KING PSYCHOPATH

KING PSYCHOPATH
KETERKEJUTAN ELINA


__ADS_3

" Ansel, apa yang baru saja kita lakukan?? ",, tanya dari Greta kepada Ansel ketika sudah tersadar dengan kenikmatan yang baru saja dia rasakan bersama Ansel.


" Ada apa Greta, bukankah kita baru saja menikmatinya?? ",, jawab dari Ansel sambil berusaha duduk dari rebahannya.


" Tapi ini tidak benar Ansel ",, kata Greta sambil langsung menghilang meninggalkan Ansel sendirian di dalam kamarnya.


Yaps saat ini Ansel dan Greta baru saja melakukan hal terindah yang pernah mereka lakukan semenjak


mereka menjadi seorang hantu.


Entahlah di kenyataannya apakah ada hantu seperti Ansel dan Greta, namun yang jelas di novel ini mereka berdua di ceritakan seperti itu.


Ansel yang di tinggal pergi oleh Greta, dia pun hanya bisa menarik nafasnya dengan panjang tanpa ada niat sama sekali untuk menyusul Greta yang sudah pergi darinya.


Kembali ke Gilbert dan Elina lagi yang masih berada di dalam supermarket.


" Gilbert apakah masih ada yang kurang?? ",, tanya dari Elina ketika dia sudah sampai di sampingnya Gilbert.


" Tidak ",, jawab dari Gilbert kepada Elina.


" Baiklah kalau begitu ayo kita bayar ",, kata Elina lagi kepada Gilbert.


Gilbert tidak menjawab perkataan dari Elina, dia pun memilih langsung berjalan ke arah kasir tanpa mengajak Elina sama sekali.


Namun Elina tetap mengikuti langkah kaki dari Gilbert dan Elina juga merasa jika sikap Gilbert sedikit berbeda kepadanya dari sebelumnya.


" Ayo pulang ",, kata dari Gilbert kepada Elina dengan wajah yang terlihat flat.


" Iya ayo ",, jawab dari Elina kepada Gilbert.


" Emm, Gilbert maukah kamu mengantarkanku untuk pulang dulu ke rumah?? ",, kata Elina kepada Gilbert.


" Iya ",, jawab super singkat dari Gilbert kepada Elina.


Di dalam mobil pun Gilbert dan Elina tidak banyak berbincang seperti ketika berangkat tadi.


Gilbert rasanya sangat malas sekali untuk mengajak berbicara Elina, karena masih merasa sebal kepada Elina yang tadi sudah mencuekinnya hanya karena Jackson.


Sedang Elinanya sendiri pun dia sedikit merasa bersalah kepada Gilbert, karena tadi dia malah keasikan mengobrol dengan Jackson dan tidak mempedulikannya.


" Gilbert nanti kamu mau mampir dulu atau mau langsung pulang?? ",, tanya dari Elina mencoba mengajak berbicara Gilbert.

__ADS_1


" Pulang ",, jawab singkat dari Gilbert kepada Elina.


" Oh, iya sudah ",, kata Elina kepada Gilbert.


Elina tidak tahu lagi apa yang harus dia tanyakan kepada Gilbert, karena Gilbert terlihat sekali jika dia sedang malas berbicara kepadanya.


Akhirnya tanpa terasa setelah adanya keterdiaman yang cukup tidak mengenakan di dalam mobil.


Mobil yang di kendarai oleh Gilbert, sampai juga di depan pagar rumah milik Danish.


" Terimakasih Gilbert, sudah mengantarkanku pulang ",, kata Elina kepada Gilbert.


" Iya ", jawab dari Gilbert tanpa melihat ke arah Elina.


Setelahnya tanpa berpamitan kepada Elina terlebih dahulu, Gilbert langsung mengendarai mobilnya untuk segera pulang ke rumah Kak Ivar.


Padahal tadi maksud dari Elina, dia ingin di antarkan pulang oleh Gilbert, supaya Gilbert mencegahnya seperti biasanya.


Namun nyatanya perkataannya dianggap serius oleh Gilbert, dan Gilbert selalu menjawab super singkat serta dingin kepadanya.


Hal itu membuat Elina malah merasa bersalah sekali kepada Gilbert dan Elina juga ingin melihat sikap Gilbert yang konyol lagi seperti biasanya.


" Kenapa aku merasa bersedih dan sakit rasanya, di diamkan seperti ini oleh Gilbert?? ",, kata Elina dengan lirih sambil melihat kepergian dari Gilbert.


Ketika Elina sudah masuk ke dalam pekarangan rumahnya, dia melihat ada mobil yang tidak dia kenali terparkir rapi di halaman rumah sang Kakak.


Dan ketika Elina sudah masuk ke dalam rumah, dia langsung saja melihat ke dua orang tuanya bersama satu orang laki-laki yang tidak di kenalnya.


" Mama, Ayah, kapan kalian datang?? ",, tanya dari Elina sambil bercipika cipiki bersama ke dua orang tuanya.


Danish yang baru saja keluar dari tempat penyimpanan winenya, dia pun yang melihat Elina langsung saja menyapa Elina.


" Kamu sudah pulang Elina, ayo sini duduk sama Kakak ",, kata Danish kepada Elina.


Elina pun langsung saja duduk di shofa sebelah Danish, sambil melirik ke arah laki-laki yang duduk di sebelah sang Ayah.


" Oh ya Elina, perkenalkan dia Luke dan Luke ini adalah anak rekan bisnisnya Ayah ",, kata Ayah Eric kepada Elina.


" Halo Elina ",, sapa Luke kepada Elina.


" Iya hai ",, jawab dari Elina kepada Luke.

__ADS_1


" Tumben Ayah sama Mama datang ke sini tidak sendirian saja, ada apa?? ",, tanya dari Elina kepada ke dua orang tuanya.


" Ayah sama Mama ke sini ingin memperkenalkan Luke kepada kamu Nak, karena kami ingin menjodohkan kamu sama dia ",, jawab dari Mama Juni kepada Elina.


" Apaaaa!!! ",, kata Elina dengan sangat terkejut sekali.


Tentu saja Elina sangat terkejut, sudah lama ke dua orang tuanya tidak datang berkunjung, tiba-tiba datang langsung ingin menjodohkannya.


" Apa Elina tidak salah mendengarnya Mama?? ",, tanya dari Elina kepada sang Mama.


" Tidak Elina, kami sangat serius sekali, dan jika kamu menikah dengan Luke, Perusahaan kita bisa berkembang semakin pesat karena bisa menjalin kerjasama dengan Perusahaan dia ",, jawab dari Ayah Eric kepada Elina.


Elina sungguh sangat tidak percaya dengan perkataan dari sang Ayah.


" Apakah itu artinya Ayah akan menjual Elina kepada dia?? ",, tanya dari Elina kepada Ayah Eric.


" Ayah tidak menjualmu Nak, kamu segalanya bagi Ayah dan Mama ",, jawab dari Ayah Eric kepada Elina.


" Jika Ayah tidak menjual Elina, batalkan perjodohan ini, walau bisnis Ayah bankrut sekalipun, apa Ayah sanggup?? ",, kata Elina menantang kepada sang Ayah.


" Asal kalian semua tahu, kalau Elina sudah mempunyai kekasih sendiri yang tidak kalah kaya seperti dia!! ",, kata Elina lagi dengan perasaan kecewa sekali kepada ke dua orang tuanya.


Setelah mengatakan hal itu kepada ke dua orang tuanya, Elina pun langsung saja berlalu pergi masuk ke dalam kamarnya tanpa permisi sama sekali.


" Kan sudah Danish katakan Ayah, jika Elina bukan tipe anak bisa diatur atau di kekang, dan seharusnya Ayah sebagai Ayahnya sudah tahu akan hal itu sejak dulu?? ",, kata Danish kepada Ayah Eric setelah kepergian dari Elina.


" Tapi kami pikir Elina akan menyukai Nak Luke Danish, karena selain dia kaya, Nak Luke ini juga tampan ",, jawab dari sang Mama kepada Danish.


Dan perkataan dari Mama Juni memang benar apa adanya, jika wajah Luke bisa dikatakan sebelas dua belas dengan Gilbert, yang mempunyai wajah sama-sama tampan.


" Yang namanya cinta, apalagi pernikahan tidak bisa di paksakan Mama ",, kata Danish kepada Mama Juni.


" Lihatlah Danish, masih betah menyendiri tanpa ada seorang kekasih, karena Danish belum menemukan perempuan yang cocok untuk Danish jadikan sebagai pasangan ",, kata Danish lagi kepada Mama Juni.


" Dan besok Elina itu ada pertandingan final Mama, Ayah, jika sampai Elina tidak fokus hingga bisa menyebabkan terjadi apa-apa kepada Elina, Ayah sama Mamalah yang harus bertanggung jawab ",, sambung lagi perkataan dari Danish kepada ke dua orang tuanya.


Ayah Eric dan Mama Juni yang mendengar perkataan dari Danish, mereka hanya bisa diam saja tanpa tahu mau menjawab bagaimana perkataan dari sang anak sulungnya itu.


Sedangkan Luke yang juga ada di situ, dia pun sama halnya dengan Ayah Eric dan Mama Juni, hanya bisa diam saja.


...๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ...

__ADS_1


...***TBC***...


__ADS_2