KING PSYCHOPATH

KING PSYCHOPATH
KEBAHAGIAAN HARTIGAN


__ADS_3

Seharian Mamah Hanna dan Ayah Janu waktu mereka habiskan untuk mengobrol dengan arwahnya Greta.


Sedangkan Kak Agler dia sudah berangkat kekantor sejak tadi, dan untuk Chan sendiri dia sedang bermain dengan Linn diruang Keluarga rumah Ayah Janu.


" Oh ya Nak, selama ini kamu tinggal dimana??, apakah kamu tidak mempunyai tempat tinggal?? ",, tanya Ayah Janu kepada Greta.


" Greta tinggal disebuah desa yang tempatnya sangat terpencil sekali Ayah didekat hutan ",, jawab Greta kepada Ayah Janu.


" Disana Greta mempunyai sahabat manusia yang sangat cantik sekali dan juga baik namanya Molly ",, lanjut lagi perkataan dari Greta kepada Ayah Janu dan masih didengar oleh Mamah Hanna.


" Dia seorang manusia??, itu artinya dia bisa melihat kamu dong Nak?? ",, kata Mamah Hanna kepada Greta.


" Iya Mah, Molly bisa melihat Greta, dia mempunyai kelebihan sama seperti Kak Linn ",, jawab dari Greta kepada Mamah Hanna.


" Dimanakah sekarang gadis yang bernama Molly itu Nak??, apakah kita bisa bertemu dengannya?? ",, tanya Ayah Janu lagi kepada Greta.


" Sekarang dia sudah tinggal dengan suaminya ditengah hutan Ayah ",, jawab Greta kepada Ayah Janu.


" Kenapa kamu tidak tinggal disini saja Nak, kan Molly sudah mempunyai suami sekarang dan tadi kamu bilang jika mereka tinggal ditengah hutan, maksudnya bagaimana Greta?? ",, kata Mamah Hanna kepada Greta.


" Greta tidak bisa Ayah, Mamah, karena Greta sudah berjanji untuk menemani Molly sampai kapanpun ",, jawab Greta kepada kedua orang tuanya.


" Dan mereka tinggal ditengah hutan, karena suaminya Molly membangun tempat tinggal ditengah hutan Mah jauh dari keramaian kota ",, lanjut lagi perkataan dari Greta kepada Mamah Hanna.


" Apakah suaminya Molly seorang tarzan?? ",, tanya menyeleneh dari Ayah Janu kepada Greta.


Dan Greta yang mendengar pertanyaan dari Ayah Janu, dia langsung saja tertawa cukup keras sekali.


" Ayah ini lucu,.......... ",, kata Greta kepada Ayah Janu sambil tertawa.


" Suaminya Molly tidak seorang tarzan Ayah, dia juga manusia biasa seperti Mamah dan Ayah, hanya saja dia memang tinggalnya ditengah hutan, bahkan rumahnya saja besar dan bagus sekali ",, kata Greta lagi kepada Ayah Janu.


" Oh iya-iya Mamah faham, suami dari Molly ini dia sukanya menyendiri ya Nak ",, kata Mamah Hanna kepada Greta.


" Iya sepertinya begitu Mah ",, jawab Greta kepada Mamah Hanna.


" Molly sedari dia kecil sudah ditinggal meninggal Mamahnya Mah, Yah, dan baru kemarin juga Ayah Molly menyusul sang istri karena diterkam hewan buas ketika mencari kayu didalam hutan ",, cerita dari Greta kepada Mamah Hanna dan Ayah Janu.


" Kasihan sekali dia Nak ",, kata Mamah Hanna kepada Greta.


" Iya Mah, hidup Molly memang sungguh sangat kasihan sekali, tapi setidaknya sekarang dia beruntung sudah memiliki suami, walau tampang suaminya sangat menyeramkan dan juga kejam, tapi Greta lihat dia begitu mencintai Molly ",, kata Greta kepada Mamah Hanna.

__ADS_1


" Baguslah kalau begitu Nak, nanti jika kamu kesini lagi ajak Molly sekalian ya, Mamah ingin berkenalan dengannya ",, kata Mamah Hanna kepada Greta.


" Baik Mah akan Greta usahakan ",, jawab Greta kepada Mamah Hanna sambil tersenyum.


" Oh ya Mah, Yah, Greta mau bilang, Greta hanya bisa satu hari ini saja menemani kalian, besok Greta akan pergi lagi, Mamah sama Ayah jaga diri dan kesehatan kalian berdua ya ",, kata Greta dengan tiba-tiba kepada Ayah Janu dan Mamah Hanna.


" Kenapa cepat sekali Nak, Ayah kira kamu akan disini dua atau sampai tiga hari lamanya, kenapa cuma satu hari saja ",, kata Ayah Janu kepada Greta dengan ekspresi terkejut.


" Greta tidak bisa tinggal disini lama-lama Ayah, Greta tidak bisa,............. ",, kata Greta kepada Ayah Janu sambil terbang tidak tentu arah didalam kamar.


" Iya baiklah kami mengerti, kembalilah kesini lagi Nak duduk disebelah Mamah ",, kata Mamah Hanna kepada Greta.


Dan Greta pun langsung menurut dengan kembali duduk diranjang sebelah Mamahnya.


" Sebelum kamu pergi besok hari, malam ini kamu tidur disini ya Nak bersama Mamah dan Ayah ",, kata Mamah Hanna kepada Greta.


" Iya baiklah Mah ",, jawab Greta kepada Mamah Hanna dan masih didengar oleh Ayah Janu.


Ayah Janu dan Mamah Hanna langsung saja tersenyum dengan sangat lebar sekali mendengar jawaban dari Greta.


Selain mengobrol dengan Greta didalam kamar, Mamah Hanna dan Ayah Janu juga mengajak bersantai Greta sambil menonton televisi diruang Keluarga bersama Linn dan juga Chan.


Chan bahkan bermain dengan sang aunty yang baru kali itu dia bisa melihat arwahnya.


Bahkan Mamah Hanna dan Ayah Janu pun hari itu melewatkan jam istirahat siangnya, karena mereka takut jika mereka tidur siang, nanti bangun-bangun sudah tidak bisa meihat Greta lagi.


Padahal Greta sudah bilang jika dia tidak akan pergi sampai esok hari, tapi tetap saja Mamah Hanna dan Ayah Janu kekeh tidak mau untuk tidur siang.


Linn hanya bisa menggelengkan kepalanya saja karena mengerti kenapa kedua mertuanya bersikap seperti itu sekarang.


Hingga ketika jam pulang kantor, saat Kak Agler sudah sampai rumah, dia langsung disuguhkan pemandangan dari Ayah Janu dan Mamah Hanna yang sedang tertawa bahagia bersama Greta.


" Apakah Greta masih disini Mamah?? ",, tanya Kak Agler kepada Linn.


" Iya masih, apakah Papah juga mau bergabung dengan mereka?? ",, tanya Linn kepada Kak Agler sambil berjalan menuju kedalam kamar mereka.


" Nanti saja jika Papah sudah mandi dan wangi ",, jawab Kak Agler kepada Linn.


" Iya baiklah ",, jawab Linn kepada Kak Agler.


" Chan dimana Mamah??, ko dia tidak terlihat, biasanya Papah pulang dia langsung meminta gendong kepada Papah ",, tanya Kaka Agler kepada Linn.

__ADS_1


" Dia tadi diluar sedang bermain petak umpet besama Greta ",, jawab dari Linn kepada Kak Agler.


" Oh ya Mah?? ",, kata Kak Agler kepada Linn.


" Iya Papah, mereka berempat seharian ini bermain terus, sampai-sampai Mamah dan Ayah disuruh untuk tidur siang oleh Greta tidak mau ",, kata Linn kepada Kak Agler.


" Tidak apa biarlah, Ayah sama Mamah memang sudah sangat rindu sekali dengan Greta, dan Papah pun sama, rasanya ingin memarahi, menjewer atau memeluk adik kecil Papah itu lagi, tapi semua itu tidaklah mungkin terjadi,.......... setidaknya kami masih bisa diberikan kesempatan untuk melihat arwahnya, Papah sudah sangat bahagia sekali ",, kata Kak Agler sambil tersenyum pilu.


" Sudah sana mandi, nanti Mamah bantu untuk smelihat Greta, supaya kita semua bisa bermain juga bersama Greta ",, kata Linn kepada Kak Agler sambil mengusap lengan Kak Agler dengan lembut.


" Iya Mah ",, jawab Kak Agler kepada Linn.


Setelah itu Kak Agler langsung saja segera mandi untuk menghilangkan keringat yang ada ditubuhnya.


Dan ketika Kak Agler sudah selesai mandi, dia langsung saja meminta tolong kepada sang istri untuk membukakan mata batinnya, karena dia sudah tidak sabar ingin bermain juga bersama sang adik yang sudah sangat dirindukannya.


Walau waktunya sangat super singkat sekali, namun tidak bisa dibohongi atau dipungkiri jika Keluarga Hartigan sangat menikmati sekali momen bersama Greta.


Canda, tawa, wajah ceria terlihat sekali diwajah mereka semua.


Para asisstan rumah tangga yang bekerja disitu, awalnya mereka merasa aneh dengan kedua majikan mereka yang dartadi berbicara sendiri.


Namun ketika salah satu dari mereka ada yang memberanikan diri bertanya kepada Linn.


Akhirnya mereka tahu jika sang majikan yaitu Ayah Janu dan Mamah Hanna sedang berbicara dengan arwahnya Greta.


Sedikit tidak percaya, itulah yang dirasakan oleh para asisstan rumah tangga ketika mendengar jawaban dari Linn tadi.


Akan tetapi ketika salah satu asisstan ada yang meminta untuk dibukakan mata batinnya kepada Linn, akhirnya dia percaya juga jika memang ada arwah Greta didalam rumah itu.


" Sungguh arwah Non Greta sangat cantik sekali Nyonya Linn, dia seperti bidadari ",, kata asisstan itu kepada Linn.


" Iya kamu benar, bagaimana sekarang kamu percaya kan?? ",, jawab Linn kepada asisstan rumah tangga tersebut.


" Iya Nyonya saya sudah percaya ",, jawab dari asisstan rumah tangga itu lagi kepada Linn.


Setelahnya Linn lalu sengaja menutup mata batin dari asisstan rumah tangga itu lagi supaya dia tidak bisa melihat hal-hal yang tidak diinginkannya.


Dan asisstan rumah tangga itu langsung saja bercerita kepada para teman-temannya jika memang benar ada arwah Greta bersama majikan mereka.


Mendengar cerita dari temannya yang baru saja tadi dibuka mata batinnya oleh Linn, para pekerja yang ada dirumah Hartigan akhirnya percaya juga jika memang benar ada arwah dari Greta dirumah itu.

__ADS_1


...๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ...


...***TBC***...


__ADS_2