
Pietro yang sudah pergi dari lokasi tempat kejadian pembantaian yang dia lakukan terhadap Eron, dia saat ini sedang berada di perjalanan menuju ke rumah sakit tempat Kak Ivar sedang di rawat.
Tadi mobil yang dikendarai oleh Gilbert akhirnya sampai juga di rumah sakit yang terdekat dengan rumah mereka.
Gilbert bersama Agnes pun langsung saja memanggil Dokter jaga yang ada di ruang UGD untuk membantu dan menolong Kak Ivar yang sedang kesakitan.
Sedang Molly dia hanya bisa diam saja sambil terus memperhatikan Gilbert dan juga Agnes yang sedang pada sibuk sendiri.
Wajah cantik alami natural yang di miliki Molly, terlebih dia juga memiliki dua bola mata yang unik di dunia, membuat semua suster, Dokter dan asisten Dokter yang melihat Molly pada salah fokus dengan wajahnya Molly.
Sedangkan Molly sendiri dia cuek-cuek saja ketika semua orang sedang memandanginya seperti itu.
Molly masih terus berjalan mengikuti langkah kaki dari Gilbert dan Agnes yang sedang mengikuti kemana brankar pasiennya Kak Ivar di dorong oleh Dokter.
Ketika sudah sampai di ruang perawatan intensif, baik Gilbert, Agnes dan juga Molly mereka bertiga di suruh untuk menunggu dulu di luar ruangan.
Molly yang sedang duduk di ruang tunggu bersama Agnes, dia tidak sengaja di kejutkan dengan kedatangan dari arwah hantu perempuan yang tiba-tiba saja duduk di sebelahnya.
Dan untuk Gilbert dia sedang berdiri tidak jauh dari pintu ruang perawatan tersebut.
Agnes dan Gilbert yang tidak tahu jika Molly bisa melihat makhluk yang begituan, membuat Molly menahan rasa takut dalam dirinya sendirian, karena wajah dari hantu wanita itu sungguh sangat menyeramkan sekali.
Terlebih matanya memerah dan sedang menatapnya dengan tatapan yang sangat amat menyeramkan.
Bulu kuduknya Molly merinding seketika, keringat dingin juga langsung keluar dari dalam tubuhnya karena terus di tatap hantu wanita itu.
Molly yang tidak tahan dengan rasa takut yang di rasakannya, dia pun memilih pindah dari tempat duduk yang dia duduki, namun tetap saja hantu wanita itu terus mengikutinya.
Ketika Gilbert sedang sibuk dengan fikirannya karena merasa khawatir dengan sang Kakak, tiba-tiba saja ponsel yang ada di dalam saku celananya berdering dengan cukup kencang.
Gilbert yang melihat nama sang Kakak yaitu Pietro, dia langsung saja mengangkatnya.
" Halo Kak Pietro ",, kata Gilbert kepada Pietro.
" Dimana kamu membawa Kak Ivar ke rumah sakit?? ",, tanya Pietro kepada Gilbert.
" Yang dekat rumah seperti biasanya ",, jawab dari Gilbert kepada Pietro.
Gilbert yang belum mendengar jawaban dari sang Kakak, tiba-tiba saja ponselnya langsung di rebut paksa oleh Molly ketika Molly tadi mendengar Gilbert sedang berbicara dengan Pietro.
" Kakanda, cepat ke sini, Molly takut ",, kata Molly kepada Pietro dengan suara yang sangat ketakutan sekali.
Gilbert walau terkejut dia hanya membiarkan saja apa yang sedang dilakukan Molly dengan ponselnya.
__ADS_1
Dan Pietro yang mendengar saura ketakutan dari Molly, dia semakin tancap gas saja dalam mengendarai mobilnya.
" My Queen tenang saja, Kakanda akan segera sampai, My Queen berdiri saja di dekat Gilbert jangan jauh-jauh darinya, ok ",, kata Pietro kepada Molly.
Molly langsung saja mengangguk dengan cepat, tanpa menjawab perkataan dari Pietro.
Molly mengangguk karena reflek, sebab dia sudah sangat ketakutan sekali dengan hantu wanita yang berwajah menyeramkan itu.
Padahal Pietro tidak bisa melihat anggukannya tadi.
Setelahnya Pietro memilih mematikan sambungan teleponnya itu supaya dia bisa fokus dalam mengendarai mobil mewahnya.
Dan untuk Molly sendiri dia langsung berdiri di belakang punggungnya Gilbert sambil menundukkan wajahnya karena merasa ketakutan sekali.
Agnes yang bingung dengan sikap Molly pun, dia langsung saja mencoba bertanya kepada Molly.
" Kamu kenapa Molly, ko berdiri seperti itu di belakang Ibet?? ",, tanya Agnes kepada Molly.
" Tidak apa-apa, Molly takut Kak ",, jawab Molly kepada Agnes sambil menggelengkan kepalanya.
" Iya nih Kak, nanti kalau Kak Pietro melihat Kak Molly seperti memeluk Gilbert begini, kan Gilbert bisa di bunuh sama Kak Pietro ",, kata Gilbert kepada Molly.
" Kamu diam saja Gilbert Kakak sangat takut '',, kata Molly kepada Gilbert yang ingin menghindari darinya.
Gilbert akhirnya pasrah saja dengan sikap anehnya Molly itu.
Sedang Agnes dia juga membiarkan saja kelakuan anehnya Molly yang sama-sama aneh seperti Pietro.
Karena fikiran Agnes sedang tertuju kepada sang suami yang masih mendapatkan penanganan di dalam oleh Dokter.
Benar perkataan dari Pietro, ketika Molly berdekatan seperti itu bersama Gilbert hantu wanita itu tidak berani mendekatinya lagi.
Namun dia masih stay anteng duduk di sampingnya Agnes dengan wajah yang terus menatap ke arah Molly.
Itulah kenapa Molly memilih menundukkan wajahnya ke punggung Gilbert, supaya dia tidak bisa melihat mata menyeramkan dari hantu wanita tadi.
Banyak orang yang berlalu lalang di sekitar situ, dan mereka semua mengira jika Molly dan Gilbert adalah sepasang suami istri.
Hingga tidak sengaja ada yang mengatakan kepada Gilbert, " jika istrinya minta di peluk itu."
Gilbert hanya tertawa garing saja ketika ditegur seperti itu oleh orang.
Sedang Molly dia tidak mempedulikan semua perkataan orang, yang penting dia tidak melihat wajah hantu berwajah menyeramkan itu.
__ADS_1
Walau Molly juga melihat banyak hantu di rumah sakit itu, namuan hanya hantu itu saja yang sangat menyeramkan sekali wajahnya menurut Molly.
Akhirnya Pietro yang sudah ditunggu-tunggu oleh Molly sampai juga di rumah sakit tempat Kak Ivar sedang di rawat.
Dari jauh Pietro sudah melihat ada sesosok hantu wanita yang sedang menatap Molly terus, dan Molly sedang menunduk di belakang Gilbert sambil terus menutupi wajahnya.
Hantu wanita tadi ketika melihat kedatangan dari Pietro, dia langsung saja tersenyum miring dengan wajahnya yang sangat menyeramkan sekali itu.
" Aku akan ambil ke dua anakmu itu, dan dia akan aku jadikan budakku, sebab dia terlahir dari rahim yang istimewa ",, kata hantu wanita itu kepada Pietro sambil tertawa dengan sangat menyeramkan.
Pietro mendengar dengan sangat jelas sekali perkataan dari hantu wanita itu.
Ternyata hantu wanita itu adalah hantu jahat yang sudah tahu jika Molly mempunyai kelebihan, terlebih lagi hantu wanita jahat itu bisa merasakan jika Molly sedang hamil kembar.
Hantu wanita itu yang mengetahui jika Molly sedang hamil, dia menjadi sangat senang dan berniat ingin mengambil janin yang sedang dikandung oleh Molly.
Pietro yang mendengar dengan jelas perkataan dari hantu wanita itu, dia tidak mau banyak berbicara, karena disitu sedang banyak orang, terlebih lagi sedang ada Gilbert dan Agnes.
Pietro memilih langsung saja menarik Molly ke dalam pelukannya, dan Molly yang merasa di peluk oleh Pietro, dia langsung membalas pelukannya Pietro dengan sangat erat sekali sambil terus menyembunyikan wajahnya ke dadanya Pietro.
" Kak Pietro, itu Kak Molly kenapa sih,?? daritadi aneh sekali sikapnya ",, kata Gilbert yang melihat kedatangan dari Pietro.
" Iya Pietro, itu Molly kenapa?? ",, tanya dari Agnes juga kepada Pietro.
Baik Agnes dan Gilbert mereka sedikit terkejut ketika Pietro tahu-tahu sudah berada di depan mereka dan langsung memeluk Molly.
" Tidak apa-apa ",, jawab dari Pietro kepada Agnes dan Gilbert.
" Gilbert, Kak Agnes, Pietro titip Kak Ivar dulu, aku ada urusan sebentar yang tidak bisa aku tinggalkan ",, kata Pietro lagi kepada Agnes dan Gilbert.
" Jika urusannya sudah selesai, aku akan segera datang ke sini lagi dan kamu Gilbert terus kabari Kakak tentang perkembangannya Kak Ivar ",, lanjut lagi perkataan dari Pietro kepada Agnes dan Gilbert.
" Iya Ito, tidak apa-apa pergilah dan hati-hati di jalan ",, jawab Agnes kepada Pietro.
" Baiklah Kak ",, jawab dari Gilbert juga kepada Pietro.
Setelahnya Pietro langsung menggandeng tangan Molly untuk segera pergi dari situ.
Dan ternyata hantu wanita tadi langsung mengikuti kemana langkah kaki dari Pietro dan Molly sedang pergi.
...๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ...
...***TBC***...
__ADS_1