KING PSYCHOPATH

KING PSYCHOPATH
RENCANA DANISH


__ADS_3

Membahas Danish dan Gilbert sejenak lagi yuk.


Disaat Danish, Gilbert dan juga Elina sedang sibuk memperhatikan MC atau pembawa acara sedang berbicara di atas panggung.


Meja Danish dan Gilbert tib-tiba saja di dekati oleh seorang laki-laki yang sudah berumur bersama istrinya.


Dan orang itu ternyata rekan kerja dari Danish.


" Oh Tuan Santos senang bisa bertemu dengan anda malam ini di sini ",, kata Danish yang didengar oleh Gilbert maupun Elina.


" Emm Elina Kakak pergi sebentar ya mau berbincang dulu dengan Tuan Santos ",, kata Danish berpamitan kepada Elina.


" Iya baiklah Kak ",, jawab Elina kepada Danish.


" Tuan Gilbert, titip Elina lagi ya ",, kata Danish kepada Gilbert.


" Siap Tuan Danish ",, jawab Gilbert kepada Danish.


Dan setelahnya Danish langsung berlalu pergi sedikit menjauh dari keramaian bersama Tuan Santos untuk membicarakan sesuatu yang kelihatannya cukup penting sekali.


Sedang Elina dia semakin tidak nyaman saja ketika ditinggal berduaan saja seperti itu lagi bersama Gilbert.


" Ish berdua lagi dengan Tuan Gilbert ",, gerutu Elina sambil membenarkan gaunnya yang seakan tidak nyaman saja ketika dia pakai.


Untuk Gilbertnya sendiri, dia terus mencui-curi pandang sambil tersenyum sendiri dengan penuh arti.


Walau Gilbert tidak mengajak berbicara Elina, tapi insting sebagai perempuan dewasa tentu saja Elina bisa merasakan jika Gilbert daritadi selalu mencuri pandang terus ke arahnya.


Hal itu membuat Elina rasanya ingin pulang saja dari acara tersebut.


" Kak Danish lama sekali sih ",, kata batin dari Elina sambil melihat ke segala penjuru arah untuk mencari keberadaan sang Kakak.


Danish yang sudah selesai berbicara dengan Tuan Santos, dia yang ingin kembali ke mejanya lagi, dari jauh melihat tingkah Gilbert seperti laki-laki biasanya yang melihat wanita cantik pada umumnya.


Entah kenapa Danish mempunyai fikiran ingin menjodohkan Elina dengan Gilbert.


Dan tiba-tiba lagi Danish mendapatkan ide yang tidak tahu darimana datangnya ingin membuat kedekatan dari Gilbert dan Elina bisa berjalan seperti tidak terencanakan.


Danish lalu mengambil ponselnya sendiri untuk menghubung nomor ponsel milik Gilbert yang baru saja dia dapatkan tadi.


Gilbert yang sedang asik curi-curi pandang ke arah Elina dia sedikit terganggu dengan suara dering ponselnya sendiri.


Melihat nama Danish tertera dipanggilan masuknya dia reflek langsung saja melihat ke arah Elina.


Sedang Elina sendiri yang mendengar juga ponsel milik Gilbert sedang berdering dia berpura-pura cuek saja.

__ADS_1


" Nona Elina saya permisi dulu sebentar, untuk mengangkat telepon saya ini dulu ",, pamit dari Gilbert kepada Elina.


" Iya Tuan ",, jawab sopan dari Elina kepada Gilbert.


Setelahnya Gilbert sedikit berlalu untuk mengangkat sambungan telepon dari Danish itu.


" Halo Tuan Danish, kenapa anda menelpon saya?? ",, kata Gilbert kepada Danish melalui sambungan telepon.


" Halo juga Tuan Gilbert, emm bolehkah saya meminta tolong kepada anda?? ",, kata Danish kepada Gilbert.


" Boleh, anda mau meminta tolong apa ya Tuan?? ",, kata Gilbert kepada Danish.


" Tuan Santos ternyata mengajak saya pergi dari acara jamuan itu Tuan ke salah satu restoran untuk membicarakan kerjasama kita, jadi bisakah anda membantu saya untuk mengantarkan Elina pulang ke rumah, karena saya yakin anda adalah laki-laki baik yang tidak akan macam-macam kepada adik saya ",, kata Danish kepada Gilbert.


Gilbert yang mendengar perkataan dari Danish, dia langsung saja tersenyum senang sekali.


" Baik Tuan dengan senang hati saya akan mengantarkan Elina selamat sampai rumah ",, jawab Gilbert kepada Danish.


" Terimakasih banyak Tuan, kalau begitu saya tutup dulu ya Tuan teleponnya tidak enak sudah ditungguin oleh Tuan Santos ",, kata Danish lagi kepada Gilbert.


" Iya Tuan Danish ",, jawab Gilbert kepada Danish.


Setelahnya sambungan telepon mereka pun terputus juga.


Danish yang sudah selesai menelpon Gilbert di dalam mobilnya supaya tidak terdengar suara bising dari acara jamuan tadi, setelah sambungan teleponnya terputus, dia langsung saja menyalakan mesin mobilnya untuk pulang ke rumah.


" Em Nona Elina ",, kata Gilbert kepada Elina sambil duduk di kursinya yang tadi.


" Iya Tuan Gilbert ",, jawab dari Elina kepada Gilbert.


" Tadi yang menelfon saya adalah Tuan Danish Kakak anda, dia mengatakan jika dia ada urusan dengan Tuan Santos, jadi Kakak anda meminta tolong kepada saya untuk mengantarkan anda pulang ",, kata Gilbert kepada Elina.


" Benarkah??, kenapa Kak Danish tidak menelpon saya sendiri saja?? ",, kata Elina kepada Gilbert.


" Entahlah, jika anda tidak percaya anda bisa menelpon sendiri Tuan Danishnya ",, jawab Gilbert kepada Elina.


Elina yang mendengar perkataan dari Gilbert, dia lalu mengambil ponselnya untuk mencoba menghubungi sang Kakak.


Dan ketika Elina sudah mendengar sendiri dari sang Kakak, Elina baru percaya dengan semua perkataan dari Gilbert tadi.


" Bagaimana Nona??, saya tidak berbohongkan?? ",, kata Gilbert kepada Elina yang sudah selesai menelpon Danish.


" Iya Tuan Gilbert anda benar dan bisakah anda mengantarkan saya pulang sekarang, karena saya merasa tidak nyaman berada di sini ",, kata Elina kepada Gilbert.


Gilbert sejenak lalu melihat ke arah jam tangan mahal yang melingkar apik di pergelangan tangannya.

__ADS_1


Dan ternyata jam tersebut sudah menunjukkan pukul sepuluh malam lebih.


" Iya ayo Nona, lagipula ini sudah malam, tidak baik juga untuk wanita cantik seperti anda ",, jawab Gilbert kepada Elina.


Elina hanya mengangguk saja menanggapi perkataannya Gilbert.


Akhirnya Elina dan Gilbert berlalu pergi dari pesta jamuan bisnis tersebut walau acaranya belum selesai.


Sebagai laki-laki yang gentle dan manly, Gilbert rela melepaskan jas mahalnya untuk dia sampirkan dipundak Elina, supaya Elina tidak kedinginan.


" Terimakasih ",, kata Elina kepada Gilbert sambil tersenyum.


" Sama-sama ",, jawab Gilbert sambil tersenyum juga kepada Elina.


Romantis sekali bukan sikap dari Gilbert kepada Elina.


Akhirnya Gilbert dan Elina mereka berdua sudah pada masuk ke dalam mobil milik Gilbert yang berbeda lagi dari mobil-mobil yang pernah dilihat oleh Elina.


" Tuan mobil anda berbeda lagi ya dari yang sebelumnya?? ",, kata Elina kepada Gilbert.


" Iya '',, jawab dari Gilbert kepada Elina sambil tersenyum.


" Memangnya anda mempunyai berapa mobil Tuan?? ",, tanya dari Elina lagi kepada Gilbert.


" Cuma lima ",, jawab Gilbert kepada Elina sambil terus mengendarai mobilnya.


" Eh dia bilang lima itu cuma, apakabar aku yang hanya cuma satu ",, kata batin dari Elina untuk Gilbert.


" Boleh dong kasihkan ke saya satu Tuan ",, canda dari Elina kepada Gilbert.


" Boleh..., semuanya pun boleh, asal dengan satu syarat ",, jawab Gilbert kepada Elina.


" Apa itu syaratnya Tuan ",, canda dari Elina lagi kepada Gilbert.


" Anda mau menjadi istri saya ",, kata Gilbert to the point langsung kepada Elina.


" Eh.......... ",, kata Elina kepada Gilbert langsung menampilkan wajah keterkejutannya.


Gilbert langsung saja tertawa melihat wajah Elina yang sedang terkejut, dan suara tawa dari Gilbert terdengar manly sekali di telinga Elina.


Sepertinya Gilbert sudah tidak betah menjomblo hingga dia berani berbicara langsung seperti itu kepada Elina.


Boleh juga cara Danish menyatukan Elina dan Gilbert, dan yang pasti Gilbert pun juga menyukai malamnya yang sekarang karena bisa berduaan bersama Elina seperti itu.


...๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ...

__ADS_1


...***TBC***...


__ADS_2