KING PSYCHOPATH

KING PSYCHOPATH
SADIS


__ADS_3

Kembali kemasa Molly yang masih digendong seperti Koala oleh Pietro.


Pietro yang sudah bisa melemparkan tombaknya tadi kearah punggung siJuragan tanah, dia langsung saja mencoba menurunkan Molly dengan pelan-pelan dari gendongannya.


Ketika Molly sudah turun dari gendongan siPietro, Molly langsung saja menunduk seperti biasanya dan Pietro pun yang melihat Molly menunduk seperti itu, dia cuek-cuek saja.


Pietro yang melihat ada selendang tersampir dipundak Molly, dia langsung saja melilitkan selendang itu dimata Molly.


" Jangan dibuka ikatan penutup mata ini jika bukan saya yang menyuruh ",, kata Pietro ketika sudah menutup mata Molly dengan selendangnya.


Molly pun yang merasa berhutang budi kepada Pietro, dia langsung saja mengangguk dengan patuh kepada Pietro.


" Duduklah disini, karena saya ingin memberi pelajaran kepada mereka tadi, dan ingat jangan dibuka, kalau tidak!!........... saya akan membunuh kamu setelah mereka!! ",, kata Pietro dengan tegas kepada Molly sambil mendudukkan Molly dibawah pohon besar nan rindang.


" Baik Tuan ",, jawab Molly kepada Pietro sambil mengangguk.


Setelah mendengar jawaban dari Molly, Pietro pun langsung saja berjalan kearah siJuragan tanah untuk mencabut tombaknya tadi dari punggung siJuragan.


Setelah Pietro sudah mencabut tombaknya, dia langsung saja membersihkan darah yang menempel ditombaknya menggunakan baju yang dipakai oleh siJuragan.


Ketika tombak miliknya sudah bersih, Pietro langsung sama mengeluarkan pedang miliknya yang tidak terlalu panjangs yang biasanya selalu dia bawa ketika sedang berburu seperti sekarang.


Dan jangan ditanya seberapa tajam pedang itu, karena ibarat kata rambut saja jika dibelah pakai pedang itu, sirambut bisa terbelah menjadi beberapa bagian.


Itu artinya pedang milik Pietro sangatlah tajam sekali, karena hampir setiap hari benda-benda tajam milik Pietro akan selalu dia asah.


" Huh!!, orang-orang seperti kalian tidak pantas mati dengan mudah dan baik-baik saja, rasakan balasan dariku karena sudah berani menantangku tadi ",, kata Pietro sambil mem0t0n9 kedua tangan siJuragan menjadi beberapa bagian.


Setelah itu kepala siJuragan juga Pietro p0t0n9 dengan mudahnya menggunakan pedangnya tadi hingga akhirnya terpisah dari badannya, dan lalu lanjut dengan perut, badan, dan juga kedua kakinya siJuragan menjadi beberapa bagian.


" Beres, daging manusia seperti kamu pasti memang sangat keras, karena terlalu banyak dosa sudah menyakiti banyak orang ",, kata Pietro meludahi tubuh siJuragan yang sudah dicincang-cincangnya itu.


Geser keMolly yang tadi ketika sudah ditinggal pergi oleh Pietro, dia langsung saja didekati oleh Greta sang sahabat hantunya.


" Molly apa kamu tidak apa-apa, ayo sekarang kamu gantian kabur dari dia Molly, dia sangat tangguh sekali, bahkan siJuragan tanah dan para anak buahnya saja sudah dihabisi nyawanya oleh dia dengan mudah ",, kata Greta kepada Molly yang masih menunduk dengan mata yang tertutup selendangnya.


" Tidak, justru jika dia lebih tangguh dari siJuragan tanah, kalau aku kabur darinya hukuman yang akan aku dapatkan pastinya akan lebih parah dan menyeramkan dari siJuragan Greta ",, jawab Molly kepada Greta.


" Tapi Molly, aku takut kamu nanti diapa-apain sama dia ",, kata Greta lagi kepada Molly.

__ADS_1


" Sudah Greta jangan menggangguku, sekarang kamu awasi sekitar saja, karena aku tidak bisa melihat untuk saat ini ",, kata Molly kepada Greta.


" Iya baiklah ",, jawab Greta kepada Molly dengan pasrah.


Greta pun akhirnya ikut duduk disebelah Molly sambil mengawasi sekitar, karena takutnya nanti ada hewan buas yang akan mendekati Molly.


Sedang geser kePietro lagi, sekarang Pietro sudah mem0t0ng-mot0n9 tubuh kedua anak buah siJuragan tadi menjadi beberapa bagian, tinggal tiga lagi yang belum Pietro p0ton9.


Tubuh dari kedua anak buah siJuragan tadi yang sudah Pietro p0t0n9 dia tumpuk menjadi satu dengan tubuh sang Tuan, alias siJuragan tanah.


" Kalian kebanyakan dosa, hingga sudah aku pot0n9-p0t0ng saja masih berat badannya ",, kata Pietro kepada ketiga jasad didepannya.


Setelah berkata seperti itu, Pietro langsung mengambil ketiga tubuh anak buah dari sijuragan untuk dia dekatkan dengan para teman-temannya yang sudah dia cinc4n9.


Ketika jasad dari ketiga anak buah tadi sudah berkumpul menjadi satu, Pietro langsung memotong tubuhnya dengan acak-acakan dan dia tebas secara sembarangan hingga akhrinya tubuh ketiga anak buah tadi hancur terpoton9-pot0n9 tidak berbentuk.


Usus, darah segar dan organ tubuh dari mereka semua berceceran ditanah tempat Pietro mengeksekusi mereka semua.


Dan Pietro yang melihatnya, dia tidak 7171k sama sekali, malahan Pietro saat ini sedang memegang-megang isi perut mereka semua dengan santuynya.


" Ginjal, paru-paru, jantung, semuanya tidak ada yang bagus, hitam semua, karena kebanyakan minum alkohol, n4rk064, rokok aktif dan makanan yang tidak sehat ",, kata Pietro yang baru saja mengo60k-060k isi perut dari semua mayat yang ada didepannya.


Tanpa jijik sama sekali Pietro melakukan hal seperti itu, seperti kita memotong-motong ayam dan membersihkan isi dalam perut siayam saja jika tidak terbiasa pasti kita akan muntah-muntah.


Tapi tidak untuk siPietro, dia malah merasa kesenangan sekali bisa melakukan hal itu semua.


Sekarang keenam mayat yang sudah tidak berbentuk itu, sudah Pietro tumpuk menjadi satu seperti gunung.


Dan setelahnya Pietro meninggalkan semua mayat itu begitu saja, tanpa mau repot-repot mengubur, membakar atau membuangnya.


Pietro santai-santai saja seperti tidak terjadi apa-apa, padahal apa yang dia lakukan tadi termasuk sangat 54d15 sekali.


Pietro yang sudah berjalan ketempat duduk Molly tadi, dia langsung saja tersenyum miring, ketika melihat gadis kecil yang ditolongnya masih diam disitu dengan keadaan mata yang masih tertutup sesuai dengan perintahnya.


Molly yang mendengar ada langkah kaki yang berjalan, dia langsung saja berdiri dari duduknya dengan sikap waspada yang ketakutan.


" Siapa itu?? ",, kata Molly ketika dia mendengar suara langkah kaki Pietro yang sedang berjalan mendekat kearahnya.


" Ini saya ",, jawab Pietro dengan singkat kepada Molly.

__ADS_1


Molly sendiri ketika sudah mendengar suara Pietro, dia langsung lega sambil memegangi dadanya.


Sedang Greta yang melihat tubuh Pietro penuh dengan darah, dia langsung saja semakin ketakutan saja jika Molly akan disakiti oleh Pietro nantinya.


" Ayo ikut saya dan jangan dibuka dulu ",, kata Pietro sambil membantu Molly berjalan menuju rumahnya.


" Anda mau membawa saya kemana Tuan, tolong jangan apa-apakan saya,........ saya anak orang miskin, dan sudah yatim piatu, saya mau bekerja dengan anda tidak dibayar tidak apa-apa Tuan, yang penting beri saya makan dan jangan apa-apakan saya ",, kata Molly dengan sangat ketakutan sekali kepada Pietro.


" Diam, berisik kamu!! ",, kata tegas dari Pietro kepada Molly sambil terus menuntun Molly menuju kerumahnya.


Molly yang baru saja dibentak oleh Pietro, dia pun langsung saja diam dan semakin ketakutan saja.


Dan ketika sudah sampai dirumah tempat tinggal siPietro, Molly langsung saja didudukkan oleh Pietro didalam ruang tamu rumahnya.


" Ini kamu sudah berada dirumah saya, diam disini dan jangan dibuka sampai saya kembali ",, kata Pietro kepada Molly.


" Ba........ Baik Tuan, Baik ",, jawab Molly kepada Pietro dengan patuh.


Setelahnya Pietro langsung saja masuk kedalam rumahnya untuk menuju kekandang sang King alias singa peliharaannya.


" Halo King, apakah kamu lapar pagi ini??, keluarlah ",, kata Pietro kepada singa peliharaannya.


" Jilatlah darah ini, dan cari sumbernya, didalam hutan aku sudah menyediakan banyak makanan untuk kamu ",, kata Pietro kepada singa peliharaannya sambil mengusap lembut rambut siKing dengan sayang.


SiKing alias sisinga pun langsung saja men71l4t darah yang menempel ditubuh siPietro untuk mengenali tubuh dari orang-orang yang sudah dicincang Pietro tadi.


" Jangan lupa ajak teman-teman kamu juga, habiskan jangan sampai ada yang tersisa ",, perintah dari Pietro kepada siKing.


Seperti mengerti perkataan dari Pietro, siKing pun langsung saja berlari kedalam hutan untuk mencari sumber makanan yang dimaksud oleh Pietro.


Setelahnya Pietro sendiri langsung saja berlalu masuk kedalam kamar mandi yang ada didalam kamarnya untuk membersihkan badannya yang berlumuran penuh dengan darah dari para anak buah siJuragan dan Juragan tanahnya juga.


Sedang Molly sendiri dia masih diam anteng diruang tamu rumah Pietro dengan mata yang masih tertutup sambil menunggu Pietro selesai bersih-bersihnya.


...πŸ‘½πŸ‘½πŸ‘½πŸ‘½πŸ‘½πŸ‘½πŸ‘½πŸ‘½πŸ‘½πŸ‘½πŸ‘½πŸ‘½πŸ‘½...


Lanjut tidak niiiihhh?? ...........😁😁.


...πŸ› οΈπŸ› οΈπŸ› οΈπŸ› οΈπŸ› οΈπŸ› οΈπŸ› οΈπŸ› οΈπŸ› οΈπŸ› οΈπŸ› οΈπŸ› οΈπŸ› οΈ...

__ADS_1


...***TBC***...


__ADS_2