
Jika seharian Pietro harus menghadapi Zafran, Greta sedang sibuk dan bermain bersama Keluarga Kandungnya.
Berbeda lagi dengan Gilbert.
Gilbert setelah pergi dari dalam rumah Danish, dia langsung memilih berangkat kekantor.
Seharian itu Gilbert tidak ada hal istimewa dalam hidupnya, maupun pekerjaannya.
Masih sama saja seperti biasanya, monoton, hingga Gilbert bosan untuk melakukannya berulang kali terus menerus.
Disaat jam makan siang pun Gilbert rasanya sangat malas sekali ingin beranjak keluar dari dalam ruang kerjanya.
Hingga akhirnya Gilbert memilih menyuruh sekretarisnya untuk membelikan makan siang untuknya.
Ketika Gilbert baru saja keluar dari dalam kamar mandi yang ada didalam ruang kerjanya.
Gilbert dibuat sedikit terkejut ketika dia langsung melihat sang Kakak sudah duduk anteng dikursi kerjanya.
" Kak Ivar, Kakak membuat Gilbert terkejut saja ",, kata Gilbert kepada Kak Ivar.
" Ini pekerjaan kamu kenapa masih banyak sekali yang belum dikerjakan Gilbert??, kamu kerja apa saja daritadi?? ",, tanya Kak Ivar kepada Gilbert.
" Gilbert kerja Kak, karena kerjaan Gilbert itu-itu saja membuat Gilbert jadi bosan, dan membuat Gilbert sedikit malas untuk bekerja ",, jawab Gilbert kepada Kak Ivar sambil langsung duduk dikursi yang ada didepan meja kerjanya.
Kak Ivar yang mendengar perkataan dari Gilbert, dia hanya menggelengkan kepalanya saja kepada Gilbert.
" Kakak kesini ada apa??, tidak mungkin Kakak kesini cuma mau mengecek pekerjaannya Gilbert?? ",, kata Gilbert kepada Kak Ivar.
" Atau jangan-jangan Kakak mau memberikan uang saku kepada Gilbert ",, kata Gilbert sambil menggoda Kak Ivar.
Kak Ivar reflek langsung saja melempar bolpoin yang ada diatas meja kearah Gilbert.
Namun Gilbert bukannya marah tapi dia langsung saja tertawa sambil menangkap bolpoin tersebut.
" Ini, besok malam datanglah......... Kakak tidak bisa datang ",, kata Kak Ivar kepada Gilebrt sambil menunjukkan undangan jamuan makan malam untuk para pembisnis.
" Apa itu Kak?? ",, tanya Gilbert kepada Kak Ivar.
" Baca saja sendiri ",, jawab Kak Ivar kepada Gilbert.
Gilbert pun langsung saja mengambil undangan tersebut dan juga membacanya.
" Kenapa Kakak tidak datang sendiri, biasa Kakak kan datang sendiri bersama Kak Agnes?? ",, kata Gilbert kepada Kak Ivar.
__ADS_1
" Besok Malam Kakak tidak bisa Gilbert, makanya Kakak menyuruh kamu untuk mewakilkan Kakak ",, jawab Kak Ivar kepada Gilbert.
" Kenapa Kakak tidak bisa datang??, memangnya Kakak mau kemana?? ",, tanya Gilbert lagi kepada Kak Ivar.
" Kakak sama Kak Agnes besok malam, ada kumpulan Keluarga besarnya Kak Agnes Gilbert, tidak enak jika Kakak tidak datang ",, jawab Kak Ivar kepada Gilbert.
" Jika kamu Kakak suruh untuk mewakili kumpulan Keluarga besarnya Kak Agnes pasti kamu tidak mau, ya jalan satu-satunya ya kamu harus mewakili Kakak diundangan jamuan makan malam itu Gilbert ",, sambung lagi perkataan dari Kak Ivar kepada Gilbert.
" Iya baiklah, nanti Gilbert pasti akan datang ",, jawab Gilbert kepada Kak Ivar.
" Dan semoga saja nanti disana ada wanita cantik yang selama ini Gilbert cari, supaya Gilbert tidak sendirian seperti ini ",, kata Gilbert lagi untuk dirinya sendiri.
Namun perkataan dari Gilbert masih didengar oleh Kak Ivar.
" Aamiin, Kakak doakan kamu segera mendapatkan jodoh kamu yang terbaik, tidak cantik tidak apa-apa yang terpenting baik ",, kata Kak Ivar kepada Gilbert.
" Enak saja tidak cantik, ya harus cantik dong Kak, minimal seperti Kak Mollylah Kak, jangan seperti Kak Agnes ",, kata Gilbert kepada Kak Ivar.
" Memangnya kenapa dengan istri Kakak Gilbert?? ",, tanya Kak Ivar kepada Gilbert.
" Dia otaknya setengah ",, jawab Gilbert kepada Kak Ivar sambil tertawa.
Kak Ivar yang mendengar perkataan dari Gilbert, dia tidak marah, namun dia juga ikut-ikutan tertawa sambil menahan rasa gemasnya kepada Gilbert.
" Sudah, Kakak mau kembali lagi keruang kerja Kakak, ingat jangan sampai lupa atau telat kamu datangnya Gilbert, jangan malu-maluin Kakak dan Perusahaan ini ",, pesan Kak Ivar kepada Gilbert.
Kak Ivar hanya tertawa pelan sambil menggelengkan kepalanya saja.
Dan setelahnya Kak Ivar langsung saja berlalu keluar dari dalam ruang kerja Gilbert menuju keruang kerjanya sendiri.
Singkat cerita, hari pun sudah berganti dengan hari, dan saat ini Gilbert sedang bersiap-siap untuk datang keacara undangan jamuan makan malam tersebut.
Dengan setelan jas mahal, sepatu mahal, dan jam tangan yang juga mahal, semuanya mahal dari ujung rambut sampai keujung kaki, membuat penampilan Gilbert malam itu terlihat sangat keren sekali.
Jika dirupiahkan yang menempel dibadan Gilbert senilai tujuh ratus juta sekian.
Jasnya saja satu stel sudah bisa dilihat seberapa mahalnya itu harganya, belum lagi jam tangan asli serta sepatu kulit asli yang harganya sangatlah W.O.W sekali.
Meninggalkan apa yang sedang dipakai oleh Gilbert, Gilbert yang sudah selesai bersiap-siapnya, dia langsung saja bergegas keluar dari dalam kamar untuk segera masuk kedalam mobilnya.
Gilbert sengaja mengendarai mobilnya sendiri malam itu, dan dia tidak membutuhkan waktu lama hanya sekitar lima puluh menitan akhirnya sampai juga digedung tempat diadakannya jamuan makan malam tersebut.
Gilbert yang sudah sampai dia langsung saja disambut ramah para penjaga yang berjaga didepan pintu masuk, dan Gilbert juga tidak perlu repot-repot lagi untuk memarkirkan mobilnya sendiri.
__ADS_1
Gilbert yang sudah mauk kedalam gedung jamuan makan malam, dia melihat banyak sekali para pembisnis yang datang bersama pasangannya.
Membuatnya iri saja, serta Gilbert merasa hanya dia saja yang malam itu datang sendirian diacara jamuan makan malam tersebut.
Disaat Gilbert sedang asik melihat kesemua tamu jamuan makan malam bisnis itu, tidak sengaja pundak dia ada yang menepuk dari belakang.
Sontak saja Gilbert langsung mengalihkan pandangannya keorang yang baru saja menepuk pundaknya tadi.
" Tuan Gilbert??, anda Tuan Gilbert bukan?? ",, kata orang yang menepuk pundak Gibert tadi.
" Iya saya Gilbert Roderick, anda Tuan Danish ya?? ",, kata Gilbert kepada orang yang menepuknya dan ternyata dia adalah Kakak kandungnya Elina.
" Iya, saya sempat pangling melihat anda Tuan Gilbert, penampilan anda malam ini sangat keren sekali ",, kata Danish kepada Gilebrt.
" Anda bisa saja Tuan Danis,...... ",, jawab Gilbert kepada Danish sambil tersenyum sambil juga melirik kearah wanita yang berdiri disamping Danish.
" Anda diundang juga ke jamuan ini ternyata Tuan Gilbert?? ",, kata Danish kepada Gilbert.
" Sebenarnya bukan saya yang diundang Tuan, tapi Kakak saya, saya cuma mewakilkan dia saja yang tidak bisa datang, karena ada acara Keluarga ",, jawab Gilbert kepada Danish.
" Oh, dan anda datang sendirian saja Tuan, dimana kekasih atau istrinya?? ",, tanya basa-basi dari Danish kepada Gilbert.
" Saya belum punya istri Tuan Danish ",, jawab Gilbert dengan malu-malu kepada Danish.
" Oh.......... maaf ",, kata Danish sambil tertawa malu juga kepada Gilbert.
" Tidak apa, oh ya ini yang berdiri disamping anda siapa Tuan, kekasih atau istri anda?? ",, kata Gilbert kepada Danish.
Danish langsung saja tertawa mendengar perkataan dari Gilbert tadi.
Dan wanita cantik yang sedang berdiri sambil menggandeng mesra lengannya siDanish pun, dia langsung saja memberikan cubitan kecil dipinggang Danish.
Terlihat sangat romantis sekali dan semakin membuat iri Gilbert saja yang melihatnya.
" Dia bukan kekasih atau istri saya Tuan Gilbert ",, jawab Danish kepada Gilbert sambil tertawa pelan.
" Jika bukan kekasih atau istri anda terus siapa??, selingkuhan....... jangan begitu Tuan, anda masih muda ko selingkuh nanti jika ketahuan sama istri atau kekasih anda bisa berbahaya ",, kata Gilbert kepada Danish.
Semakin tertawalah Danish mendengar perkataan dari Gilbert yang terakkhir.
" Dia Elina Tuan Gilbert, adik kandung saya ",, kata Danish kepada Gilbert setelah bisa meredakan suara tawanya.
Dan sekarang gantian Gilbertlah yang langsung membuka mulutnya ketika mendengar perkataan dari Danish tadi, siapa sesungguhnya wanita cantik yang sedang bersama Danish.
__ADS_1
...🛠️🛠️🛠️🛠️🛠️🛠️🛠️🛠️🛠️🛠️🛠️🛠️🛠️...
...***TBC***...