KING PSYCHOPATH

KING PSYCHOPATH
KEBEBASAN GILBERT


__ADS_3

Meninggalkan Gilbert sejenak, Ansel yang masih berada di situ sejak tadi, dia terus melihat dan menunggui baby A yang masih tertidur dengan sangat lelap sekali.


Ketika Ansel mendengar Pietro meminta n3n3n kepada Molly, dia langsung saja pergi menghilang, karena dia tidak mau melihat adegan yang tidak ingin dilihatnya.


Ansel baru saja kembali lagi ke ruang perawatan Molly, ketika Gilbert sedang di ikat ke dua tangan dan ke dua kakinya oleh Pietro.


Walau Pietro dan Molly melihat kedatangan dari Ansel, namun mereka memilih diam saja tidak mau menyapa maupun menegurnya.


Dan ketika Ansel melihat Gilbert mendapatkan hukuman seperti itu oleh Pietro, dia langsung saja tertawa dengan sangat keras sekali.


Tentu saja suara tawa dari Ansel yang mendengar dan bisa melihat cuma Molly serta Pietro saja.


" Diam, nanti kamu bisa membangunkan ke dua anakku!! ",, kata Pietro kepada Ansel.


" Eh, Gilbert daritadi diam saja ko Kakak, tidak berbicara sama sekali, cuma baru saja kentut, dan aku rasanya mual sekali mencium aroma kentutku sendiri ",, kata Gilbert menyahuti perkataan dari Pietro.


Gilbert kira jika Pietro sedang berbicara dengannya, padahal kenyataannya Pietro sedang menegur Ansel.


Dan Ansel yang di tegur seperti itu oleh Pietro, dia langsung saja terdiam, karena dia tidak mau mengganggu tidur dari baby C dan baby A.


Molly yang mendengar perkataan dari Gilbert, dia langsung saja tertawa dengan sangat keras sekali, sampai-sampai membuat baby A akhirnya terbangun juga dari tidurnya.


" My Queen ini ya, ketawa tidak pelan-pelan, jadi terbangunkan princess kita ",, kata Pietro kepada Molly.


" Maaf Ayah Ito, habisnya Gilbert lucu ",, kata Molly kepada Pietro sambil tertawa.


Ansel yang melihat baby Aluisa sedang menangis seperti itu, dia pun mencoba menenangkannya dan berhasil, baby Aluisa atau baby A langsung terdiam dari suara tangisannya namun dengan bibir seperti sedang ingin n3n3n kepada Molly.


Dan Pietro walau dia melihat baby A sudah tidak menangis lagi, dia tetap mengambil baby A dari dalam box babynya, karena baby A terlihat seperti sedang haus.


" Ini coba n3n3n1n lagi My Queen, dia kan daritadi belum minum ASI ",, kata Pietro sambil menyerahkan baby A kepada Molly.


" Baiklah Ayah Ito, sini coba taruh di sini, Molly ingin m3nyu5uinya sendiri ",, jawab dari Molly kepada Pietro.


Baby A yang sudah berada di sampingnya, Molly langsung saja mencoba m3nyu5ui baby A dengan Pietro yang masih setia anteng menunggu di sampingnya.


Dan Pietro yang merasa Gilbert tidak bersuara lagi, dia lalu mencoba memanggil Gilbert yang masih berada di bawah ranjang pasiennya Molly.

__ADS_1


" Gilbert ",, panggil dari Pietro kepada Gilbert.


" Iya Kakak ",, jawab dari Gilbert kepada Pietro.


" Ada apa?? ",, tanya dari Gilbert kepada Pietro.


" Tidak ada apa-apa ",, jawab dari Pietro kepada Gilbert.


" Kamu tidak ada suaranya lagi, Kakak kira kamu sudah mati, karena mencium aroma kentut kamu sendiri ",, kata Pietro lagi kepada Gilbert.


" Astaga, adik sendiri di sumpahin mati, sungguh Kakak yang tidak punya perasaan!! ",, kata Gilbert kepada Pietro.


Pietro memilih diam saja tidak mempedulikan perkataan dari Gilbert, karena dia lebih asik melihat ke arah baby A yang sedang nikmat sekali n3n3n kepada Molly.


Ketika Pietro dan Molly sedang memperhatikan baby A, dan Ansel sedang sibuk sendiri menunggu baby A selesai n3n3n, tiba-tiba saja pintu ruang perawatan Molly terbuka dari luar, dan pelakunya adalah Kak Ivar.


Pandangan dari Pietro dan Molly serta Ansel langsung teralihkan ke arah Kak Ivar yang baru saja datang itu.


" Pietro apakah di sini ada ponsel Kakak yang tertinggal, karena Kakak mencarinya di rumah tidak ada dan sudah Kakak coba telepon tapi tidak tersambung ",, kata Kak Ivar kepada Pietro.


" Kak Ivar, tolong Kak ",, kata Gilbert kepada Kak Ivar.


" Seperti suara Gilbert,?? tapi ko tidak ada orangnya?? ",, kata Kak Ivar sambil mengalihkan pandangannya ke seluruh ruangan.


Pietro dan Molly yang mendengar perkataan dari Kak Ivar dan juga Gilbert, mereka berdua memilih diam saja, biar Kak Ivar menebak-nebak sendiri di manakah Gilbert berada.


Asal kalian semua tahu, Molly sudah menahan suara tawanya sejak tadi, ketika dia melihat wajah Kak Ivar yang kebingungan sendiri mencari keberadaannya Gilbert.


" Gilbert ada di sini Kak, di bawah ranjang ",, kata Gilbert menyahuti perkataan dari Kak Ivar tadi.


Kak Ivar yang mendengar perkataan dari Gilbert, dia lalu melangkahkan kakinya ke arah samping ranjang pasien yang satunya.


Sesampainya di samping ranjang pasiennya Molly, Kak Ivar langsung membuka selimut yang menjuntai sampai ke bawah itu.


Alangkah terkejutnya Kak Ivar, ketika sudah melihat ke bawah ranjang pasiennya Molly, dia langsung melihat Gilbert sedang dalam terikat seperti itu.


" Astaga Gilbert, kenapa kamu bisa ada di sini dan terikat begini?? ",, kata Kak Ivar sambil mengeluarkan Gilbert dari bawah kolong ranjang.

__ADS_1


" Pasti kamu ya Pietro yang sudah membuat adik kamu seperti ini!! ",, kata Kak Ivar kepada Pietro dengan sangat tegas sekali.


" Apa kamu tidak kasihan Pietro membuat Gilbert seperti tikus tadi di bawah ranjang ",, kata Kak Ivar lagi kepada Pietro.


" Dia kan memang tikus Kak ",, jawab simple dari Pietro kepada Kak Ivar.


" Jika aku tikus, kalian berdua adalah Kakak tikus ",, kata Gilbert kepada Kak Ivar dan juga Pietro.


Akhirnya berkat pertolongan dari Kak Ivar, Gilbert tidak harus menunggu dua jam lamanya di bawah kolong ranjang pasiennya Molly, karena saat ini Gilbert sudah keluar dari bawah kolong ranjang tersebut.


" Dan Molly itu artinya istrinya tikus dong ",, kata Molly menyahuti perkataan dari Gilbert.


Gilbert langsung saja tertawa dengan sangat keras sekali mendengar perkataan dari Molly, hingga membuat baby C jadi ikut terbangun dan langsung menangis dengan sangat kencang sekali.


" Kamu itu, bisa tidak kecilkan suara tawa kamu, jadi terbangun kan si babynya ",, kata Kak Ivar kepada Gilbert sambil menjitak kepala Gilbert.


Gantian Pietro yang tersenyum miring kepada Gilbert karena baru saja di marahi oleh Kak Ivar.


Dan Kak Ivar langsung saja menggendong baby C dari dalam box babynya supaya tenang kembali dari suara tangisannya.


" Sini Kak Ivar, ini baby A sudah selesai n3n3nnya, biar baby C Molly n3n3nin lagi ",, kata Molly kepada Kak Ivar.


" Baby C dan baby A, kalian menamai anak kalian cuma huruf abjad saja seperti itu?? ",, kata Kak Ivar kepada Molly dan Pietro.


" Tentu saja tidak Kak Ivar, dia baby Cashel, dan ini baby Aluisa ",, jawab dari Molly kepada Kak Ivar.


" Lalu siapa nama lengkap dari ke dua baby kalian?? ",, tanya dari Kak Ivar lagi kepada Molly.


Dan Gilbert yang juga penasaran dengan nama dari ke dua baby kembar itu, dia sambil mendengarkan jawaban dari Molly, sambil juga menikmati makanan yang tadi baru saja dia beli.


" Molly tidak tahu, Molly tidak hafal namanya Kak, karena namanya membuat lidah Molly susah mengatakannya '',, jawab dari Molly lagi kepada Kak Ivar sambil tertawa.


Kak Ivar yang mendengar jawaban dari Molly dan melihat Molly malah tertawa seperti itu, dia langsung saja memutar bola matanya malas sambil langsung mengalihkan pandangannya ke arah Pietro yang sedang menggendong baby Aluisa.


...๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ...


...***TBC***...

__ADS_1


__ADS_2