
Tidak cuma Molly saja yang terkejut melihat gerakan King dengan tiba-tiba seperti itu, melainkan Pietro pun sama.
Pietro langsung mengurungkan niatnya untuk membuka pintu ketika melihat tingkah dari King yang seperti ingin menerkam Molly.
Molly sebenarnya antara takut dan tidak takut ketika melihat King.
Dan disaat King sudah berada didepannya seperti itu, Molly dengan suara bergetar karena takut, dia mencoba bertanya kepada King.
" Halo King......... ",, sapa Molly dengan suara bergetar.
" King apa yang ingin kamu lakukan??!! ",, kata Pietro kepada King dengan nada yang sangat tegas sekali.
King tidak bergeming sama sekali ketika dia ditegur seperti itu oleh Pietro.
" King............ ?? ",, panggil Molly lagi kepada King dengan kaki yang sudah gemetaran karena takut.
" King!! ",, panggil dari Pietro juga kepada King dengan nada yang semakin tegas sekali.
King langsung saja mengaum dengan sangat keras sekali ketika Pietro menegurnya dengan nada tegas seperti itu.
" Jika kamu sampai melukai dia, kamu tahu sendiri akibatnya King!! ",, kata Pietro lagi kepada King sambil mengeluarkan sebuah pedang yang dibawanya.
King tetap tidak mempedulikan perkataan dari Pietro, walau Pietro sudah mengeluarkan pedang tajam yang diarahkan kepadanya, King dengan santainya dia malah terus mencoba berjalan dengan pelan mendekati Molly.
Dan Molly yang ketakutan karena didekatin oleh King, dia hanya bisa berjalan mundur kebelakang.
" King hentikan!! ",, kata Pietro lagi kepada King.
" Jangan membuat kesabaranku habis King!! ",, kata Pietro kepada King sambil ingin mengayunkan pedang yang dibawanya tadi kearah King.
Akan tetapi gerakan Pietro yang ingin menebas King, langsung saja dicegah oleh Molly, dan Pietro tanpa sadar dia lebih memilih Molly dibandingkan dengan King.
Padahal King sudah menemaninya sejak King baru berumur satu bulan dulu.
" Stop Kakanda, jangan bunuh dia!! ",, cegah dari Molly kepada Pietro.
Pietro pun langsung saja menghentikan aksinya yang ingin menebas siKing.
" King........... ",, panggil dari Molly dengan pelan-pelan kepada King.
Molly pun mencoba menghentikan gerakan mundurnya untuk melihat apa yang ingin dilakukan oleh King kepadanya.
Kalau pun saat ini dia akan mati dimakan oleh King, Molly hanya bisa pasrah saja.
__ADS_1
Sedang Pietro, dia terus memasang sikap waspada ketika melihat King sudah semakin dekat dengan Molly.
Dan tanpa diduga oleh Molly serta Pietro, King yang sudah berada tepat dikakinya Molly, dia langsung saja men71lati kaki Molly dengan lembut sekali, membuat Molly merasa geli dan lucu secara bersamaan melihat tingkah dari siKing.
Setelahnya sambil menggelengkan kepalanya, King langsung berlalu sejenak dari hadapannya Molly untuk mengambilkan sesuatu yang akan dia berikan kepada Molly.
Molly dan Pietro hanya bisa diam saja sambil terus memperhatikan apa yang ingin dilakukan oleh siKing.
Ternyata King berlalu karena dia ingin mengambilkan sepatu boot milik Pietro yang terletak tidak jauh dari ruang tamu tersebut.
King menggigit kuat sepasang sepatu boot itu dan lalu dia taruh didepan kaki Molly.
King seperti mengatakan kepada Molly, pakailah supaya kaki kamu tidak terluka nanti.
Sungguh Pietro sangat kalah jauh sekali dari King yang bisa perhatian kepada Molly.
Dan Molly yang tidak segera memakai sepatu boot tersebut, membuat King terus mendorong sepatu itu kepada Molly.
" Apakah kamu menyuruhku untuk memakai ini King?? ",, tanya Molly kepada King sambil melirik kearah Pietro yang hanya diam saja daritadi.
King langsung saja duduk dengan sikap manjanya ketika mendengar perkataan dari Molly tadi.
" Akan aku pakai ",, kata Molly dengan perasaan sedikit takut kepada King.
King langsung saja berjalan lagi mendekat kearah Molly untuk men99353k-9353kan kepalanya kekakinya Molly.
Molly merasa jika King ingin diusap dan belai olehnya, dan benar saja ketika Molly sudah mengusap rambut kepala milik King yang sangat lebat sekali itu, King langsung memejamkan matanya merasa keenakan.
Pietro yang melihat sikap King begitu manja sekali kepada Molly, dia langsung saja memajukan bibirnya karena cemberut.
Tidak cuma King saja yang merasa nyaman, melainkan Molly pun sama, hingga tanpa sadar Molly tersenyum senang sambil bermain dengan King untuk sejenak.
Dan Pietro yang melihat pemandangan Molly yang seperti itu bersama King, dia langsung saja menyeret tubuh King dengan paksa supaya menjauh dari Molly.
Molly yang melihat tingkah Pietro seperti itu kepada King, dia langsung saja tersenyum lucu.
Sedang King, dia langsung mengaum cukup keras sekali kepada Pietro, sebab Pietro sudah menganggu kesenangannya bersama Molly.
" Stop King, atau aku gunduli itu rambut kamu!! ",, kata Pietro kepada King.
Setelahnya Pietro langsung saja menggandeng tangan Molly untuk segera mengajaknya keluar dari dalam rumahnya menuju kedalam hutan.
Waktu yang sudah menunjukkan pukul tiga sore tidak menyurutkan niat Pietro untuk tetap berburu dihutan.
__ADS_1
Dan ketika Molly sudah mulai memasuki hutan bersama Pietro, dia sangat takut sekali.
Sebab Molly baru pertama kalinya memasuki hutan untuk berburu seperti itu, hingga tanpa sadar Molly terus menggenggam tangan Pietro dengan sangat erat sekali.
" Waaah buahnya sangat cantik sekali, apakah itu bisa dimakan?? ",, kata Molly berbicara pada dirinya sendiri ketika dia melihat buah yang warnanya sangat indah sekali menggantung disebuah pohon.
Pietro yang mendengarnya dia langsung saja menyahuti perkataannya Molly.
Jangan tergiur dengan yang indah jika berada didalam hutan, karena yang indah belum tentu baik dan bisa dimakan.
Molly hanya diam saja ketika mendengar perkataan dari Pietro dan kaki dia terus mengikuti kemana kaki Pietro terus melangkah.
Ketika mereka sedang asik berjalan, tiba-tiba saja Pietro menghentikan langkah kakinya, dan dia juga langsung melepaskan genggaman tangan Molly, membuat Molly sedikit terkejut dan juga bingung.
Akan tetapi rasa terkejut dari Molly tidak berlangsung lama ketika Pietro memberikannya sebuah buah yang bentuknya sedikit aneh namun lucu jika dilihat.
" Ini makanlah ",, kata Pietro kepada Molly sambil memberikan buah yang tadi diambilnya.
Buah yang bentuknya bulat sedang membuat Molly sangat ragu sekali untuk mengambil buah tersebut dari tangan Pietro.
" Ayo ambillah, ini bukan racun ",, kata Pietro lagi kepada Molly yang daritadi hanya diam saja.
Dengan perasaan takut dan juga ragu, Molly pun langsung mengambil buah itu dan langsung juga memasukkannya kedalam mulutnya sedikit.
Namun ternyata rasa dari buah pemberian Pietro tadi, sangatlah enak sekali, ketika Molly sudah mencobanya.
" Waaah rasanya manis enak sekali, segar dan ada asam-asamnya sedikit, airnya juga banyak ",, kata Molly ketika sudah mencoba buah tersebut.
" Apakah kamu suka?? ",, tanya Pietro kepada Molly.
Molly langsung saja tersenyum manis dan mengangguk semangat kepada Pietro.
Pietro yang melihat Molly sangat menyukai buah tersebut, dia langsung saja mengambilkan beberapa buah tadi yang sudah matang untuk dia berikan kepada Molly.
" Ini bawalah, ayo segera kita berjalan lagi ",, kata Pietro kepada Molly, sambil menyerahkan buah tadi yang sudah dia masukkan kedalam kantong yang selalu dibawanya ketika berburu.
" Terimakasih Ka.......kanda ",, kata Molly kepada Pietro sambil tersenyum.
Dan Molly masih saja aneh dengan panggilan Kakanda kepada Pietro.
Pietro hanya tersenyum miring mendengar perkataannya Molly, setelahnya dia langsung menggenggam tangan Molly lagi untuk melanjutkan langkah kakinya untuk berburu.
...๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ...
__ADS_1
...***TBC***...