
Neo yang teringat tidak jauh dari tempat eksekusi tersebut, sekitar tiga puluh menit berkendara, Neo mempunyai sebuah rumah yang bisa di bilang seperti vila.
Karena rumah milik Neo itu, dia gunakan jika ingin liburan saja, sebab masih di daerah dataran tinggi dan udaranya sangat sejuk sekali.
Neo yang sudah mengatakan kepada Pietro untuk mengikutinya dari belakang, Pietro pun saat ini masih tetap mengikuti Neo di belakang mobilnya.
Hingga akhirnya mobil milik Neo membelokkan stir berhenti tepat di sebuah pagar dinding yang cukup tinggi.
Neo lalu keluar dari dalam mobilnya untuk membuka pintu gerbangnya.
Dan ketika pintu gerbang sudah terbuka dengan lebar, Neo pun langsung kembali masuk lagi ke dalam mobilnya dan mengendarainya untuk dia parkirkan di dalam pekarangan rumah.
Pietro pun juga ikut masuk ke dalam dan memarkirkan mobilnya di samping mobil milik Neo.
Setelah mobil terparkir dengan rapi, Pietro pun langsung keluar dari dalam mobilnya sambil menatap bangunan rumah yang berdiri kokoh di depannya.
" Rumah siapa ini Tuan Neo?? ",, tanya Pietro kepada Neo.
" Ini vila pribadi saya Tuan Roderick, ayo mari kita masuk ke dalam ",, jawab Neo kepada Pietro.
Pietro hanya mengangguk saja kepada Neo, dan lalu mereka berdua langsung melangkahkan kaki mereka untuk masuk ke dalam vila tersebut, ketika pintu vilanya sudah di buka oleh Neo.
Pietro langsung di persilahkan duduk di ruang tamu oleh Neo, dan Neo sendiri juga langsung duduk berseberangan dengan Pietro.
" Cepat, mana bayaran untuk pekerjaan saya Tuan Neo, karena saya tidak mempunyai banyak waktu ",, kata Pietro kepada Neo.
" Kenapa terburu-buru sekali Tuan Roderick, kita minum-minum dulu ",, jawab Neo kepada Pietro.
" Apakah anda menyukai wine, atau yang lainnya, anda mau minum apa Tuan Roderick?? ",, tanya Neo kepada Pietro.
" Wine saja tidak masalah bagiku ",, jawab Pietro kepada Neo.
" Ok, tunggu sebentar Tuan Roderick, akan saya ambilkan dulu wine untuk kita berdua ",, kata Neo kepada Pietro.
Pietro hanya mengangguk saja kepada Neo, dan Neo lalu beranjak berdiri dari duduknya untuk masuk ke dalam penyimpanan wine yang dia punya.
Sambil berjalan menjauhi Pietro, bibir Neo tersenyum miring dan terlihat licik, akan tetapi Pietro tidak mengetahui hal tersebut.
__ADS_1
Neo yang sudah sampai di tempat penyimpanan wine miliknya, dia langsung saja mengambil satu botol wine tersebut.
Dan lalu Neo langsung berjalan ke dalam kamar pribadinya yang ada di vila tersebut untuk menuju ke salah satu laci mejanya untuk mengambil sesuatu.
Neo yang sudah membuka laci mejanya, dia langsung mengambil sebuah suntikan dan sebuah botol racun yang dia punya.
" Huh, melihat cara kerja anak buah Tuan Roderick, rasanya aku ingin menguasai mereka dan akan aku jadikan mereka anak buahku ",, kata Neo sambil menggenggam sebuah suntikan dan botol racun.
" Dan kali ini akan aku pastikan Tuan Roderick mati di tanganku!! ",, kata Neo lagi sambil tersenyum miring.
" Melihat sendiri bagaimana Tuan Roderick bekerja, aku jadi banyak belajar darinya, dan dia sudah mengajarkanku banyak pelajaran hari ini ",, kata Neo lagi.
Dan setelahnya Neo langsung menyuntikkan racun yang cukup mematikan itu ke dalam botol minuman wine yang sudah di ambilnya tadi.
Sungguh Neo adalah manusia serakah dan sangat bodoh sekali.
Karena jika dirinya ketahuan mempermainkan Pietro, dia akan mendapatkan balasan yang lebih pedih serta mengerikan dari yang di alami Tuan Frederico dan Tuan Owen.
Neo yang sudah selesai menyuntikan satu buah jarum suntik berisi racun tadi ke dalam botol wine, dia langsung saja membawanya keluar menuju ke ruang tamu.
" Maaf lama Tuan Roderick, karena saya tadi lupa menaruh kunci lemari penyimpanan wine saya ",, kata Neo sambil langsung duduk di sofa yang tadi didudukinnya.
Neo lalu menuangkan wine tadi ke dalam dua gelas yang sudah di bawanya juga.
Setelah itu, Neo mengeluarkan selembar cek yang bertuliskan sebuah angka uang yang sangat fantastis sekali untuk membayar pekerjaannya Pietro tadi.
" Ini cek untuk bayaran yang sudah saya janjikan kepada anda Tuan Roderick ",, kata Neo kepada Pietro.
" Dan mari ayo silahkan di minum Tuan winenya ",, kata Neo lagi kepada Pietro.
Sebelum minum winenya, tiba-tiba Pietro bertanya kepada Neo di mana letak kamar mandinya, dan dengan senang hati Neo pun menunjukkan kamar mandi tamu yang ada di vilanya.
Setelahnya, Pietro pun meminum satu gelas wine tadi hingga habis, dan Neo yang melihatnya langsung tersenyum sangat super tipis sekali dengan tatapan liciknya itu.
" Saya mau ke kamar mandi sebentar ",, kata Pietro setelah meminum winenya.
" Oh silahkan Tuan ",, jawab Neo sambil mendekatkan wine yang akan di minumnya itu ke bibirnya.
__ADS_1
Pietro yang sudah mengetahui letak kamar mandinya, dia langsung beranjak berdiri menuju ke dalam kamar mandi tersebut.
Sedang Neo, setelah Pietro menjauh dan masuk ke dalam kamar mandi, dia langsung membuang satu gelas wine miliknya tadi ke luar jendela vilanya, dan membuang setengah lagi wine yang ada di dalam botol, supaya Pietro mengira, jika dia juga ikut meminum wine yang sudah diberi racun tersebut.
Neo mendengar jika Pietro di dalam kamar mandi sedang muntah-muntah hebat, dan Neo tersenyum puas, karena mengira rencana dia akan berhasil.
Neo masih setia menunggu di dekat kamar mandi, untuk melihat apakah racun yang di berikan untuk Pietro bekerja dengan baik atau tidak.
Dan ketika Neo melihat Pietro keluar dari dalam kamar mandi dalam keadaan lemas, sambil memegangi lehernya, Neo pun semakin puas saja.
Neo lalu memberanikan diri untuk keluar dari tempat persembunyiannya dan menampakkan dirinya di hadapan Pietro yang sedang sekarat.
" Nikmatilah waktu anda yang tinggal beberapa menit lagi Tuan Roderick ",, kata Neo kepada Pietro.
" Kurang 474r anda Tuan Neo, saya akan membalas semua perbuatan anda ini!! ",, kata Pietro kepada Neo.
" Itulah perkataan dari orang yang akan segera saya habisi Tuan Roderick ",, kata Neo menirukan perkataan Pietro sambil tersenyum miring.
Pietro hanya menatap garang ke arah Neo, dengan mata melotot berwarna merah yang sangat menyeramkan sekali.
Seakan mata Pietro akan terlepas dari tempatnya ketika dia menatap Neo.
Namun Neo tidak takut sama sekali dengan tatapan menyeramkan itu dari Pietro, dia masih tersenyum miring dan mengejek Pietro yang sudah hampir sekarat itu.
Dan Pietro lalu tiba-tiba terjatuh ke atas lantai nan dingin, sambil terus menatap Neo dengan tangan yang juga memegangi lehernya yang terasa tercekik.
" Ternyata membunuh anda sangat mudah sekali ya Tuan Roderick ",, kata Neo mengejek Pietro.
" Sungguh kematian yang sangat-sangat aku sukai dari orang yang terkenal dengan julukan King Psikopat!! ",, kata Neo lagi untuk Pietro.
Dan setelahnya, Pietro sudah tidak menunjukkan pergerakan sama sekali, dan dia terlihat sudah tidak bernafas lagi dengan mata yang terus melotot menatap Neo.
Neo yang melihat kematian Pietro berjalan sesuai dengan rencananya, dia pun langsung tertawa dengan sangat keras sekali.
Pribahasa yang tepat untuk orang seperti Neo adalah air susu di balas dengan air tuba.
...๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ...
__ADS_1
...***TBC***...