KING PSYCHOPATH

KING PSYCHOPATH
ARWAH EDITH


__ADS_3

Seharian yang dilakukan oleh Molly dan Pietro adalah bermanja-manja riang saja.


Tubuh Molly seakan ada lem perekatnya bagi Pietro, karena Pietro rasanya ingin menempel terus ditubuh Molly.


" Kakanda bisakah Kakanda bangun dari atas tubuhnya Molly ",, kata Molly kepada Pietro.


" Tidak mau ",, jawab Pietro kepada Molly sambil menelusupkan tangan kanannya kedalam baju yang dipakai oleh Molly.


" Aaah Kakanda, apa yang ingin Kakanda lakukan ",, kata Molly sambil menahan tangan Pietro.


" Lepaskan!! ",, kata Pietro kepada Molly.


Molly pun akhirnya terpaksa melepaskan cekalan tangannya tadi ditangan Pietro.


Dan Pietro lalu memijat lembut benda kenyal milik Molly dengan mesra.


" Aaaah Kakanda, jangan seperti itu ",, kata Molly kepada Pietro.


" Kenapa??, ini kenyal dan enak ",, jawab Pietro kepada Molly.


" Kakanda stop........ ",, kata Molly kepada Pietro.


" Ada apa sih My Queen?? ",, tanya Pietro kepada Molly.


" Mau pipis,........ iya Molly mau pipis" ,, jawab Molly kepada Pietro.


Sambil cemberut, Pietro pun langsung bangun dari atas tubuh Molly untuk membiarkan Molly beranjak menuju kedalam kamar mandi.


Sedang Molly sendiri dia merasa lega dan senang bisa terbebas dari pelukan Pietro yang lama-lama bisa merembet kemana-mana nantinya.


" Aaaaah leganya, akhirnya bisa terbebas juga dari Kakanda ",, kata Molly ketika dia sudah masuk kedalam kamar mandi.


Molly sebenarnya tidak ingin buang air kecil, itu semua hanya akal-akalan Molly saja supaya dia bisa terbebas dari Pietro.


Dan ketika dirasa sudah cukup lama Molly berada didalam kamar mandi, Molly langsung saja memutuskan untuk keluar dari dalam kamar mandi.


Disaat Molly sudah keluar dari dalam kamar mandi, dia tidak melihat Pietro diatas ranjang lagi.


Jadi Molly semakin merasa lega sekali karena didalam kamar tidak ada Pietro.


Molly yang melihat kamar Pietro sedikit berantakan, dia pun langsung saja membereskannya dan menyapu serta mengepelnya juga.


Seprai yang awalnya berantakan sekarang sudah Molly rapikan, baju-baju miliknya yang baru saja dibelikan oleh Pietro, Molly masukkan dan dia tata juga didalam ruang walk in closet milik Pietro.

__ADS_1


Semua nampak rapi dan bersih, membuat Molly merasa sangat senang sekali ketika melihatnya.


" Kamarnya sudah bersih sekarang, tidak aku sangka aku bisa tinggal dirumah sebagus ini ",, kata Molly sambil mengamati kamarnya yang sudah bersih.


" Sekarang saatnya bersih-bersih diluar ",, kata Molly lagi kepada dirinya sendiri.


Molly yang sudah keluar dari dalam kamar, dia masih tidak melihat Pietro sama sekali didalam rumah tersebut.


Karena ternyata Pietro tadi yang ditinggal Molly masuk kedalam kamar mandi, dia mendapatkan telefon dari seseorang dan Pietro sedang menerima telefon tersebut diteras rumahnya.


Molly yang merasa bebas didalam rumah itu, dia langsung saja menyanggul asal rambut panjangnya untuk mulai beres-beres rumah.


Menyapu, mengepel mencuci piring semua Molly kerjakan sendirian dengan happy, karena itu kali pertama untuk Molly bisa beres-beres serta bersih-bersih rumah yang sangat bagus seperti rumahnya Pietro.


Dan untuk Pietro sendiri yang tadi sudah selesai menelfon, dia memilih masuk kedalam ruang penyimpanan semua peralatannya tanpa mengetahui jika Molly sedang membersihkan semua rumahnya.


Pietro yang sudah masuk kedalam ruang penyimpanan peralatannya karena dia ingin mengecek semua alat-alatnya apakah masih tajam apa tidak.


Karena memang itulah pekerjaan Pietro jika dia dirumah, selalu mengasah dan mengasah semua alat-alat eksekusinya.


Molly yang sedang asik membersihkan dapur, menata semua bumbu-bumbu dapur dan makanan yang kemarin mereka beli dispuermarket.


Tidak sengaja Molly dikejutkan oleh kedatangan seorang hantu wanita yang berwajah sangat menyeramkan sekali.


Sontak saja hal itu membuat Molly langsung berteriak dengan sangat keras sekali karena terkejut.


" Si........... siapa kamu??!! ",, kata Molly kepada hantu wanita itu.


" Ternyata kamu istrinya Pietro!! ",, kata hantu wanita itu kepada Molly dengan wajah yang terlihat sangat marah sekali.


Molly terus melangkahkan kakinya mundur karena hantu wanita itu terus mendekat kearahnya.


" Jangan mendekat!! ",, kata Molly lagi kepada hantu wanita itu.


Molly yang berjalan mundur, dia tidak sengaja menjatuhkan kursi meja makan yang ditabraknya, dan barulah Pietro mendengar jika ada sesuatu yang terjatuh didalam rumahnya.


" My Queen...........?? ",, kata Pietro untuk Molly.


Pietro langsung saja bergegas meninggalkan pekerjaannya untuk mencari keberadaan dari Molly.


Pietro yang samar-samar mendengar suara dari dalam dapur, dia pun langsung saja berlari menuju kearah dapur.


Dan sesampainya didalam dapur, Pietro langsung melihat Molly sedang sangat ketakutan sekali didekati oleh hantu wanita yang wajahnya sangat Pietro kenali.

__ADS_1


Baik Pietro dan hantu wanita itu mereka berdua langsung saja saling pandang ketika berhadapan seperti itu.


" Sedang apa kamu disini Edith!!, huh...... lihatlah betapa menyedihkannya dirimu sekarang ",, kata Pietro kepada hantu wanita yang ternyata bernama Edith.


" Aku begini juga gara-gara kamu Pietro!!, dan aku kesini mau membalas dendam kepadamu dengan membunuh istri kamu itu!! ",, jawab Edith dengan penuh dendam sekali kepada Pietro.


Tidak tahu darimana datangnya siEdith, namun satu hal yang pasti, arwah Edith yang dikuasai dendam dan amarah untuk Pietro menuntunnya untuk kembali lagi kerumah Pietro untuk membalas dendam.


Akan tetapi Edith tidak tahu saja, jika dia berlama-lama dirumah Pietro, tubuh dia bisa memeleh dan melebur menjadi abu, karena didalam rumah Pietro sudah ada penangkal arwah yang sudah lama tersimpan.


Molly yang mendengar perkataan dari Edith tadi, dia langsung saja berlari kearah Pietro dan memeluknya.


" Coba saja kalau kamu bisa Edith!!, kalau kamu bisa menyentuh dia, aku rela kamu bunuh sekalian ",, kata Pietro dengan sangat santai sekali.


" 63r3n953k ciaaaaaaaaaa............. ",, teriak dari Edith sambil terbang kearah Molly.


Molly yang berada didalam pelukannya Pietro, dan Pietro yang melihat Edith sedang terbang ingin menyerang Molly, dengan santainya Pietro langsung mengeluarkan kalung salib yang dipakainya dari dalam bajunya.


" Aaaaaahh panas-panas.......... sakit ",, kata Edith langsung mengaduh kesakitan ketika diperlihatkan kalung salib milik Pietro.


" Aaaaa kulitku kenapa ini, panas sekali, aaaaaaa ",, kata Edith lagi sambil terus mengusap kulitnya yang sudah seperti melepuh.


Pietro yang melihat Edith kesakitan, dia langsung saja tersenyum miring.


Dengan tenang Pietro langsung mencekik leher Edith dengan kalung salibnya tadi yang sudah Pietro lepaskan dan dia genggam pas kena lehernya Edith.


" Aaaah Pietro sakit, leherku sakit, tolong lepaskan!! ",, kata Edith kepada Pietro.


Sedang Molly dia hanya bisa diam saja sambil terus melihat apa yang sedang dilakukan oleh Pietro kepada Edith.


" Nanti akan aku lepaskan Edith, aku cuma ingin memberikan hadiah kecil untuk kamu sekarang ",, jawab Pietro dengan tenang sambil terus menekan kalung salib tadi dileher Edith.


" Pietro sakiiiit Pietro, lepaskan, leherku sakit, aaaah kulitku ",, kata Edith lagi kepada Pietro.


Suara kesakitan dari Edith bisa terdengar sampai para arwah yang ada diluar rumah, dan para arwah itu yang mendengar suara merintih kesakitan dari Edith, mereka semua langsung saja mengatai Edith bodoh.


Melihat kulit Edith yang sudah pada menetes kelantai rumahnya, Pietro pun semakin menekan lagi kalung salib tadi dileher Edith.


Dan pyaaaarrr!!!, tubuh Edith hancur seperti balon yang sedang meletus menjadi butiran-butiran kecil yang tidak terlihat.


Molly saja sampai memejamkan matanya, ketika melihat Edith seperti ingin meletus tadi.


Sedang Pietro sendiri dia langsung tersenyum puas, karena Edith sudah musnah dari bumi ini dan itu artinya dia tidak akan mungkin menggangu ratunya lagi.

__ADS_1


...๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ...


...***TBC***...


__ADS_2