
Danish masih saja diam ketika dia mendengar perkataan dari Kak Ivar.
Dia masih terus berpikir dan sedang berperang dengan hatinya sendiri, apakah dia harus memaafkan Pietro apa tidak.
" Cobalah anda pikirkan lagi Tuan Danish ",, kata Kak Ivar kepada Danish.
" Jika ini bukan karena adik saya Gilbert, saya juga tidak mau berurusan dengan Keluarga yang sudah mengusik keluarga saya!! ",, kata Pietro menyahuti perkataan dari Kak Ivar.
" Saya datang ke rumah anda, dan langsung melihat wajah adik saya babak belur seperti itu, Kakak mana yang tidak akan marah melihat keadaan dari adiknya seperti itu Tuan Danish!! ",, kata Pietro kepada Danish.
" Dan ketika saya memberikan pelajaran kepada orang yang sudah memukuli wajah Gilbert, tiba-tiba saja saya di pukul seperti itu oleh Mama anda, untung saja cuma Mama anda yang saya habisi, karena biasanya saya akan menghabisi satu keluarganya juga!! ",, kata Pietro lagi kepada Danish yang masih diam saja sambil menatap Pietro dengan tatapan kemarahannya.
" Ingat Tuan Danish, anda sungguh beruntung bisa di berikan kesempatan mendengarkan Keluarga Roderick meminta maaf seperti ini, dan jika bukan karena Gilbert jangan harap anda bisa melihat dunia ini lagi!! ",, sambung lagi perkataan dari Pietro kepada Danish.
Itulah ciri khas sifat yang di miliki Pietro, tidak ada kata lembut dan selalu bernada mengancam walau sedang meminta maaf sekalipun.
Sekejam-kejamnya Pietro, dia tidak akan membunuh dan menyerang jika dia tidak di usik terlebih dahulu oleh orang lain.
Kecuali Pietro sedang di bekerja, tentu saja dia akan menghabisi mangsanya sesuai permintaan dari yang menyuruhnya, karena Pietro setelahnya akan mendapatkan imbalan yang sangat besar sekali dari hasil membunuhnya itu.
" Huh, kalau begitu lebih baik Elina saya pisahkan saja dari Tuan Gilbert, biar saya tidak berhubungan lagi dengan Keluarga Roderick, terutama anda!! ",, jawab dari Danish kepada Pietro.
Danish seperti meremehkan semua perkataan dari Pietro dan Kak Ivar tadi.
" Oh, ok jika itu keinginan dari anda Tuan Danish, no problem ",, kata dari Pietro kepada Danish.
" Jika nanti adik saya Gilbert anda pisahkan dengan Elina, dan dia menjadi pribadi yang berbeda seperti sebelumnya, saya sendiri yang akan mencari keberadaan anda dan Elina walau sampai ke ujung dunia sekalipun, dan saya akan membunuh kalian berdua saat itu juga,!! camkan itu Tuan Danish yang terhormat!! ",, kata Pietro lagi kepada Danish.
" Ayo Kak Ivar, kita pergi saja dari sini, karena urusan kita sudah selesai dengan dia ",, ajak Pietro kepada Kak Ivar sambil menunjuk Danish.
Kak Ivar yang tidak bisa berbuat apa lagi untuk menengahi antara Danish dan Pietro, mau tidak mau akhirnya Kak Ivar menurut saja ketika di ajak pergi dari situ oleh Pietro.
Kak Ivar mengerti keadaan dari Danish saat ini, dan dia juga tidak bisa menyalahkannya sepenuhnya, karena pasti seorang anak akan merasa marah ketika orang tuanya di bunuh di hadapannya seperti itu.
Jadi ya hanya pasrah saat ini yang bisa Kak Ivar lakukan, biar waktu nanti yang akan menjawab semuanya.
__ADS_1
Kak Ivar dan Pietro akhirnya beranjak pergi dari restoran itu, tanpa mau mendengarkan jawaban dari Danish terlebih dahulu.
Sudah segenap jiwa Pietro menuruti perkataan dari Kak Ivar untuk meminta maaf yang selama ini tidak pernah dia lakukan.
Tapi ujung-ujungnya seperti di injak-injak harga dirinya, membuat Pietro jangan harap akan merendahkan diri lagi di hadapan Keluarga Hady.
Sama-sama keras kepala, itulah yang saat ini sedang di alami oleh Pietro dan Danish.
Sedang beralih kepada Gilbert dan juga Elina.
Danish dan juga Elina saat ini sedang menikmati waktu mereka berdua sambil menonton televisi di ruang Keluarga dengan duduk sambil berpelukan satu sama lainnya.
Ketika mereka sedang asik seperti itu, Elina tiba-tiba saja mengatakan sesuatu kepada Gilbert, dan membuat Gilbert langsung saja terkejut.
" Gilbert, bagaimana kalau kita kawin lari saja, kamu tinggalkan Keluargamu, dan aku akan meninggalkan Kakak dan juga Ayahku ",, kata Elina kepada Gilbert.
" No Elina,!! aku tidak bisa, karena bagaimanapun juga mereka tetap ke dua Kakakku, yang sudah merawat-ku sejak aku masih kecil sekali, terutama Kak Ivar, dia sampai rela banting tulang menggantikan posisi Ayah di Perusahaan ketika umurnya masih muda untuk menghidupiku",, jawab tegas dari Gilbert kepada Elina.
" Tapi aku rasanya tidak bisa menerima Kakak kamu Pietro Gilbert, rasanya hatiku benar-benar masih sakit sekali ketika melihat wajahnya ",, kata Elina sambil melepaskan pelukannya Gilbert.
" Tapi di sini Kakak aku juga tidak bisa di salahkan sepenuhnya Elina, apa kamu tidak berpikir siapakah dalang yang membuat Kakak aku membunuh Mama kamu ",, jawab dari Gilbert kepada Elina.
" Kamu sebenarnya berpihak kepada siapa Gilbert, ko terkesan-nya kamu lebih membela Kakak kamu Pietro di bandingkan aku?? ",, tanya dari Elina kepada Gilbert, dengan nada yang sedikit tidak suka.
" Kalau aku pasti tetap membela Kakak aku Elina, karena di sini Kakak aku tidak bisa di salahkan sepenuhnya ",, jawab dari Gilbert kepada Elina.
" Jika Kak Pietro bersalah, aku juga tetap tidak akan mau membela dia sama sekali ",, lanjut lagi perkataan dari Gilbert kepada Elina.
" Apakah itu artinya kamu akan memilih Kakak kamu di bandingkan aku?? ",, tanya dari Elina lagi kepada Gilbert.
" Jika untuk memilih, pasti iya aku akan memilih Kakak aku, karena mereka adalah Keluargaku satu-satunya yang aku miliki di dunia ini, tapi aku sendiri tidak bisa jauh dari kamu Elina, please mengertilah keadaan dan posisiku ", kata Gilbert sambil menggenggam ke dua tangannya Elina.
" Maaf Gilbert ",, kata Elina kepada Gilbert.
" Aku tidak bisa jika harus menjalani hubungan seperti ini Gilbert, aku belum sanggup jika harus berhubungan lagi dengan Kakak kamu Pietro jika aku sudah menikah dengan kamu ",, kata Elina lagi kepada Gilbert.
__ADS_1
" Apa maksud dari perkataan kamu Elina?? ",, tanya dari Gilbert kepada Elina.
" Lebih baik kita sudahi saja hubungan ini, kita cari saja jalan yang terbaik untuk diri kita masing-masing Gilbert ",, jawab dari Elina kepada Gilbert.
" Karena aku merasa, sepertinya perpisahan adalah jalan yang terbaik untuk kita ",, lanjut lagi perkataan dari Elina kepada Gilbert.
" No Elina,!! jangan katakan itu kepadaku!! ",, kata Gilbert kepada Elina.
" Tidak Gilbert ",, jawab dari Elina kepada Gilbert sambil menggelengkan kepalanya.
" Lebih baik kita meredamkan amarah dan gejolak yang membakar hati kita terlebih dahulu daripada kita terus paksakan bersama ",, kata Elina kepada Gilbert.
" Jika kita berjodoh, aku harap di dalam diri ini sudah tidak ada lagi rasa dendam dan amarah untuk Kakak kamu itu ",, lanjut terus perkataan dari Elina kepada Gilbert.
" Apakah kamu serius Elina,?? aku harap kamu saat ini sedang bercanda denganku ",, kata Gilbert kepada Elina sambil menampilkan wajah sedihnya.
" Apakah wajahku saat ini memperlihatkan raut wajah bercanda Gilbert?? ",, jawab dari Elina kepada Gilbert.
" Jadi aku mohon pergilah dari sini Gilbert, dan jangan pernah menemui aku lagi, pergi!! ",, kata Elina kepada Gilbert sambil menunjuk pintu keluarnya.
" Elina ..... ",, panggil dari Gilbert kepada Elina sambil memperlihatkan wajah memelasnya
" Pergiii!!! ",, teriak dari Elina kepada Gilbert.
Akhirnya Gilbert pun menuruti perkataan dari Elina untuk pergi dari dalam apartemen tersebut.
Walau perih dan sakit rasanya di dalam hatinya itu, tapi Gilbert mencoba mengerti dan berpikir, mungkin mereka memang perlu menenangkan diri terlebih dahulu hingga keadaan membaik seperti sedia kala.
Setelah kepergian dari Gilbert dari dalam kamar apartemennya, Elina langsung saja mengamuk sambil memecahkan vas bunga yang ada di atas meja, dengan air mata yang terus mengalir sangat deras sekali dari kelopak matanya.
Karena tidak Gilbert saja yang merasa sakit hati atas perpisahan itu, tapi Elina pun sama halnya seperti Gilbert.
Dan semoga jika Elina serta Gilbert bertemu kembali di suatu saat nanti, rasa sesak yang memenuhi dada mereka masing-masing sudah hilang sepenuhnya dari dalam hati mereka.
Tidak cuma Elina dan Gilbert saja, melainkan Danish kepada Pietro, karena sepertinya semesta belum memperbolehkan mereka menjadi satu Keluarga.
__ADS_1
...๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ...
...***TBC***...