
Hari pun silih berganti, biasanya Pietro yang akan terbangun lebih dulu dari Molly sebelum fajar singgah di singgasananya.
Kali ini sejak beberapa hari yang lalu, Pietro akan selalu bangun siang, dan badannya pun juga terasa berat sekali untuk dia gerakan, terutama kepalanya yang akan selalu pusing untuk dia buat bangun tidur.
Molly yang sudah bangun daritadi dan baru saja selesai membuat sarapan seperti biasanya, dia langsung saja mencoba ingin membangunkan Pietro.
Namun ketika Molly sudah sampai di dalam kamarnya, dia langsung melihat Pietro sedang duduk bersandar di sandaran ranjang dengan wajah yang terlihat sangat pucat sekali.
" Astaga Kakanda, wajah Kakanda sangat pucat sekali ",, kata Molly sambil memegangi wajah tampan sang suami menggunakan ke dua telapak tangannya.
Pietro hanya diam saja sambil menatap wajah Molly dengan mata sayunya itu.
" Kakanda sakit?? ",, tanya dari Molly kepada Pietro.
Pietro hanya mengangguk saja kepada Molly, karena ketika dia membuka mulutnya rasanya Pietro ingin muntah.
" Sebentar Molly buatkan sesuatu untuk Kakanda ",, kata Molly kepada Pietro.
Lagi dan lagi Pietro hanya mengangguk pelan saja kepada Molly.
Setelahnya Molly berlalu keluar dari dalam kamarnya untuk membuatkan sesuatu untuk Pietro.
Entah apa yang akan di buat oleh Molly, Pietro tidak banyak bertanya kepada Molly.
Selang lima belas menit kemudian, Molly sudah kembali lagi ke dalam kamar sambil membawa segelas air seperti air teh, dan yang satunya lagi Molly membawa sesuatu di dalam cawan kecil yang berwarna hampir sama dengan air teh yang tadi.
" Apa itu My Queen?? ",, tanya Pietro kepada Molly.
" Ini adalah ramuan yang biasa Ayah Molly buat dulu, ketika Molly sedang sakit, dan Molly juga sering meminumnya dulu Kakanda ",, jawab dari Molly kepada Pietro.
" Cobain dulu yuk, ini enak lho, bisa membuat badan lebih fresh lagi ",, kata Molly kepada Pietro sambil menyodorkan air yang ada di dalam cawan tadi.
Pietro yang tidak anti dengan ramuan, dia langsung saja meminum ramuan yang di berikan oleh Molly tadi tanpa ada rasa curiga sama sekali.
" Dan ini teh herbal dari daun herbal yang ada di ruang pengobatannya Kakanda ",, kata Molly sambil memberikan teh yang ada di dalam cangkir.
Pietro pun sekali lagi, dia menenggak semua minuman itu dengan sekali tenggakkan, dan sekarang hanya sisa wadahnya saja.
" Bagaimana enak kan, tidak pahit, sekarang tunggu sebentar, biar Molly ambilkan makanan dulu untuk Kakanda '',, kata Molly lagi kepada Pietro.
Pietro hanya diam saja sambil mengangguk lemah seperti tadi kepada Molly.
Setelahnya Molly keluar lagi dari dalam kamar, sambil membawa semua wadah kosong tadi.
__ADS_1
Dan Molly lalu kembali lagi ke dalam kamar sambil membawa sebuah makanan yang dia taruh di atas nampan.
" Makan dulu yu Kakandaku sayang ",, kata Molly dengan sangat lembut sekali kepada Pietro.
Pietro yang di panggil sayang oleh Molly, dia langsung saja tersenyum dengan sangat manis sekali.
Molly dengan penuh perhatian dan sayang dia menyuapi Pietro makan hingga semua makanan yang ada di dalam piring itu habis tidak tersisa.
Ketika Molly sedang sibuk membereskan semua bekas makannya Pietro untuk dia bawa keluar dari dalam kamar, tiba-tiba saja ponsel miliknya pribadi yang dia taruh di atas meja samping ranjang berdering dengan cukup kencang sekali.
Melihat nama sang Kakak ipar yaitu Agnes, Molly pun langsung mengangkatnya dan Pietro yang melihat dia hanya diam saja sambil mendengarkan percakapan antara Agnes bersama Molly.
" Halo Kak Agnes ",, sapa Molly kepada Agnes.
" Halo juga Molly, apakah nanti kamu sibuk,?? karena Kakak ingin mengajak kamu masak-masak di rumah ",, kata Agnes kepada Molly.
Agnes tidak bakal berani mengajak Molly pergi atau hangout di luar, karena itu pasti tidak akan di perbolehkan oleh Pietro.
" Molly tidak bisa Kak, karena saat ini Kakanda sedang sakit ",, jawab Molly kepada Agnes.
" Oh ya sudah deh kalau begitu, dan nanti Kakak akan bilang sama Kak Ivar jika adik tercintanya sedang sakit sekarang ",, kata Agnes kepada Molly.
" Iya terserah Kakak ",, jawab dari Molly lagi kepada Agnes.
" Oh ya apakah kamu sudah memakai barang pemberian dari Kakak yang untuk mengetes itu Molly?? ",, tanya dari Agnes lagi kepada Molly.
" Astaga itu memakainya mudah sekali Molly ",, jawab dari Agnes kepada Molly.
Setelahnya Agnes langsung menjelaskan kepada Molly dari kegunaan benda yang dia berikan untuk Molly kemarin.
" Bagaimana apakah kamu sudah faham Molly?? ",, tanya dari Agnes lagi kepada Molly.
" Iya Kak sudah faham, nanti akan Molly coba ",, jawab dari Molly kepada Agnes.
" Iya sudah kalau begitu Kakak tutup dulu ya teleponnya Molly, karena Kakak cuma ingin berbicara itu saja kepada kamu ",, kata Agnes lagi kepada Molly.
" Baik Kak ",, jawab Molly kepada Agnes.
Dan setelahnya sambungan telepon mereka pun terputus juga.
Malamnya ketika waktu baru menunjukkan pukul setengah tujuh malam, rumah Pietro kedatangan tamu, dan tamunya itu adalah Kak Ivar, Agnes, dan juga Gilbert tentunya.
Mereka semua sengaja datang, karena mendengar kabar jika Pietro sedang sakit dari Agnes tadi, sebab di antara mereka semua Pietrolah yang jarang sakit.
__ADS_1
Jadi mendengar Pietro sedang sakit, Kak Ivar menjadi sangat khawatir sekali dan ingin segera melihat keadaan dari sang adik terbloonnya itu.
" Hai Kak Molly ",, sapa dari Gilbert kepada Molly.
" Hai juga Gilbert, ayo Kak Agnes, Kak Ivar silahkan masuk ",, kata Molly kepada semua Keluarganya.
" Pietronya mana?? ",, tanya dari Kak Ivar kepada Molly.
" Itu ada di ruang Keluarga sedang menonton televisi ",, jawab dari Molly kepada Kak Ivar.
Setelahnya mereka semua langsung saja beranjak menuju ke ruang Keluarga.
Pietro yang sudah mendengar suara sang Kakak datang ke rumahnya, dia hanya membiarkannya saja tanpa mau menyapa atau mempersilahkan duduk seperti biasanya.
" Katanya kamu sedang sakit Pietro?? ",, tanya dari Kak Ivar kepada Pietro dengan sangat perhatian sekali.
" Iya ",, jawab Pietro kepada Kak Ivar sambil berusaha duduk dari rebahannya.
" Oh ya Molly, apakah kamu sudah mencoba barang yang tadi pagi Kakak bicarakan kepadamu?? ",, tanya dari Agnes dengan cara tiba-tiba kepada Molly.
" Sudah ",, jawab Molly kepada Agnes.
Dan barang itulah yang seharian ini membuat Pietro menjadi sangat penasaran sekali, sebab Molly tadi ketika di tanya oleh Pietro dia selalu berkelit lidah.
" Coba lihat sini, apa hasilnya ",, kata Agnes lagi kepada Molly dengan wajah yang sudah sangat tidak sabaran sekali.
" Sebantar akan Molly ambilkan dulu Kak '',, kata Molly kepada Agnes dan masih di dengar oleh Pietro, Gilbert dan juga Kak Ivar.
Agnes hanya mengangguk saja kepada Molly, dan Molly langsung saja beranjak pergi menuju ke dalam kamarnya.
Lima menit kemudian Molly sudah keluar sambil membawa barang tersebut, dan semua para laki-laki yang melihat barang yang di bawa oleh Molly, mereka semua langsung mempunyai satu pemikiran yang sama.
Sedang Agnes dia sudah sangat tidak sabaran sekali ingin melihat barang yang di bawa oleh Molly.
" Cepat sini Molly cepat, Kakak sudah tidak sabar ",, kata Agnes kepada Molly.
Dan dengan menurut, Molly langsung saja memberikan barang tersebut kepada Agnes.
...🪴🪴🪴🪴🪴🪴🪴🪴🪴🪴🪴🪴🪴...
Hayoo di sini siapa yang penasaran dengan barang yang di berikan oleh Molly kepada Agnes😅🤭.
Makanya stay tune terus readers👍.
__ADS_1
...🛠️🛠️🛠️🛠️🛠️🛠️🛠️🛠️🛠️🛠️🛠️🛠️🛠️...
...***TBC***...