KING PSYCHOPATH

KING PSYCHOPATH
PEKERJAAN LAGI


__ADS_3

Sekitar tiga hari kemudian, akhirnya Molly sembuh juga dari sakit yang di rasakannya kemarin.


Mama Hanna selama Molly sakit, dia setiap hari berkunjung ke rumah Kak Ivar, sambil membawakan makanan kesukaannya Molly, membawakan ini dan itu sebagai rasa bentuk sayangnya kepada Molly.


Dan Molly sendiri merasa sangat senang sekali di perhatikan seperti itu oleh Mama sambungnya tersebut.


Baby Chasel dan baby Aluisa pun juga semakin menggemaskan saja seiring dengan bertambahnya usia.


Pietro yang kaku akan menjadi Pietro yang lembut dan hot daddy, ketika dia sedang bersama ke dua baby kembarnya.


Tidak sungkan atau merasa jijik sama sekali untuk Pietro, ketika dia di suruh untuk menggantikan popok ke dua babynya.


Bahkan sekarang Pietro sudah bisa memandikan sendiri ke dua babynya tersebut.


Tidak sulit bagi Pietro untuk mengurus baby seperti baby C dan baby A, karena pekerjaan mengurus baby menurut Pietro adalah hal yang mudah, tapi harus super hati-hati sekali.


Dan Molly semakin cinta saja kepada Pietro, karena laki-laki kejam yang di kenalnya dulu, ternyata adalah laki-laki yang sangat lembut serta sayang kepada Keluarga.


Di saat semua baby kembarnya sudah pada selesai mandi, harum dan juga rapi, begitupun dengan Mama Molly yang sudah bisa bercanda lagi dengan semua Keluarganya.


Tiba-tiba Pietro meminta ijin kepada Molly untuk kembali pulang ke rumah mereka yang ada di hutan untuk mengurus kebutuhan si King yang ada di sana.


" Apakah Kakanda tidak mau langsung pulang ke sini untuk melihat si kembar?? ",, tanya Molly kepada Pietro.


" Cuma satu minggu saya My Queen, kasihan si King tidak ada yang mengurus ",, jawab Pietro kepada Molly.


" Baiklah, hati-hati di jalan dan di sana ya Ayah Ito ",, kata Molly kepada Pietro.


" Iya My Queen ",, jawab Pietro kepada Molly.


Pietro lalu memberikan kecupan di dahi dan pipinya Molly, tidak lupa mereka juga berciuman sebentar di bibir sebelum Pietro pergi.

__ADS_1


Setelah bermesraan dengan sang Mama, gantian Pietro meluapkan rasa sayangnya kepada baby kembarnya yang tidak terasa sudah berumur satu bulan saja.


Molly dan baby C serta baby A yang sudah berpamitan dengan sang Ayah, mereka langsung mengantarkan Ayah Ito untuk sampai di depan mobilnya, dan Pietro sebelum pergi melambaikan tangannya kepada Molly.


Dan setelahnya Pietro pun tancap gas untuk kembali pulang ke rumahnya yang ada di tengah hutan.


Sangat pandai sekali Pietro mencari alasan kepada Molly, padahal kenyataannya Pietro pulang ke rumah karena dia ingin mengerjakan pekerjaan yang di berikan oleh Neo kepadanya.


Pietro yang sudah di beritahu oleh para anak buahnya yang dia tugaskan untuk terus mengikuti Sam Naaman pun, saat ini dia langsung saja tancap gas menuju ke sebuah Cafe yang berada di dalam mall.


Sam Naaman adalah teman dari adik kandungnya Neo, dan dia adalah target pertamanya Pietro, sebab karena Samlah hukum bertindak tidak adil kepada seseorang.


Pietro mengendarai mobilnya dengan sangat santai sambil terus mendengarkan laporan demi laporan yang di berikan oleh anak buahnya kepadanya.


Tidak lama bagi Pietro untuk sampai di salah satu mall terbesar yang ada di kotanya.


Dan sekitar tiga puluh menit kemudian, akhirnya mobil yang di kendarai oleh Pietro, sampai juga di parkiran mall tersebut.


Sebelum turun dari dalam mobil mewahnya, Pietro memilih berganti kostum atau pakaiannya terlebih dahulu dan juga memakai hoody yang bisa sampai menutupi wajah serta kepalanya.


Setelah itu Pietro langsung turun dari dalam mobil mewahnya menuju ke Cafe yang menjadi target mangsanya kali ini.


Pietro yang sudah sampai di dalam Cafenya, dia langsung saja mencari tempat duduk yang sekiranya bisa melihat ke segala ruangan Cafe tersebut.


Waktu awal masuk, Pietro sudah langsung melihat mangsanya sedang duduk santai sambil memainkan ponselnya.


Serta ada juga beberapa anak buahnya yang menyebar di dalam satu ruangan Cafe dan sedang menyamar untuk mengawasi Sam.


Baru saja Pietro duduk sekitar sepuluh menit, tiba-tiba saja mata dia di kejutkan dengan kedatangannya Elina bersama dua orang temannya.


Tentu saja Pietro semakin menutup kepala dan juga wajahnya supaya tidak ketahuan oleh Elina.

__ADS_1


Malahan yang lebih parahnya lagi, Elina dan ke dua temannya itu, duduk di cuma selisih dua meja saja dari mejanya Pietro, dan Pietro bahkan bisa mendengar dengan jelas apa saja yang di perbincangkan Elina bersama ke dua temannya.


" Benar nih kamu sudah ijin dengan suami kamu jika kita akan berkumpul di mall Elina?? ",, tanya Axela kepada Elina.


" Tentu saja dong aku sudah ijin dengan dia, jika Gilbert tidak mengijinkanku mana mau aku di ajak pergi kalian berdua ",, jawab Elina kepada Axela.


" Iya bagus deh kalau begitu, takutnya nanti suami kamu tiba-tiba saja datang dan mengamuk sama kita-kita, kan tidak lucu ",, kata Dena kepada Elina.


" Sudah tenang saja, yuk segera pesan, habis itu nanti temani aku membeli lingerie ",, kata Elina kepada ke dua temannya.


" Iya-iya pengantin baru, bawaannya ingin kehangatan terus ",, sindir dan goda dari Dena kepada Elina.


" Makanya kamu cepetan menyusul, aku sama Axela sudah menikah, hanya tinggal kamu saja sahabat kita yang belum menikah ",, kata Elina kepada Dena.


" Nanti saja, aku belum mau menikah ",, jawab Dena kepada Elina.


Tanpa Elina dan ke dua temannya sadari ternyata tidak cuma Pietro saja yang sedang memperhatikan mereka bertiga, melainkan Sam Naaman pun sudah sedari tadi memperhatikan Elina dan ke dua temannya.


" Eh-eh Elina, laki-laki di seberang sana daritadi aku lihat dia terus curi-curi pandang ke arah kita deh ",, kata Dena kepada Elina.


Elina dan Axela pun langsung mencoba melihat ke arah Sam untuk membuktikan perkataannya Dena.


Dan memang benar apa yang dikatakan oleh Dena, jika Sam daritadi sedang melihat ke arah mereka bertiga.


Di saat Sam melihat Elina sedang melihat ke arahnya, dia langsung saja menunjukkan wajah sok tampannya itu sambil mengedipkan salah satu matanya.


Tentu saja apa yang di lakukan oleh Sam kepada Elina membuat Elina merasa jijik sendiri, begitupun dengan Dena dan juga Axela yang turut melihatnya.


Semua kejadian itu dan semua perkataan dari Elina, Dena dan Axela pun di dengar dan di lihat jelas oleh Pietro.


Serta perbuatan Sam yang mengedipkan matanya kepada Elina adik Iparnya, membuat Pietro yang melihatnya, rasanya ingin segera memusnahkan Sam dari muka bumi ini.

__ADS_1


...๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ...


...***TBC***...


__ADS_2