
Ketika awal King tinggal di rumah Kak Ivar dan menghabiskan semua makanan yang baru saja di beli oleh Kak Ivar.
Kak Ivar saja sampai merasa gemas sekali dengan sikap King yang yaaah, mau di salahkan juga tidak akan bisa, karena King adalah seekor hewan yang tidak berakal.
Lalu bagaimana dengan tubuh dan wajahnya yang berlumuran noda merah, sampai membuat Keluarga Hartigan merasa ketakutan serta tidak jadi berkunjung ke rumahnya.
Apakah kesabaran dari Kak Ivar akan habis, karena ulah si King yang selalu membuatnya gemas semenjak tinggal di rumahnya.
Karena noda merah yang ada di tubuh si King dan membuat Keluarga Hartigan menjadi salah sangka, itu adalah sebuah cat yang ada di halaman belakang rumah, yang kemarin cat tersebut baru saja di gunakan oleh Kak Ivar untuk mengecat kursi tamannya.
King yang pada waktu itu bermain di area taman belakang, dia tidak sengaja menyenggol kaleng berisi cat yang berwarna merah itu.
Dan tanpa di duga, King malah langsung bermain dengan cat tersebut, hingga membuat tubuhnya hampir berlumuran dengan cat berwarna merah itu.
Setelah puas bermain dengan cat merah tersebut, King langsung berlalu masuk ke dalam dapur, dan indra penciumannya langsung mencium aroma kue pie strawberry yang begitu lezat sekali.
King yang sudah menemukan letak penyimpanan kue pie strawberry tersebut, dia langsung menjatuhkan kue pie strawberry itu yang baru saja di masak oleh Agnes ke atas lantai.
Lalu setelahnya seperti biasa, King langsung menikmati kue pie strawberry tersebut dengan begitu nikmat sekali, hingga membuat mulut dan wajahnya belepotan warna merah.
Agnes yang sedang memasak dan merasa ada suara-suara aneh di dalam dapurnya, dia pun mencoba mencari sumber suara tersebut.
Akan tetapi, alangkah terkejutnya Agnes, ketika dia sudah bisa menemukan sumber suaranya, yang ternyata berasal dari si King yang sedang memakan kue pie buatannya itu.
Bahkan lantai dapur rumahnya banyak sekali jejak kaki si King yang berwarna merah.
Agnes tentu saja langsung merasa marah kepada si King, kue pie yang sudah susah-susah di buatnya, harus habis di makan si King sebelum mereka semua menikmatinya.
Dan Agnes yang merasa gemas dengan King, dia lalu menyuruh King untuk segera pergi keluar dari dalam dapurnya.
King pun yang mengerti jika Agnes sedang marah kepadanya, dia langsung berlalu pergi keluar melewati pintu yang tadi dia lewati.
King yang sudah keluar dari dalam dapur, dan sedang melewati pintu samping yang dekat kolam renang, telinga super tajam miliknya, tidak sengaja mendengar telepon rumah Kak Ivar yang sedang berdering cukup kencang sekali.
King yang merasa sangat penasaran sekali, dia lalu mendekati telepon rumah tersebut, dan memainkannya hingga membuat kabelnya terputus sebelum di angkat oleh Agnes maupun Molly.
Dan pada waktu itu, belum ada Molly di ruang Keluarga, sebab Molly masih menunggui si kembar yang masih tidur.
Sedang Agnes yang baru saja marah-marah kepada si King, dia memutuskan untuk masuk ke dalam kamarnya, untuk menghubungi Pietro dan mengadukan sikap si King kepada Pietro.
Eh, King yang baru saja asik bermain dengan telepon rumah Kak Ivar, telinga dia tiba-tiba mendengar suara deru mesin mobil yang berhenti di pekarangan rumah.
Membuat King langsung meninggalkan telepon tersebut, dan berlalu keluar melewati pintu garasi, untuk melihat mobil siapa yang baru saja datang itu.
__ADS_1
Akan tetapi ketika King tidak mengenali mobil yang di lihatnya yang ternyata mobil milik Keluarga Hartigan.
King mencoba ingin menyerang orang yang berada di dalamnya, sebab King mengira Keluarga Hartigan adalah orang jahat.
Entahlah bagaimana kelanjutan dari cerita mereka semua, namun yang pasti, setelah Kak Ivar dan Pietro sudah pulang ke rumah.
Mereka berdua di buat gemas dengan tingkah si King yang sudah membuat jejak kaki berwarna merah di hampir semua lantai yang cukup sulit di bersihkan, sebab catnya sudah mengering.
Di tambah dengan kabel telepon rumah mereka yang rusak, membuat Kak Ivar harus memanggil petugas PLN dan petugas telepon untuk datang ke rumahnya.
Walau begitu, mereka semua tetap menyayangi si King, selagi si King tidak membahayakan mereka.
Serta Keluarga Hartigan yang sudah mendapatkan penjelasan dari Kak Ivar atau Pietro, mereka semua akan datang berkunjung ketika Pietro maupun Kak Ivar berada di rumah.
Kembali ke masa sekarang, masa di mana Pietro dan Gilbert sudah tinggal bersebelahan di rumah super mewah mereka.
Membicarakan soal Gilbert, Gilbert dan Elina yang sudah menikah sekitar tujuh bulan lamanya, karena usia pernikahan mereka sama dengan umur si kembar.
Sampai saat ini Elina belum di berikan momongan oleh Tuhan, namun baik Gilbert dan Elina masih enjoy menikmati waktu berdua mereka.
Akan tetapi ketika Elina tidak sengaja bertemu dengan salah satu sahabatnya yang sudah hamil sekitar enam bulan, ketika dia sedang jalan-jalan ke mall bersama Gilbert.
Di situlah Elina merasa iri, karena dia belum di berikan kepercayaan oleh Tuhan.
Elina yang saat ini sedang berdiri di atas balkon kamarnya, karena setiap malam dia memilih terdiam termenung sambil memandangi gelapnya langit malam setelah kejadian bertemu temannya itu.
Gilbert baru saja masuk ke dalam kamar, karena dia baru saja selesai mengerjakan pekerjaannya di dalam ruang kerjanya.
Akhirnya, Gilbert pun mencoba melangkahkan kakinya ke balkon kamar tersebut, dan dia langsung menemukan Elina yang sedang melamun seperti biasanya.
" Apa kamu sedang melamun lagi Elina?? ",, tanya Gilbert kepada Elina.
Elina yang mendengar suara Gilbert, dia langsung terbangun dari dunia melamunnya untuk menatap ke arah sang suami.
" Apakah kamu sudah selesai bekerjanya Gilbert?? ",, tanya Elina kepada Gilbert.
" Apa yang kamu lamunkan Elina,?? apa kamu masih melamunkan hal yang sama seperti biasanya?? ",, sama seperti Elina, Gilbert bukannya menjawab, dia malah gantian bertanya lagi kepada Elina.
" Bersabarlah, lagi pula usia pernikahan kita juga belum ada satu tahun ",, kata Gilbert menenangkan Elina.
" Tapi Gilbert, aku sudah ingin sekali merasakan hamil, apakah aku tidak bisa mempunyai anak?? ",, jawab Elina dengan wajah yang terlihat bersedih.
" Susst, jangan berbicara seperti itu sayang, percayalah, kita akan diberikan keturunan, jika waktunya sudah datang ",, kata Gilbert sambil memeluk Elina.
__ADS_1
" Tapi kapan waktunya itu Gilbert ",, tanya Elina sambil menyandarkan kepalanya di dada sang suami.
" Entahlah, aku juga tidak tahu kapan pastinya ",, jawab Gilbert kepada Elina.
" Tapi kita jangan putus asa dalam berusaha dan juga berdoa ",, kata Gilbert lagi kepada Elina.
Elina pun hanya mengangguk saja kepada Gilbert.
" Sudah yuk, kita masuk sayang, sudah malam, di sini juga dingin, nanti kamu bisa masuk angin ",, kata Gilbert kepada Elina.
" Ayo ",, jawab Elina kepada Gilbert.
Elina dan Gilbert pun lalu masuk ke dalam kamar mereka berdua, dan langsung memilih tidur untuk mengistirahatkan badan mereka.
Sedangkan di rumah mewah yang ada di sebelah mereka, lebih tepatnya rumah milik Pietro.
Pietro saat ini di buat sangat gemas sekali dengan baby kembarnya.
Sebab waktu yang sudah menunjukkan pukul sepuluh malam, akan tetapi saat ini si kembar belum mau tidur sama sekali, dan mereka malah masih asik bermain sendiri.
Hingga membuat Molly yang menunggui si kembar terkadang matanya terpejam sendiri, karena sudah merasa sangat mengantuk sekali.
Dan Pietro yang melihat Molly ketiduran, dia lalu mencoba menidurkan si kembar, akan tetapi hasilnya nihil.
Si kembar yang sedang di gendong oleh Pietro, mereka bukannya tidur, malah tertawa kegirangan, karena baby C dan baby A mengira, jika mereka sedang di ajak bermain oleh sang Ayah.
" Kapan kalian tidur, Ayah kan ingin bermanja dengan Mama kalian, alamat gagal lagi deh malam ini ",, kata Pietro dengan suara lemasnya kepada si kembar.
Si kembar yang tidak mengerti perkataan dari Pietro, mereka reflek langsung melemparkan mainannya ke arah sang Ayah sambil tertawa dengan suaranya yang lucu.
" Semoga saja roketku tidak karatan karena di anggurin terus dari kemarin, karena Mama kalian berdua sudah kecapekan mengurus kalian ",, gerutu Pietro kepada si kembar yang sedang memberantakin mainannya.
Kasihan sekali kamu Ayah Ito, malam ini harus gagal lagi untuk membuatkan adik bagi si kembar.
Dan ini tidak kali pertama Pietro gagal melampiaskan h45r4tnya, karena sudah tiga hari ini Pietro tidak mendapatkan belaian dari Molly, karena si kembar yang selalu mengganggunya.
Setiap kali akan melakukan itu, si kembar yang awalnya tidur dengan nyenyak, entah kenapa tahu-tahu salah satu atau dua-duanya terbangun dari tidurnya.
Molly tentu saja langsung memilih menenangkan si kembar, dari pada menenangkan roket milik Pietro yang sudah siap meluncur.
Dan Pietro yang jenuh menunggu Molly menenangkan si kembar, akhirnya dia ketiduran sendiri sampai pagi menjelang.
Iya, begitu saja terus ya Ayah Ito, karena author suka melihat kamu menderita🤣🤣.
__ADS_1
...🛠️🛠️🛠️🛠️🛠️🛠️🛠️🛠️🛠️🛠️🛠️🛠️🛠️...
...***TBC***...