
Tidak membutuhkan waktu yang lama bagi Kak Agler untuk sampai di rumah Kak Ivar.
Dari luar pagar, terlihat sekali jika pekarangan rumah Kak Ivar penuh dengan mobil yang terparkir rapi dan berjejer di pekarangan tersebut.
" Apakah benar ini rumahnya Agler?? ",, tanya Mama Hanna kepada Kak Agler.
" Benar Ma, ini rumah mereka ",, jawab Kak Agler kepada Mama Hanna.
" Apakah mereka sedang kedatangan tamu Agler, kenapa pekarangan rumahnya penuh sekali dengan mobil yang terparkir rapi?? ",, tanya Mama Hanna lagi kepada Kak Agler.
" Entahlah Ma, karena Agler juga tidak tahu, sebentar biar Agler tanya dulu sama penjaga yang ada di depan ",, jawab Kak Agler kepada Mama Hanna dan masih di dengar oleh Ayah Janu dan Linn.
Setelahnya, Kak Agler pun keluar dari dalam mobilnya menuju ke pos penjaga yang ada di depan gerbang rumah Kak Ivar.
Kak Agler bertanya tentang Kak Ivar kepada anak buah yang berjaga, dan setelah Kak Agler mendengar jawaban dari anak buah yang berjaga di depan, jika Kak Ivar memang berada di rumah, Kak Agler pun meminta tolong untuk di bukakan pintunya.
Para anak buah yang berjaga sebelum membukakan pintu tadi, dia sudah bertanya-tanya kepada Kak Agler ada tujuan dia datang ke rumah majikannya.
Dan setelah mendengar jawaban yang jelas dari Kak Agler, para penjaga tersebut langsung mau membukakan pintu gerbangnya.
Linn, Kak Agler, Mama Hanna serta Ayah Janu dan juga Chan, langsung saja keluar dari dalam mobil, ketika mobil yang mereka naiki sudah terparkir rapi bersama mobil-mobil yang lain.
" Ayo kita masuk Ma, Ayah ",, kata Kak Agler kepada ke dua orang tuanya.
Mama Hanna serta Ayah Janu hanya mengangguk saja kepada Kak Agler, dan Kak Agler yang sudah berada di depan pintu rumah Kak Ivar, dia langsung saja memencet bell pintu rumahnya.
Semua orang yang sedang mengobrol santai di ruang Keluarga, langsung teralihkan sejenak atensi mereka, ketika telinga mereka semua mendengar bell pintu rumah berbunyi.
" Biar Elina saja yang membukakan pintunya ",, kata Elina kepada semua orang.
Setelahnya Elina langsung beranjak berdiri dari duduknya untuk membukakan pintu rumah Kak Ivar.
Ketika pintu rumah sudah terbuka, baik Elina dan Keluarga Hartigan mereka semua saling bertanda tanya di dalam benak mereka masing-masing, sebab mereka tidak mengenal satu sama lainnya.
" Maaf, kalian semua cari siapa ya?? ",, tanya Elina dengan sopan kepada Kak Agler dan lainnya.
" Maaf Nona, bukankah ini rumah Tuan Ivar, apakah Tuan Ivarnya ada di rumah?? ",, tanya Kak Agler kepada Elina.
" Oh benar Tuan, mari silahkan masuk, sebentar saya akan panggilkan Kak Ivar dulu ",, jawab Elina kepada Kak Agler.
Kak Agler beserta yang lainnya langsung saja masuk ke dalam ruang tamu dan langsung juga duduk di sofa yang ada di situ.
__ADS_1
Sedangkan Elina dia langsung berlalu masuk ke dalam ruang Keluarga untuk memanggil Kak Ivar.
" Siapa Elina yang datang?? '',, tanya Gilbert kepada Elina.
" Kak Ivar, ada seseorang yang mencari Kakak, dan mereka sepertinya satu Keluarga ",, kata Elina kepada Kak Ivar.
" Satu Keluarga,?? siapakah mereka,?? ",, tanya Kak Ivar kepada Elina.
" Entahlah, Elina juga tidak bertanya, tapi sudah Elina suruh menunggu di ruang tamu ",, jawab Elina kepada Kak Ivar.
" Ayo kalau begitu kita keluar saja yuk untuk melihat mereka semua ",, kata Agnes kepada semua Keluarganya.
Dan semua orang langsung saja mengangguk kepada Agnes.
Akhirnya semua orang langsung berlalu keluar untuk melihat siapakah tamu yang datang ke rumah Kak Ivar.
Dan ketika Kak Ivar, Agnes, Pietro serta Molly sudah melihat Kak Agler, mereka semua langsung mengenali siapakah tamu mereka saat ini.
" Oh Tuan Agler ternyata yang datang ",, kata Kak Ivar dengan ramah kepada Kak Agler.
Benar kan dugaan kita, jika Kak Ivar akan menyambut dengan tangan terbuka serta ramah, berbeda dengan Pietro, dia hanya mengangguk saja kepada semua Keluarga Hartigan.
" Maaf tuan Ivar, Tuan Pietro, Nyonya, sudah mengganggu waktu anda di hari weekend ini ",, kata Kak Agler kepada Kak Ivar dan lainnya.
Linn yang sudah melihat kedatangan dari Molly beserta ke dua baby kembarnya, dia terus menatap ke arah ke dua baby yang sedang di gendong Molly dan Pietro.
Linn yang mempunyai kelebihan dari manusia biasanya, Linn seperti bisa merasakan jika ada aura tersendiri di dalam diri Molly dan juga baby A yang sedang di gendong oleh Molly.
" Jika saya boleh tahu, anda ko bisa tahu alamat tempat tinggal saya ya Tuan?? ",, tanya Kak Ivar kepada Kak Agler.
Sebelum menjawab pertanyaan dari Kak Ivar, Kak Agler bersama Linn mereka berdua langsung saling pandang.
Karena tidak mungkin kan mereka menjawab dengan jujur, jika mereka kemarin sengaja mengikuti mobil Kak Ivar dari belakang.
" Oh, kemarin ketika saya lewat di daerah sini, tidak sengaja melihat anda turun dari mobil dan masuk ke dalam rumah ini Tuan ",, jawab Kak Agler berbohong kepada Kak Ivar.
" Terus tadi ketika saya bertanya kepada penjaga yang ada di depan, ternyata benar ini memang rumah anda Tuan ",, sambung lagi perkataan dari Kak Agler kepada Kak Ivar.
Untung saja Kak Ivar dan semua orang, percaya akan jawaban yang di berikan oleh Kak Agler kepada mereka semua.
Dan lalu Kak Agler mencoba memperkenalkan Linn, Mama Hanna, Ayah Janu, Chan beserta baby Ansel kepada semua Keluarga Kak Ivar.
__ADS_1
Molly dan Pietro ketika mendengar nama babynya Kak Agler, mereka berdua langsung saling pandang dengan arti pandangan yang tahu mereka berdua saja.
Serta Pietro ketika mendengar nama Ansel, dia reflek langsung teringat dengan permintaan dari Ansel kemarin sebelum dia pergi untuk selama-lamanya dari muka bumi ini.
Pietro menatap baby Ansel dengan tatapan seperti memikirkan sesuatu, akan tetapi Pietro memilih diam saja belum mau mengungkapkan apa yang sedang dipikirkannya.
" Oh ya Nak, bolehkah saya menggendong baby kamu ",, kata Mama Hanna dengan tiba-tiba kepada Molly.
" Silahkan Nyonya ",, jawab Molly kepada Mama Hanna.
Molly langsung saja memberikan baby A kepada Mama Hanna, dan Mama Hanna menerima baby A dengan sangat hati-hati sekali.
" Cantik sekali baby ini, siapakah namanya Nak?? ",, tanya Mama Hanna kepada Molly.
" Aluisa Nyonya, panggilannya baby A, dan anda jangan bertanya siapa nama panjangnya, karena saya sendiri tidak bisa menyebutkannya ",, jawab Molly sambil tertawa.
Jawaban Molly reflek langsung mengundang gelak tawa dari semua orang, termasuk Pietro.
Bahkan Pietro sampai reflek mengusap kepala Molly, karena dia merasa gemas dengan sang istri.
" Terus kalau nama Mamanya baby yang cantik ini siapa?? ",, tanya Mama Hanna lagi kepada Molly.
" Molly Nyonya, panggil saja Molly ",, jawab Molly kepada Mama Hanna.
" Molly?? ",, kata Linn ketika mendengar nama Molly.
" Iya Nyonya, apakah ada yang salah dengan nama saya?? ",, tanya Molly kepada Linn.
Linn bukannya menjawab pertanyaan dari Molly, sebab dia masih flashback dengan cerita dari Greta dulu yang pernah bercerita, jika dia mempunyai sahabat manusia bernama Molly.
Dia mempunyai dua bola mata yang berbeda dan wajah yang sangat cantik sekali, berbeda dari para wanita yang lain, begitulah perkataan yang selalu di ingat oleh Linn.
Itulah mengapa, tadi ketika Linn melihat wajah Molly, dia seperti memikirkan sesuatu yang entah apa itu.
Dan sekarang Linn ingat semuanya, ketika dia sudah mengetahui namanya Molly.
" Apakah anda berteman dengan Greta Nyonya Molly?? ",, bukannya menjawab, Linn malah bertanya balik kepada Molly.
Dan pertanyaan dari Linn, membuat Molly serta Pietro langsung terdiam dengan wajah terpaku karena terkejut, sebab Linn bisa tahu tentang Greta.
Begitupun dengan semua Keluarga Hartigan, mereka semua juga merasa terkejut, karena tiba-tiba Linn mengucapkan nama Greta kepada Molly.
__ADS_1
...๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ...
...***TBC***...