
Greta yang masih setia mendampingi Molly dan sekarang juga sudah ikut pulang bersama Pietro dan Molly pun.
Sungguh Greta sedikit merasa tidak percaya jika memang benar ada buah yang di maksud oleh Pietro.
Pietro sejak di rumah sakit tadi dia juga masih melihat Greta dan para arwah yang lainnya, namun Pietro hanya diam saja.
Sebab Pietro tidak mau di anggap gila jika menatap bahkan atau berani menegur mereka semua.
Bahkan Greta pun juga ikut masuk ke dalam ruang pengobatan milik Pietro itu.
Akan tetapi entah kenapa Molly tidak menyadari jika ada sang sahabat hantunya sejak tadi berada di sisinya.
Mungkin karena fikirannya Molly sedang linglung, jadinya dia tidak menyadari jika Greta menemaninya daritadi.
Greta yang melihat Pietro bersama Molly tidur berpelukan seperti itu di ranjang yang ada di ruang pengobatan, dia pun akhirnya memilih keluar dari dalam rumah si Pietro.
Karena Greta tidak mau mengganggu Pietro maupun Molly yang sedang bermesraan seperti itu.
Pietro sendiri yang sudah selesai menerima telepon dari Kak Ivar tadi, dia lalu memilih beranjak turun dari atas ranjang tersebut.
" My Queen mau buah-buahan lagi?? ",, tanya Pietro sambil menatap Molly yang masih rebahan di atas ranjang.
" Mau Kakanda, kalau bisa buah yang seperti biasanya ya ",, jawab dari Molly kepada Pietro.
" Buah yang seperti biasanya itu sudah habis di dalam hutan, dan akan berbuah lagi cukup lama My Queen ",, jawab dari Pietro kepada Molly.
Dan buah seperti biasanya yang di maksud oleh Molly, adalah buah langka itu.
" Baiklah buah apa saja kalau begitu ",, kata Molly kepada Pietro.
" Ayo sini Kakanda gendong ke dalam kamar ",, kata Pietro sambil ingin menggendong Molly.
" Eh tidak perlu Kakanda, Molly bisa jalan sendiri ",, jawab Molly kepada Pietro.
" Iya ayo kalau begitu My Queen istirahat saja di dalam kamar, Kakanda mau masuk ke dalam hutan dulu ",, ajak Pietro kepada Molly.
Molly hanya mengangguk saja sambil tersenyum manis kepada Pietro.
Setelahnya Pietro dan Molly lalu berpindah tempat untuk masuk ke dalam kamar pribadinya mereka.
Sesampainya di dalam kamar itu, Molly langsung memainkan ponselnya sambil menyalakan televisi.
Sedang Pietro dia langsung masuk ke dalam ruang walk in closet untuk berganti baju dengan baju berburunya.
__ADS_1
Setelah selesai berganti baju, Pietro langsung saja berjalan mendekat ke arah Molly.
" My Queen jangan kemana-mana ya, nanti ada si King yang akan menemani, Kakanda mau berburu dulu ",, kata Pietro kepada Molly.
" Iya, hati-hati ya Kakanda ",, jawab dari Molly sambil tersenyum manis sekali kepada Pietro.
Seperti biasanya Pietro akan memberikan kecupan mesra di dahi Molly dan kecupan sekilas di bibirnya Molly.
Dan untuk Molly sendiri dia sudah tidak takut lagi jika di tinggal berburu seperti itu oleh Pietro, karena dia sudah terbiasa.
Pietro yang sudah keluar dari dalam rumah, gantian King yang masuk ke dalam rumah, seperti perintah dari Pietro tadi sebelum dia berangkat berburu.
Di dalam hutan itu Pietro berburu hewan yang bisa dia makan, sekaligus mengambil buah-buahan yang juga bisa di makan untuk dia berikan kepada Molly nantinya.
Sungguh sangat sehat sekali tubuhnya Molly dan Pietro, karena mereka makan buah langsung asli dari pohonnya dan belum terjamah oleh para pupuk kimia buatan pabrik.
Molly yang kedatangan dari king dia hanya diam dan membiarkannya saja seperti biasanya.
King sendiri seperti mengerti menonton televisi, jadi ketika televisi menyala King akan selalu ikut melihat dan akan mengganti channelnya sendiri menggunakan remot yang ada di situ.
Cukup lama Molly memainkan ponselnya sambil menonton televisi, lama-kelamaan perutnya merasakan lapar juga.
Molly akhirnya memutuskan untuk beranjak turun dari atas ranjang dan keluar dari dalam kamar untuk menuju ke dalam dapur, dan si King pun senantiasa akan mengikuti kemana langkah kakinya Molly pergi.
" Kamu mau makan King?? ",, tanya Molly kepada King.
King menggelengkan kepalanya seperti ingin berkata tidak mau kepada Molly.
" Coba aku cari dulu, apakah ada makanan yang bisa di makan di dalam dapur dan kulkas ",, kata Molly sambil mengecek semua tempat persediaan makanan.
" Tidak ada apa-apa, tapi perutku sudah sangat lapar sekali ",, kata Molly yang tidak menemukan makanan sama sekali.
Ketika Molly sedang gelisah karena lapar dan tidak ada yang bisa dia makan, tiba-tiba saja Greta masuk ke dalam rumah dalam keadaan yang seperti ketakutan.
" Molly kamu ada dimana?? ",, panggil dari Greta kepada Molly.
" Greta.....?? ",, kata Molly ketika mendengar suaranya Greta.
" Greta aku ada di sini, di dalam dapur ",, teriak dari Molly juga kepada Greta.
Dan Greta pun langsung saja bergegas terbang menuju ke dalam dapur.
" Ada apa Greta?? ",, tanya dari Molly ketika sudah melihat Greta.
__ADS_1
" Gawat Molly, gawat!! ",, jawab Greta kepada Molly.
" Apanya yang gawat?? ",, tanya dari Molly lagi kepada Greta.
" Di luar pintu gerbang ada satu orang laki-laki yang berpenampilan seperti pemburu, dan dia daritadi mencoba mengintip dari balik celah pintu gerbang Molly, aku takut jika dia sampai masuk dan berbuat macam-macam kepada kamu ",, kata Greta kepada Molly.
Molly yang teringat dengan dua pemburu yang dulu hampir memp3rk054nya, dia pun sekarang menjadi sangat ketakutan sekali.
" Jangan takut Molly, ada aku sama King, sekarang kamu kunci semua pintu dan jendela yang ada di sini, ayo cepetan ",, kata Greta mencoba menenangkan Molly yang sedang sangat ketakutan.
Dengan kaki sedikit gemetaran Molly pun langsung segera mengunci pintu dan semua jendela yang biasanya Pietro buka.
Walau jendela bisa di buka, namun tetap tidak akan bisa di lewati, sebab ada tralis besinya.
Greta lalu mencoba berbicara kepada King, supaya King bisa menghalau orang tersebut masuk ke dalam rumah si Pietro.
King yang mengerti perkataan dari Greta pun, dia langsung saja keluar dari dalam rumah dan Molly langsung saja mengunci pintu belakang supaya dia merasa semakin aman.
Setelahnya Molly langsung masuk ke dalam kamar dan mengunci pintunya dari dalam.
" Kamu diam di sini saja ya Molly, aku sudah tidak tahan mau keluar dulu, rasanya panas sekali tubuhku ",, kata Greta kepada Molly.
Molly hanya mengangguk saja kepada Greta sambil masuk ke dalam selimut tebal yang ada di atas ranjang.
Sedang Pietro yang sudah mengambil cukup banyak buah-buahan dan juga sudah berhasil mendapatkan hewan buruannya yang berupa dua ekor kelinci liar pun, akhirnya dia memutuskan untuk pulang.
Ketika Pietro sudah hampir sampai di rumahnya, dia melihat ada orang yang tidak di kenalnya seperti sedang ingin memanjat pintu gerbang rumahnya.
Hal itu tentu saja tidak akan Pietro biarkan karena dia sudah berani memasuki tempat privasinya.
Terlebih lagi di dalam rumahnya ada Molly yang harus dia lindungi.
Untung saja pintu gerbangnya tadi sudah Pietro kunci dari luar ketika dia akan berangkat berburu, jadi orang tersebut mau berusaha sekuat tenaga untuk membuka pintu gerbangnya pun tidak akan bisa.
Melihat pengalaman dari yang sebelumnya, ketika rumahnya pernah di masuki oleh dua pemburu dan ingin mencelakai Molly.
Sejak saat itu Pietro akan selalu mengunci pintu gerbangnya, jika dia akan meninggalkan Molly sendirian di dalam rumah.
Padahal biasanya sebelum ada Molly di sisinya, Pietro akan membiarkan saja rumahnya itu jika dia akan pergi berburu, karena fikir Pietro ada King sang satpam yang sangat tangguh sekali untuk di lawan.
...๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ...
...***TBC***...
__ADS_1