
" Apakah Kakanda akan ikut masuk juga ke dalam kamar mandi?? ",, begitulah yang di katakan oleh Molly kepada Pietro ketika mereka sedang berada di depan kamar mandi.
" Iya ",, jawab singkat dari Pietro kepada Molly.
" Tapi ini kan.......... ",, kata Molly belum selesai langsung terpotong oleh perkataan dari Pietro.
" Sudah sana cepat masuk My Queen ",, kata Pietro kepada Molly sambil mendorong Molly untuk segera masuk ke dalam kamar mandi.
Pietro yang ikut masuk juga bersama Molly ke dalam kamar mandi, tentu saja membuat semua orang yang ada di dalam kamar mandi yang semuanya perempuan langsung saja pada menegur Pietro.
" Hei Tuan, apa anda tidak bisa membaca jika ini adalah kamar mandi khusus perempuan!! ",, kata wanita L kepada Pietro.
" Iya nih, anda mau m35um ya!! ",, sahut dari wanita S kepada Pietro.
" Saya teriak ini jika anda tidak mau keluar sekarang juga!! ",, kata dari wanita yang lainnya juga kepada Pietro.
Pietro hanya diam saja tidak mau mempedulikan semua perkataan dari para wanita yang ada di dalam kamar mandi tersebut.
Dia memilih diam sambil terus menunggu Molly selesai buang air kecil di dalam bilik kamar mandi yang sedang tertutup.
" Hei Tuan anda bisu ya!! ",, kata wanita H kepada Pietro sambil mecolek lengan Pietro.
Pietro sedikit tidak terima dengan perkataan dari wanita H, namun sekuat tenaga Pietro tahan, supaya tangan dia tidak mencekik leher wanita H saat itu juga.
" Tuan ini memang bud39 sepertinya, di ajak berbicara daritadi hanya diam saja!! ",, kata wanita L kepada para wanita yang lainnya.
" Atau jangan-jangan dia bisu ",, sahut dari wanita S juga kepada para wanita yang ada di dalam kamar mandi tersebut.
Molly yang sedang buang air kecil, dia mendengar semua perkataan yang di lontarkan setiap wanita kepada Pietro.
Entah kenapa hati Molly terasa sakit mendengar Pietro di hina seperti itu.
Walau Molly wanita yang tidak pernah keluar rumah, tapi yang namanya insting membela atau mempertahankan hak miliknya itu adalah insting nurani alamiah yang di miliki setiap orang.
Molly yang sudah selesai buang air kecilnya, dia langsung saja keluar dari dalam bilik kamar mandi itu sambil menatap tajam ke arah semua wanita yang berdiri tidak jauh di depan Pietro.
Dan Pietro sendiri yang melihat Molly sudah keluar, dia langsung saja menggenggam tangan Molly dengan sambil melepaskan hoody penutup kepalanya Molly.
" Lihatlah!! ",, kata Pietro kepada semua wanita yang berdiri di depannya dengan bernada sangat dingin sekali.
Semua wanita yang sudah melihat kecantikan dari Molly, mereka semua langsung saja membuka mulutnya karena saking terpesonanya.
Wanita saja bisa sampai terpesona seperti itu ketika melihat Molly, apalagi kaum laki-laki.
Sebab wajah Molly benar-benar sangat cantik alami tanpa make up sama sekali seperti mereka semua.
__ADS_1
" Cantik bukan?? ",, kata Pietro lagi kepada semua wanita itu.
Semua wanita itu reflek langsung mengangguk sambil terus menatap Molly dengan tatapan yang terpesona.
" Itulah mengapa saya berada di dalam kamar mandi perempuan ini ",, kata Pietro kepada semua wanita itu.
" Karena saya takut kehilangan dia ",, sambung lagi perkataan Pietro kepada wanita itu sambil merangkul mesra pundaknya Molly.
" Jika dia memiliki wajah seperti kalian semua, mau ke dalam jurang pun akan saya biarkan saja, sebab masih banyak lagi perempuan cantik di luar sana,............!! ",, kata Pietro lagi sambil menjedanya sejenak.
" Tapi tidak untuk dia, dia tidak akan ada gantinya, sebab dia berbeda dari yang lainnya!! ",, sambung perkataan dari Pietro kepada semua wanita itu dengan perkataan yang sangat tegas sekali.
Setelah mengatakan itu semua, Pietro langsung saja mengalihkan pandangannya ke arah Molly.
" My Queen sudah?? ",, kata Pietro kepada Molly dengan suara yang terdengar lembut sekali.
Padahal Pietro tadi baru saja mengatakan hal dengan nada yang sangat tegas dan juga dingin, namun dalam sekejap bisa berbicara dengan nada yang sangat lembut seperti itu.
Sampai-sampai semua wanita itu merasa iri melihat Molly yang begitu di perhatikan sekali oleh Pietro.
" Iya sudah ",, jawab Molly kepada Pietro sambil tersenyum manis.
Dan senyuman manis Molly juga membuat semua wanita yang melihat langsung serasa meleleh seketika.
" Ayo kita pergi ",, kata Pietro kepada Molly.
Pietro yang mendengar perkataan dari Molly, dia langsung saja menunjukkan wajah sedikit kebingungan kepada Molly.
Tiba-tiba saja tanpa sepengetahuan dari Pietro, Molly langsung menarik hoody penutup kepalanya Pietro.
" Lihatlah!! ",, kata Molly menirukan perkataan dari Pietro kepada semua para wanita itu.
" Tampan bukan?? ",, kata Molly lagi kepada para wanita itu.
Dan para wanita itu langsung saja menjerit tertahan serta menggigit jarinya sendiri ketika sudah melihat ketampanan yang di miliki oleh Pietro yang tertutup hoody tadi.
" Tapi sayangnya laki-laki ini adalah milik saya seorang,.........!! dan kasihan sekali kalian semua tidak bisa memiliki suami tampan seperti suami saya ",, kata Molly kepada para wanita itu dengan nada yang sedikit sombong.
Pietro langsung merasa bangga di dalam hatinya ketika mendengar perkataan dari Molly yang tidak pernah di bayangkan atau terfikirkan di dalam fikirannya.
Pietro memilih diam saja sambil menahan senyuman di bibirnya dengan terus mendengarkan apa yang ingin di katakan oleh Molly kepada para wanita itu.
" Apakah kalian semua mau tips dari saya supaya bisa mendapatkan laki-laki seperti dia?? ",, kata Molly lagi kepada para wanita itu.
Saat ini Molly yang lugu dan polos tidak ada, yang ada adalah Molly yang ingin mempertahankan dan membalas semua perkataan pedas dari para wanita itu.
__ADS_1
Dan para wanita itu yang mendengar perkataan dari Molly, mereka semua langsung saja mengangguk dengan semangat kepada Molly.
Molly yang melihat anggukan dari semua wanita itu, dia langsung saja mengatakan sesuatu.
" Rubah wajah kalian menjadi cantik sepertiku ",, kata Molly kepada para wanita itu.
" Dan jangan suka menghina atau merendahkan orang lain, jika kalian sendiri tidak mau direndahkan juga ",, lanjut lagi perkataan dari Molly kepada para wanita itu.
Setelahnya Molly langsung saja menggandeng tangan Pietro untuk keluar dari dalam kamar mandi tersebut.
Para wanita itu langsung tertampar mendengar semua perkataan dari Pietro dan juga Molly.
Sebab orang yang mereka hina dan marahi tadi ternyata memiliki segalanya di bandingkan mereka semua.
Pietro yang sedang di gandeng mesra oleh Molly sambil keluar dari dalam kamar mandi, dia terus tersenyum dalam diamnya.
Karena menurut Pietro di balik sikap Molly yang lugu ada jiwa liar yang tersembunyi.
Molly dan Pietro langsung saja kembali lagi ke mejanya untuk melanjutkan makan malam mereka yang sedikit tertunda tadi.
Dan waiters yang menjagakan meja pesanannya Pietro, dia langsung saja berpamitan pergi ketika melihat Pietro dan juga Molly sudah kembali dari dalam kamar mandi.
Sedangkan untuk para wanita yang berada di dalam kamar mandi, sepeninggalan dari Molly dan juga Pietro.
Mereka semua langsung saja berlomba-lomba mengaca di kaca besar yang ada di situ untuk melihat wajah mereka sendiri.
" Bagaimana penampilanku?? ",, tanya dari wanita S kepada para wanita yang lain.
" Ok kok ",, jawab salah satu wanita kepada wanita S.
Padahal mereka semua tidak saling mengenal satu sama lainnya, tapi saling bertanya seperti itu dan terlihat cukup dekat.
" Bagaimana dengan saya?? ",, sahut dari wanita L kepada yang lainnya juga.
" Sama saja dengan yang tadi ",, jawab wanita S kepada wanita L.
" Wanita tadi ko bisa cantik sekali ya??, di Dokter mana ya dia 0p3r451 plastiknya?? ",, kata dari salah satu wanita kepada para wanita yang lainnya.
Semua wanita itu langsung saja menggelengkan kepalanya pertanda mereka juga tidak tahu rahasia kecantikan dari Molly.
Dan para wanita itu malah asik mengobrol membicarakan Pietro dan juga Molly, sambil berdandan memperbaiki riasan makeup di wajah mereka masing-masing.
Apakah mereka semua lupa jika mereka datang ke Cafe itu bersama Keluarga, pacar, sahabat, dan juga suami yang pasti akan sangat kelamaan menunggu mereka semua di dalam kamar mandi.
Entahlah terserah mereka saja, jikalaupun mereka di marahi, itu urusan mereka semua.
__ADS_1
...๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ...
...***TBC***...