
Kita beralih ke Gilbert dan Elina lagi.
..._____**********_____...
" Kita mau menemui siapa Elina?? ",, begitulah yang di tanyakan oleh Gilbert kepada Elina.
Sebab Elina ternyata membawa Gilbert ke sebuah gedung apartemen yang sangat mewah sekali.
" Nanti kamu akan tahu sendiri, ayo cepat ikuti aku ",, jawab dari Elina sambil menggandeng mesra tangan Gilbert.
Akhirnya cuma diam yang bisa di lakukan oleh Gilbert sambil terus mengikuti langkah kaki Elina kemanapun dia melangkah.
Hingga akhirnya Elina sampai juga di lantai dua puluh tujuh di apartemen tersebut dan Elina lalu berhenti di salah satu kamar mewah yang ada di situ.
Ketika Elina sudah memasukkan kata sandi pintu apartemen, baik Elina dan Gilbert langsung saja masuk ke dalam apartemen tersebut.
Mewah tentu saja, karena itu memang apartemen mewah, yang hanya orang berduit saja yang bisa membelinya, apalagi kamar yang Elina dan Gilbert masuki terletak di lantai yang cukup tinggi di gedung apartemen tersebut.
Semakin tinggi letak kamar apartemennya, tentu saja semakin mewah dan mahal harga satu unitnya.
" Mewah sekali apartemennya, ini apartemen milik siapa Elina?? ",, tanya dari Gilbert kepada Elina.
" Jangan bilang jika ini adalah apartemen milik kamu?? ",, kata Gilbert lagi kepada Elina.
" Iya kamu benar Gilbert, ini apartemen milik aku yang sengaja aku beli dengan jerih payahku selama memenangkan perlombaan balap mobil ",, jawab dari Elina kepada Gilbert.
" Kamu mau minum apa, biar aku buatkan ",, tanya dari Elina kepada Gilbert.
Elina langsung saja berjalan ke arah dapur apartemennya dan langsung di ikuti oleh Gilbert.
" Apa saja ya ",, kata Elina kepada Gilbert sambil membuka kulkas miliknya.
" Apakah Kakak kamu Danish mengetahuinya jika kamu membeli sebuah apartemen mewah seperti ini?? ",, tanya dari Gilbert sambil duduk di kursi bar yang ada di situ.
__ADS_1
" Tidak, kamu adalah orang pertama yang aku bawa ke mari, biasanya aku hanya datang sendirian di sini untuk menikmati waktu kesendirianku ",, jawab dari Elina kepada Gilbert sambil memberikan minuman jus yang sudah di ambilnya dari dalam kulkas.
" Sekarang bicaralah apa yang ingin kamu bicarakan kepadaku Gilbert, di sini kita bebas, dan kamu bisa bebas mengeluarkan semua apa yang kamu rasakan kepadaku, begitupun juga aku ",, kata Elina kepada Gilbert.
" Kamu sendiri apakah tidak ingin mengetahui sesuatu dariku Elina?? ",, tanya dari Gilbert kepada Elina.
" Aku cuma heran di dalam hatiku sendiri, kenapa ketika melihat Tuan Pietro sudah membunuh Mama, dia tidak memperlihatkan wajah bersalah atau ketakutan sama sekali, apakah ada hal yang belum aku ketahui di dalam keluarga kamu Gilbert?? ",, tanya dari Elina kepada Gilbert.
Gilbert sejenak menghela nafasnya sebelum dia menceritakan sesungguhnya kepada Elina, bagaimana karakter Keluarganya dan juga sifat dari sang Kakak yaitu Pietro.
" Dan oh ya, aku juga kemarin tidak melihat ke dua orang tua kamu Gilbert, di manakah mereka,?? apakah mereka sedang pergi keluar Negeri?? ",, tanya dari Elina lagi kepada Gilbert.
" Karena aku sudah tahu, jika Mama Jaena adalah Mamanya Nyonya Agnes ",, lanjut lagi perkataan dari Elina kepada Gilbert.
Gilbert yang sudah menghela nafasnya, dia langsung saja berdiri dari duduknya, sambil membawa minumannya itu ke arah jendela besar yang memperlihatkan ke indahan pemandangan dari luar jendela.
" Ke dua orang tuaku sudah lama meninggal sejak aku masih kecil Elina ",, jawab dari Gilbert sambil menikmati jusnya dengan mata yang menatap lurus ke arah luar jendela.
" Tidak apa-apa, itu sudah lama sekali, dan perasaan sedihnya juga tidak sesedih dulu, hanya saja aku terkadang merasa rindu kepada mereka berdua ",, jawab dari Gilbert kepada Elina.
Elina yang mendengar perkataan dari Gilbert, dia langsung saja berjalan mendekati Gilbert dan memeluk Gilbert dari belakang.
Gilbert tentu saja langsung memegang mesra tangan Elina yang sedang memeluknya seperti itu.
" Dan untuk Kakakku Pietro, ada cerita tersendiri di belakangnya kenapa Kakakku itu bisa mempunyai sifat seperti itu ",, kata Gilbert kepada Elina dengan posisi masih yang sama.
Elina sambil menyandarkan kepalanya di punggung kokoh milik Gilbert, dia juga sambil mendengarkan semua perkataan dari Gilbert.
" Tidak ada yang tahu cerita akan hal ini, yang tahu cuma keluarga besar-ku saja Elina ",, kata Gilbert lagi kepada Elina.
" Memangnya apa yang sebenarnya terjadi kepada Tuan Pietro Gilbert?? ",, tanya dari Elina kepada Gilbert.
" Dulu Kakakku adalah laki-laki yang periang yang sama halnya dengan laki-laki pada umumnya sesuai dengan usianya, namun bencana itu terjadi ketika ke dua orang tua kami meninggal karena di bunuh oleh saingan bisnisnya ",, jawab dari Gilbert kepada Elina.
__ADS_1
" Aku dan Kak Ivar di rawat oleh Paman dan Bibi, sedangkan Kak Pietro di rawat oleh Kakek, karena Kak Pietro yang mempunyai hoby hampir mirip dengan Kakek, dia tetap memilih tinggal bersama Kakek daripada dengan Paman ",, kata Gilbert lagi kepada Elina.
Setelahnya Gilbert menjelaskan dan menceritakan semua kepada Elina tentang perubahan sifat dari Pietro yang di sebabkan oleh sang Kakek.
Gilbert juga menceritakan jika Pietro adalah seorang mesin pembunuh yang sudah terkenal kekejamannya oleh semua orang.
" Apakah tidak ada yang pernah berani melaporkan Tuan Pietro kepada pihak kepolisian Gilbert?? ",, tanya dari Elina kepada Gilbert.
" Sudah pernah dan sering kali, namun nanti selang beberapa jam Kak Pietro bisa langsung bebas tanpa ada penjelasan yang jelas dari pihak kepolisian ",, jawab dari Gilbert kepada Elina sambil menarik Elina untuk berada di depannya.
" Sekarang kamu sudah tahu Elina, siapa itu Kakak aku dan Keluargaku, jadi aku mohon maafkan semua kesalahan dari Kakakku Pietro yang sudah membunuh Mama kamu, dan tetaplah mau menikah denganku Elina ",, kata Gilbert sambil menggenggam erat ke dua tangan Elina.
" Jujur aku katakan, aku memang marah dengan Tuan Pietro Gilbert, aku marah kepada Kakak kamu itu yang sudah membunuh Mama, dan siapa sih yang tidak akan marah jika Mama yang sangat di sayanginya di bunuh oleh orang lain di hadapan mata kita sendiri ",, jawab dari Elina sambil menatap lekat ke arah Gilbert.
" Tapi di sini, yang patut di salahkan seratus persen adalah Ayah sama Luke yang sudah pintar menghasut otak Ayahku ",, kata Elina kepada Gilbert.
" Jadi sebisa mungkin aku akan mencoba memaafkan kesalahan dari Tuan Pietro Gilbert, demi kamu, tapi ....... ",, kata Elina lagi kepada Gilbert sambil menjeda sejenak perkataannya.
" Tapi apakah itu Elina?? ",, tanya Gilbert kepada Elina.
" Tapi mungkin jika aku menerima kamu sebagai suamiku, entahlah apakah aku masih bisa kuat melihat Tuan Pietro, karena di dalam dada ini masih tersimpan perasaan marah untuknya ",, jawab dari Elina kepada Gilbert.
Gilbert langsung saja membawa Elina ke dalam pelukannya ketika mendengar jawaban dari Elina.
" Aku tahu Elina, aku tahu akan hal itu, karena aku sudah pernah merasakannya ketika ke dua orang tuaku di bunuh seperti itu ",, kata Gilbert sambil memeluk erat Elina.
Gilbert dan Elina mereka berdua tidak akan tahu bagaimana jalan hubungan mereka untuk ke depannya.
Namun yang pasti saat ini mereka sedang mencoba berbicara dari hati ke hati untuk menyelesaikan permasalahan hati mereka masing-masing.
...๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ...
...***TBC***...
__ADS_1