
Akhirnya drama karena perkataan dari Alva yang menginginkan seorang adik pun selesai, ketika Alva memutuskan untuk langsung pergi ke dalam kamarnya sendiri yang ada di rumah sang Paman.
Setelah mengatakan hal tadi kepada ke dua orang tuanya, Alva langsung saja memilih untuk berlalu pergi ke dalam kamar, meninggalkan ke dua orang tuanya yang sedang melepaskan ikatan di rambut si King.
Sedangkan Kak Ivar dan Agnes yang mendapatkan perkataan dari sang anak, mereka berdua jadi saling diam dengan pikiran mereka masing-masing.
" Apakah Mama tidak mau hamil lagi?? ",, tanya Kak Ivar kepada Agnes.
" Ayah kan tahu sendiri, jika Mama sudah lama tidak program KB ",, jawab Agnes kepada Kak Ivar.
" Apa Mama tidak mau mencoba minum obat herbal seperti yang di minum oleh Elina Ma?? ",, tanya Kak Ivar lagi kepada Agnes.
Saat ini Kak Ivar dan Agnes sudah masuk ke dalam kamar yang biasa mereka tempati di rumah Pietro.
Masih sambil berbincang dengan duduk bersandar di sandaran ranjang, Agnes pun lalu menjawab pertanyaan dari sang suami.
" Boleh saja Ayah, hanya saja Mama masih ingin terus berusaha, lagi pula setidaknya Mama sudah pernah hamil, jadi mungkin memang belum saatnya saja di berikan kepercayaan lagi sama Tuhan ",, jawab Agnes kepada Kak Ivar.
" Baiklah jika itu pilihannya Mama, dan semoga tidak lama lagi Mama akan segera hamil dan memberikan adik untuk Alva ",, kata Kak Ivar kepada Agnes.
" Aamiin, kalau begitu, kita mencicilnya dari sekarang saja yuk Ayah, kan kemarin kita belum melakukan itu, sini ayo Mama puaskan ",, kata Agnes mulai agresif kepada Kak Ivar.
" Ayah suka jika Mama sudah menjadi gila jika di atas ranjang ",, kata Kak Ivar langsung memeluk dan mencium sang istri
Dengan Agnes yang berada di bawah kukungan tubuhnya, membuat Kak Ivar menjadi leluasa untuk m3ncum6u dan memberikan bel414n demi bel4ian kepada Agnes.
Dan Agnes yang sudah terbuai dengan bela1an dari Kak Ivar, dia langsung pasrah jika Kak Ivar ingin melakukan lebih kepadanya.
Meninggalkan Kak Ivar dan Agnes yang sedang 63rcumbu me5r4, kita bergeser lagi ke dalam kamar si Pietro.
Pietro yang sedang asik browsing tentang daun-daun herbal yang gambarnya tadi di berikan oleh anak buahnya.
Tiba-tiba saja atensinya teralihkan ke arah Molly, yang menunjukkan pergerakan ingin sadar.
Pietro yang melihat, dia langsung menaruh ponselnya untuk mendekati sang istri.
" My Queen ",, kata Pietro kepada Molly.
" Minumlah dulu Mama ",, kata Pietro kepada Molly.
Molly pun langsung di bantu oleh Pietro untuk meminum ramuan obat herbal yang sudah di siapkan sebelumnya.
" Wleeeek, apa ini Kakanda, rasanya sangat aneh sekali?? ",, tanya Molly kepada Pietro.
" Ini ramuan untuk pereda nyeri My Queen, dan sengaja Kakanda campur dengan penambah darah, supaya My Queen tidak lemas, karena baru saja melahirkan ",, jawab Pietro kepada Molly.
" Ayo habiskan, setelah itu baru minum air putihnya ",, kata Pietro lagi kepada Molly.
__ADS_1
Walau enggan, karena rasanya aneh, tapi Molly tetap menurut untuk meminum ramuan tadi yang rasanya sangat tidak enak sekali di lidah.
" Ini minumlah air putihnya ",, kata Pietro ketika Molly sudah menghabiskan ramuan obat herbal buatannya.
" Baby kita di mana Ayah?? ",, tanya Molly kepada Pietro.
" Itu sedang tidur di box baby nya ",, jawab Pietro kepada Molly.
" Bawa sini Kakanda, Molly ingin melihatnya ",, kata Molly kepada Pietro.
Pietro tanpa banyak berbicara, dia langsung beranjak berdiri untuk mengambil baby Leonardo.
Dan ketika baby Leon sudah berada di dalam gendongannya, Pietro langsung memberikannya kepada Molly.
" Anak ke tiga kita Kakanda, siapa namanya?? ",, tanya Molly kepada Pietro.
" Leonardo Ygnacio Grayson Roderick ",, jawab Pietro kepada Molly.
" Pasti panggilannya baby Leon?? ",, kata Molly kepada Pietro.
Pietro langsung saja tertawa ketika mendengar perkataannya Molly.
" My Queen tahu saja apa sudah Kakanda pikirkan ",, kata Pietro sambil tertawa.
" Molly sudah tahu semuanya tentang Kakanda, itulah mengapa, Molly sangat percaya, jika Kakanda, pasti bisa membantu Molly melahirkan baby Leon ",, jawab Molly kepada Pietro.
Pietro hanya tersenyum manis saja, sambil mengusap lembut wajah cantiknya Molly, yang masih terlihat sedikit pucat.
Pietro langsung saja membantu Molly untuk menyu5u1 baby Leon dengan nyaman.
" Sepertinya dia sedang haus ",, kata Molly sambil menyu5u1 baby Leon.
" Kakanda juga haus ",, kata Pietro kepada Molly sambil tersenyum m35um.
" Kebiasaan, pasti tidak mau kalah dengan anaknya sendiri!! ",, jawab judes dari Molly kepada Pietro.
Pietro langsung tertawa lagi ketika mendengar jawabannya Molly.
Malam itu Pietro dan Molly sedang merasa sangat bahagia sekali, karena pada akhirnya anak ke tiga mereka lahir dengan selamat tanpa ada cacat sama sekali.
Anak ke tiga yang terlahir sesuai harapan, dan mempunyai nama yang sangat bagus sekali, membuat Pietro merasakan rasa bangga tersendiri di dalam hatinya, terlebih lagi dia juga bisa melihat sendiri perkembangan dan kelahiran dari semua anak-anaknya.
Walau Pietro sekarang menjadi tukang obat herbal, tapi dia bukan tukang obat sembarangan.
Karena Pietro adalah tukang obat yang sudah bisa menembus pasar internasional, dan membuatnya menjadi lebih tambah terkenal lagi dari sebelumnya.
Dan pemasukan uang yang Pietro miliki, juga lebih banyak lagi dari pekerjaannya yang dulu.
__ADS_1
Walau pesaing bisnis sangatlah banyak, namun Pietro tidak merasa khawatir, karena dia akan segera membuka cabang di berbagai kota maupun berbagai Negara yang pernah dia singgahi sebelumnya.
Sedangkan bergeser ke Gilbert.
Gilbert dan Elina, setelah melihat Molly sudah melahirkan baby Leonardo dengan selamat.
Mereka berdua semakin tidak sabar saja, ingin segera melihat buah hati mereka yang pertama lahir di dunia ini menyusul baby Leon.
Dan Gilbert juga, sudah tidak sabar ingin segera menggendong babynya sendiri serta merawat dengan ke dua tangannya, seperti yang biasa Pietro lakukan kepada si kembar.
Banyak belajar dari ke dua Kakaknya, membuat Gilbert sedikit tahu bagaimana cara merawat seorang baby.
Karena semenjak ada si kembar, Gilbert terkadang juga sering membantu Pietro maupun Molly untuk mengurus mereka sekaligus belajar.
Keluarga Hartigan belum pada mengetahui, jika Molly sudah melahirkan anak ke tiganya.
Sebab baik Pietro, Kak Ivar maupun Agnes dan juga Molly, mereka semua masih pada sibuk dengan kegiatan mereka masing-masing.
Dan mereka belum kepikiran untuk menghubungi Keluarganya Kak Agler.
Serta Mama Hanna pasti akan semakin senang, karena dia bertambah cucu lagi.
Begitupun dengan Mama Jaena, yang juga sudah menganggap Molly sebagai anak kandungnya sendiri.
Mama Jaena pasti akan sama senangnya seperti yang di rasakan oleh Mama Hanna, ketika dia sudah melihat baby Leon.
Jika Pietro dan yang lainnya sudah pada sempat mengabari mereka semua, pasti rumah mewah milik Pietro, akan kedatangan banyak tamu untuk menjenguk baby Leon yang baru saja lahir di jam delapan malam tadi.
Sekarang, baik Kak Ivar, Agnes, Molly serta Pietro, dan jangan lupakan Alva yang sedang merajuk, mereka semua sedang mencoba mengistirahatkan tubuh mereka masing-masing, karena waktu sudah cukup larut malam.
Akan tetapi diantara mereka semua, hanya Pietro saja yang tidak bisa tidur dengan nyenyak, karena dia harus mengecek keadaannya Molly maupun tidurnya si kembar, yang terkadang masih terjaga jika mereka sedang merasa haus.
...πππππππππππππ...
Author : Have a nice dream baby Singaπ€.
Readers : Awas thor nanti di getok kepalanya sama Pietro, karena memanggil baby Leon dengan panggilan baby Singa.
Author : Salah sendiri memberi nama dengan Leon, yang artinya Singaπ.
Readers : Itu kan dari anda sendiri thorπ¬.
Author : π€£π€£π€£π€.
Readers : Sini tak cekik π€
Percakapan gabut π.
__ADS_1
...π οΈπ οΈπ οΈπ οΈπ οΈπ οΈπ οΈπ οΈπ οΈπ οΈπ οΈπ οΈπ οΈ...
...***TBC***...