KING PSYCHOPATH

KING PSYCHOPATH
GILBERT


__ADS_3

" Helo aku pulaaaaang ",, teriak dari seseorang sambil masuk ke dalam rumah.


Sang pemilik rumah yang kebetulan mendengar teriakan dari seseorang, dia pun langsung saja mencoba keluar dari dalam rumah untuk melihat siapakah yang baru saja datang itu.


" Paman Gilbert ",, teriak dari seseorang kepada Gilbert sambil berlari.


" Alva ..... ",, kata Gilbert kepada Alva sambil merentangkan ke dua tangannya.


Yaps orang yang baru saja datang itu adalah Gilbert.


Gilbert setelah perpisahannya dengan Elina kemarin, dia selama beberapa hari berada di rumah dan malas untuk berangkat ke kantor.


Akhirnya memutuskan untuk pergi berlibur ke luar Negeri dan memilih tinggal di sana untuk beberapa saat lamanya sampai hati dan keadaannya membaik seperti semula.


Gilbert melakukan itu, karena di dalam hatinya masih merasakan amarah untuk sang Kakak ke duanya yaitu Pietro, karena Pietro hubungannya dengan Elina yang baru saja dia bina harus pupus di tengah jalan.


Alhasil Gilbert membuat keputusan yang cukup membuat Kak Ivar menjadi bersedih.


Awalnya kepergian dari Gilbert di tentang keras oleh Kak Ivar, karena Kak Ivar tidak mau keluarganya terpecah belah seperti itu hanya karena seorang wanita yaitu Elina.


Bukan di sini Pietro juga suka dengan Elina, hanya saja Gilbert posisinya mencintai Elina dan membuatnya menjadi marah dengan sang Kakak yang sudah membunuh Mama dari wanita yang di cintainya itu.


" Gilbert, tidak bisakah kamu mengurungkan niatmu itu untuk pergi dari sini?? ",, kata Kak Ivar pada waktu itu kepada Gilbert dengan perasaan yang sangat bersedih sekali.


Dan di situ ada Pietro, Agnes beserta Molly juga, kecuali Alva karena dia masih kecil.


" Tidak Kak Ivar, Gilbert tetap ingin pergi sejenak dari rumah ini, setidaknya sampai perasaan Gilbert membaik seperti sedia kala ",, jawab Gilbert pada waktu itu kepada Kak Ivar.


Pietro yang mendengar perkataan dari Gilbert, dia hanya diam saja sambil terus menatap lekat wajah sang adik.


Setelah kejadian di rumah Danish, hubungan Pietro dengan Gilbert sedikit merenggang.


Tidak ada komunikasi atau pembicaraan dari mereka berdua, dan jika Gilbert di ajak berbicara Pietro, dia akan selalu diam atau menghindar.


Namun begitu, Pietro tidak marah dan membiarkan saja sikap Gilbert kepadanya.


Jadi ketika Gilbert mengatakan ingin pergi dari rumah kepada Kak Ivar, Kak Ivar langsung saja mengumpulkan semua Keluarganya di rumahnya, untuk merundingkan masalah yang kemarin baru saja terjadi kepada Keluarga mereka.


Agnes sudah tahu duduk permasalahannya apa, namun tidak dengan Molly, yang Molly tahu jika Gilbert marah kepada Pietro karena Pietro tidak menyetujui Gilbert menjalin hubungan dengan Elina.


Semua itu ya, alasan dari Pietro saja supaya Molly tidak tahu jika dia baru saja membunuh Mama Juni, Mamanya Elina.

__ADS_1


" Biarkanlah saja dia Kak, jika memang itu keinginannya ",, akhirnya Pietro berbicara juga setelah dari tadi hanya diam saja.


" Tapi Pietro?? ",, kata Kak Ivar kepada Pietro.


" Biar saja Kak, lagi pula Gilbert sudah dewasa, dia sudah bisa menentukan mana yang baik dan mana yang buruk ",, jawab dari Pietro kepada Kak Ivar.


" Jika dia masih menganggap kita, terutama aku sebagai Keluarganya, dia akan kembali lagi ke sini, dan pintu rumah kita akan selalu terbuka untuknya, tapi jika dia tidak menganggap kita lagi, jangan harap dia bisa melihat kita lagi, karena pintu akses untuk melihat kita akan Pietro tutup selamanya!! ",, kata Pietro lagi dengan sangat tegas sekali kepada Kak Ivar sambil melirik Gilbert.


" Baiklah Gilbert, jika memang itu keputusanmu ",, kata Kak Ivar akhirnya kepada Gilbert.


" Semoga saja jika kamu sudah kembali lagi ke sini, keluarga kita bisa kembali seperti semula ",, kata Kak Ivar lagi kepada Gilbert.


" Terimakasih Kak, terimakasih Kakak sudah mengerti Gilbert ",, jawab dari Gilbert kepada Kak Ivar.


Kak Ivar hanya mengangguk saja kepada Gilbert.


Singkat cerita akhirnya Gilbert pun pergi juga dari dalam rumah Kak Ivar.


Entah dia pergi ke mana, karena ketika di tanya oleh Kak Ivar Gilbert tidak menjawab, namun intinya Gilbert ingin pergi ke luar Negeri untuk menenangkan diri hanya itu jawaban yang selalu Gilbert berikan kepada Kak Ivar.


Satu bulan, dua bulan, dan akhirnya sudah enam bulan saja Gilbert pergi dari rumah Kak Ivar.


Semua akses sengaja Gilbert tutup, hingga membuat Kak Ivar menjadi sangat bersedih sekali dan sampai jatuh sakit karena memikirkan Gilbert yang tidak ada kabar sama sekali kepada mereka semua.


Tapi di bulan ke tiga kepergian dari Gilbert, Gilbert sudah mau lagi mulai menghubungi sang Kakak, yaitu Kak Ivarlah orang yang pertama kali Gilbert hubungi.


Sungguh perasaan sedih dari Kak Ivar, karena sudah lama tidak mendengar kabar dari sang adik, akhirnya hilang sudah dengan mendengar Gilbert mau menelponnya lagi dan mengatakan jika dirinya baik-baik saja.


Setelah itu komunikasi dari Kak Ivar dan Gilbert menjadi lancar dan seperti semula.


Namun tidak dengan Pietro, karena Gilbert belum mau menghubungi Pietro sama sekali.


Akan tetapi ketika bulan ke lima, setelah Gilbert banyak mendengar nasihat dari sang Kakak, dan merenungkan diri selama itu, akhirnya Gilbert menyadari jika sikap yang dia lakukan kepada sang Kakak adalah salah.


Gilbert lalu mencoba lebih dulu menghubungi Pietro untuk meminta maaf, dan Gilbert mengatakan serta berjanji kepada Pietro, jika dia tidak akan mendiamkan Keluarganya lagi seperti sekarang untuk ke depannya.


Dan juga Gilbert berjanji kepada dirinya sendiri, untuk lebih bersikap dewasa lagi dalam menyikapi masalah yang datang di hidupnya.


Karena bagaimanapun juga, Keluarga yang Gilbert miliki di dunia ini cuma Kak Ivar dan Pietro seorang.


Pietro sendiri ketika mendengar Gilbert mau menghubunginya lagi, ada perasaan rindu dan senang di dalam dadanya.

__ADS_1


Akan tetapi yang namanya Pietro dia tidak tahu bagaimana cara mengungkapnya, jadi ketika Gilbert meminta maaf dan mengatakan hal-hal yang mengharukan, dia hanya menjawab sekedarnya saja dan terkesan dingin serta flat.


Untung saja Gilbert sudah tahu bagaimana sifat dari sang Kakak, jadi ketika dia berbicara seperti itu tidak di tanggapi oleh Pietro, Gilbert tidak merasa marah lagi.


Jadi sekarang di genap bulan ke enam, rasanya Gilbert sudah sangat rindu sekali dengan keluarganya, dan dia memutuskan untuk kembali pulang lagi dan memulai kehidupannya lagi seperti semula.


Lagi pula Gilbert pergi ke luar Negeri bukan hanya untuk menenangkan diri dari sikap Pietro.


Melainkan juga untuk menenangkan diri dari perpisahannya dengan Elina.


Setelah berlibur lama, Gilbert sekarang sudah menjadi Gilbert yang dulu lagi, ceria, humble dan tidak ada lagi bayang-bayang nama Elina di dalam hatinya.


Alva yang melihat Gilbert tadi, dia langsung saja berlari dan langsung memeluk sang Paman dengan sangat erat sekali.


Karena Alva juga sangat merindukan sang Paman yang sudah lama tidak di lihatnya itu.


" Paman sudah pulang, apakah Paman tidak membawakan oleh-oleh untukku?? ",, tanya dari Alva kepada Gilbert.


" Tentu saja Paman bawa dong oleh-oleh untuk keponakan Paman yang cantik ini ",, jawab dari Gilbert kepada Alva.


" Horeee, asyik, di mana Paman oleh-olehnya?? ",, tanya dari Alva lagi kepada Gilbert.


" Ada di dalam koper, nanti saja ya jika sudah Paman keluarkan semua isinya ",, jawab dari Gilbert kepada Alva.


" Ok Paman Gilbert ",, kata Alva kepada Gilbert.


" Oh ya, rasanya rumah ini sepi sekali, di mana Ayah sama Mama kamu Alva?? ",, tanya dari Gilbert kepada Alva.


" Ayah sama Mama sedang mengantarkan Aunty Molly ke rumah sakit Paman ",, jawab dari Alva kepada Gilbert.


" Ke rumah sakit,?? untuk apa?? ",, tanya dari Gilbert lagi kepada Alva.


" Aunty Molly mau melahirkan Paman ",, jawab dari Alva lagi kepada Gilbert.


Di situlah Gilbert langsung merasa sangat terkejut sekali ketika mendengar Molly akan melahirkan saat itu juga.


Kepulangannya ke rumah bukannya di sambut pelukan dan sapaan hangat, malah langsung di sambut kabar jika dia akan mendapatkan keponakan lagi dari sang Kakak ke duanya, yaitu Pietro.


...๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ...


...***TBC***...

__ADS_1


__ADS_2