
Saat ini Lord Spooky dan juga Freja sudah sampai di depan jalan yang menuju ke dalam hutan tempat tinggal si Pietro.
Freja sedikit keheranan ketika dia bertanya di mana tempat tinggal Pietro kepada Lord Spooky malah di tunjukkan sebuah jalan masuk menuju ke dalam hutan.
" Lord??..... apakah anda tidak salah tempat?? ",, tanya dari Freja kepada Lord Spooky.
" Ini kan jalan menuju ke dalam hutan, di sini saya tidak melihat ada rumah sama sekali ",, kata Freja lagi kepada Lord Spooky.
" Saya tidak pernah salah, dan kamu jangan meragukan kemampuan saya!! ",, kata Lord Spooky dengan nada yang sangat tegas sekali kepada Freja.
" Maaf ",, kata Freja kepada Lord Spooky.
" Saya sudah sering kesini, dan saya sangat tahu sekali di mana rumah Tuan Pietro berada ",, kata Lord Spooky lagi kepada Freja.
" Terus di mana rumah Tuan Pietro Lord?? ",, tanya dari Freja kepada Lord Spooky.
" Kamu ikuti saja jalan ini, nanti di ujung jalan, kamu akan menemukan sebuah rumah yang sangat bagus dan juga besar sekali, nah di situlah Tuan Pietro tinggal ",, jawab dari Lord Spooky kepada Freja.
" Tuan Pietro tinggal di dalam hutan Lord?? ",, tanya Freja lagi kepada Lord Spooky.
" Iya, dia tidak menyukai keramaian, dan dia sangat berbeda sendiri dari ke dua saudaranya ",, jawab dari Lord Spooky kepada Freja.
" Sudah saya mau pergi dulu, saya mau mencari mangsa, kamu silahkan selesaikan sendiri balas dendam kamu itu, jika suatu saat nanti kita bertemu lagi itu artinya kamu memilih keputusan yang tepat ",, kata dari Lord Spooky kepada Freja.
" Apa maksud dari perkataan anda Lord......... ",, kata Freja kepada Lord Spooky.
Namun Lord Spooky belum sempat menjawab perkataan Freja, dia memilih menghilang meninggalkan Freja sendirian di tempat tersebut.
Sepeninggalan dari Lord Spooky, Freja yang bisa terbang dia memilih berjalan kaki saja menyusuri jalan yang ke arah rumah si Pietro.
Ketika Freja baru seratus meter berjalan, Freja melihat ada sebuah mobil pengantar makanan yang menabrak sebuah pohon.
" Ko ada mobil pengantar makanan di sini??, eeh masih ada orangnya?, dia masih hidup atau sudah meninggal ya?? ",, kata Freja sambil mengintip ke dalam jendela kaca mobil.
" Sepertinya dia cuma pingsan saja, biarkanlah bukan urusanku ",, kata Freja kepada dirinya sendiri.
Dan setelahnya Freja memilih melanjutkan lagi perjalanannya menuju ke rumah si Pietro.
Sepanjang perjalanan ke rumah si Pietro, Freja melihat ada banyak sekali arwah atau hantu bergentayangan di situ.
__ADS_1
Ada yang di atas pohon, di bawah pohon, ada yang sedang berpacaran, mengesot, menggantung, ada yang kakinya buntung, wajahnya cacat atau rusak dan masih banyak yang lainnya lagi.
Dan semua hantu tersebut mereka semua menatap heran dan juga aneh ke arah Freja yang baru pertama kali mereka lihat.
Freja sedikit risih ketika semua hantu itu melihat ke arahnya, namun dia berusaha tidak mempedulikannya dan tetap meneruskan jalannya menuju ke rumah si Pietro.
Dari jauh Freja sudah melihat ada sebuah pagar dinding yang cukup tinggi dan juga kokoh sekali.
" Pasti itu rumah Tuan Pietro, iya aku yakin sekali itu ",, kata Freja sambil berbicara sendiri.
Ada salah satu hantu yang mendengar perkataan dari Freja, dia langsung saja menyahutinya.
" Nona,......... ",, panggil hantu itu kepada Freja.
Dan Freja langsung saja menghentikan langkah kakinya mendengar ada yang sedang memanggilnya.
" Nona hantu baru ya di sini?? ",, tanya dari hantu itu kepada Freja.
" Iya, memangnya kenapa?? ",, jawab dari Freja kepada hantu tersbeut.
" Tadi anda mengatakan ingin ke rumah Tuan Pietro?? ",, kata hantu itu lagi kepada Freja.
" Iya saya memang ingin ke sana, dan ingin membalaskan dendam saya ",, jawab Freja dengan berapi-api kepada hantu tersebut.
" Hei teman-teman, Nona ini ingin membalas dendam kepada sang King ",, teriak dari hantu tadi kepada semua arwah yang ada di situ.
Semua arwah atau hantu yang ada di situ, mereka semua langsung saja ikut-ikutan mentertawakan kebodohan dari Freja.
" Kalian semua kenapa pada tertawa, memangnya ada yang salah dengan saya hah??!! ",, kata Freja kepada semua hantu itu dengan nada yang sangat marah sekali.
" Dasar bodoh, mengantarkan pada kehancuran saja!! ",, ejek dari salah satu hantu yang ada di situ kepada Freja.
" Sudah biarkan saja, ini adalah tontonan gratis untuk kita semua ",, sahut dari salah satu arwah lagi kepada hantu yang tadi.
Sedang Freja yang tidak faham dengan maksud perkataan mereka semua, dia lalu memilih langsung terbang meninggalkan para kerumunan hantu tersebut.
Dan akhirnya Freja sampai juga di depan pintu gerbang rumah si Pietro.
Sesampainya di depan gerbang rumah si Pietro, Freja masih banyak sekali melihat para arwah atau hantu yang berkeliaran di situ, dan kali ini yang Freja lihat wajah dan tubuh mereka semua pada rusak atau hancur cukup parah sekali.
__ADS_1
Wajar saja jika badan para hantu yang sekarang seperti itu, karena mereka semua adalah para mangsa Pietro waktu hidup dulu.
Freja tidak mau memusingkan para arwah itu semua, dia memilih langsung mencoba masuk ke dalam rumah si Pietro.
Ketika Freja sudah masuk ke dalam rumah Pietro, dia terus terbang menembus dinding rumah untuk mencari keberadaannya Pietro yang sedang tidur bersama Molly.
Freja yang sudah menemukan Pietro sedang tertidur lelap bersama Molly, perasaan dia langsung saja semakin marah, dan dendam dia semakin membara saja untuk Pietro.
" Aku sudah menjadi hantu gentayangan seperti ini karena dia, dan dia malah asik tidur berpelukan seperti itu dengan wanita itu!! ",, kata Freja dengan suara yang terdengar sangat marah sekali.
Freja tidak tahu saja jika Pietro dan Molly bisa melihat para arwah atau hantu.
Jadi ketika Freja berbicara seperti itu dengan suara yang cukup keras sekali, membuat Pietro dan Molly langsung terbangun seketika.
Pietro dan Molly yang sudah terbangun, mereka sedikit terkejut ketika sudah membuka mata langsung melihat ada seorang arwah perempuan sedang berdiri tidak jauh dari ranjang mereka dan terlihat sedang marah sekali.
" Siapa kamu??!! ",, kata Molly sambil menunjuk Freja.
" Kamu bisa melihat saya??!! ",, kata Freja kepada Molly.
" Eh tunggu kamu kan teman wanitanya Gilbert ",, kata Molly kepada Freja.
Sedang Pietro yang sudah bisa mengenali Freja, dia langsung saja tersenyum miring sambil menyandarkan punggungnya ke sandaran ranjang.
Freja yang melihat Pietro tersenyum miring seperti itu, dia terlihat semakin marah saja kepada Pietro.
" Iya saya adalah teman wanitanya Gilbert, dan saya begini karena sudah di bunuh oleh dia ",, jawab Freja kepada Molly sambil menunjuk Pietro.
Molly langsung saja mengalihkan pandangannya ke arah Pietro yang sedang di tunjuk oleh Freja.
Sedang Pietro sendiri dia santai saja ketika di tuduh seperti itu di hadapan Molly.
Freja yang baru beberapa menit di dalam rumah Pietro, dia akhirnya merasakan juga jika di sekujur tubuhnya sudah mulai terasa panas, namun sekuat tenaga Freja menahannya, sebab dia belum selesai berbicara kepada Pietro dan juga Molly.
Dan untuk Molly sendiri yang mendengar perkataan dari Freja tadi yang menuduh Pietro yang sudah membunuhnya, dia langsung saja mengatakan sesuatu kepada Freja.
...ποΈποΈποΈποΈποΈποΈποΈποΈποΈποΈποΈποΈποΈ...
Lanjut part sebelahπ .
__ADS_1
...π οΈπ οΈπ οΈπ οΈπ οΈπ οΈπ οΈπ οΈπ οΈπ οΈπ οΈπ οΈπ οΈ...
...***TBC***...