
Pietro sangat puas sekali melihat Freja hancur dengan sendirinya karena ulah dia sendiri tanpa perlawanan yang sengit bersamanya.
Senyum Psikopat tercetak jelas di bibir seksinya melihat kehancuran dari Freja.
Sedang Molly dia masih tidak menyangka bisa melihat arwah meleleh dan hancur di depan matanya seperti itu.
" Kakanda?? ",, panggil Molly kepada Pietro.
Pietro yang sedang asik mentertawakan Freja, dia langsung tersadar dari masa melamunnya itu ketika di panggil oleh Molly.
" Hemm eh iya My Queen ",, jawab Pietro kepada Molly.
" Tadi Kakanda melemparkan apa ke arah Freja, ko dia tiba-tiba bisa hancur meleleh seperti itu?? ",, tanya Molly kepada Pietro.
" Tidak melemparkan apa-apa ",, jawab Pietro kepada Molly sambil berjalan ke arah ranjang.
" Ah masa sih?? ",, kata Molly sedikit tidak percaya dengan perkataan dari Pietro.
" Ini lihatlah, Kakanda cuma melemparkan salib ke arah dia saja ",, kata Pietro kepada Molly sambil mengambil salib yang di lemparkannya tadi.
Pietro sengaja tidak memperlihatkan jimat yang juga di lemparkannya tadi ke arah Freja, karena Pietro sedang malas menjelaskan banyak hal kepada Molly.
Untung saja Molly percaya dengan perkataan dari Pietro, jika tidak Pietro pasti akan menjawab pertanyaan demi pertanyaan yang di lontarkan oleh Molly.
Sambil duduk di pinggir ranjang, tiba-tiba saja Pietro tertawa sendiri.
" Hahaha........ ",, suara tawa pelan dari Pietro yang membuat Molly sedikit keheranan.
" Kakanda kenapa tertawa?? ",, tanya Molly kepada Pietro.
" Tidak apa-apa, sudah yuk tidur lagi, ini masih terlalu malam untuk bangun ",, jawab Pietro kepada Molly sambil merebahkan badannya di atas ranjang lagi.
Walau bingung dan tidak mendapatkan jawaban yang memuaskan dari Pietro, Molly tetap menurut saja ketika di ajak tidur lagi sambil saling berpelukan.
Sedang Pietro sambil memeluk Molly dia masih tersenyum sendiri, karena dia masih merasa gemas dengan tingkah Molly malam itu.
Bahkan untuk menyalurkan rasa gemasnya itu, Pietro sampai memeluk Molly dengan sangat erat sekali, hingga membuat Molly sedikit merasa sesak dadanya.
Hari pun berganti dengan hari, seperti biasanya sebelum matahari terbit, Pietro sudah bangun terlebih dahulu untuk berolahraga pagi dan juga merawat semua benda tajam miliknya itu.
Ketika Pietro sudah berolahraga pagi tadi dia tiba-tiba saja teringat dengan kurir pengantar makanan yang semalam yang datang ke rumahnya.
" Kira-kira keadaan kurir pengantar makanan semalam bagaimana ya?? ",, kata dari Pietro sambil tersenyum sendiri.
Setelah berkata seperti itu, Pietro yang awalnya ingin memutuskan masuk ke dalam rumahnya dia urungkan niatnya dan akhirnya berlari-lari kecil sambil berolahraga menuju ke arah depan hutan.
Dari jauh Pietro sudah melihat mobil pengantar makanan yang sedang berhenti menabrak pohon.
Entah darimana fikiran jahil Pietro datang lagi, tiba-tiba saja dia mempunyai niat untuk mengerjai kurir pengantar makanan yang semalam.
Pietro yang melihat ada beberapa arwah di balik pohon sedang bermain sambil menatap ke arah dirinya, dia lalu memanggilnya untuk mendekat ke arahnya.
" Kalian bertiga ke sini sebentar ",, perintah Pietro kepada beberapa arwah itu.
__ADS_1
Sontak saja para arwah atau hantu itu langsung terbang mendekat ke arah Pietro.
" Iya sang King ",, jawab dari salah satu hantu kepada Pietro.
" Ikut saya sebentar ",, kata Pietro kepada ke tiga arwah tersebut.
Ketiga hantu itu langsung saja mengangguk kepada Pietro.
Lalu ketiga arwah itu langsung saja terbang di belakang Pietro dan mengikuti kemana langkah kaki Pietro melangkah yang ternyata sedang berjalan menuju ke mobil milik pengantar makanan semalam.
Pietro yang sudah sampai di samping mobil pengantar makanan tadi, sebelum mengetuk kaca mobilnya, dia mengatakan sesuatu kepada ke tiga arwah yang mengikutinya.
" Kalian nanti jika dia sudah pergi harus segera menutupi tubuh saya, seolah-olah saya terlihat menghilang dari penglihatannya, faham kalian bertiga!! ",, kata Pietro kepada ke tiga arwah itu.
" Faham sang King ",, jawab serempak dari ke tiga arwah itu kepada Pietro.
Dan setelahnya Pietro langsung saja mengetuk kaca pintu mobil pengantar makanan tersebut.
Kurir pengantar makanan yang sedang pingsan akhirnya terbangun juga ketika dia mendengar ada yang sedang mengetuk kaca mobilnya.
Ketika sang kurir sudah sadar, alangkah terkejutnya dia, di saat dia melihat Pietro sedang berdiri di samping mobilnya.
Dengan perasaan ketakutan sang kurir tetap saja membukakan kaca mobilnya untuk melihat Pietro dengan jelas.
Dan Pietro sendiri yang melihat kaca mobilnya sudah di buka oleh kurir itu, dia langsung saja mengatakan sesuatu.
" Apakah semalam anda tidur di sini?? ",, tanya Pietro kepada sang kurir.
" I........ Iya Tuan ",, jawab dari sang kurir dengan sangat ketakutan sekali kepada Pietro.
Dengan masih gemetaran sang kurir pun lalu menjawab lagi perkataan dari Pietro.
" Ba......... baik Tuan ",, jawab sang kurir kepada Pietro.
Setelahnya kurir itu langsung saja menyalakan mesin mobilnya dan untung saja bisa, walau kap mobil depannya penyok karena menghantam sebuah pohon semalam.
" Sss..... sa......saya permisi dulu Tuan ",, kata sang kurir kepada Pietro.
Pietro hanya mengangguk saja kepada kurir tersebut.
Dan kurir itu langsung saja menjalankan mobilnya untuk pergi dari situ.
" Ayo kalian cepat tutupi tubuh saya ",, bisik Pietro kepada ke tiga hantu yang tadi.
Ke tiga hantu itu langsung saja menjalankan perintah dari Pietro.
Sang kurir yang sudah sekitar lima meter mengendarai mobilnya, dia mencoba melihat Pietro dari spion mobilnya namun dia tidak melihat keberadaannya Pietro sama sekali.
Hal itu membuat sang kurir reflek menghentikan mobilnya untuk mengintip ke arah belakang.
Untuk lebih memastikannya lagi sang kurir lalu keluar dari dalam mobilnya untuk mencari keberadaan dari Pietro, akan tetapi dia tetap tidak melihatnya.
" Tu........ tuan tadi ko cepat sekali menghilangnya, pasti benar jika Tuan tadi dia bukan manusia?? ",, kata sang kurir dengan sangat ketakutan sekali.
__ADS_1
Alhasil kurir itu yang merasa sangat ketakutan, dia langsung saja masuk lagi ke dalam mobilnya dan mengendarainya dengan kecepatan yang cukup tinggi sekali, supaya dia bisa segera keluar dari kawasan hutan tersebut.
Sedang Pietro yang bisa melihatnya dengan jelas tingkah dari kurir itu di balik tubuh para hantu tadi, setelah kepergian dari sang kurir dia langsung saja tertawa dengan sangat keras sekali.
Sebab dia merasa sudah berhasil bisa mengerjai lagi kurir pengantar makanan semalam.
Setelah puas mengerjai pengantar makanan tadi, Pietro lalu memutuskan kembali lagi ke rumah mewahnya dan menyuruh para hantu tadi untuk pergi darinya.
Sesampainya di dalam rumah, seharian itu Pietro dan Molly, mereka berdua menghabiskan waktu mereka di dalam rumah saja.
Dan ketika sore harinya di saat waktu sudah menunjukkan pukul empat sore, tiba-tiba saja Pietro yang baru saja datang dari ruang penyimpanan semua alat-alat kerjanya, dia langsung berjalan mendekati Molly yang sedang berada di ruang Keluarga sambil menonton televisi di temani si King.
Pietro langsung saja duduk di shofa sebelah Molly sambil ikut mengambil camilan yang sedang di makan oleh Molly.
Namun Pietro mengambilnya bukan dari wadahnya, melainkan dari dalam mulut Molly.
Akhirnya mereka berciuman dengan cukup lama dengan Pietro yang menikmati camilan dari mulut Molly langsung.
" Kakanda suka sekali mengejutkan Molly ",, tegur dari Molly sambil melepaskan ciuman bibir dari Pietro.
Pietro hanya tersenyum saja mendengar teguran dari Molly.
" Apakah kamu sudah lebih enakkan badannya My Queen keadaannya?? ",, tanya Pietro kepada Molly.
" Sudah Kakanda, sejak bangun tidur pagi tadi, badan Molly terutama punggung Molly sudah lebih baik lagi rasanya, dan sudah cukup nyaman untuk di gerakkan ",, jawab Molly kepada Pietro.
" Mau Kakanda ajak ke suatu tempat?? ",, tanya Pietro kepada Molly.
" Mau-mau ",, jawab Molly dengan sangat semangat sekali kepada Pietro.
" Memangnya Kakanda mau mengajak Molly kemana?? ",, tanya Molly kepada Pietro.
" Ada saja ",, jawab Pietro kepada Molly.
" Ya sudah yuk kita ganti baju, dan sepertinya Kakanda juga harus beli baju lagi, karena baju Kakanda semuanya kamu pakai seperti ini ",, kata Pietro dengan panjang kali lebar kepada Molly.
Dan sepertinya cuma kepada Molly saja Pietro mau berbicara panjang lebar seperti itu.
Molly langsung saja tertawa mendengar perkataan dari Pietro.
Sebab Molly memang jika di dalam rumah, sering-seringnya memakai kaos oblong milik Pietro.
Walau kebesaran, tapi Molly merasa nyaman, sebab bebas untuk bergerak.
Pietro yang gemas dengan tingkah Molly, dia langsung saja mencubit manja hidung mancung yang di miliki oleh Molly.
...๐ช๏ธ๐ช๏ธ๐ช๏ธ๐ช๏ธ๐ช๏ธ๐ช๏ธ๐ช๏ธ๐ช๏ธ๐ช๏ธ๐ช๏ธ๐ช๏ธ๐ช๏ธ๐ช๏ธ...
Jangan terlalu berharap ada Bab hareudang ya readers, karena seharian kemarin saya sudah membuat Bab hot seperti itu tapi ditolak terus๐ฌ.
Jangan heran ya jika semua novel saya Babnya panjang-panjang semua๐คญ๐ .
...๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ...
__ADS_1
...***TBC***...