab dari asistan itu kepada Dokter Dae.
Kak Ivar, Agnes dan juga Gilbert mereka bertiga langsung saja memperhatikan layar televisi yang sudah terhubung dengan layar USG yang ada di hadapannya Dokter Dae.
Akhirnya setelah mengoleskan gel, Dokter Dae pun memulai memeriksa kandungannya Molly.
Pietro sangat memperhatikan sekali setiap pemeriksaan yang di lakukan oleh Dokter Dae di perutnya Molly.
Bahkan Pietro seperti tidak berkedip ketika melihat layar USG yang ada di depannya.
" Nah ini Tuan ada calon baby anda ",, kata Dokter Dae kepada Pietro sambil menunjukkan kecebong kecil yang ada di rahimnya Molly.
" Sebentar saya cek dulu lagi ",, kata Dokter Dae kepada Pietro yang hanya diam saja daritadi.
" Panjangnya bagus, ini juga bagus, semuanya bagus Tuan ",, kata Dokter Dae sambil memperjelas ukuran dari kecebong miliknya Pietro.
Semua perkataan dari Dokter Dae juga masih di dengar jelas oleh Kak Ivar, Gilbert dan juga Agnes.
" Ada apa!! ",, tanya super dingin dari Pietro kepada Dokter Dae.
" Sepertinya saya menemukan calon baby anda lagi Tuan ",, jawab dari Dokter Dae kepada Pietro.
Pietro langsung saja menaikkan sebelah alisnya ke atas ketika mendengar perkataan dari sang Dokter.
" Nah benar kan Tuan, jika baby anda nanti akan kembar ",, kata Dokter Dae lagi sambil memperbesar calon babynya Pietro yang ke dua.
" Hah kembar!!! ",, kata serempak dari Kak Ivar, Agnes dan juga Gilbert.
Sedang Pietro dia hanya diam saja sambil memikirkan sesuatu.
" Kak memangnya keturunan kita ada yang kembar?? ",, tanya dari Gilbert kepada Kak Ivar.
" Tidak ada, setahu Kakak nenek moyang kita juga tidak ada yang kembar Ibet ",, jawab dari Kak Ivar kepada Gilbert.
" Bisa jadi dari keturunannya Molly ",, sahut dari Agnes kepada Kak Ivar dan Gilbert.
__ADS_1
" Bisa jadi Mah '',, jawab dari Kak Ivar kepada Agnes.
Sedangkan Gilbert dia langsung saja menganggukkan kepalanya pertanda setuju.
Dan untuk Pietronya sendiri dia masih diam saja sambil terus berkata di dalam hatinya.
" Kembar, ko bisa kembar?? ",, kata batin dari Pietro sambil bertanda tanya.
" Aku tidak mempunyai silsilah kembar, atau dari keluarga Molly mungkin ada yang kembar?? ",, kata batin Pietro lagi sambil terus bertanda tanya.
Tanpa mereka sadari ternyata pemeriksaaan USG kehamilannya Molly sudah selesai.
Setelah mendengarkan penjelasan dari Dokter Dae, di kasih vitamin maupun obat penunjang kehamilan yang lain, akhirnya Molly di pindahkan juga ke ruang perawatan biasa.
Karena Molly yang masih belum sadarkan diri, dan Dokter Dae menyarankan Molly untuk di rawat di rumah sakit terlebih dahulu sampai Molly sadar kembali.
Pietro awalnya tidak mau, namun karena desakan dari Kak Ivar, akhirnya dia mau-mau saja dan saat ini mereka semua sudah berada di dalam ruang VVIP rumah sakit tersebut, dengan keadaan Molly masih belum membuka matanya.
Di dalam ruangan itu, Kak Ivar yang sudah tidak tahan dengan rasa penasarannya tentang kehamilan kembarnya Molly, dia pun mencoba bertanya kepada Pietro yang daritadi hanya diam saja seperti sedang memikirkan sesuatu.
" Pietro ",, panggil Kak Ivar kepada Pietro.
Pietro tidak menjawab, namun dia langsung saja mengalihkan pandangannya ke arah Kak Ivar.
" Molly ko bisa hamil kembar, kita kan tidak ada silsilah keturunan kembar Pietro, jikalau pun bisa pasti kesempatan itu sangat langka sekali, apakah Molly yang mempunyai keturunan kembar ",, tanya dari Kak Ivar kepada Pietro.
" Setahu Pietro tidak ada Kak ",, jawab dari Pietro kepada Kak Ivar.
" Lha terus, ini artinya adalah keajaiban satu dibandingkan seribu dong kalau Molly bisa hamil kembar seperti sekarang ",, kata Kak Ivar kepada Pietro.
Dan perbincangan dari Kak Ivar bersama Pietro masih di dengar jelas oleh Agnes serta juga Gilbert yang masih belum pada tidur.
" Bukan, ini bukan keajaiban ",, jawab Pietro kepada Kak Ivar.
" Lalu?? ",, tanya dari Kak Ivar lagi kepada Pietro.
" Ini karena sejak awal Molly tinggal bersama Pietro, Pietro selalu memberikannya buah yang mitosnya bisa membuat wanita semakin subur dan jika hamil akan bisa hamil lebih dari satu ",, jawab dari Pietro kepada Kak Ivar.
Tik-tok-tik-tok ........ suara denting jam menggema di dalam ruangan tersebut.
Krik-krik-krik ........ ibaratkan ada jangkrik, pasti akan terdengar sangat merdu sekali.
Sebab semua orang yang ada di dalam ruangan tersebut sedang pada bengong diam tanpa suara, karena mendengar jawaban aneh yang tidak masuk akal dari Pietro tadi.
...๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ...
__ADS_1
...***TBC***...