
Jika didalam rumah Pietro sedang terjadi perbincangan antara Pietro, Kak Ivar dan juga Molly.
Berbeda lagi diluar rumah siPietro, tepatnya kepada Greta.
Greta yang sudah sampai dipohon besar yang didatanginya tadi.
Dia dibuat sedikit kewalahan karena ulah dari hantu anak kecil penunggu pohon tersebut.
" Hei hantu bocil, jangan mengganggu saya ya!!, atau saya jitak kepala kamu nanti jika sudah ketangkap!! ",, kata Greta kepada hantu anak kecil yang daritadi bersembunyi darinya.
Greta terus mencari serta ingin menangkap hantu bocil yang daritadi terus menggodanya dan cuma terdengar suara tawanya saja.
" Awas saja ya jika sudah ketangkap, akan aku gigit kamu!! ",, ancam dari Greta lagi kepada hantu anak kecil tadi.
Hantu anak kecil tadi tidak merasa takut sama sekali kepada Greta, dia malah sengaja bersembunyi lalu menampakkan diri begitu terus karena ingin menggoda serta mengajak bermain Greta.
Gret yang kecapekan sendiri karena dia tidak bisa menangkap hantu kecil tadi, dia langsung saja duduk diranting pohon yang cukup besar sambil menetralkan deru nafasnya yang berantakan sekali.
" Aduh capek sekali ",, kata Greta kepada sambil memegangi dadanya.
Dan ketika Greta sedang mengatur pernafasannya, tiba-tiba saja ada dua arwah yang berdiri melayang tepat didepannya.
Greta langsung saja memandang kaki dari kedua arwah yang sedang melayang didepannya.
Semakin keatas hingga akhirnya Greta bisa melihat wajah dari kedua arwah yang sedang berdiri melayang didepannya.
" Ansel........?? ",, kata Greta kepada arwah laki-laki yang ternyata Ansel.
" Siapa dia?? ",, tanya Greta kepada arwah anak kecil yang ada disebelah Ansel.
" Dia ya arwah anak kecil yang sedang ingin kamu tangkap tadi Greta ",, jawab Ansel kepada Greta.
" Oh jadi dia anak kecil itu, sini mau aku jitak kepalanya ",, kata Greta kepada Ansel.
" Ampun Kak, jangan jitak kepala saya, saya tadi cuma bercanda, karena saya kesepian ",, kata hantu anak kecil tadi kepada Greta sambil bersembunyi dibalik tubuh transparannya Ansel.
" Sudah Greta maafkan saja siLeia, dia memang usil anaknya ",, kata Ansel kepada Greta.
" Ok akan Kakak maafkan, tapi berjanji ya jangan diulangi lagi ",, kata Greta kepada Leia.
" Janji Kak ",, jawab Leia kepada Greta.
__ADS_1
" Sini keluar, ayo main sama Kakak, dan siapa nama kamu?? ",, kata Greta kepada Leia.
Leian pun akhirnya keluar dari balik tubuhnya Ansel untuk berkenalan kepada Greta.
" Leia Kak ",, kata Leia kepada Greta.
" Nama Kakak Greta, kamu bisa panggil Kakak dengan panggilan Kak Greta ",, kata Greta kepada Leia sambil tersenyum.
" Maukah Kakak bermain dengan Leia??, sungguh Leia sangat senang sekali bisa melihat Kakak ada disini....... karena sebelumnya hanya Kak Ansel saja teman Leia disini Kak ",, kata Leia kepada Greta.
" Mau, ayo kita bermain bersama, dan sekarang Kak Greta juga menjadi teman Leia, jadi teman Leia ada dua sekarang ",, kata Greta kepada Leia.
Leia langsung saja sangat senang sekali mendengar perkataan dari Greta.
Dan sedang Ansel sendiri merasakan ada rasa yang tidak pernah dia rasakan sebelumnya kepada para arwah perempuan yang lainnya ketika melihat perhatian dari Greta kepada Leia.
Kembali kedalam rumah siPietro lagi.
Kak Ivar terus menceramahi Pietro, dan Pietro sendiri yang diceramahi oleh sang Kakak seperti itu, wajah dia memang seperti mendengarkan Kak Ivar.
Tapi ketahuilah, Pietro sama sekali tidak mendengarkan dan mempedulikan Kak Ivar bicara apa saja daritadi.
Sedang Molly sendiri dia hanya bisa menunduk karena ketakutan oleh Pietro dan juga Kak Ivar yang mempunyai wajah dan body sebelas dua belas hampir sama.
" Iya dengar ",, jawab Pietro dengan tenang kepada Kakaknya.
" Kamu harus secepatnya menikahi Molly Pietro, bagaimana nanti jika dia hamil anak kamu, karena kamu sudah menidurinya sebanyak itu?? ",, kata Kak Ivar kepada Pietro.
" Kan yang hamil dia Kak bukan Pietro??, kenapa Pietro yang harus repot!! ",, jawab Pietro kepada Kak Ivar.
Hati Molly sudah cukup sakit mendengar perkataan dari Pietro tadi yang tidak peduli jika dia hamil anaknya.
" Tapi dia hamil anak kamu Pietroooooo...............!!! ",, kata Kak Ivar dengan nada yang sangat geram sekali kepada Pietro.
" Jadi Pietro harus menikah dengannya begitu Kak?? ",, kata Pietro kepada Kak Ivar.
" Iya Pietro, mau ya kamu menikahi Molly, apa kamu tidak kasihan jika Molly hamil terus melahirkan, dan anak kamu nanti akan dihina oleh semua orang karena tidak mempunyai Ayah, sedangkan kamu sendiri sebagai Ayahnya masih hidup??!! ",, kata Kak Ivar dengan berusaha sabar menjelaskan kepada Pietro.
" Apa kamu mau juga Pietro, jika anak kamu nanti dikatakan oleh orang-orang sebagai anak haram yang tidak mempunyai Ayah?? ",, lanjut lagi perkataan dari Kak Ivar kepada Pietro.
Pietro yang menyangkut masalah sakit hati tentu saja dia langsung tanggap dengan perkataan dari Kak Ivar.
__ADS_1
Dan sekarang Pietro mengerti kenapa Kak Ivar menyuruhnya untuk menikahi Molly.
" Pietro tidak ingin anak Pietro dihina oleh semua orang!! ",, kata Pietro kepada Kak Ivar sambil menunjukkan wajah Psikopatnya.
" Pietro masih hidup, anak Pietro masih mempunyai Ayah, dan dia bukan anak haram ",, lanjut lagi perkataan dari Pietro.
" Iya bagus, jadi kapan kamu mau menikahi Molly Pietro?? ",, tanya Kak Ivar kepada Pietro dengan bernada lembut.
" Sekarang!! ",, jawab Pietro dengan mantap dan tegas kepada Kak Ivar.
Kak Ivar langsung saja membuka mulutnya ketika mendengar jawaban dari Pietro tadi.
Sedang Molly sendiri pun juga tidak kalah terkejutnya ketika mendengar perkataan dari Pietro jika Pietro ingin menikahinya hari itu juga.
" Sekarang Pietro?? ",, tanya Kak Ivar kepada Pietro.
" Iya sekarang!!, cepat Kakak persiapkan pernikahannya!! ",, jawab Pietro kepada Kak Ivar.
" Tapi-tapi................. ",, perkataan dari Kak Ivar belum selesai sudah terpotong oleh perkataan dari Pietro.
" Sekarang atau Pietro akan membunuh gadis ini Kak, biar dia tidak bisa mengandung anakku!! biar anakku nantinya tidak dikatakan anak haram oleh orang-orang!!",, ancam dari Pietro kepada Kak Ivar.
" Baik-baik, jangan sampai kamu membunuh gadis ini, Kakak akan mencari gereja dan Pak Pendeta dulu Pietro ",, kata Kak Ivar kepada Pietro.
Pietro hanya mengangguk pelan kepada Kak Ivar.
" Kakak pergi dulu, jika gereja dan Pak Pendetanya sudah dapat, Kakak akan mengabari kamu, jangan apa-apakan gadis itu, mengerti Pietro?? ",, kata Kak Ivar kepada Pietro.
" Iya ",, jawab singkat dari Pietro kepada Kak Ivar.
Setelahnya Kak Ivar langsung saja bergegas pergi meninggalkan rumah siPietro untuk segera mencari gereja terdekat sekaligus Pak Pendeta yang siap menikahkan Pietro dan Molly hari itu juga.
Fikir Kak Ivar tidak apalah jika Pietro dan Molly menikah secara agama terlebih dahulu hari ini, dan untuk surat-surat pernikahan mereka, nanti akan Kak Ivar bantu urus menyiapkannya.
Karena tidak mungkin Pietro akan mengurus surat-surat pernikahannya sendiri.
Yang terpenting sekarang Kak Ivar harus secepatnya menikahkan Pietro dan Molly, karena Kak Ivar tidak mau jika Pietro sampai membunuh gadis cantik yang tidak bersalah seperti Molly.
...๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ...
...***TBC***...
__ADS_1