
Pietro yang sudah mendapatkan setidaknya cukup banyak buah-buahan yang dia temui didalam hutan tadi, dia pun langsung saja memutuskan untuk kembali pulang kerumah.
Sesampainya didalam rumah, Pietro sengaja lewat pintu belakang, karena fikir Pietro siapa tahu Molly belum selesai memasak.
Pietro yang sudah masuk kedalam dapur, dia tidak menemukan keberadaannya Molly, lalu Pietro mencoba mengecek semua makanan yang ada didatas meja makan.
Begitu banyak hidangan yang sudah terhidang diatas meja makan tersebut, dan Pietro yang melihatnya perut dia tiba-tiba langsung berbunyi cukup keras sekali.
" Sepertinya semua makanannya sangat enak ",, kata Pietro sambil melihat hasil masakan sang istri.
" Tapi dimana Molly?? ",, kata Pietro masih berbicara sendiri.
Setelahnya Pietro mencoba menaruh diatas meja dapur semua buah-buahan yang diambilnya tadi untuk mencari keberadaan dari Molly.
Tempat pertama yang Pietro tuju adalah kamar mereka, namun didalam kamar Pietro tidak melihat Molly sama sekali.
" Dimana Molly?? ",, kata Pietro yang tidak menemukan Molly didalam kamar.
Pietro langsung saja keluar dari dalam kamar untuk terus mencari keberadaannya Molly.
Sesampainya diruang Keluarga, Pietro langsung melihat Molly sedang tidur ditemani King yang tiduran dibawah shofanya.
" Huh............. ternyata My Queen tidur disini ",, kata Pietro dengan merasa sangat lega sekali sudah bisa menemukan Molly.
Sungguh Pietro terlihat sangat takut sekali jika Molly akan pergi dari dalam rumahnya.
King yang mempunyai indra pendengar yang sangat tajam sekali, dia langsung saja terbangun ketika mendengar suaranya Pietro.
Dan ketika King melihat jika yang berbicara adalah Pietro, dia lalu melanjutkan tidurnya lagi.
Seperti menjaga Molly, itulah tugas yang sedang dilakukan oleh King menggantikan Pietro.
" Biarlah dia tidur, aku mau mandi dulu sebentar ",, kata Pietro untuk Molly.
Setelahnya Pietro langsung berlalu menuju kedalam kamar untuk mandi dan membersihkan semua badannya yang kotor.
Tidak membutuhkan waktu yang lama bagi Pietro untuk mandi, dan ketika dia sudah selesai mandi, Pietro langsung beranjak kedapur untuk membersihkan semua buah-buahan yang didapatnya tadi untuk dia pindahkan kedalam wadah buah yang dia miliki.
Baru kali itu rumah Pietro penuh dengan makanan, buah-buahan, dan komplit semua isi perlengkapan dapur serta kulkasnya.
Selama Pietro tinggal disitu bertahun-tahun lamanya, rumah Pietro jarang sekali ada yang namanya makanan jika tidak diberi oleh sang Kakak yaitu Kak Ivar.
Selebihnya Pietro memilih untuk berburu dan memakannya didalam hutan sekalian.
Semua buah yang sudah dicuci bersih oleh Pietro, Pietro langsung menaruhnya diatas meja makan yang ada disitu.
Setelah itu Pietro langsung mencoba membangunkan Molly untuk menikmati semua masakan yang sudah dimasaknya tadi.
__ADS_1
" Minggir King ",, kata Pietro kepada King.
King pun langsung bergeser untuk membiarkan Pietro untuk membangunkan Molly.
" My Queen ",, kata Pietro sambil menepuk pelan tangan Molly.
" Hmm ............ ",, jawab Molly sambil berusaha membuka matanya.
" Kakanda........... Kakanda sudah pulang?? '',, kata Molly ketika dia sudah melihat Pietro duduk didepannya.
" Ayo kita makan,...... Kakanda sudah lapar ",, kata Pietro kepada Molly.
" Iya ayo Kakanda ",, jawab Molly kepada Pietro.
Molly lalu berusaha bangun dari tidurannya untuk berjalan bersama Pietro menuju kedalam ruang makan yang bersebelahan dengan dapur.
" Waaaaah apakah itu buah-buahan yang Kakanda dapatkan?? ",, kata Molly kepada Pietro.
" Iya, cobalah ........ ",, jawab Pietro kepada Molly.
Molly pun langsung saja mencoba semua buah-buahan yang sudah tersedia diatas meja makan.
" Rasanya manis, enak sekali Kakanda, dan yang ini rasanya hampir mirip dengan strawberry ",, kata Molly kepada Pietro.
Pietro tiba-tiba saja menarik tengkuk Molly untuk dia cium bibirnya, karena ternyata Molly memakan buah yang berwarna merah belepotan hingga kebibirnya.
" Iya rasanya manis sekali ",, jawab Pietro ketika sudah melepaskan bibirnya Molly tadi.
Entah ada keberanian darimana Molly langsung saja memasukkan salah satu buah kedalam mulutnya dan gantian dia yang menarik tengkuknya Pietro.
Molly mencium Pietro dengan didampingi buah didalam mulutnya, dan Pietro sendiri pastilah dengan senang hati menuruti keinginan dari sang Ratunya.
" Sekarang My Queen sudah berani nakal ",, kata Pietro kepada Molly sambil mengigit pelan hidung mancungnya Molly.
" Aduuuh sakit Kakanda ",, kata Molly mengaduh karena hidungnya baru saja digigit Pietro.
Pietro semakin hari semakin romantis saja sikapnya kepada Molly, dia yang melihat Molly mengaduh dan juga hidungnya memerah karena gigitannya tadi, Pietro langsung saja mengecup serta meniup hidung Molly dengan mesra.
Senyum Molly pun terus terlihat dibibirnya ketika Pietro begitu romantis kepadanya.
" Sudah ayo makan, jangan tersenyum terus seperti itu kepadaku, bisa-bisa bukan makanan ini yang akan aku makan, melainkan kamu My Queen ",, kata Pietro kepada Molly.
Molly langsung saja tertawa mendengar perkataan dari Pietro tadi.
Dan setelahnya mereka berdua lalu menikmati semua masakan yang sudah dimasak oleh Molly tadi.
" Bagaimana Kakanda??, apakah Kakanda sudah suka dengan semua masakan dari Molly?? ",, tanya Molly kepada Pietro.
__ADS_1
" Kalaupun tidak enak pasti akan tetap Kakanda makan ",, jawab Pietro kepada Molly sambil terus menikmati makanannya.
" Jadi itu artinya sekarang masakan Molly tidak enak begitu Kakanda?? ",, kata Molly dengan suara sedikit bersedih.
" Aaaaa............. ",, kata Pietro kepada Molly.
Molly pun langsung saja membuka mulutnya, dan Pietro langsung menyuapkan satu sendok makanan kedalam mulut Molly.
" Bagaimana rasanya?? ",, tanya Pietro kepada Molly.
" Enak bumbunya terasa ",, jawab Pietro kepada Molly.
" Iya seperti itulah yang Kakanda rasakan juga ",, kata Pietro kepada Molly.
Molly sekarang faham dan mengerti maksud dari perkataan Pietro tadi.
Senyum manis langsung mengembang dibibir Molly ketika Pietro ternyata menyukai semua masakannya.
Pietro makan dengan begitu lahap sekali seperti biasanya.
Tidak ada istri saja badan Pietro sudah besar dan sehat, mungkin dengan adanya Molly disampingnya badan Pietro akan semakin sehat serta semakin terjaga karena selalu diperhatikan oleh Molly.
Setelah selesai makan, Pietro langsung saja mengajak Molly untuk beristirahat didalam kamar.
Sambil menonton televisi berdua, iya seperti itulah yang sedang dilakukan oleh Molly dan Pietro sekarang.
Disaat sedang asik menonton televisi, tiba-tiba muncullah berita tentang video Freja yang sangat memalukan sekali semalam dan juga berita tentang bunuh diri yang dilakukan oleh Freja hari itu.
Molly yang seperti mengenali Freja, dia langsung saja bertanya kepada Pietro.
" Kakanda, sepertinya wanita itu yang Gilbert kenalkan semalam kepada kita, apakah benar?? ",, tanya Molly kepada Pietro.
" Iya ",, jawab singkat dari Pietro kepada Molly.
" Kasihan sekali dia sudah mati bunuh diri ",, kata Molly lagi sambil memperhatikan berita yang sedang tayang.
Tidak tahukah Molly jika Pietro sedang tersenyum iblis sambil melihat berita yang sedang tayang ditelevisi.
Pietro merasa puas bisa menyingkirkan Freja tanpa harus capek-capek mengeluarkan keringatnya sama sekali.
" Apakah Gilbert sudah tahu, kasihan dia teman wanitanya sudah meninggal dan juga sedang diberitakan buruk seperti sekarang ",, kata Molly lagi sambil terus menatap kearah televisi.
Pietro sedikit tidak suka ketika Molly merasa kasihan seperti itu, entah kepada Gilbert atau Freja.
Dan untuk memberikan hukuman kepada Molly, Pietro langsung menarik tengkuk Molly untuk dia cium tepat dibibirnya.
Walau Molly mendapatkan serangan mendadak dari Pietro, namun dia tetap mencoba mengimbangi ciuman yang sedang Pietro berikan kepadanya.
__ADS_1
...๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ...
...***TBC***...