KING PSYCHOPATH

KING PSYCHOPATH
GILBERT GENTLE


__ADS_3

Ketika Gilbert sudah bisa menguasai rasa terbengongnya tadi atas perkataan dari Elina, dia pun langsung menjawab perkataan dari Elina.


" Jangan bilang jika kamu akan ikut-ikutan gila seperti mereka Elina?? ",, kata Gilbert kepada Elina.


" Tidak, aku tidak gila ko Gilbert, cuma lagi happy saja ",, jawab dari Elina sambil tertawa kepada Gilbert.


" Sudah ayo, kita ikut bergabung sama mereka, dan ini cobalah masakan yang tadi sudah aku masak untuk kamu ",, kata Elina lagi kepada Gilbert.


Setelahnya Elina pun langsung saja menarik tangan Gilbert untuk duduk di salah satu kursi yang masih kosong yang ada di situ.


" Ini, aaaa ",, kata Elina mencoba menyuapi Gilbert ketika mereka sudah duduk berdua berdampingan.


" Apakah ini sayuran yang tidak aku suka itu?? ",, kata Gilbert sebelum menerima suapan dari Elina.


" Iya, ayo aaaaa cobalah dulu baru berkomentar ",, kata Elina kepada Gilbert.


Gilbert walau dia sedikit ragu-ragu, namun dia tetap membuka mulutnya untuk menerima suapan dari Elina.


Gilbert mencoba merasakan kunyahan pertamanya itu sambil menikmati rasanya.


" Hmm ",, kata Gilbert sambil tersenyum.


" Enak sekali, tidak ada rasa pahit-pahitnya, dan sepertinya aku suka, aaaa lagi dong ",, kata Gilbert lagi kepada Elina.


Elina pun langsung saja menyuapi Gilbert lagi dengan penuh perhatian.


Dan tidak tahukah mereka berdua, jika apa yang di lakukan oleh Elina kepada Gilbert diperhatikan oleh semua Keluarganya.


" Ehem ...... ",, deheman dari Kak Ivar untuk Gilbert dan Elina.


Elina langsung saja tersenyum malu ketika merasa di sindir oleh Kak Ivar melalui deheman.


" Apa sih Kak, kenapa iri, itu minta Kak Agnes saja untuk menyuapi Kakak ",, kata dari Gilbert kepada Kak Ivar.


" Siapa yang iri Gilbert, Kakak bahkan bisa lebih dari kamu ko ",, kata Kak Ivar kepada Gilbert.


" Lebih bagaimana?? ",, tanya Gilbert kepada Kak Ivar.


" Ok akan Kakak beri contoh ",, kata Kak Ivar kepada Gilbert.


Semua orang saat ini sedang melihat ke arah Kak Ivar.


Dan Kak Ivar lalu memanggil Agnes untuk mendekat ke arahnya sejenak.


" Ada apa Ayah?? ",, tanya dari Agnes kepada Kak Ivar.


" Sini duduk di samping Ayah ",, kata Kak Ivar kepada Agnes.


Agnes pun langsung saja duduk di samping Kak Ivar seperti perkataan dari Kak Ivar tadi.

__ADS_1


Kak Ivar yang sedang memegang piring berisi daging bakaran tadi, dia pun langsung saja memasukan sedikit daging tadi ke dalam mulutnya.


Dan tanpa di duga oleh Agnes, Kak Ivar tiba-tiba saja langsung menarik tengkuk Agnes untuk dia suapkan dari mulut ke mulut.


Alhasil Kak Ivar saat ini sedang saling suap menyuap menggunakan mulut bersama Agnes.


Elina saja sampai membuka mulutnya sambil tertawa ketika melihat keromantisan dari Kak Ivar kepada Agnes.


Setelah puas mengerjai Gilbert, Kak Ivar masih sambil mengunyah dia pun langsung saja tersenyum miring sambil juga mengangkat sebelah alisnya ke atas kepada Gilbert.


Pietro yang melihat aksi dari sang Kakak tertuanya yang tidak pernah bisa di ajak bercanda, dia pun langsung saja menunjukkan salah satu ibu jarinya kepada Kak Ivar.


" Siapa takut jika cuma berciuman ",, kata Gilbert kepada Kak Ivar dan masih di dengar oleh semua orang.


" Cobalah kalau berani Gilbert ",, tantang dari Pietro kepada Gilbert sambil tersenyum miring.


" Ok siapa takut ",, kata Gilbert kepada Pietro.


" No ",, kata Elina kepada Gilbert.


" No Gilbert jangan lakukan itu, aku malu ",, kata Elina sambil mencegah Gilbert yang terus mendekat ke arahnya.


" Berarti jika tidak ada mereka semua, aku boleh dong mencium kamu?? ",, kata Gilbert kepada Elina.


Mama Jaena yang melihat mungkin bukan waktunya untuk Alva ada di situ, Mama Jaena pun langsung mengajak Alva untuk masuk ke dalam rumah.


'' Kita menonton televisi saja yuk di dalam kamarnya Alva sama Nenek ",, kata Mama Jaena kepada Alva.


" Nanti akan Nenek ambilkan, yang terpenting sekarang kita masuk dulu yuk ",, kata Mama Jaena lagi kepada Alva.


" Iya Nek ",, jawab menurut dari Alva kepada Mama Jaena.


Mama Jaena pun langsung masuk ke dalam rumah bersama Alva.


Dan sesuai permintaan dari Alva tadi, ketika Alva sudah masuk ke dalam kamarnya, Mama Jaena mengambilkan semua makanan yang ada di situ untuk di bawa masuk ke dalam kamarnya Alva.


" Iya tergantung juga sih ",, jawab dari Elina kepada Gilbert.


" Tergantung kenapa?? ",, tanya dari Gilbert kepada Elina.


" Apa status hubungan kita Gilbert?? ",, tanya balik dari Elina kepada Gilbert.


" Waaah sepertinya saat inilah kamu harus meresmikan hubungan kamu dengan Nona Elina Gilbert ",, kata Agnes menyahuti perkataan dari Elina tadi.


Gilbert pun yang mendengar perkataan dari Elina, dia langsung memundurkan badannya sambil menghela nafasnya dengan pelan.


" Kurang gentle kamu Gilbert, dasar pendek ",, kata Pietro mengejek Gilbert.


" Kakak, Gilbert tidak pendek!! ",, jawab Gilbert kepada Pietro.

__ADS_1


" Don't ever call me short again!! " ( Jangan pernah lagi mengataiku pendek!! ) ",, kata Gilbert lagi kepada Pietro.


" Payah ",, kata Pietro lagi mengejek Gilbert.


Kak Ivar seperti bersekongkol dengan Pietro, bahkan ketika Kak Ivar mendengar Pietro mengejek Gilbert, dia gantian menunjukkan ibu jarinya kepada Pietro.


Sedang Elina yang mendengar ejekan dari Pietro kepada Gilbert, dia langsung saja tertawa geli, sebab wajah Gilbert memang terlihat menggelikan karena di tertawakan oleh ke dua Kakaknya.


Gilbert yang mendengar Elina ikut-ikutan mentertawakannya, dia pun langsung saja mengalihkan pandangannya ke arah Elina.


" Kenapa kamu ikut-ikutan tertawa seperti mereka Elina?? ",, tanya Gilbert kepada Elina.


Elina langsung saja terdiam sambil menahan suara tawanya itu ketika di tegur seperti itu oleh Gilbert.


" Jika kamu begini terus, akan sampai kapanpun tidak akan mendapatkan seorang istri Gilbert ",, kata Kak Ivar kepada Gilbert.


" Mau sampai kapan kamu sendiri terus Gilbert, lihatlah umur kamu sudah waktunya untuk menikah ",, lanjut lagi perkataan dari Kak Ivar kepada Gilbert.


" Nona Elina ",, panggil dari Pietro dengan tiba-tiba kepada Elina.


" Iya Tuan Pietro ",, jawab dari Elina kepada Pietro.


" Apakah kamu mau menikah dengan adik saya Gilbert?? ",, tanya dari Pietro kepada Elina.


" Tidak mau Tuan ",, jawab dari Elina kepada Pietro.


Semua orang langsung saja tertawa mendengar jawaban dari Elina tadi.


" Bagus Nona Elina, cari saja laki-laki yang lebih tampan dari Gilbert, dia jorok orangnya ",, kata Molly kepada Elina.


" Kalian semua jahat kepadaku!! ",, kata Gilbert kepada semua orang dengan nada dan wajah yang terdengar marah.


Dan setelahnya Gilbert langsung saja berdiri dari duduknya untuk berlalu pergi dari situ.


" Eh kamu mau kemana Gilbert?? ",, kata semua orang dengan reflek kepada Gilbert.


Namun semua itu hanyalah prank semata, Gilbert yang sudah beranjak berdiri dari duduknya, tiba-tiba saja dia langsung mengukung tubuhnya Elina dan langsung menciumnya juga tepat di bibirnya dihadapan semua orang.


Semua orang langsung saja terkejut dengan sikap dari Gilbert kepada Elina, termasuk Elinanya sendiri.


Kecuali Kak Ivar dan Pietro, mereka tersenyum miring sambil menaikan sebelah alisnya ke atas ketika melihat sikap Gilbert kepada Elina yang sungguh sangat berani.


...❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️...


Maaf ya readers jika Up babnya tidak bisa teratur seperti biasanya, karena di daerah author sedang dilanda bajir cukup parah🥺.


Dan sudah empat hari ini air belum surut malah semakin naik.


Mohon doanya ya readers semoga airnya segera surut dan kita semua di sini bisa beraktifitas seperti sedia kala😊.

__ADS_1


...🛠️🛠️🛠️🛠️🛠️🛠️🛠️🛠️🛠️🛠️🛠️🛠️🛠️...


...***TBC***...


__ADS_2