KING PSYCHOPATH

KING PSYCHOPATH
CERITA DARI PIETRO


__ADS_3

Kak Ivar, Gilbert dan Agnes mereka bertiga langsung saling pandang ketika mendengar jawaban aneh dari Pietro tadi yang mengatakan makan buah mitos.


Memangnya ada??.


Iya seperti itulah yang dikatakan di dalam hati mereka masing-masing.


Di saat mereka sedang pada terbengong dengan pemikiran mereka masing-masing, tiba-tiba saja ada suara kentut yang cukup keras sekali.


Dduuutttt ......


Sungguh pandai sekali orang tersebut merusak suasana tegang dari Keluarga Roderick.


" Kamu ya Ibet yang sedang kentut ",, tanya dari Agnes kepada Gilbert.


" Hehehe iya Kak Agnes ",, jawab dari Gilbert kepada Agnes sambil tertawa tanpa dosa.


Sekarang kita sudah tahu siapakah pelaku orang yang kentut tadi, dan orang itu adalah Gilbert.


" Dasar kamu ya, tidak sopan sekali!! ",, kata Agnes kepada Gilbert sambil melempar bantal shofa.


Sedang Pietro dan Kak Ivar mereka berdua langsung menatap Gilbert dengan tatapan garangnya.


" Maaf Kak, habisnya Gilbert sedang menahan suara tawa untuk Kak Pietro, eeh malah kentutnya Gilbert yang keluar ",, jawab dari Gilbert kepada Agnes sambil menghindari lemparan bantal tadi.


" Kak Pietro itu aneh, masa iya gara-gara makan buah Kak Molly bisa hamil kembar ",, kata Gilbert lagi kepada semua orang.


" Iya Pietro bisa jelaskan kepada Kakak, apa maksud dari perkataanmu tadi?? ", kata Kak Ivar juga kepada Pietro.


" Dulu Kakek pernah bercerita, jika dia pernah meneliti semacam buah langka yang tidak sengaja dia temukan di dalam hutan waktu Kakek ingin mencari bahan-bahan eksperimennya Kak ",, awal mula Pietro bercerita.


" Kakek yang tidak pernah melihat buah tersebut, dia lalu membawanya pulang untuk di teliti, tidak cuma buahnya saja yang Kakek teliti, tapi juga pohonnya, apakah bisa di makan atau ada kandungan apa yang di dalamnya ",, lanjut lagi cerita dari Pietro kepada Kak Ivar, Gilbert dan Agnes.


Dan mereka bertiga yang cukup tertarik mendengar cerita dari Pietro, baik Kak Ivar, Agnes beserta Gilbert langsung memasang telinga mereka dengan sangat baik sekali.


" Selama kurang lebih sekitar dua tahunan Kakek meneliti buah dan pohon tersebut, Kakek juga mengujinya dengan menyuntikkan ke berbagai hewan yang ada di rumah pada waktu, dan hasilnya semua hewan betina yang ada di rumah Kakek selalu hamil kembar, bahkan ada yang lebih dari dua ",, sambung terus cerita dari Pietro.


" Setelah di teliti lagi oleh Kakek dengan sangat jeli sekali, ternyata kandungan buah tersebut tidak cuma baik untuk para hewan saja, melainkan untuk kita para manusia, contohnya untuk para wanita ",, kata Pietro lagi dan lagi.


" Jika wanita yang sering memakan buah itu sebelum hamil, delapan puluh persen bisa di pastikan dia akan hamil kembar jika di buahi, sebab kesuburannya akan meningkat melebihi wanita pada umumnya, dan untuk pohonnya terutama daunnya, jika di konsumsi oleh laki-laki, dia akan memiliki kualitas 5p3rma yang sangat bagus sekali ",, kata Pietro lagi kepada semua Keluarganya.


" Aku pada waktu itu tidak terlalu percaya dengan perkataannya Kakek, karena aku tidak melihat sendiri bagaimana bentuk dari buah dan daun tersebut, cuma melalui gambar saja, sebab buah itu jika sudah berbuah akan sangat lama sekali berbuahnya ",, lanjut terus ceritanya Pietro.

__ADS_1


" Tapi ketika aku baru saja menikah dengan Molly, di saat aku sedang berburu, aku tidak sengaja menemukan pohon buah tersebut yang sedang berbuah sangat lebat sekali, berada di pedalaman hutan yang tidak pernah di jamah oleh manusia sama sekali ",, kata Pietro lagi kepada semua Keluarganya.


" Aku mencoba buahnya, yang ternyata rasanya sangat manis, segar dan ada sensasi rasa asamnya juga ",, kata Pietro lagi sambil seperti membayangkan rasa buah tersebut.


" Apakah pohonnya tinggi Pietro?? ",, tanya dari Kak Ivar kepada Pietro.


" Tidak terlalu tinggi Kak, jika ada yang menggantung ke bawah bisa dengan mudah kita gapai, tapi entahlah jika yang menggapai Gilbert, dia kan pendek ",, jawab dari Pietro sambil mengejek Gilbert.


" Sudah lanjutkan saja ceritanya, jangan mengejekku terus, jika ada cari tumbuhan yang bisa membuat tubuhku menjadi tinggi seperti kalian ",, sahut dari Gilbert kepada Pietro.


" Sudah Ito ayo lanjutkan lagi ceritanya, Kakak sudah sangat penasaran sekali ini ",, kata Agnes juga kepada Pietro.


" Apakah kamu yakin Pietro, jika buah itu adalah buah yang sama seperti yang dulu Kakek ceritakan kepadamu Pietro?? ",, tanya dari Kak Ivar lagi kepada Pietro.


" Pietro yakin Kak, karena Pietro masih menyimpan foto atau gambar dari buah tersebut beserta daunnya pemberian dari Kakek dulu ",, jawab dari Pietro kepada Kak Ivar.


" Baiklah, sekarang lanjutkan lagi ceritanya ",, kata Kak Ivar kepada Pietro.


" Selama persediaan buah itu masih ada, Pietro selalu mengambil dan memetiknya untuk Pietro bawa pulang untuk di berikan kepada Molly, dan untungnya Molly sangat menyukai buah tersebut ",, lanjut lagi cerita dari Pietro kepada semua orang.


" Sedangkan daunnya, Pietro sengaja rebus untuk di minum airnya ",, kata Pietro lagi.


" Tapi jujur sebenarnya aku tidak percaya Kak, dengan semua hasil penelitiannya Kakek, terlebih lagi buah yang Kakek maksud itu memang tidak pernah Pietro lihat dimanapun ",, lanjut terus perkataannya Pietro.


" Apakah buahnya masih ada Ito, jika masih, Kakak minta dong, siapa tahu Kakak bisa hamil kembar juga seperti Molly ",, kata Agnes kepada Pietro.


" Gilbert mau juga dong Kak ",, sahut dari Gilbert kepada Pietro.


" Kamu mau untuk apa,?? istri saja belum punya ",, bukan Pietro yang menjawab, melainkan Kak Ivar.


" Gilbert tidak meminta buahnya Kak Ivar, tapi Gilbert meminta daunnya, mau Gilbert konsumsi rutin ",, jawab dari Gilbert kepada Kak Ivar.


" Pietro cepat jawab ",, kata Kak Ivar kepada Pietro.


" Kalau untuk buahnya sudah habis Kak, karena memang kebetulan habisnya sudah satu bulan yang lalu, tapi jika cuma daunnya tentu saja masih banyak di pohonnya ",, jawab dari Pietro kepada Kak Ivar dan amsih didengar oleh Agnes maupun Gilbert.


" Iyaaahhh habis, masih lamakah akan berbuah lagi Pietro?? ",, kata Agnes kepada Pietro.


" Pietro tidak tahu pastinya, namun kata Kakek dulu, jika ingin menikmati buah yang sudah masak dari pohon, bisa sampai enam atau delapan bulanan ",, jawab dari Pietro kepada Agnes.


" Waah lama sekali ",, kata Agnes kepada Pietro.

__ADS_1


Dan Pietro langsung mengangguk saja kepada Agnes.


" Ambilkan Kak daun itu untuk Gilbert, atau kalau bisa kita tanam saja di pekarangan rumah kita Kak, bagaimana??",, kata Gilbert kepada Pietro.


" Tidak mudah Gilbert menanam buah itu, karena Kakak sudah mencobanya, dan semuanya mati tidak ada yang bertahan ",, jawab dari Pietro kepada Gilbert.


" Kalau begitu Kakak ambil daunnya yang banyak saja, biar buat stok di rumah nanti ",, kata Gilbert kepada Pietro sambil tertawa menggoda.


Mendengar perkataan dari Gilbert, Pietro langsung saja menatap garang ke arah Gilbert yang sedang tertawa.


" Sudah-sudah, jangan ribut terus, sudah larut malam sekali ini, sekarang kita tidur dulu, sudah jam dua pagi ini lho, apa kalian tidak capek berantem terus daritadi ",, kata Kak Ivar kepada semua orang.


Pietro yang mendengar perkataan dari Kak Ivar, dia langsung saja berdiri dari duduknya dan langsung naik ke atas ranjang pasiennya Molly, lalu memeluk Molly dengan sangat erat sekali, seperti menindih badannya Molly.


Kak Ivar yang melihat tingkah dari Pietro, dia langsung saja menjewer telinganya Pietro.


" Kamu itu ya, istri lagi sakit kalau tidur ya jangan seperti itu, bisa kegencet itu istri dan calon anak kamu!! ",, kata Kak Ivar kepada Pietro sambil menjewer telinganya Pietro.


" Biar saja, lagi pula Molly tidak marah jika aku tidurnya begini ",, jawab Pietro sambil menyingkirkan tangan Kak Ivar dari telinganya.


" Mau marah bagaimana, dia saja belum sadar, dasar bodoh!! ",, jawab Kak Ivar kepada Pietro.


" Sudah turun cepat atau mau Kakak marah lagi kepadamu!! ",, kata Kak Ivar lagi kepada Pietro dengan suara sangat tegas sekali.


" Iya-iya!! ",, jawab galak juga dari Pietro kepada Kak Ivar.


Pietro memang turun dari atas ranjang pasien itu, namun Pietro malah berganti posisi sekarang kepala dia yang berada di sebelah kakinya Molly dan memeluknya dengan sangat erat sekali.


Kak Ivar yang melihat tingkahnya Pietro, dia langsung saja melototkan matanya karena merasa gemas.


" Astaga Pietrooooooo!!!!! ",, kata Kak Ivar dengan menahan rasa gemasnya kepada Pietro.


Pietro hanya diam saja tidak mau mempedulikan sang Kakak, dan dia malah memilih memejamkan matanya sambil memeluk erat kakinya Molly.


Sedang Gilbert dia yang sudah lelah dengan sikap sang Kakak, dia memilih mencoba memejamkan matanya sambil tiduran di atas shofa yang dia duduki.


Dan untuk Agnes sendiri, dia langsung menuju ke dalam kamar pribadi yang ada di dalam situ untuk tidur.


Kak Ivar yang sudah capek dan tidak di pedulikan oleh Pietro, dia pun akhirnya menyerah dan ikut menyusul sang istri untuk beristirahat di dalam kamar tersebut.


...๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ...

__ADS_1


***TBC***


__ADS_2