KING PSYCHOPATH

KING PSYCHOPATH
PENJAGA TANGGUH


__ADS_3

Sejak saat itu sampai sekarang, King terus tinggal di rumah Kak Ivar untuk menemani hari-hari mereka semua.


Alva yang baru pulang ke rumahnya, dia pun sama seperti sang Mama, di buat terkejut karena melihat si King sudah berada di rumahnya.


Namun Alva yang sudah cukup dekat dengan si King, lama-lama King menjadi teman bermainnya ketika dia sedang berada di rumah.


Walau Agnes awalnya merasa takut dan sedikit tidak suka dengan keberadaannya si King, bahkan dia selalu mengomel kepada Pietro, karena King harus tinggal di rumahnya.


Akan tetapi, lama-kelamaan Agnes yang melihat King yang jinak dan selalu mendengarkan semua perkataan Pietro maupun Molly, membuat Agnes menjadi penasaran dengan si King, hingga akhirnya dia pun juga menjadi dekat dan tidak takut lagi dengan si King.


Ada cerita lucu nih untuk kita semua, entahlah ini lucu atau tidak menurut kalian.


Pada waktu itu, ketika sudah hampir satu bulan lamanya Mama Hanna tidak berkunjung ke rumah Kak Ivar, dan cuma melalui sambungan video call saja jika ingin berbicara dengan Molly.


Mama Hanna pun mendesak suami dan anaknya untuk mengantarkannya berkunjung ke rumah Kak Ivar, karena dia sudah merasa rindu dengan Molly maupun dengan si kembar baby A dan C.


Akhirnya, sebelum Kak Agler dan Ayah Janu berangkat bekerja, mereka berdua memutuskan untuk mengantarkan Mama Hanna dan Linn untuk berkunjung di rumah Kak Ivar.


Seperti biasa, para penjaga yang berjaga di rumah Kak Ivar, langsung membukakan pintu gerbangnya, karena mereka sudah sangat mengenal sekali siapa itu Keluarga Hartigan.


Ketika mobil sudah terparkir dengan rapi di halaman rumah Kak Ivar, ingin sekali Kak Agler, Mama Hanna atau yang lainnya langsung keluar dari dalam mobil.


Namun, mata mereka tiba-tiba di buat sangat melotot sekali, ketika melihat si King baru saja keluar dari dalam garasi rumah Kak Ivar dengan wajah, bibir dan bagian tubuhnya terkena noda merah seperti darah.


Alhasil, baik Kak Agler dan semua orang memilih untuk stay di dalam mobil saja, karena mereka semua merasa sangat takut sekali dengan keberadaannya si King.


King yang baru pertama kali melihat mobil milik Kak Agler, dia langsung berjalan santai dan mendekati mobil tersebut.


Sesampainya di kaca samping mobil milik Kak Agler, King langsung mencakar-cakar kaca pintu mobil tersebut, hingga membuat Mama Hanna dan Linn berteriak dengan sangat ketakutan sekali.


" Agler, kenapa ada singa di rumah Tuan Ivar, dan mulutnya pun berwarna merah seperti darah, apakah singa itu baru saja memakan penghuni rumah ini?? ",, tanya Ayah Janu dengan ekspresi sangat ketakutan sekali.


Mama Hanna yang mendengar perkataan dari sang suami, dia langsung teringat dengan si kembar.


" Chasel, Aluisaaa ............. ",, kata Mama Hanna sambil menangis dengan cukup pilu.

__ADS_1


Sebab pikir Mama Hanna, si kembar baby C dan baby A sudah di makan oleh si King.


" Entahlah Ayah, Agler juga tidak tahu ",, jawab Kak Agler kepada Ayah Janu.


Kak Agler yang sudah pernah di beritahu oleh Molly, jika Pietro sedang memelihara singa, sepertinya saat ini dia melupakannya, makanya Kak Agler menjawab seperti itu kepada sang Ayah.


" Mama tenanglah ",, kata Linn mencoba menenangkan Mama mertuanya yang sedang menangis bersedih dan ketakutan, karena mobil mereka diputari terus oleh si King.


Para penjaga di rumah Kak Ivar yang melihat si King seperti itu di mobil milik Kak Agler, mereka semua hanya berani melihat saja sambil menahan suara tawa mereka.


Mereka semua tidak ada yang berani menahan si King, karena beberapa penjaga di rumah Kak Ivar pernah ada yang terkena serangan dari si King.


Karena si King mengira, jika para anak buah Kak Ivar adalah penyusup yang ingin masuk ke dalam rumah Kakak majikannya.


Untung saja Pietro langsung cepat memberikan pertolongan untuk para anak buah yang berjaga, jika tidak, luka cakaran yang di berikan si King bisa membuat infeksi di tubuh mereka.


" Agler akan mencoba menelpon rumah mereka dulu Ayah ",, kata Kak Agler kepada Ayah Janu.


Ayah Janu pun hanya mengangguk saja kepada Kak Agler.


" Ayah telepon rumahnya tidak bisa di hubungi ",, kata Kak Agler kepada Ayah Janu dan masih di dengar oleh Mama Hanna serta Linn.


Semakin tidak karuan saja pikiran mereka semua, ketika mengetahui telepon rumah tidak bisa mereka hubungi.


Iya wajar saja sih, telepon rumahnya tidak bisa di hubungi, karena tadi kabel teleponnya baru saja di gigit oleh si King.


Sebab King merasa sangat penasaran sekali dengan telepon rumah Kak Ivar yang daritadi berdering terus, di saat sang penghuni rumah masih berada di dalam kamar mereka masing-masing.


" Coba telepon ke nomor teleponnya Molly atau Nyonya Agnes Pa ",, kata Linn kepada Kak Agler.


" Papa yang telepon Molly, Mama coba telepon Nyonya Agnes ",, kata Kak Agler kepada Linn.


Linn langsung mengangguk kepada Kak Agler, sedang Mama Hanna dia masih saja menangis, meratapi nasib Molly dan si kembar, yang dia pikir baru saja di makan oleh si King.


Dan untuk si King sendiri, dia masih mencakar-cakar kaca mobil milik Kak Agler, sambil terus memutarinya.

__ADS_1


Memang benar, apa yang di lakukan oleh Kak Agler dan yang lainnya untuk tidak keluar dari dalam mobil, sebab jika mereka semua keluar, bisa jadi langsung di serang oleh si King.


Karena si King yang tidak mengenal Keluarga Hartigan, pasti si King mengira jika Keluarga Hartigan adalah musuh untuk Keluarga majikannya.


Kak Agler dan Linn yang sudah berusaha menelpon ke nomor pribadi milik Agnes maupun Molly, tetap saja tidak ada yang mengangkat sambungan telepon dari mereka berdua.


Padahal baik Kak Agler atau Linn sudah mencoba menghubungi sebanyak lima kali ke nomor ponsel milik Agnes dan Molly.


Wajar saja sih jika Kak Agnes atau Molly tidak mendengar panggilan masuk ke dalam ponsel mereka.


Karena sekarang baik Molly dan Agnes sedang tidak membawa ponsel mereka masing-masing.


Molly sedang asik bermain dengan si kembar di ruang Keluarga, dan Agnes sendiri sedang sibuk memasak di dapur, dan ponsel milik mereka berdua, berada di dalam kamar mereka.


" Tidak bisa di hubungi Papa ",, kata Linn kepada Kak Agler.


" Sama Ma, Molly juga tidak bisa di hubungi ",, jawab Kak Agler kepada Linn.


" Molly, Chasel, Aluisa ",, kata pilu dari Mama Hanna sambil terus menangis.


" Lebih baik kita pergi dulu dari sini, dan nanti kita coba menghubungi Tuan Pietro dan juga Tuan Ivar jika sudah keluar dari situasi mencekam ini ",, kata Kak Agler kepada semua Keluarganya.


Bisa kebetulan sekali Pietro juga sedang tidak berada di rumah, karena pada waktu itu dia sedang mensurvei proyek pembangunan toko obat herbal miliknya.


Setelahnya, Kak Agler mencoba menyalakan mesin mobilnya, dan dia lalu memundurkannya secara perlahan hingga bisa sampai melewati pintu gerbang rumah Kak Ivar.


Sesampainya di pos jaga rumah Kak Ivar, Kak Agler dan semua orang langsung melihat, semua penjaga yang ada di situ sedang pada bersembunyi di dalam pos jaga mereka.


Sungguh Kak Agler dan yang lainnya sudah salah sangka dengan si King.


Dan King yang melihat mobil Kak Agler berlalu pergi dari pekarangan rumah Kak Ivar, dia pun langsung berlalu masuk lagi ke dalam rumah Kak Ivar melalui pintu garasi.


Akhirnya, hari itu Keluarga Hartigan tidak jadi berkunjung ke rumah Kak Ivar, karena kahadirannya si King.


...๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ...

__ADS_1


...***TBC***...


__ADS_2