KING PSYCHOPATH

KING PSYCHOPATH
UNIKNYA SEORANG PIETRO


__ADS_3

Greta yang tadi baru saja pulang bermain dengan Ansel, ketika baru saja sampai rumah si Pietro, dia buat cukup terkejut, ketika melihat Molly sedang di gendong oleh Kak Ivar bukannya Pietro.


" Lho-lho itu Molly kenapa,?? ko di gendong sama Kakaknya Tuan Kejam, terus Tuan kejamnya dimana?? ",, kata Greta dengan ekspresi yang sangat terkejut sekali.


Greta yang sangat penasaran, dia lalu mencoba masuk ke dalam rumah si pietro untuk mencari keberadaannya Pietro.


" Eeh ko Tuan Pietro sedang berantem dengan adiknya, ada apa ini sebenarnya?? ",, tanya dari Greta kepada dirinya sendiri.


Ketika Greta melihat Pietro dan Gilbert keluar dari dalam rumah, Greta tentu saja langsung mengikuti kemana langkah kaki dari ke dua orang itu melangkah.


Dan di saat Gilbert maupun Pietro sudah masuk ke dalam mobil mereka masing-masing, Greta langsung saja ikut masuk juga ke dalam mobil milik Pietro.


Pietro dibuat sedikit terkejut ketika dia melihat Greta tiba-tiba sudah duduk di kursi depan sampingnya.


" Untuk apa kamu disini,!! pergi sana!! ",, kata Pietro kepada Greta.


" Mau anda mengusir saya, saya tidak akan pergi, karena saya ingin tahu keadaan dari sahabat saya Molly, kenapa dia tidak bersama anda malah bersama Kakak anda ",, jawab berani dari Greta kepada Pietro.


Pietro yang fikirannya sedang kalut dan hanya tertuju kepada Molly saja, dia akhirnya membiarkan saja si Greta untuk ikut satu mobil bersamanya.


Dan sesampainya di rumah sakit, tentu saja Greta langsung mengikuti kemana brankar pasiennya Molly di dorong masuk oleh para petugas medis tersebut.


Tidak cuma Pietro saja yang ikut masuk ke dalam ruang perawatannya Molly, melainkan Greta juga.


Greta sama seperti Pietro, dia memperhatikan sekali bagaimana para petugas tenaga medis itu sedang memeriksa keadaannya Molly.


Dan saat ini ketika para petugas tenaga medis itu sudah selesai memeriksa keadaannya Molly, dia langsung saja memberitahukannya kepada Pietro.


" Tuan ",, panggil sang Dokter kepada Pietro.


" Ada apa!! ",, jawab Pietro dengan nada dinginnya kepada sang Dokter.


" Sepertinya istri anda sedang hamil Tuan, dan saat ini kami akan membawanya ke ruang Doketer Spesialis kandungan untuk melihat dan mengetahuinya secara langsung, apakah anda mengijinkannya Tuan?? ",, kata sang Dokter kepada Pietro.


" Dimana ruang Dokter Kandungannya?? ",, tanya dari Pietro kepada Dokter itu.


" Tidak jauh dari ruang UGD ini Tuan ",, jawab dari sang Dokter lagi kepada Pietro.

__ADS_1


" Dokternya laki-laki apa perempuan?? ",, tanya dari Pietro lagi kepada Dokter tersebut.


" Kebetulan saat ini yang berjaga adalah Dokter laki-laki Tuan ",, jawab dari Dokter itu kepada Pietro.


" Carikan yang Dokter perempuan, kalian semua saja yang di sini sudah banyak yang laki-laki, dimana Dokter yang perempuan, apakah tidak ada di rumah sakit ini!! ",, kata Pietro kepada Dokter itu.


" Maaf Tuan, anda jangan membuat keributan di sini!! ",, tegur dari Dokter yang satunya lagi kepada Pietro.


Dengan santainya Pietro langsung berjalan mendekat ke arah Dokter tersebut, dan tiba-tiba saja Pietro langsung mencekik leher Dokter itu sambil berkata sesuatu.


" Jika bukan karena Kakakku yang 514l4n itu, saya juga tidak mau membawa istri saya ke rumah sakit, karena saya bisa menyembuhkannya sendiri!! ",, kata Pietro dengan suara Psikopat mode onnya.


" Anda cuma sebagai Dokter saja sombong,!! jika anda menyuruh saya untuk merubah genetik darah anda, akan saya lakukan sekarang juga dan saya bisa!! ",, kata Pietro lagi sambil melepaskan kasar cekikannya tadi di leher sang Dokter.


Hingga membuat sang Dokter langsung jatuh tersungkur ke atas lantai yang dingin.


" Cepat carikan Dokter perempuan!! ",, perintah tegas dari Pietro kepada semua para tenaga medis yang ada di situ.


Greta yang melihat semuanya, dia sebenarnya juga sedikit merasa kesal kepada Pietro dan juga Dokter itu.


Namun ketika Dokter itu di perlakukan seperti itu oleh Pietro, Greta juga merasa sangat senang sekali.


Di dalam rumah sakit itu tentu saja banyak arwah dan hantu gentayangan, dan Greta juga melihatnya sendiri.


Namun Greta tidak mau menyapa mereka atau menegur mereka sama sekali.


Tidak berlangsung lama, akhirnya sang asistan Dokter yang tadi di suruh untuk mencari informasi pun sudah kembali lagi menghadap kepada Dokternya.


" Bagaimana?? ",, tanya dari Dokter itu kepada asistannya.


" Ada Dokter, tadi saya sudah meminta tolong kepada Dokter Dae untuk standby di ruangan dulu ",, jawab dari asistan Dokter itu kepada Dokternya.


Sang Dokter pun hanya mengangguk saja kepada asistannya.


" Ayo Tuan ikut dengan kami, saya akan membawa istri anda ke ruangan Dokter perempuan yang anda inginkan ",, kata sang Dokter kepada Pietro.


Pietro hanya mengangguk pelan saja kepada sang Dokter itu.

__ADS_1


Bukan Keluarga pasien yang menurut kepada para tenaga medis, melainkan tenaga medislah yang menurut dengan Pietro, apalagi patuh dengan prosedur rumah sakit.


Itulah Pietro, dan Pietro dia sedikit berbeda, dia tidak suka dengan peraturan apalagi mematuhinya, dan justru dialah yang harus di ikuti serta dituruti keinginannya oleh para tenaga medis tersebut.


Melihat pintu ruang perawatannya Molly sudah terbuka dari dalam, Kak Ivar, Agnes dan juga Gilbert yang masih setia menunggu di depan ruangan.


Mereka semua langsung saja bergegas mengikuti kemana brankar Molly yang masih belum sadarkan diri itu di bawa.


" Sebenarnya apa yang terjadi Pietro, dan Molly mau di bawa kemana?? '',, tanya Kak Ivar kepada Pietro sambil terus berjalan.


" Mau di masukkan ke dalam kamar mayat!! ",, jawab asal dari Pietro kepada Kak Ivar.


Para tenaga medis yang mendengar jawaban dari Pietro untuk Kak Ivar, mereka semua tersenyum dan tertawa dalam diamnya.


Terlebih lagi mereka semua melihat Agnes langsung menangis sejadi-jadinya karena mengira Molly tidak bisa terselamatkan nyawanya.


Sedang untuk Gilbert sendiri, dia berjalan dengan wajah terbengong.


Karena Gilbert tidak menyangka dengan kebodohan dari sang Kakak yang sampai menyebabkan istrinya meninggal dunia.


Kak Ivar yang serba bingung harus melakukan apa, dia hanya bisa diam saja sambil menenangkan sang istri yang sedang menangis histeris.


Dan ketika brankar pasiennya Molly sudah sampai di depan ruang Dokter SpOG bukannya kamar mayat, Kak Ivar, Agnes dan juga Gilbert mereka semakin bingung saja dengan maksud semua itu.


" Pietro kenapa kita ada di sini bukannya di ka ..... ?? '',, tanya dari Kak Ivar belum selesai namun langsung disela oleh Pietro.


" Untuk mengambil janin yang di kandung oleh Molly, supaya bisa aku besarkan sendiri di dalam tabung!! ",, jawab asal lagi dari Pietro kepada Kak Ivar.


Semakin menjadilah suara tangisan dari Agnes, sedang para tenaga medis, mereka semua sangat penasaran sekali siapakah sebenarnya laki-laki yang bernama Pietro itu.


Dan Kak Ivar yang sudah tidak tahan dengan sikap serta pernyataannya Pietro, dia langsung saja memberikan satu buah bogem mentah ke wajah tampannya Pietro.


" Kamu gila ya Pietro, bisa-bisanya kamu tenang saja di saat istri kamu sudah meninggal seperti ini!! ",, kata Kak Ivar kepada Pietro.


Greta yang melihat semua itu karena dia daritadi masih mengikuti terus, dia langsung saja menggelengkan kepalanya melihat tingkah dari Pietro yang suka sekali mengerjai sang Kakak.


...๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ...

__ADS_1


...***TBC***...


__ADS_2