
Melihat dan mendengar suara tawa Neo, benar-benar membuat siapa saja yang melihat akan langsung darah tinggi.
Karena dia tanpa merasa bersalah sama sekali kepada Pietro, Neo tertawa puas melihat Pietro yang sudah tidak menunjukkan pergerakan orang yang masih hidup.
" Aku puas, dan akan aku ambil cek yang tadi, huh,!! tidak jadi berkurang uang tabunganku!! ",, kata Neo sambil berjalan mendekati Pietro yang sudah tergeletak di atas lantai.
Neo pun yang sudah sampai di samping Pietro, dia lalu mencoba memasukkan tangannya ke dalam saku kemeja yang di pakai oleh Pietro.
Namun siapa sangka, ketika tangannya sudah masuk ke dalam saku tersebut dan akan menarik keluar cek miliknya yang sudah dia berikan kepada Pietro.
Tiba-tiba saja dia di buat sangat terkejut sekali, karena tangan dia di cekal dengan sangat kuat sekali oleh Pietro dan membuat Neo langsung melototkan matanya menatap ke arah wajah Pietro.
Pietro langsung saja tersenyum miring ke arah Neo yang mencoba melepaskan tangannya dari cengkeramannya.
" Lepaskan!! ",, kata Neo kepada Pietro.
Hanya senyuman yang menyeramkan yang Pietro perlihatkan kepada Neo.
Pietro sebenarnya tadi dia sudah tahu, jika wine yang di minumnya itu berisi racun.
Sebab Pietro ketika akan meminum wine tersebut, dia sudah mencium aroma racun yang sangat di kenalinya.
Pietro memang sengaja bertanya lebih dahulu di mana letak kamar mandinya, sebab ketika dia sudah meminum wine berisi racun tersebut, dia bisa langsung bergegas memuntahkannya di dalam kamar mandi.
Dan Pietro yang tidak mau membuat Neo curiga kepadanya, akhirnya dengan terpaksa dia pun langsung meminum satu gelas wine tersebut hingga habis tidak tersiksa.
Serta di saat Pietro sudah meminum wine tersebut, dia langsung segera menuju ke dalam kamar mandi untuk memuntahkannya.
Pietro memasukkan tangannya ke dalam mulutnya hingga membuat dia muntah-muntah dengan sangat hebat sekali, dan mata dia sampai terlihat memerah seperti orang kesakitan.
Dan Neo tadi yang mendengar Pietro muntah-muntah, mengira jika racunnya sudah bekerja di dalam tubuh Pietro, padahal apa yang dia pikirkan adalah salah, sebab yang sebenarnya adalah Pietro muntah-muntah karena sedang mengeluarkan racun yang sudah di minumnya tadi.
Pietro mempunyai penawar akan racun yang baru saja di minumnya tadi, tapi sayang sekali, dia saat ini tidak membawa penawar racun tersebut.
Jadi Pietro sebisa mungkin dan terus berusaha memuntahkan semua racun yang baru saja di minumnya.
Setelah di rasa Pietro sudah mengeluarkan semua racunnya tadi dari dalam tubuhnya, dia langsung keluar dari dalam kamar mandi sambil berakting kesakitan dan sedang sekarat.
__ADS_1
Di tambah Pietro juga ingin melihat bagaimana sikap Neo kepadanya jika melihatnya sedang sekarat seperti itu.
Pietro semakin menyimpan amarahnya di dalam dada, ketika melihat sikap Neo yang sudah memperlihatkan tabiatnya yang asli ketika dia sedang berpura-pura sekarat.
Pietro pun semakin melancarkan aktingnya, ketika perkataan Neo semakin menjengkelkan untuknya.
Dengan berpura-pura mati, untuk memancing Neo mendekat ke arahnya, dan walaaaa akhirnya berhasil juga rencana Pietro.
Neo mendekat ke arahnya dan hap, tangan Neo berhasil Pietro cengkeram dengan sangat kuat sekali.
Tanpa mau banyak berbicara dan berkata, Pietro langsung saja memelintir tangan Neo dan menariknya dengan sangat kuat sekali, hingga membuat Neo langsung tersungkur ke depan mencium lantai di samping Pietro.
Melihat Neo jatuh tersungkur, Pietro pun langsung saja bangun dari rebahannya tadi.
Berjalan santai mendekati Neo yang masih belum bangun dari atas lantai, Pietro lalu langsung menarik kuat kemeja yang di pakai Neo hingga membuat kemeja Neo hampir robek di buatnya.
" Ampun Tuan Roderick ",, kata Neo kepada Pietro.
" Tidak ada kata ampun di kamus Keluarga Roderick!! ",, jawab Pietro kepada Neo.
Pietro dengan emosi yang memuncak, dia lalu menyeret Neo menuju ke arah belakang lebih tepatnya ke arah dapur yang ada di situ.
Ketika sudah mengobrak-abrik semua isi dapur tersebut, Pietro pun akhirnya menemukan sebuah pisau besar yang biasanya di gunakan untuk memotong daging.
" Ampun Tuan, jangan bunuh saya, lepaskan saya, dan saya akan berubah serta akan menambahkan uang bayaran untuk anda tadi ",, kata Neo lagi memohon ampun kepada Pietro.
" Uang saya sudah banyak,!! uang bayaran darimu pun itu cuma cukup untuk membeli celana dalamku saja!! ",, jawab mengejek Pietro kepada Neo.
" Sekarang kamu harus merasakan kemarahan sang Dewa Kematian Tuan Neo yang terhormat ",, kata Pietro lagi kepada Neo.
Pietro lalu membanting Neo lagi ke atas lantai dapur di situ, setelahnya Pietro langsung duduk di atas dada Neo sambil memegang pisau yang sangat tajam tadi di tangannya.
" Kamu harus menerima semua akibatnya Tuan Neo, saya benci dengan orang yang berkhianat seperti anda!! ",, kata Pietro sambil mencengkeram dagu Neo dengan sangat kuat sekali.
Neo yang dagu dan mulutnya di cengkeram seperti itu oleh Pietro, dia hanya bisa menggelengkan kepalanya kepada Pietro dengan wajah yang sudah pucat pasi.
" Sekarang mari kita berpesta, dan anda akan segera menyusul ke tiga musuh anda yang tadi Tuan Neo, hahahahahaha ",, kata Pietro dengan suara tawa iblisnya.
__ADS_1
Dan sreeeeeett, tanpa menunggu waktu lama lagi, Pietro merobek paksa mulut Neo menggunakan pisau yang di bawanya hingga sampai ke telinga sebelah kanan.
Darah langsung keluar dengan cukup deras dari bekas robekan di mulut Neo tadi.
Setelah itu, Pietro pun mengulangi hal yang sama dengan merobek mulut yang satunya hingga sampai di telinga sebelah kiri.
Melihat mulut Neo sudah terbuka dengan sangat lebar sekali seperti itu, Pietro langsung menarik lidah Neo untuk dia potong sampai ke ujungnya.
" Dari lidah inilah mulut manis bisa terucap, yang ternyata hanyalah bualan belaka!! ",, kata Pietro sambil memainkan lidah milik Neo yang sudah dia potong.
Neo belum mati juga, dia masih bisa bernafas walau sedang merasakan rasa sakit yang teramat sakit sekali.
" Bagaimana Tuan Neo, apakah sakit, saya rasa tidak, karena orang yang suka berkhianat seperti anda tidak pantas mempunyai mulut, lidah dan ......... ",, kata Pietro sengaja menjedanya.
" Kepala ",, sambung perkataan Pietro sambil tersenyum miring.
" Jadi, ucapkan selamat tinggal kepada kepala kesayangan anda ini Tuan Neo, eh tunggu dulu, saya belum memberikan kejutan kepada anda bukan..... ",, kata Pietro lagi.
Setelah berkata seperti itu, Pietro langsung saja mencongkel ke dua mata Neo menggunakan tangan dan juga pisau yang di bawanya tadi, hingga sampai terlepas dari tempatnya.
Setelah mata itu terlepas, Pietro memainkan bola mata itu seperti kelereng besar yang teramat lucu baginya.
" Lucu juga bola mata ini, kenyal dan lembek ",, kata Pietro sambil m3r3mas-r3m45 mata milik Neo tadi.
Walau mata Neo sudah Pietro ambil, tapi Neo belum mati juga, dan sekarang tiba saatnya Pietro memisahkan kepala Neo dari tubuhnya.
Kreeessss, terpenggallah kepala Neo dari tubuhnya.
Darah langsung mengucur deras dari potongan tubuh dan leher Neo.
Sambil tersenyum miring, Pietro pun mengangkat kepala Neo di depan matanya yang sudah tidak mempunyai ke dua bola mata itu.
Sungguh kejam sekali bukan, dan kekejaman Pietro Roderick patut di takuti oleh semua orang.
Hingga yang membaca novel ini pun, seakan mau muntah jika membaca Pietro sedang mengeksekusi mangsanya😂.
...❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️...
__ADS_1
...***TBC***...