KING PSYCHOPATH

KING PSYCHOPATH
RUMAH SAKIT


__ADS_3

Ketika sudah mengendarai mobil selama beberapa menit lamanya, akhirnya mobil yang di kendarai oleh Kak Ivar sampai juga di rumah sakit yang terdekat dari rumahnya.


Kak Ivar langsung saja memarkirkan mobilnya tepat di depan ruang UGD yang ada di rumah sakit tersebut.


Dan para tenaga medis sebelum Kak Ivar berteriak meminta bantuan, mereka semua langsung saja bergegas mendekati Kak Ivar, ketika mereka melihat Kak Ivar dan Agnes sedang membantu Molly untuk keluar dari dalam mobil.


Molly langsung saja di bantu untuk naik ke atas brankar pasien yang sudah di siapkan oleh para tenaga medis tadi.


Para tenaga medis terutama yang berjenis kelamin laki-laki, mereka semua langsung salah fokus melihat kecantikan alami yang di miliki oleh Molly.


Molly yang sedang hamil aura kecantikannya malah terlihat semakin terpancar saja, itulah mengapa setiap orang yang tidak pernah melihat Molly langsung saja pada terpesona.


" Ma, Mama temani Molly dulu ya, Ayah mau memarkirkan mobil sebentar ",, kata Kak Ivar kepada Agnes.


" Iya Ayah ",, jawab dari Agnes kepada Kak Ivar.


Kak Ivar pun langsung saja bergegas memindahkan mobilnya itu, untuk dia pindahkan ke area parkir yang sudah di sediakan oleh rumah sakit.


Sedang Agnes dia terus mengikuti ke mana brankar pasiennya Molly sedang di dorong oleh para tenaga medis tersebut.


Ketika Molly sudah sampai di ruang intensif khusus untuk ibu melahirkan, tentu saja Agnes di larang oleh Dokter untuk ikut masuk ke dalam.


" Apakah tidak ada suaminya di sini Nyonya?? ",, tanya dari salah satu suster kepada Agnes.


" Suami dari adik saya, dia sedang pergi keluar Negeri untuk urusan bisnis ",, jawab dari Agnes kepada suster tersebut.


" Oh, baiklah ",, kata suster itu lagi kepada Agnes.


Setelahnya suster itu langsung ikut masuk ke dalam ruangan tersebut untuk membantu para Dokter yang sedang menangani Molly.


Kak Ivar yang sudah memarkirkan mobilnya, sambil berjalan ke arah ruang perawatannya Molly, dia pun langsung saja mencoba menghubungi Pietro untuk mengabarkan keadaannya Molly sekarang.


Dan percakapan dari mereka berdua sudah ada di part sebelumnya.


Pietro tadi yang sudah memaksa sang pilot untuk mengantarkannya pulang malam itu juga, setelah itu dia langsung saja bergegas bersiap-siap membereskan semua barang-barang bawaannya.


Sedangkan Kak Ivar tadi, setelah selesai menelpon Pietro dia langsung segera menuju ke ruang perawatannya Molly.


Dari jauh Kak Ivar sudah melihat sang istri sedang duduk sendirian di kursi tunggu yang ada di situ.


Dan ketika Kak Ivar sudah sampai di situ dia langsung saja bertanya kepada Agnes.

__ADS_1


" Ma, bagaimana keadaannya Molly?? ",, tanya dari Kak Ivar kepada Agnes.


" Tidak tahu Ayah, Molly sedang di periksa di dalam ",, jawab dari Agnes kepada Kak Ivar.


Selang beberapa menit, pintu ruang perawatan Molly pun akhirnya terbuka juga dari dalam, dan membuat Kak Ivar beserta Agnes langsung berjalan menghampiri Dokter yang baru saja keluar tersebut.


" Dokter bagaimana keadaan dari adik kami?? ",, tanya dari Agnes kepada Dokter tersebut.


" Nyonya, adik anda sudah mengalami pembukaan tujuh, kita tunggu saja sampai genap pembukaan ke sepuluh supaya kita bisa segera mengeluarkan baby kembarnya ",, jawab dari sang Dokter kepada Agnes dan masih di dengar oleh Kak Ivar.


" Apakah kita boleh masuk ke dalam Dokter?? '',, tanya dari Kak Ivar kepada Dokter itu.


" Boleh Tuan, silahkan, dan kalau bisa bantu adik anda untuk jalan-jalan di dalam ruangan ya Tuan, biar bisa segera genap pembukaannya ",, jawab dari Dokter tersebut kepada Kak Ivar.


" Baik Dokter ",, jawab dari Kak Ivar kepada Dokter itu sambil mengangguk.


" Kalau begitu saya permisi dulu Tuan, Nyonya ",, pamit dari sang Dokter kepada Kak Ivar dan juga Agnes.


Kak Ivar dan Agnes hanya mengangguk saja kepada Dokter tersebut.


Setelahnya mereka berdua langsung saja masuk ke dalam ruangan tersebut untuk melihat keadaannya Molly, setelah kepergian dari sang Dokter.


" Kak Agnes sakit sekali Kak perut Molly, dan benar kata Kakak, mereka lahirnya tidak bisa di tebak ",, kata Molly ketika melihat kedatangannya Agnes.


" Molly mau Kakanda, Kakanda cepat suruh pulang Kak Ivar ",, kata Molly kepada Kak Ivar.


" Iya Kakak sudah menghubungi suami kamu, katanya dia akan pulang malam ini juga ",, jawab dari Kak Ivar kepada Molly.


Setelahnya Kak Ivar mencoba berbicara kepada ke dua calon keponakannya itu sambil mengusap lembut perutnya Molly.


" Keponakan Paman, kalian baik-baik ya di dalam sana, tunggu Ayah kalian datang di sini dulu ya, jangan menyusahkan Mama, ok ",, kata Kak Ivar kepada ke dua calon keponakannya.


Dan perkataan dari Kak Ivar langsung saja di sambut dengan sebuah tendangan pelan dari baby twins.


" Ayo Molly sini Kakak bantu untuk jalan-jalan, supaya kamu bisa segera pembukaan sepuluh ",, kata Agnes kepada Molly.


Molly hanya mengangguk saja kepada Agnes, dan setelah itu Agnes membantu Molly untuk berjalan-jalan mengelilingi ruangan tersebut.


Kak Ivar yang melihat Agnes yang kecapekan, dia pun lalu silih berganti membantu sang istri untuk membantu Molly.


" Kak, Molly sudah tidak kuat, bolehkah Molly beristirahat saja ",, kata Molly kepada Agnes dan juga Kak Ivar.

__ADS_1


" Boleh Molly ayo Kakak bantu kamu ",, jawab dari Kak Ivar kepada Molly.


Kak Ivar dan Molly langsung membantu Molly untuk rebahan lagi di atas brankar pasiennya.


" Kak Ivar tolong teleponin Kakanda, sudah sampai mana dia?? ",, kata Molly kepada Kak Ivar.


" Iya baiklah ",, jawab dari Kak Ivar kepada Molly.


Kak Ivar lalu mencoba menghubungi Pietro, namun sampai panggilan ke empat, sambungan telepon dari Kak Ivar tidak di angkat juga oleh Pietro.


" Tidak di angkat Molly sama Pietro ",, kata Kak Ivar kepada Molly.


Molly langsung saja menunjukkan wajah sedihnya mendengar perkataan dari Kak Ivar, karena Molly sangat ingin sekali melahirkan baby twins di temani oleh Pietro.


Wajar saja jika Pietro tidak mengangkat sambungan telepon dari Kak Ivar, karena dia saat ini baru saja masuk ke dalam pesawat jet pribadi miliknya untuk kembali pulang ke Negaranya.


Pietro terus merasa sangat tidak tenang sekali di dalam hatinya, dan dia ingin sekali segera sampai di Negaranya supaya bisa menemani Molly untuk melahirkan baby pertama mereka.


Sejahat-jahatnya Pietro, sekejam-kejamnya Pietro, dan sesadis-sadisnya Pietro, dia tetap saja manusia biasa sama seperti kita.


Walau otak dan hati dia sudah di cuci oleh sang Kakek dulu untuk menjadi mesin pembunuh yang kejam.


Namun tetap saja naluri alamiahnya sebagai manusia tidak akan bisa di hilangkan dari dalam dirinya.


Seperti contohnya sekarang, Pietro sama halnya seperti calon Ayah yang pada umumnya, sangat excited, khawatir dan juga ingin menjadi suami serta Ayah siaga untuk Molly dan baby kembarnya.


Akan tetapi keadaanlah yang membuatnya berpisah sejenak bersama Molly sekarang.


" Awas saja jika kalian berdua lahir ke dunia ini tidak menunggu Ayah pulang ",, kata batin dari Pietro untuk ke dua calon babynya.


Seperti kontak batin antara sang Ayah dan anaknya, Pietro yang sudah berucap seperti itu, membuat pembukaannya Molly tidak menambah juga, masih stay di angka tujuh terus.


Dan ketika para tenaga medis mencoba ingin mengoperasi caesar perutnya Molly, Molly dengan tegas menolak permintaan dari sang Dokter.


" Tidak, saya tidak mau di operasi, saya belum bisa melahirkan karena saya sengaja menahannya, sebab saya masih menunggu kepulangan dari suami saya terlebih dahulu!! ",, jawab tegas dari Molly kepada para tenaga medis yang daritadi membujuknya untuk menjalani operasi caesar.


Walau berat hati, karena para tenaga medis takut serta khawatir jika baby twinsnya Molly beserta Mollynya sendiri kenapa-kenapa.


Akhirnya para tenaga medis itu menyerah juga dan mengijinkan Molly untuk bertahan lagi sampai besok, ketika para tenaga medis sudah di berikan pengertian oleh Kak Ivar.


...๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ...

__ADS_1


...***TBC***...


__ADS_2