
Pietro masih santai-santai saja ketika Molly menatap ke arahnya karena tuduhan yang di tuduhkan oleh Freja tadi.
Dan Molly sendiri ketika sudah menatap ke arah Pietro, dia langsung saja mengalihkan pandangannya lagi ke arah Freja.
" Anda berjanda ya Nona kepada saya?? ",, kata Molly kepada Freja.
" Janda.......... siapa yang janda??, saya belum punya suami ",, jawab Freja kepada Molly.
" Siapa yang bilang anda sudah punya suami, saya bilangnya berjanda,.......... ",, kata Molly kepada Freja.
" Tadi kan kamu mengatakan jika Kakanda yang sudah membunuh kamu, nah itu kamu berjanda kan sama saya?? ",, kata Molly lagi kepada Freja.
" Bercanda bukan berjanda!! ",, jawab Freja kepada Molly sambil menunjukkan wajah marahnya.
Freja berbicara kepada Molly sambil terus menahan rasa panas yang sudah di rasakannya di dalam tubuhnya.
Dan setelah mendengar perkataan dari Molly seperti tadi, Freja langsung saja ingin terbang ke arah Molly.
Pietro yang melihat Freja hampir saja sampai di depan Molly, dia langsung saja menangkap Freja dan langsung di lemparkannya ke arah meja.
" Uhuk-uhuk........ ",, Freja terbatuk karena cekikan leher dari tangan Pietro tadi.
" Kakanda bisa memegang hantu?? ",, tanya Molly kepada Pietro.
Pietro hanya mengangguk saja menanggapi perkataan dari Molly.
" Jika kamu berani mendekat lagi ke arah istriku, siap-siap saja kamu tidak akan bisa melihat dunia ini lagi untuk ke dua kalinya!! ",, kata Pietro kepada Freja.
" Lihatnya Nyonya Molly, tadi suami anda mengatakan jika saya tidak bisa melihat dunia lagi, berarti sudah jelas kan, jika memang dia yang membunuh saya kemarin ",, kata Freja kepada Molly sambil berdiri lagi.
" Hahahahahahaha............. ",, Molly bukannya menjawab perkataan dari Freja namun dia malah langsung tertawa dengan sangat keras sekali.
Dan suara tawa dari Molly membuat Freja sedikit ke bingungan.
" Anda lucu sekali Nona Freja ",, kata Molly kepada Freja.
" Lucunya dimana Nyonya??, saya memang berkata jujur ",, bantah Freja kepada Molly.
" Iya lucu,........ anda tadi bilang jika suami saya yang sudah membunuh anda kemarin, padahal kemarin suami saya seharian bersama saya tidak pergi meninggalkan saya kemanapun, bahkan dia juga ikut menonton anda yang meninggal bunuh diri meloncat dari gedung bertingkat itu, terus dimananya suami saya membunuh anda Nona?? ",, jawab Molly kepada Freja.
Kali ini perkataan Molly sangat cerdas sekali untuk mengskakmat Freja.
" A............. ",, Freja yang sudah membuka mulutnya, langsung saja terdiam karena yang di katakan oleh Molly memang benar adanya.
" Iiiisssshhh, menjengkelkan sekali Nyonya Molly ini, bagaimana aku bisa meyakinkan dia jika memang Tuan Pietro yang sudah membuatku depresi terus aku bunuh diri ",, kata batin dari Freja yang hanya diam saja.
__ADS_1
" Dan ini kenapa tubuhku juga terasa semakin panas saja, membuatku tidak tahan saja berada disini!! ",, kata batin dari Freja lagi.
Sedang Pietro yang mendengar perkataan dari Molly tadi, dia langsung saja menampilkan senyum Psikopatnya kepada Freja.
Dan Freja yang melihat senyum tersebut, semakin terlihatlah ke marahan di dalam wajahnya.
" Anda kenapa Nona Freja?? ",, tanya dari Molly kepada Freja dengan lugunya.
" Oh ya Nona Freja, tolong dong berjalan ke arah meja sana ",, kata Molly lagi kepada Freja.
Dan bodohnya Freja dia menurut saja apa kata dari Molly tadi.
" Sudah........ ",, jawab Freja kepada Molly ketika dia sudah sampa di depan meja yang di tunjuk oleh Molly.
" Nah di situ ada sisir, pakailah, saya tidak betah melihat rambut anda yang berantakan itu Nona ",, kata Molly kepada Freja.
Freja sedikit loading dulu untuk mencerna perkataan dari Molly, setelah bisa mengerti maksud dari perkataannya Molly, dia langsung saja berteriak semakin marah saja.
" Aaaaaaaaaaaaaaaa............. anda jangan membuat kesabaran saya habis Nyonya Molly!! ",, kata Freja kepada Molly dengan nada yang terdengar sangat marah sekali.
Namun Molly saat ini dia tenang saja melihat arwah si Freja yang sedang marah.
Entahlah apa karena ada Pietro di sisinya, atau karena penampilan Freja yang biasa saja tidak menyeramkan seperti hantu yang pernah di lihatnya kemarin.
" Memangnya saya daritadi berbuat apa sama anda Nona?? ",, tanya Molly dengan polosnya kepada Freja.
" Saya ke sini karena saya tidak terima harus meninggal, dan meninggal saya karena di sebabkan oleh Tuan Pietro!! ",, kata Freja kepada Molly.
" Tapi anda daritadi malah mengajak saya berbicara terus, hingga membuat saya lupa akan tujuan utama saya untuk datang kesini!! ",, sambung lagi perkataan dari Freja kepada Molly.
" Jadi sekarang terimalah akibatnya untuk kemarahan dari saya!!! ",, kata Freja lagi kepada Molly sambil terbang lagi ke arah Molly.
Pietro yang melihat kemarahan dari Freja, dia sudah mulai bersiap-siap serta berjaga-jaga jika Freja tiba-tiba akan menyerang.
Namun tidak di sangka oleh Pietro, ketika Freja sudah terbang mendekat ke arah Molly, tubuhnya yang transparan itu langsung saja di lempar bantal oleh Molly membuat Freja langsung saja menghentikan gerakannya.
Molly setelah melempar bantal tersebut, dia langsung saja tertawa garing karena di lihat Freja dengan tatapan kemarahannya.
" Jika kamu marah dengan saya, hadapi saya, jangan istri saya!! ",, kata Pietro kepada Freja sambil turun dari atas ranjang.
" Sini ",, kata Pietro mengundang Freja untuk mendekat.
" Aaaaaaaa................ ",, Freja yang mendengar perkataan dari Pietro dia langsung terbang mendekat ke arah Pietro sambil berteriak.
Namun Pietro dia tetap tenang dan santai saja melihat Freja terbang ke arahnya.
__ADS_1
Sedang Molly sendiri dia masih duduk anteng di atas ranjang sambil memperhatikan Pietro dan juga Freja.
" Kamu harus menerima pembalasanku!! ",, kata Freja kepada Pietro.
" Tungguuuuuu.............!! ",, cegah dari Molly kepada Freja.
Dan perkataan dari Molly langsung saja membuat Freja menghentikan gerakan terbangnya ke arah Pietro.
" Ada apa??!! ",, tanya Freja kepada Molly dengan nada yang terdengar marah.
" Tidak apa-apa, cuma ingin memanggil saja ",, jawab Molly dengan polosnya kepada Freja.
Pietro sebenarnya daritadi sudah ingin mencubit pipinya Molly, karena dia tidak tahan dengan tingkah polos Molly menghadapi Freja.
Namun Pietro tahan sekuat tenaga, karena sekarang bukanlah saat yang tepat.
Freja sendiri yang mendengar jawaban santai dari Molly, dia langsung terlihat semakin marah saja, dan tanpa fikir panjang lagi Freja langsung berbalik arah ingin menyerang Molly.
Pietro yang melihat hal tersebut, tentu saja dia tidak akan membiarkannya.
Dan Pietro langsung saja melemparkan salib serta jimat yang sudah di siapkannya daritadi ke arah Freja, membuat Freja langsung saja jatuh ke atas lantai dengan tangan yang sudah menggapai ranjang.
Molly yang melihat Freja terjatuh karena lemparan sesuatu di punggungnya, dia hanya menatapnya saja dengan tatapan polosnya.
" Sakit........ sakit sekali punggungku ",, kata Freja dengan lirih dan masih di dengar oleh Molly.
" Aaaah tubuhku juga semakin panas, aku sudah semakin tidak tahan ",, kata Freja lagi sambil mengusap sekujur tubuhnya.
Baik Molly dan Pietro mereka berdua hanya diam saja sambil terus memperhatikan apa yang sedang di lakukan oleh Freja.
Jam yang sudah menunjukkan pukul dua dini hari tidak membuat Pietro dan Molly mengantuk lagi, karena ke datangan dari Freja ke dalam kamar mereka.
" Aaaaaah panas ",, kata Freja lagi, dan sebagian kakinya sudah terlihat seperti meleleh.
Pietro yang melihat hal tersebut, dia langsung menyilangkan ke dua tangannya sambil menunggu Freja musnah dengan sendirinya.
Sedang Molly dia malah semakin menajamkan matanya, karena baru pertama kali melihat tubuh seorang arwah meleleh seperti itu.
" Aaaaaaa kakiku,......... ",, teriak kesakitan dari Freja lagi yang melihat kakinya meleleh.
Lama-kelamaan dari kaki semakin naik ke atas, ke atas dan ke atas lagi, hingga perlahan tapi pasti tubuh Freja menghilang dan meleleh dengan sendirinya dari hadapan Pietro dan juga Molly.
" Eeh dia bisa begitu ya?? ",, perkataan dari Molly yang terdengar sangat membagongkan sekali.
Jika Freja masih ada, pasti dia akan marah sekali mendengar perkataan dari Molly.
__ADS_1
...๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ...
...***TBC***...