
Kamar berantakan, ranjang bergoyang, selimut jatuh di bawah ranjang, dan pakaian berceceran.
Semua itu sedang terjadi di dalam kamar pribadi Elina yang berada di rumahnya sendiri.
Setelah acara pesta yang di adakan oleh sang Kakak tadi, dan setelah semua keluarga besar mereka sudah pada pulang ke rumah mereka masing-masing, sekitar pukul sebelas malam, Gilbert meminta ijin kepada Ayah Eric dan Danish untuk pulang ke rumah Elina sendiri.
Sedang memadu kasih, iya seperti itulah yang sedang terjadi antara Elina dan Gilbert saat ini.
Untuk pertama kalinya menikmati surga dunia, tidak cuma hanya sekali maupun dua kali, Gilbert melakukannya bersama Elina.
Hingga tanpa sadar, mereka yang sudah merasa capek harus berhenti di sekitar pukul empat dini hari.
Dalam keadaan yang masih tidak memakai pakaian mereka sama sekali, dan di dalam satu selimut yang sama, baik Gilbert dan Elina masih lelap dalam tidur mereka walau waktu sudah menunjukkan pukul sembilan pagi.
Meninggalkan Gilbert dan Elina yang masih tidur, kita beralih ke rumah Kak Ivar.
Rumah Kak Ivar semenjak kedatangan baby C dan baby A rumah dia sangat ramai sekali.
Harum wewangian dari minyak khusus bayi dan bedak khusus bayi meruak ke seluruh rumah Kak Ivar setiap hari.
Suara tangisan baby dari baby C dan baby A, seperti nyanyian merdu yang setiap saat di dengar oleh sang penghuni rumah.
Sudah satu minggu lebih menjadi seorang Ayah dan Mama, membuat Pietro serta Molly sudah mulai terbiasa mengurus si kembar sendiri tanpa bantuan Agnes lagi.
Tapi sesekali Agnes juga membantu sang adik ipar supaya tidak merasa kerepotan.
Semakin bertambahnya hari, wajah dari baby A dan baby C sudah semakin terlihat mirip siapakah mereka berdua.
Sayang sekali untuk Molly, dia yang hamil, dia yang merasa kerepotan membawa dua baby sekaligus di dalam perutnya, tapi dia tidak di beri kesempatan wajahnya untuk mirip dengan ke dua babynya.
Hanya saja, mata dari baby C yaitu baby Chasel mempunyai bola mata Heterochomia seperti sang Mama yaitu Molly.
Baby C mempunyai dua bola mata yang berbeda sama seperti sang Mama, sedangkan baby A yaitu Aluisa dia tidak mempunyai bola mata seperti sang Mama atau sang Kakak.
Akan tetapi wajah baby A sangat super mirip sekali dengan Pietro.
Sedang baby C wajah dia mirip sekali dengan Gilbert, yaitu sang Paman.
Walau begitu, wajah baby C dan baby A sudah terlihat sekali jika mereka sudah besar nanti, pastilah wajah mereka akan tampan dan juga cantik.
Karena keturunan dari Keluarga Roderick, baik Kak Ivar, Pietro serta Gilbert semuanya mempunyai wajah yang tampan, hanya saja yang paling tampan tetap Pietro.
__ADS_1
Jika baby C sedang di gendong oleh Gilbert, banyak yang mengira kalau baby C adalah anak kandungnya, padahal yang benar baby C adalah keponakannya.
Seperti saat ini, yang tanpa terasa sudah berada di penghujung hari lagi yaitu hari minggu.
Gilbert dan Elina setelah menikmati masa-masa pengantin baru mereka, sekitar beberapa hari lamanya di rumah Elina.
Saat ini mereka berdua memutuskan untuk berkunjung ke rumah Kak Ivar, untuk menghabiskan waktu hari minggu mereka di sana, sekaligus bermain dengan baby C maupun baby A.
Semua orang sedang pada berkumpul di ruang Keluarga sambil bercengkerama satu sama lainnya.
" Inilah karma yang di dapat oleh Kak Pietro ",, kata Gilbert sambil menggendong baby C.
Pietro yang mendengar perkataan dari Gilbert, dia langsung saja memandang Gilbert sambil melototkan matanya.
Karena Pietro sudah tahu ke mana arah bicaranya Gilbert.
Sebab, semenjak wajah baby C terlihat sekali mirip dengan Gilbert, Gilbert selalu menggoda dan mencandai sang Kakak.
" Ini bukan karma untuk Pietro Gilbert ",, kata Kak Ivar menyahuti perkataan Gilbert.
" Lantas apa Kak?? ",, tanya Gilbert kepada Kak Ivar.
Semua orang langsung tertegun dan terdiam, karena mereka semua baru saja melihat serta mendengar Pietro sedang tertawa cukup keras sekali.
Pietro yang merasa puas mendengar jawaban dari Kak Ivar tadi, jadinya dia reflek langsung tertawa dengan begitu kerasnya.
Terlebih lagi, wajah Gilbert terlihat sangat dongkol sekali dengan Kak Ivar.
Tidak cuma Pietro saja yang tertawa, melainkan semua orang pun ikut tertawa termasuk Elina juga.
" Sungguh jawaban dari Kak Ivar aku sangat menyukai sekali ",, kata Pietro kepada Kak Ivar dan masih di dengar oleh semua orang.
" Jika baby C sudah besar, dia akan aku suruh operasi plastik saja, biar wajahnya tidak mirip dengan Gilbert ",, kata Pietro lagi sambil menggoda Gilbert.
Gilbert semakin saja menunjukkan wajah sebalnya kepada sang Kakak.
Dan Elina yang mendengar candaan dari semua orang, dia juga ikut tertawa, lebih tepatnya mentertawakan Gilbert.
" Kamu ikut mentertawakanku sayang?? ",, kata Gilbert kepada Elina.
" Tidak, ampun maaf ",, jawab Elina sambil terus tertawa.
__ADS_1
" Tertawalah saja Elina, karena Gilbert memang patut di tertawakan ",, kata Agnes kepada Elina sambil tertawa juga.
" Betul sekali Kak Agnes ",, jawab Elina kepada Agnes dengan masih tertawa.
Dan Gilbert yang melihat Elina masih saja mentertawakannya, dia reflek langsung membawa kepala Elina ke dalam ketiaknya.
Suasana rumah Kak Ivar benar-benar ramai sekali, dengan suara canda dan tawa dari semua orang.
Sedangkan di sisi lain, lebih tepatnya di rumah Ayah Janu, Linn pun juga sudah pulang sejak beberapa hari yang lalu dari rumah sakit.
Dan dia saat ini sedang berjemur santai di depan rumah, bersama baby Ansel di temani oleh Mama Hanna serta Kak Agler.
" Linn, Agler, Mama ingin sekali berkunjung ke rumah baby yang kemarin lahiran bersama Ansel di rumah sakit ",, kata Mama Hanna kepada Linn dan Agler.
" Apakah kamu tahu alamat mereka Agler?? ",, tanya Mama Hanna kepada Kak Agler.
" Tahu Ma ",, jawab Agler kepada Mama Hanna.
" Iya Pa, kebetulan Mama belum melihat sendiri wajah baby mereka, siapa tahu jika Mama sudah melihat baby perempuan mereka, Mama bisa tahu, jika dia benar-benar reinkarnasinya Greta ",, kata Linn kepada Kak Agler dan masih di dengar oleh Mama Hanna.
" Boleh Ma, ayo kapan kita ke sananya, mumpung ini hari minggu Papa sama Ayah free ",, kata Kak Agler kepada Linn.
" Bagaimana kalau sekarang saja, kita jalin hubungan Kekeluargaan sama mereka, siapa tahu baby Ansel dan anak-anak mereka bisa berjodoh di kemudian hari ",, kata Mama Hanna kepada Linn dan Kak Agler.
" Baik Ma ",, jawab Linn dan Kak Agler secara bersamaan.
Dan akhirnya Linn, Kak Agler serta Mama Hanna, mereka bertiga lalu masuk ke dalam rumah, untuk bersiap-siap berkunjung ke rumah Kak Ivar.
Entahlah bagaimana reaksi dari Kak Ivar bisa kedatangan tamu dari Keluarga Hartigan, Keluarga yang mereka ketahui dan kenal dari rumah sakit kemarin.
Walau mereka pasti terkejut, akan tetapi Kak Ivar tipe orang yang welcome dan ramah, tidak menakutkan seperti Pietro.
Setelah Kak Agler, baby Ansel, Ayah Janu, Linn beserta Chan yang sudah berumur sekitar enam tahun, sudah pada siap semua, mereka semua lalu masuk ke dalam satu mobil yang sama menuju ke rumah Kak Iva,r yang sedang ramai berkumpul dengan semua Keluarga.
Jika Kak Ivar dan Kak Agler sedang pada sibuk dengan kegiatan mereka sendiri-sendiri, begitupun dengan Danish dan juga Ayah Eric.
Hari minggu mereka, Danish habiskan untuk lebih dekat lagi dengan sang Ayah, sekaligus merawat sang Ayah yang kesehatannya sudah semakin membaik berkat ramuan herbal yang di berikan oleh Pietro.
...๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ...
...***TBC***...
__ADS_1