
Akhirnya setelah melewati beberapa kali belokan, lampu merah dan juga tikungan mobil yang dikendarai oleh Pietro dan Edith sampai juga digedung apartemen yang cukup mahal sekali harganya.
Sedangkan untuk Molly sendiri, dia masih tertidur pulas diruang pengobatan itu dengan posisi belum memakai celananya.
Disepanjang perjalanan menuju keapartemennya, senyum Edith terus mengembang, dan dia juga sudah sangat tidak sabar sekali untuk segerai sampai diapartemennya.
Sebab Edith sudah menantikan hal itu sangat lama sekali, bisa berduaan dengan Pietro.
Ketika Edith dan Pietro sudah memarkirkan mobil mereka masing-masing diarea parkir apartemen, Edith langsung saja menggandeng mesra tangan Pietro untuk dia segera ajak masuk kedalam kamar apartemennya.
Setelah menaiki lift untuk beberapa menit lamanya, Edith dan Pietro akhirnya sampai juga dilantai kamar apartemen Edith berada.
Senyum Edith tidak pernah luntur sama sekali, sedang Pietro sendiri dia hanya diam saja dan akan tersenyum jika Edith melihat kearahnya.
" Ayo kita masuk Pietroku sayang ",, kata Edith kepada Pietro ketika dia sudah membuka kamar apartemennya.
Pietro pun langsung saja masuk kedalam kamar apartemen Edith, dan Pietro langsung duduk diruang tamu.
Pietro yang sudah duduk, dia sedang mengamati semua yang berada didalam apartemen tersebut.
" Aku buatkan minum dulu ya Pietro?? ",, kata Edith kepada Pietro.
Edith yang ingin beranjak pergi meninggalkan Pietro, tangan dia tiba-tiba saja langsung dicekal oleh Pietro.
Setelahnya Pietro langsung saja menarik tubuh Edith hingga akhirnya Edith terjatuh kepangkuan Pietro.
Edith semakin tersenyum saja ketika Pietro sedang membelai wajahnya seperti saat ini.
" Apakah kamu sudah tidak sabar Pietro melakukan itu denganku?? ",, tanya Edith kepada Pietro sambil tersenyum sangat manis sekali.
" Iya, lihatlah sendiri jika milikku sudah tegak berdiri daritadi ",, jawab Pietro kepada Edith dengan sangat santai sekali.
" Apakah boleh aku membukanya ",, tanya Edith kepada Pietro.
" Silahkan ",, jawab Pietro sambil menurunkan Edith dari pangkuannya.
Fikiran Edith sudah sangat tidak karuan sekali, dan dengan tidak sabaran dia langsung saja membantu Pietro untuk melepaskan pakaian yang dipakainya.
Dan akhirnya tinggallah celana d4l4m saja yang sedang dipakai oleh Pietro.
" Apakah ini boleh?? ",, tanya Edith sambil menunjuk roket milik Pietro.
__ADS_1
" Malam ini aku milik kamu Edith ",, kata Pietro sambil duduk dengan kedua kaki terbuka dan kedua tangan dia rentangkan disandaran shofa.
Edith langsung saja kegirangan sekali, dan untuk sekali gerakan akhirnya Edith bisa juga melepaskan celana d4l4m milik Pietro.
Edith sangat terkejut dan terpukau sekali melihat roket milik Pietro yang ternyata ukurannya sangat oversize dan yang pasti akan nikmat jika bisa memasuki milik perempuan.
" Waaao amazing, milik kamu ternyata besar sekali Pietro, bolehkah aku menikmatinya?? ",, kata Edith sambil mengurut pelan milik Pietro.
" Boleh, tapi tunggu dulu, supaya lebih enak tolong bantu aku untuk mengolesi milikku dengan ini ",, kata Pietro kepada Edith sambil menunjukkan botol ramuan yang sudah dibawanya dari rumah.
" Apa itu?? ",, tanya Edith kepada Pietro.
" Sudah percaya kepadaku, ini bukan racun, jika kamu sudah merasakannya pasti kamu akan ketagihan, ini bantu aku ",, jawab Pietro kepada Edith sambil memberikan botol ramuan tadi.
Edith pun yang sudah tergila-gila kepada Pietro, dia lalu menurut saja ketika Pietro menyuruhnya melakukan itu.
Setelahnya Edith langsung saja mengoleskan ramuan bening seperti madu tapi tidak terlalu kental untuk dia oleskan keroket jumbo milik Pietro.
Sedangkan Pietro sendiri dia terus saja diam, sambil terus memperhatikan Edith yang sedang mengusap, memijat lembut roket miliknya menggunakan tangannya.
" Ayo sekarang puaskan aku, jika menurut kamu kurang banyak kamu bisa menambahinya lagi nanti ",, kata Pietro kepada Edith.
Sekitar baru semenit mengh154p roket milik Pietro, Edith langsung saja melepaskannya.
" Benar apa kata kamu Pietro, rasanya lebih enak dan membuatku semakin ketagihan saja, bolehkah aku mengolesinya lagi?? ",, kata Edith kepada Pietro.
Pietro hanya menjawab dengan kode tangan saja kepada Edith.
Dan setelahnya Edith langsung saja menuangkan ramuan tadi dengan cukup banyak keroket milik Pietro.
Setelah itu Edith langsung mengh154p lagi, memainkan roket milik Pietro dengan sangat menggebu sekali.
Karena Edith tidak menyangka bisa melakukan hal itu bersama Pietro, terlebih lagi dia bisa menikmati roket tersembunyi milik Pietro.
Ketika roket miliknya sedang dimainkan seperti itu oleh Edith, Pietro ekspresinya hanya diam dan biasa saja, tanpa ada rasa 941rah sama sekali.
Dan disaat Edith sudah memainkan roket milik Pietro sekitar beberapa menit lamanya, tiba-tiba saja Edith langsung merasa kesakitan sekali ditenggorokannya.
Edith langsung memegangi lehernya dengan mata yang terbelalak keatas, seperti tercekik sesuatu.
" A...aaa..aaa Pietro .... ",, panggil Edith dengan suara tertahan.
__ADS_1
Tidak berlangsung lama Edith langsung saja terkapar diatas lantai ruang tamu apartemennya dengan mulut yang mengeluarkan busa putih cukup banyak sekali.
Pietro yang melihat Edith kesakitan seperti itu, dia masih diam saja sambil terus memperhatikan Edith yang akhirnya meregang nyawa diatas lantai ruang tamu apartemennya.
Edith tidak tahu saja jika ramuan yang dioleskannya tadi, adalah racikan racun yang sudah Pietro buat sendiri untuk membunuh para perempuan seperti Edith.
Ketika Pietro melihat Edith sudah tidak bergerak lagi, Pietro langsung saja beranjak berdiri dari duduknya untuk melihat kondisinya Edith.
" Huh!!, sudah mati...... ",, kata Pietro kepada Edith.
" Itulah akibatnya sudah berani ingin menggantikan posisi Molly disisiku ",, kata Pietro kepada Edith.
" Tidak ada yang bisa menggantikan dia disisiku, terlebih kamu yang sudah dari dulu ingin mendekatiku ",, lanjut lagi perkataan dari Pietro untuk Edith.
" Jika kamu tidak aku berikan pelajaran seperti ini, kamu pasti akan mencoba melukai Mollyku, dan terus mencoba mendekatiku seperti biasanya ",, sambung terus perkataan dari Pietro kepada Edith.
Setelah berkata seperti itu kepada jasad Edith, tanpa merasa bersalah sama sekali Pietro langsung saja berjalan menuju kedalam kamar mandi yang ada disitu untuk membersihkan roket jumbonya dari racun yang seperti narkoba yang baru saja dinikmati oleh Edith.
Itulah mengapa Pietro sengaja memberikan obat tidur keminuman yang diminum oleh Molly tadi, karena dia tidak mau jika Molly tahu apa yang sedang dia lakukan kepada Edith.
Setelah membersihkan roketnya dengan sangat bersih sekali, dia langsung saja memberitahukan posisinya berada didalam kamar apartemen mana kepada para anak buahnya
Yaps Pietro ketika diperjalanan tadi, dia sudah menelfon para anak buahnya untuk segera datang keapartemen milik Edith.
Para anak buah tadi langsung saja menuju keapartemen milik Edith ketika dia sudah dikomando oleh Pietro.
Dan setelahnya mereka langsung saja menyingkirkan tubuh Edith yang sudah tidak bernyawa itu entah kemana.
Semuanya sudah Pietro serahkan kepada semua anak buahnya, dan bisa dipastikan pekerjaan mereka semua tidak bakal ketahuan oleh orang lain.
Sedang Pietro sendiri ketika semua anak buahnya sudah masuk kedalam kamar apartemen milik Edith, dia langsung saja melangkahkan kakinya untuk pergi dari gedung apartemen tersebut menuju kerumahnya sendiri.
Sebab Pietro sudah sangat khawatir sekali, meninggalkan Molly malam-malam seperti itu sendirian didalam rumah.
...๐พ๐พ๐พ๐พ๐พ๐พ๐พ๐พ๐พ๐พ๐พ๐พ๐พ...
Bagaimana menurut readers yang dilakukan oleh Pietro kepada Edith๐๐.
...๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ...
...***TBC***...
__ADS_1