
Sampai di rumah, Molly, Kak Ivar dan juga Agnes begitu sangat terkejut, karena Pietro membeli begitu banyak jajanan, camilan, bahkan ada mainan juga untuk si kembar dan Alva.
" Kalian semua memborong satu supermarket?? ",, tanya Agnes kepada Pietro.
" Tidak Mama, di supermarket masih banyak jajanannya, belum kami habiskan semua ",, jawab Alva kepada Agnes.
Agnes langsung menggelengkan kepalanya saja mendengar jawaban dari Alva tadi.
" Oh ya Ayah, Aunty Molly, tadi Alva hampir saja tertabrak mobil, jika Paman Pietro tidak menyelamatkan Alva ",, cerita Alva kepada semua orang.
" Astaga, kamu tidak apa-apa kan Nak?? ",, tanya Kak Ivar kepada Alva.
" Tidak, hanya saja Paman Pietro sedikit terluka di tangannya ",, jawab Alva kepada Kak Ivar.
Molly yang mendengar perkataannya Alva, dia langsung saja mengecek tangan Pietro, dan benar ada banyak luka lecet di tangannya.
" Ayah sakit, sebentar Mama ambilkan obat dulu untuk Ayah ",, kata Molly kepada Pietro.
Molly benar-benar merasa sangat khawatir sekali dengan Pietro.
" Tidak perlu, nanti Kakanda akan obati sendiri ",, jawab Pietro kepada Molly.
" Tidak, biar Molly saja yang obati, Kakanda tunggu sebentar ",, kata Molly kepada Pietro.
Pietro pun akhirnya mengangguk dan menurut saja apa kata Molly, dan Molly lalu masuk ke dalam ruang penyimpanan obat untuk mengambil obat yang dia butuhkan.
Setelah mendapatkan obatnya, Molly langsung saja mengobati luka lecet di tangan Pietro, dengan penuh perhatian sekali.
Walau merasa perih, ekspresi Pietro biasa saja tidak menunjukkan rasa sakit sama sekali, padahal Molly sendiri yang sedang mengobati, dia sampai meringis seperti ikut merasakan rasa sakitnya.
" Tahukah Ayah, tadi ada tante-tante jelek yang ingin menggoda Paman Pietro ",, cerita Alva lagi kepada Kak Ivar.
" Apa!! ",, teriak Molly karena terkejut, sambil menekan luka yang ada di tangan Pietro.
" Aduhhh sakit!! ",, nah si Pietro baru mengaduh kesakitan.
" Apakah Paman kamu ini tergoda sama tante-tante jelek itu Alva?? ",, tanya Molly sambil terus menahan rasa penasarannya.
" Tidak Aunty, justru Paman Pietro langsung mencekik leher tante-tante itu sampai terangkat ke atas lantai ",, jawab Alva dengan jujur kepada Molly.
Kak Ivar langsung saja melototkan matanya kepada Pietro, karena Pietro sudah memperlihatkan kekerasan kepada Alva.
" Apa?? ",, tanya Pietro kepada Kak Ivar.
" Tidak apa-apa!! ",, jawab judes Kak Ivar kepada Pietro.
" Bagus ",, kata Molly sambil melanjutkan lagi mengobati tangan Pietro.
" Jika sampai Paman kamu ini tergoda sama tante-tante itu, awas saja, akan Aunty babat habis peliharaannya!! ",, kata Molly lagi sambil menekan luka di tangan Pietro.
" Aduh Mama, sakit!! ",, kata Pietro kepada Molly.
" Memangnya Paman Pietro apa mempunyai peliharaan lain selain King dan Queen ya Aunty, kalau ada mau dong Alva lihat ",, kata Alva kepada Molly.
" Eeehh ?? ",, jawab reflek Molly kepada Alva.
__ADS_1
Kak Ivar reflek juga langsung membekap mulut sang anak, yang selalu merasa sangat penasaran sekali.
" Oh ya, sini Mama minta es krimnya dong, Mama haus ",, kata Agnes mengalihkan pembicaraan.
" Mama mau yang rasa apa?? ",, tanya Alva kepada Agnes.
" Terserah Alva saja mau mengambilkan Mama rasa apa ",, jawab Agnes kepada Alva.
" Kamu ya Molly, ada Alva di sini!! ",, tegur Kak Ivar sambil menggertakan giginya.
" Maaf Kak, keceplosan, hehehe ",, jawab Molly sambil tertawa tanpa dosa.
Sedang Pietro, dia juga ikut tertawa tapi tidak keras.
Hari-hari pun berlalu, minggu sudah di gantikan dengan bulan, dan bulan sudah di gantikan dengan tahun.
Tidak terasa umur dari baby Leonardo dan baby Alarico sudah berusia dua tahun, sedangkan si kembar baby Chasel dan Aluisa sudah berumur empat tahun lebih satu bulan.
Dan untuk Alva sendiri, juga tidak sadar sudah tumbuh semakin besar sekitar berumur dua belas tahun.
Maafkan jika author salah dalam menuliskan selisih umur mereka, intinya, Alva dan si kembar Chasel - Aluisa mereka selisih delapan tahun.
Dan Chasel - Aluisa selisih dengan sang adik Leonardo - Alarico sekitar dua tahun lebih satu bulan.
Pagi hari di rumah Kak Ivar, ketika Kak Ivar sedang berganti baju di dalam ruang walk in closet, dia tiba-tiba mendengar sang istri menjerit kesakitan sekali.
Kak Ivar tentu saja langsung segera bergegas ke luar dari dalam ruang walk in closetnya, untuk melihat keadaan dari sang istri.
" Mama,!! Mama kenapa,?? apa Mama akan segera melahirkan?? ",, tanya Kak Ivar kepada Agnes.
Yaps, ketika umur Alva menginjak ke sebelas tahun, Agnes dinyatakan positif hamil lagi, hamil anak ke dua mereka.
Alva sampai sudah tidak sabar ingin melihat adik bayinya itu, yang sudah sejak lama dia tunggu-tunggu.
Dan saat ini, usia kandungannya Agnes sudah memasuki ke tiga puluh sembilan minggu, tinggal detik-detik saja mau melahirkan.
" Iya Ayah, sepertinya begitu, perut Mama sangat sakit sekali ",, jawab Agnes sambil mengatur pernafasannya.
" Ayo akan Ayah antar ke rumah sakit sekarang Ma ",, kata Kak Ivar sambil menuntun Agnes ke luar dari dalam kamar.
" Bibiiiiiii, Alvaaaa ",, teriak dari Kak Ivar, ketika sudah ke luar dari dalam kamar.
Semua pekerja yang ada di rumah Kak Ivar langsung saja segera menghampiri Kak Ivar, termasuk Alva sekalipun yang sedang asik memakan sandwichnya di ruang makan.
" Mama,!! apakah Mama akan segera melahirkan adik bayi Ayah?? ",, tanya Alva ketika sudah berada di depan Kak Ivar.
" Iya, dan kamu sana cepat hubungi ke dua Paman kamu, dan untuk kalian jaga rumah baik-baik ",, jawab Kak Ivar kepada Alva dan para pekerjanya.
" Baik Tuan ",, jawab serempak dari pekerja kepada Kak Ivar.
Sedang Alva, dia sudah langsung menghubungi Pietro beserta Gilbert.
Pietro dan Gilbert yang mendapatkan kabar dari Alva, mereka berdua langsung bersiap-siap untuk menuju ke rumah sakit menemani sang Kakak, yang pasti sangat membutuhkan bantuan mereka berdua.
Sedang Kak Ivar, saat ini sudah berada di dalam mobil, di temani oleh anak buahnya yang sedang menyetir mobilnya.
__ADS_1
" Bertahanlah Mama, kita akan segera sampai ",, kata Kak Ivar menenangkan sang istri.
" Iya Ayah ",, jawab Agnes sambil mengatur nafasnya.
Untung saja rumah Kak Ivar cukup dekat dengan rumah sakit, jadi tidak lama cuma membutuhkan beberapa menit saja, mobil yang dia tumpangi langsung saja sampai di rumah sakit yang mereka tuju.
Kak Ivar langsung berteriak memanggil para Dokter jaga yang ada di UGD, untuk membantu Agnes yang akan segera melahirkan.
Para tim medis yang berjaga, mereka semua langsung bergegas membantu Agnes, untuk mereka bawa ke ruang bersalin.
Sedangkan Pietro bersama Gilbert dan jangan lupakan Molly beserta Elina juga sedang dalam perjalanan menuju ke rumah sakit.
Dan anak-anak mereka semua, sementara waktu, di titipkan sebentar kepada para pekerja yang ada di rumah super mewah milik mereka.
" Apakah anda suaminya?? ",, tanya salah satu suster kepada Kak Ivar.
" Iya suster, saya suaminya ",, jawab Kak Ivar kepada suster tersebut.
" Ayo Tuan mari ikut dengan saya ",, kata suster itu kepada Kak Ivar.
Kak Ivar pun, langsung menurut untuk ikut dengan suster tersebut, karena Kak Ivar akan di suruh untuk menemani Agnes yang ternyata sudah mengalami pembukaan sembilan.
Pietro dan Gilbert, akhirnya sudah sampai di rumah sakit yang dekat dengan rumah Kak Ivar.
Ketika sudah masuk ke dalam rumah sakit, Gilbert langsung bertanya kepada petugas resepsionis di manakah ruang bersalin atas nama Agnes Roderick.
Dan ketika sudah mendapatkan informasinya, mereka semua langsung saja bergegas pergi menuju ke ruang bersalin yang mereka tuju.
" Ko tidak ada Kak Ivar,?? di mana dia?? ",, tanya Molly kepada semua orang.
" Mungkin Kak Ivar di suruh masuk ke dalam Kak, untuk menemani Kak Agnes yang akan melahirkan ",, jawab Elina kepada Molly.
" Iya, mungkin seperti itu, kita tunggu saja di sini ",, kata Gilbert ikut-ikutan berbicara.
Mereka pun akhirnya menunggu di depan ruang bersalin, sampai Kak Ivar ke luar dan memberi kabar baik kepada mereka semua.
Tidak lama, sekitar tiga puluh menit kemudian, Pietro, Gilbert, Agnes dan juga Molly langsung mendengar suara tangisan baby yang sangat kencang sekali dari dalam ruang bersalin.
Suara puji syukur langsung terdengar dari mulut Gilbert, Elina maupun Molly, sedang Pietro dia juga merasa senang, namun dia memilih diam saja.
Kelahiran dari babynya Kak Ivar sungguh benar-benar sangat cepat sekali, dan Kak Ivar saat ini merasa sangat senang, serta tidak menyangka jika anak ke duanya berjenis kelamin laki-laki.
Senyum kebahagiaan terpancar di bibir Kak Ivar, karena istri dan anak ke duanya bisa melewati persalinan dengan sangat lancar sekali.
Anak ke dua Kak Ivar, dia diberinama oleh Kak Ivar dengan Ynocencio Zachary Lucius Roderick, yang berarti anak laki-laki yang baik dan tidak berdosa, selalu memancarkan cahaya sang penguasa.
Dan panggilan dari anak ke duanya Kak Ivar adalah baby Cio.
Alva baru mempunyai adik kandung sendiri, di saat umurnya sudah dua belas tahun.
Walau selisih umur cukup banyak, justru Alva sudah cukup mengerti, bagaimana dalam membantu memomong adik bayinya nanti.
...⚕️⚕️⚕️⚕️⚕️⚕️⚕️⚕️⚕️⚕️⚕️⚕️⚕️...
Welcome baby Cio, semoga kamu tidak gila sama seperti Mama kamu🤗🤭😉.
__ADS_1
...🛠️🛠️🛠️🛠️🛠️🛠️🛠️🛠️🛠️🛠️🛠️🛠️🛠️...
...***TBC BONCHAP***...