KING PSYCHOPATH

KING PSYCHOPATH
DI PENJARA


__ADS_3

Ketika Gilbert sedang terburu-buru membawa Molly ke rumah Kak Ivar, tiba-tiba saja ponsel miliknya berdering dengan cukup kencang sekali.


Gilbert lalu mengambil ponselnya itu dan melihat sekilas siapa yang sedang menelponnya.


Melihat nama Elina sedang menelponnya, Gilbert pun langsung saja menggerutu.


" Aah kenapa sih Elina kalau menelponku selalu tidak tepat waktunya ",, gerutu dari Gilbert untuk Elina.


Akhirnya Gilbert memilih membiarkan panggilan dari Elina itu dan menaruh ponselnya di dashboard mobilnya.


Elina yang tadi sudah menelpon dan diangkat oleh Molly, sampai sekarang Gilbert belum menelpon balik Elina.


Itulah yang membuat Elina menelpon lagi ke nomor ponsel milik Gilbert.


Bagaimana Gilbert bisa menelpon balik Elina, sedangkan dia daritadi sedang sangat sibuk sekali mengurus Keluarganya.


Dan untuk Elinanya sendiri yang panggilan teleponnya tidak di jawab oleh Gilbert, dia lalu mencoba untuk menghubungi lagi untuk ke dua kalinya.


Namun hasilnya tetap sama, tidak diangkat juga oleh Gilbert.


" Apakah Tuan Gilbert sesibuk itukah dengan wanita tadi, hingga dia tidak mau mengangkat sambungan telepon dariku?? ",, kata dari Elina kepada dirinya sendiri.


Wanita yang dimaksud oleh Elina adalah Molly, sebab dia masih salah paham dengan Molly yang mengangkat ponsel milik Gilbert tadi.


Sedangkan untuk Pietro sendiri, saat ini tidak di sangka dia sudah berada di dalam penjara.


Ketika Pietro sudah di dalam penjara, dia terlihat tenang, santai tidak ada perasaan takut sama sekali kepada para napi yang satu sel dengannya.


Pietro memilih duduk di atas lantai nan dingin itu sambil memikirkan keadaannya Molly.


Jika dulu sebelum ada Molly, Pietro di dalam penjara, dia akan mencari kesenangan dengan berkelahi bersama para napi yang satu sel dengannya.


Tapi sekarang dia tidak, sebab Pietro sedang tidak mood berkelahi, karena fikirannya sedang tertuju kepada Molly yang sedang hamil dan juga sakit di rumah.


Para penghuni napi yang melihat kedatangan dari Pietro pun, mereka mencoba mendekati Pietro.


Walau badan Pietro terlihat sekali lebih gagah dan berotot dari mereka semua yang besar karena lemak, namun mereka semua tidak ada yang merasa takut sama sekali sama Pietro.


Sebab mereka berfikir, jika mereka napi lama, sedangkan Pietro napi baru yang harus menurut kepada mereka.


" Jangan mendekatiku, karena aku sedang tidak berselera menanggapimu!! ",, jawab acuh dari Pietro kepada para napi tersebut.

__ADS_1


" Heh napi baru,!! jangan sok-sokan deh kamu kepada kami yang lebih senior di sini!! ",, kata salah satu napi kepada Pietro.


Tapi Pietro memilih diam tidak peduli kepada mereka semua dengan tatapan kosong ke depan seperti sedang melamun.


Para napi itu yang tersinggung dengan sikap Pietro yang mengacuhkannya, salah satu dari mereka pun langsung saja dengan berani menendang kakinya Pietro dengan sangat keras sekali.


Tentu saja hal itu membuat Pietro menjadi sangat marah kepada semua para napi yang ada di situ yang sudah berani mengganggunya.


Dengan gerakan gesitnya seperti biasa, Pietro langsung saja mencengkeram kuat kaki dari napi tadi yang sudah berani menendang kakinya dan memelintirnya sampai putus.


Napi itu pun langsung saja berteriak sangat keras sekali, karena tulang kakinya patah dalam hitungan detik saja.


Para napi yang lainnya yang melihat temannya di perlakukan seperti itu oleh Pietro, mereka semua langsung pada maju satu persatu menyerang Pietro.


Bagi Pietro mereka semua tidak ada apa-apanya, terlebih sekarang dia memang sedang membutuhkan pelampiasan amarahnya untuk Lucy.


Jadi pastinya Pietro bisa dengan mudah melumpuhkan para napi yang berjumlah tujuh orang itu, delapan termasuk dengan napi yang kakinya sudah dia patahkan tadi.


Perkelahian pun tidak bisa terelakkan antara Pietro bersama para napi itu, Pietro membanting, memelintir, menonjok, semua Pietro lakukan dengan tangan kosong kepada para semua napi tersebut.


Sedang untuk para napi yang beda sel dengannya, mereka semua hanya bisa menonton saja sambil merasa takjub dengan Pietro yang sangat pintar sekali berkelahi.


Para sipir yang berjaga yang mendengar keributan di dalam sel penjaranya Pietro, mereka semua langsung saja bergegas menuju ke dalam situ.


Alangkah terkejutnya para sipir jaga, ketika mereka semua melihat ke delapan napi sudah dalam keadaan yang cukup mengenaskan sekali dengan banyak darah yang tercecer di lantai tersebut.


" Hei kamu napi baru,!! kamu akan menerima hukuman yang berat akan hal ini ",, ancam dari salah satu sipir kepada Pietro.


Pietro dengan santainya berjalan mendekati sipir tersebut dan membuat sipir itu sedikit merasa ketakutan oleh Pietro.


Sipir itu berfikir jika dia akan dipukul juga oleh Pietro, tapi ternyata dugaannya salah.


Sebab Pietro mendekati sipir itu, cuma karena ingin meminjam ponselnya saja.


" Pinjam ponselnya!! ",, kata Pietro kepada sipir tersebut.


Karena ponsel milik Pietro sedang tertinggal di atas meja samping ranjang yang ada di dalam ruang pengobatannya.


" Anda tidak diperbolehkan memakai ponsel di dalam penjara ",, jawab sipir itu kepada Pietro.


" Pinjam,!! atau saya patahkan tubuh anda menjadi dua!! ",, kata Pietro kepada sipir tersebut sambil mengangkat badan sipir itu ke atas.

__ADS_1


Semua para napi yang ada di dalam sel penjara lain, hanya bisa menyaksikan saja kehebatan dari Pietro yang sangat berani sekali kepada para sipir.


" Ba...... baik, ini pakailah ",, jawab dari sipir itu kepada Pietro sambil menyerahkan ponselnya.


Pietro lalu menerima ponsel tersebut dan menjatuhkan tubuh dari sipir tadi ke atas lantai dengan cukup kasar sekali.


Setelahnya Pietro lalu menekan nomor ponsel milik seseorang dengan sangat cepat sekali menggunakan ponsel milik sang sipir tadi.


" Halo siapa ini?? ",, kata orang yang sedang ditelepon oleh Pietro.


" Jika para anak buah anda tidak segera membebaskan saya hari ini juga, sumpah demi arwah yang sudah saya bunuh, saya akan membunuh semua para polisi yang ada di kantor polisi ini!! ",, kata Pietro kepada orang tersebut.


" Apakah ini Tuan Roderick?? ",, tanya dari orang tersebut kepada Pietro.


Ternyata orang yang sedang di telepon oleh Pietro saat ini adalah Jenderal Polisi yang ada di Negaranya.


Sang Jenderal yang sudah sangat hafal sekali dengan suaranya Pietro dan mendengar perkataan dari Pietro tadi yang penuh dengan ancaman, dia pun langsung saja menjadi sangat ketakutan sekali, sebab sang Jenderal tidak mau namanya sampai tercoreng di Negaranya jika Pietro berada di dalam penjara cukup lama.


Setelah mengatakan perkataan yang cukup singkat itu tanpa mau menjawab pertanyaan dari sang Jenderal, Pietro langsung saja memilih mematikan sambungan teleponnya itu secara sepihak.


Sambungan yang sudah terputus, membuat sang Jenderal menjadi kalang kabut sendiri.


Setelah itu Jenderal tersebut langsung saja mencari tahu di kantor polisi mana Pietro sedang ditahan dan di penjara oleh para anak buahnya.


Ketika sang Jenderal sudah mengerahkan beberapa bawahannya untuk mencari tahu keberadaannya Pietro, dan akhirnya ketemu dalam waktu setengah jam saja.


Jenderal tersebut langsung saja bergegas menuju ke kantor polisi tempat Pietro sedang ditahan pada saat itu juga.


Dan untuk Pietronya sendiri, dia dengan santainya langsung memberikan ponsel milik sipir tadi tanpa ada rasa bersalah sama sekali.


Sedang untuk para napi tadi, mereka semua sudah di bawa ke rumah sakit oleh beberapa sipir yang tadi masuk ke dalam sel penjara, karena sudah diberitahu oleh temannya yang sesama sipir.


Salah satu sipir ada yang merasa angkuh, dan dia menatap Pietro dengan tatapan meremehkan, sebab sipir itu yakin jika Pietro akan di penjara dalam waktu yang cukup lama, bahkan bisa sampai diberikan hukuman mati.


Namun setelah sipir itu balik di tatap oleh Pietro, dia langsung mengalihkan pandangannya berpura-pura tidak melihat.


Jangan bermain dengan api neraka, jika tidak mau meleleh seketika, iya begitulah perumpamaan yang tepat untuk menggambarkan diri seorang Pietro Roderick.


...๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ...


...***TBC***...

__ADS_1


__ADS_2