
Molly yang sudah memberikan barang yang dibawanya itu kepada Agnes, dia langsung saja kembali duduk lagi di sebelahnya Pietro.
Sedang Agnes sendiri dengan tidak sabaran dia langsung ingin melihat bagaimanakah hasil dari benda yang sudah dipakai oleh Molly.
Pietro yang juga melihat benda tersebut, dia hanya bisa membuka mulutnya sambil terus menatap ke arah Agnes dengan tatapan yang tidak bisa di artikan.
Sedangkan Kak Ivar, dia langsung mencoba bertanya kepada Molly tentang benda tersebut.
" Molly ...... ",, panggil Kak Ivar kepada Molly.
" Hmm, iya Kak Ivar ",, jawab Molly kepada Kak Ivar.
" Apakah kamu hamil?? ",, tanya dari Kak Ivar kepada Molly.
Dan pertanyaan dari Kak Ivar membuat Pietro langsung mengalihkan pandangannya ke arah Molly.
" Tidak tahu ",, jawab singkat dari Molly kepada Kak Ivar.
" Terus kalau tidak tahu, kenapa kamu memakai benda itu, bahkan dua sekaligus?? ",, tanya dari Kak Ivar lagi kepada Molly.
" Memangnya benda itu bisa membuat Molly hamil ya Kak?? ",, tanya dari Molly kepada Kak Ivar.
" A ...... ",, baru saja Kak Ivar membuka mulutnya ingin menjawab pertanyaan dari Molly, eh tiba-tiba saja Molly langsung menangis sejadi-jadinya.
Dan suara tangisan dari Molly membuat semua orang yang ada di situ langsung pada keheranan semua.
" Kamu kenapa menangis Molly?? ',, tanya dari Kak Ivar lagi kepada Molly.
" Huwaaaaa, Kakanda maafkan Molly ",, kata Molly kepada Pietro dan tidak mempedulikan pertanyaan dari Kak Ivar.
" Kamu kenapa menangis My Queen,?? dan untuk apa kamu meminta maaf kepada Kakanda?? ",, tanya dari Pietro kepada Molly.
Sedang Agnes dia yang ikut menatap ke arah Molly pun sama halnya dengan yang lainnya, masih mencerna apa yang sebenarnya terjadi kepada Molly.
" Molly tadi menggunakan benda itu, terus kalau Molly hamil bagaimana, itu artinya Molly selingkuh dong dari Kakanda, huwaaaaaaaaa ......... ",, jawab dari Molly kepada Pietro.
Kak Ivar, Agnes dan juga Gilbert langsung saja pada saling pandang ketika mendengar jawaban dari Molly tadi kepada Pietro.
Sedang Pietro, dia langsung terdiam seketika mendengar jawaban absurd dari sang istri.
Sebab Pietro merasa sedikit kebingungan bagaimana cara menjelaskannya kepada Molly, jika testpack tidak bisa membuatnya hamil.
Iya kali sebuah testpack bisa membuat pemakainya hamil, yang ada sebuah testpack adalah pendeteksi kehamilan dari para wanita.
__ADS_1
Agnes yang sudah bisa menetralkan rasa speechlesnya tadi terhadap Molly, dia pun ikut langsung menyahuti perbincangan dari Molly bersama Pietro.
" Eeeh Molly, ko Molly bicara begitu, mana ada sebuah testpack membuat kita hamil Molly?? ",, kata Agnes kepada Molly.
" Kata Kak Agnes di telepon, kan katanya jika Molly pakai benda pemberian Kakak itu, Molly nanti bisa hamil ",, jawab polos dari Molly kepada Agnes.
" Bukan bisa membuat hamil Molly, Kakak tadi mengatakan kalau Molly hamil bisa ketahuan jika di tes pakai ke dua benda ini ",, kata Agnes dengan menahan rasa gemasnya kepada Molly, sambil menunjukkan ke dua testpack tadi.
" Sudah-sudah, kenapa kita pada ribut sendiri sih ",, sahut dari Gilbert kepada semua orang.
" Lebih baik dilihat dulu bagaimana hasil dari testpack tersebut, belum tentu kan Kak Molly hamil?? ",, kata Gilbert lagi kepada semua orang.
" Hasil dari ke dua testpack itu apa sayang?? ",, tanya dari Kak Ivar kepada Agnes.
" Hasilnya garis dua, yang artinya positif, Molly positif hamil ",, jawab dari Agnes kepada Kak Ivar dan masih di dengar oleh semua orang yang ada di situ.
Pietro yang mendengar jawaban dari Agnes, dia langsung saja merebut paksa ke dua testpack tadi dari tangannya Agnes.
Dan tiba-tiba .....
Molly menangis lagi dengan semakin keras saja melebihi yang tadi.
" Kamu kenapa menangis lagi Molly, kamu tidak senang ya dinyatakan sedang hamil seperti sekarang?? ",, tanya dari Kak Ivar kepada Molly yang masih menangis.
Gilbert yang mendengar jawaban dari Molly, dia langsung saja menepuk dahinya dengan sangat keras sekali.
" Bisa gila jika aku kelamaan di rumah ini, lihatlah sekarang Kak Molly mengatakan jika dia sedang hamil karena testpack,!! entahlah kehebohan apa lagi yang nanti akan dilakukan oleh Kak Molly ",, kata batin dari Gilbert sambil menahan rasa gemasnya untuk Molly.
Sedangkan Kak Ivar, dia langsung menutup matanya untuk mentralkan rasa gemas yang tidak kesampaiannya untuk Molly, supaya dia tidak keblabasan menjitak kepalanya Molly, dan jika sampai itu terjadi, bisa di patahin tangannya nanti sama Pietro.
Dan untuk Agnes sendiri, dia reflek langsung saja melempar bantal shofa ke arah Molly sambil menahan rasa gemasnya.
" Iya kali testpack bisa membuat kamu hamil Molly!! ",, kata Agnes dengan nada super judes sekali kepada Molly.
" Tadi sudah Kakak jelaskan, jika ke dua benda itu cuma untuk mengetes apakah kamu hamil atau tidak, dan bayi yang sedang kamu kandung itu ya anaknya Ito Molly!!! ",, kata Agnes lagi kepada Molly sambil menggertakkan giginya.
Mendengar perkataan dari Agnes, Molly hanya diam saja sambil terus menatap ke arah Agnes dengan tatapan seperti tanpa dosa saja, padahal dia sudah membuat semua orang sedang merasa gemas kepadanya.
Kak Ivar yang sudah membuka matanya, dia langsung melihat ke arah Pietro yang hanya diam saja sambil terus menatap ke arah dua testpack yang di bawanya.
" Kamu kenapa diam saja Pietro,?? jangan bilang kalau kamu tidak suka mendengar Molly sedang hamil?? ",, kata Kak Ivar kepada Pietro.
" Dan jika kamu tidak suka, biar Molly tinggal bersama Kakak saja, karena baby yang ada di dalam perutnya Molly, dia adalah keturuan Roderick selanjutnya, jadi tidak akan Kakak biarkan kamu menyakiti Molly maupun baby kamu itu!! ",, ancam dari Kak Ivar kepada Pietro.
__ADS_1
" Jangan berani membawa Molly pergi dari sini!! ",, kata Pietro kepada Kak Ivar dengan nada tenang namun terdengar menyeramkan.
" Jika Kakak sampai berani membawa Molly pergi dari sampingnya Pietro, akan Pietro bunuh Kakak pada saat itu juga!! ",, sambung lagi perkataan dari Pietro kepada Kak Ivar.
" Waduh,!! Kakak bisa jadi janda dong Ito?? ", sahut dari Agnes kepada Pietro.
Pietro hanya melirik tajam saja ke arah Agnes dengan tatapan malasnya.
Setelahnya Pietro tiba-tiba berdiri dari duduknya dan sambil berkata kepada semua Keluarganya.
" Silahkan kalian semua segera pergi dari sini!! ",, kata Pietro kepada Kak Ivar, Agnes, dan juga Gilbert.
" Tapi kan kita baru saja datang Ito?? ",, jawab dari Agnes kepada Pietro.
" Pergi!! ",, kata Pietro lagi kepada Agnes.
Molly hanya bisa diam saja sambil terus memperhatikan Pietro yang sedang berbicara kepada semua Keluarganya.
" Baik, Kakak akan pergi sekarang!! ",, jawab dari Kak Ivar kepada Pietro sambil berdiri dari duduknya dan di ikuti oleh Agnes maupun Gilbert.
" Tapi ingat pesan Kakak, jangan pernah menyakiti Molly maupun calon keponakan Kakak Pietro!! ",, ancam dari Kak Ivar lagi kepada Pietro.
" Kakak tidak akan segan-segan melawan kamu jika kamu sampai keterlaluan kepada Molly yang sedang hamil sekarang ",, kata Kak Ivar kepada Pietro yang hanya diam saja daritadi.
" Dan untuk kamu Molly, jangan sembarangan mau jika di berikan ramuan oleh Pietro, karena wanita hamil tidak boleh meminum ramuan sembarangan seperti itu ",, pesan dari Kak Ivar kepada Molly.
" Baik Kak ",, jawab patuh dari Molly kepada Kak Ivar.
" Satu hal lagi Pietro ",, kata Kak Ivar kali ini kepada Pietro lagi sebelum dia berlalu pergi dari dalam rumah tersebut.
" Lebih baik kamu ajak Molly periksa ke rumah sakit Pietro, karena dia sekarang membutuhkan seorang Dokter, bukannya kamu yang hanya bisanya membuat ramuan saja!! ",, kata Kak Ivar kepada Pietro dengan nada yang sangat super tegas sekali.
" Ayo Mah, Gilbert ",, kata Kak Ivar kepada Agnes dan Gilbert.
Dan setelahnya Kak Ivar langsung berlalu keluar bersama Agnes dan juga Gilbert dari dalam rumah si Pietro.
...πππππππππππππ...
Hayo siapa yang dari kemarin sudah nungguin si Pietro Upπ€π.
Hehe maafkan yah, karena kemarin body lagi tidak mendukungπ€π€.
...π οΈπ οΈπ οΈπ οΈπ οΈπ οΈπ οΈπ οΈπ οΈπ οΈπ οΈπ οΈπ οΈ...
__ADS_1
...***TBC***...