
Sorak sorai langsung saja terdengar ketika Gilbert tiba-tiba saja mencium Elina tepat di bibirnya.
Dan yang pasti yang sedang berteriak-teriak seperti itu adalah Agnes bersama Molly.
" Waaaaaaahhh, Gilbert, cie-cie, ehem ",, goda dari Agnes kepada Gilbert.
Sedangkan Molly dia hanya bertepuk tangan cukup heboh sekali.
" Jika cuma berciuman seperti Gilbert, Kakanda juga bisa melakukannya My Queen, jangan heboh begitu kenapa sih ",, kata Pietro menegur Molly.
" Kakanda untuk urusan yang itu, Kakanda tidak perlu di ragukan lagi ",, jawab dari Molly kepada Pietro.
Pietro langsung saja tersenyum manis nan manly sekali kepada Molly.
Gilbert yang sudah puas mencium Elina, tidak cuma menempel saja, melainkan m3lum4t dan juga m3n9h154pnya serta menikmati setiap lekuk bibir dan mulutnya Elina.
Saat ini Gilbert sedang menatap lekat wajah Elina yang sedang berada di bawah kukungan tubuhnya.
Bahkan Elina yang awalnya sedikit menolak dan memberontak tadi, lama-kelamaan dia pun menikmatinya juga cum6u4n yang dilakukan oleh Gilbert di bibirnya.
Ketika Gilbert sudah selesai melepaskan ciumannya dengan Elina, dia pun langsung saja tersenyum penuh kharismatik sambil mengusap bibir candu milik Elina yang lipstiknya sudah berantakan karena dirinya.
Elina pun ikut tersenyum manis ketika melihat senyuman di bibir Gilbert.
" Ehem, sudah lanjut sana ",, goda dari Agnes lagi kepada Gilbert.
Godaan dari Agnes pun langsung saja mengalihkan pandangan dari Gilbert dan juga Elina ke arah Agnes.
Elina langsung saja tersenyum malu kepada Agnes, sedang Gilbert dia langsung memutar bola matanya malas.
" Enak saja, Gilbert harus menikahi Elina dulu Mama jika ingin lanjut, kalau cuma berciuman saja tidak apa-apa, masih Ayah toleransi ",, kata Kak Ivar kepada Agnes.
" Iya kalau begitu, besok Gilbert menikah saja sama Elina ",, jawab dari Agnes kepada Kak Ivar.
" Lihatlah, pasti itu peliharaannya Gilbert sudah tegak Ayah, apa Ayah tidak kasihan sama Gilbert, Ayah saja kan begitu, apakah Ito juga begitu Molly?? ",, kata Agnes lagi kepada semua orang termasuk Molly.
Molly yang mendengar namanya di panggil oleh Agnes, dia pun langsung saja menepuk-nepuk pundak Pietro supaya dia melepaskan ciuman mereka.
Sebab Pietro tadi setelah tersenyum kepada Molly, dia malah langsung mencium Molly dan mereka lalu asik berciuman sendiri tanpa mempedulikan semua orang.
" Iya elah, kalian malah begitu juga di sini, sudah sana pindah ",, kata Agnes ketika melihat Pietro mencium Molly dengan sangat menggebu sekali.
Kak Ivar yang melihat kelakuan dari sang adik, dia pun hanya menggelengkan kepalanya saja.
__ADS_1
Sedang Elina yang ikut melihatnya, dia langsung saja merasa malu, sebab dia tadi juga berciuman seperti itu di hadapan mereka semua.
Dan untuk Gilbert, dia langsung menatap ke arah Elina sambil menaikan sebelah alisnya ke atas seperti mengkode kepada Elina untuk mengulanginya lagi.
Elina tentu saja yang mengerti akan arti tatapan dari Gilbert, dia langsung memukul lengan tangannya Gilbert sambil menampilkan wajah malunya itu.
Sedangkan Molly tadi yang sudah bisa melepaskan diri dari Pietro, dia pun langsung saja bertanya kepada Agnes.
" Kak Agnes tadi bicara apa kepada Molly?? ",, tanya dari Molly kepada Agnes.
" Tidak jadi, sudah sana pindah ke dalam kamar!! ",, jawab dari Agnes dengan nada judesnya kepada Molly.
Pietro yang mendengar jawaban dari Agnes, tiba-tiba saja dia berdiri dari duduknya untuk berjalan ke arah meja yang penuh dengan makanan.
Pietro lalu mengambil piring yang paling besar yang ada disitu, lalu dia isi dengan berbagai masakan yang ada di atas meja tersebut hingga memenuhi piring dan menggunung.
Apa yang dilakukan oleh Pietro di perhatikan oleh semua orang, dan semua orang masih memperhatikan apa yang selanjutnya ingin di lakukan oleh Pietro dengan makanan yang sebanyak itu.
Pietro yang sudah puas dan menurutnya sudah cukup mengambil makanan itu semua, dia pun lalu berjalan ke arah Molly.
" Ayo My Queen kita pindah ke dalam kamar ",, kata Pietro kepada Molly.
" Itu makanannya apa mau Kakak bawa juga?? ",, tanya dari Gilbert kepada Pietro.
" Sebelum melakukan itu pastinya butuh tenaga, dan setelah melakukan itu tenagaku pasti terkuras habis, jadi makanan ini cukuplah untuk mengisi tenagaku yang terkuras tadi karena untuk memuaskan istriku ",, jawab dari Pietro kepada Gilbert.
" Memangnya kamu, yang ujung-ujungnya pasti cuma foreplay saja, jadi tidak akan sampai mengeluarkan banyak tenaga sepertiku ",, kata Pietro lagi kepada Gilbert sambil mengejeknya.
Setelahnya Pietro tersenyum miring ke arah Gilbert, sambil berlalu melangkah bersama Molly menuju ke dalam kamar mereka.
Dan Gilbert yang di ejek oleh Pietro, dia pun langsung saja menunjukkan wajah sebalnya.
Agnes yang mendengar kata ejekan dari Pietro untuk Gilbert, dia pun langsung saja tertawa puas sekali.
Gilbert yang melihat sang Kakak ipar sedang mentertawakannya, dia langsung melototkan matanya seperti ingin lepas saja dari matanya.
Sedang Elina sendiri, dia masih tersenyum malu-malu kepada semua orang ketika mendengar ejekan dari Pietro tadi.
" Hati-hati nanti matanya bisa lepas itu dari tempatnya ",, kata Agnes kepada Gilbert.
" Sudah yuk Ayah, sudah malam juga, kita lanjut di dalam kamar, Mama jadi ingin yang lebih dari sekedar berciuman tadi ",, kata Agnes kepada Kak Ivar sambil menggoda Gilbert yang tidak bisa melakukan lebih seperti mereka berdua.
" Awwwww ",, kata reflek dari Kak Ivar.
__ADS_1
Karena Agnes dengan sengaja m3r3m45 manja burung peliharaannya Kak Ivar dari luar celana.
Elina saja sampai membuka mulutnya karena saking terkejutnya dengan sikap Agnes yang sungguh sangat berani dan menggoda sekali di hadapan Kak Ivar tadi.
Dan Gilbert semakin melototkan matanya saja ketika melihat ulah Agnes kepada Kak Ivar.
Agnes pun langsung saja menggandeng Kak Ivar menuju ke dalam kamar mereka dengan mode manja kepada Kak Ivar seperti 74l4n9 untuk menggoda Gilbert sambil tertawa cekikikan.
" Mama ini suka sekali menggoda Gilbert, nanti jika Gilbert tidak tahan bagaimana, kan kasihan Elina Mama, karena mereka belum menikah ",, kata Kak Ivar kepada Agnes ketika sudah sampai di dalam kamar.
" Iya tidak apa-apa dong, kan mereka sudah sama-sama dewasa, jadi mereka sudah tahu apa saja yang akan mereka perbuat ",, jawab dari Agnes sambil mengalungkan ke dua tangannya di pundak Kak Ivar.
Sedangkan ke dua tangan Kak Ivar berada di pinggang ramping milik Agnes.
" Mama cantik malam ini ",, kata Kak Ivar sambil menyatukan dahi mereka berdua.
" Bilang saja jika Ayah ingin di puaskan oleh Mama ",, jawab dari Agnes kepada Kak Ivar.
Kak Ivar pun langsung saja tersenyum miring sambil melihat ke arah Agnes.
Dan Agnes tiba-tiba lalu melepaskan pelukan mereka, setelahnya dia langsung melepaskan apa saja yang melekat di badannya.
Kak Ivar yang melihat sang istri sudah sangat begitu menggodanya, dia seperti ingin segera menerkamnya saja.
Agnes tanpa di suruh, dia langsung saja menarik tangan Kak Ivar untuk berjalan ke arah ranjang.
Setelahnya Kak Ivar langsung mencium Agnes dengan begitu mesra, menghayati dan penuh dengan perasaan sekali.
Jangan lupakan tangannya Kak Ivar pun sudah bergerilya kemana-mana di tubuhnya Agnes.
Dan kalian pasti sudah tahu sendiri kan bagaimana kelanjutannya.
Sedang untuk Pietro sendiri bersama Molly yang sudah masuk ke dalam kamar daritadi, seperti perkataan dari Pietro tadi, walau dia masih merasa mual, dia tetap mencoba memaksa untuk makan.
Namun bukan kenyang yang di dapat, malah Pietro semakin mual saja dan dia akhirnya memuntahkannya lagi semua makanan yang dia makan.
Alamat tidak bisa melakukan yang ehem-ehem bersama Molly si Pietro.
...π·π·π·π·π·π·π·π·π·π·π·π·π·...
Ketawa boleh tidak sih untuk Pietroπ€£.
...π οΈπ οΈπ οΈπ οΈπ οΈπ οΈπ οΈπ οΈπ οΈπ οΈπ οΈπ οΈπ οΈ...
__ADS_1
...***TBC***...