KING PSYCHOPATH

KING PSYCHOPATH
TANDA - TANDA


__ADS_3

Molly masih belum terlalu sadar jika dirinya dan Pietro saat ini sudah sah sebagai sepasang suami istri dimata Tuhan.


Karena fikiran Molly masih ikut melayang bersama arwah kedua orang tuanya dan arwah kedua mertuanya tadi.


" Sekarang kalian sudah resmi sebagai sepasang suami istri ",, kata Pak Pendeta lagi kepada Pietro dan Molly.


Dan perkataan itu langsung saja menyadarkan Molly dari rasa sesaat yang tadi dia rasakan karena sudah bisa melihat arwah dari kedua orang tuanya dan kedua orang tua kandungnya Pietro.


Tanpa banyak mengucapkan kata dan terimakasih dari Pak Pendeta, Pietro dengan santainya langsung saja menggendong Molly keatas pundaknya seperti karung beras.


Pak Pendeta daritadi selalu dibuat terkejut dengan tingkah dari Pietro yang menurutnya sangat ajaib sekali.


Dan Kak Ivar yang melihat tingkah Pietro yang tidak ada kata sopan santunnya sama sekali kepada Pak Pendeta, dia langsung saja mewakili Pietro berbicara kepada Pak Pendeta.


" Tidak apa-apa Tuan, saran saya anda harus lebih bersabar lagi menghadapi tingkah dari adik anda tadi yang menurut saya sangat alami apa adanya tanpa ada kemunafikan didalamnya ",, kata Pak Pendeta kepada Kak Ivar.


" Iya Pak Pendeta saya tahu, sekali lagi saya ucapkan banyak-banyak terimakasih dan maaf atas sikap dari adik saya tadi ",, kata Kak Ivar lagi kepada Pak Pendeta.


" Sama-sama Tuan, sudah tugas saya membantu sesama manusia ",, jawab ramah dari Pak Pendeta kepada Kak Ivar.


" Kalau begitu kami permisi Pak Pendeta ",, kata Kak Ivar lagi dan lagi kepada Pak Pendeta.


Pak Pendeta hanya mengangguk sopan serta tersenyum ramah saja kepada Kak Ivar, dan setelah itu Kak Ivar langsung saja mengajak sang istri untuk berlalu keluar menyusul Pietro dan juga Gilbert yang sudah keluar daritadi.


Molly sendiri dia sudah tidak terlalu terkejut ketika tiba-tiba saja dia digendong seperti itu oleh Pietro.


Hanya saja Molly masih selalu spot jantung dan takut jika tiba-tiba dia akan dijatuhkan oleh Pietro.


" Kak Pietro, berhenti Kak, stop berhenti ",, kata Gilbert yang daritadi sudah menyetop Pietro namun dia tidak berhenti juga.


" Kak stop Kak!! ",, kata Gilbert lagi kepada Pietro.


Dan akhirnya Pietro berhenti juga tepat disamping mobil milik Kak Ivar.


" Apa??!! ",, kata Pietro sambil berbalik badan menghadap Gilbert dengan keadaan masih menggendong Molly.


Gilbert masih mencoba memanjangkan lehernya supaya dia bisa melihat wajah dari Kakak iparnya yang sedang digendong oleh Pietro.


" Kamu kenapa seperti itu Gilbert?? ",, tanya Pietro kepada Gilbert.

__ADS_1


" Eemm Kakak tidak mau mengenalkan Kakak Ipar kepada Gilbert?? ",, kata Gilbert kepada Pietro.


Pietro langsung saja menurunkan Molly tepat didepannya.


" Sudah kamu kenalan sendiri!! ",, kata cuek dari Pietro kepada Gilbert sambil memegangi pinggang ramping milik Molly dengan sangat posesif sekali.


" Hai Kakak Ipar, perkenalkan saya Gilbert, adik kandungnya Kak Ivar dan Kak Pietro ",, kata Gilbert mencoba mengajak berbicara kepada Molly yang daritadi selalu menunduk.


Molly sangat takut sekali mengangkat kepalanya, karena dia tidak terbiasa melihat dunia luar terlebih lagi dihadapannya ada orang-orang yang tidak pernah ditemuinya.


" Kak leher dia apa sudah Kakak patahin, kenapa daritadi dia hanya menunduk terus sih, kan dibawah tidak ada uang yang jatuh ",, kata Gilbert kepada Pietro untuk Molly.


Pietro tanpa ada sikap halus-halusnya sama sekali kepada Molly, dia langsung saja memegangi kepalanya Molly untuk dia donggakkan menghadap keGilbert.


Sebelum Gilbert mengagumi kecantikan wajah dari Molly, tiba-tiba saja pandangan mereka semua teralihkan dengan kedatangan dari Kak Ivar dan Agnes.


" Kalian apa sudah mau langsung pulang?? ",, tanya Kak Ivar kepada Pietro dan Molly.


" Astaga ada peri, bidadari dan malaikat didepan Gilbert?? ",, kata Agnes dengan tiba-tiba sambil sedikit histeris.


Gilbert yang mendengar perkataan dari Agnes dia langsung saja mencoba mencarinya kesegala arah, termasuk Kak Ivar dan juga Pietro sekalipun.


" Ini dia bidadarinya, astaga cantik sekali, matanya sagat indah, bolehkah aku colok itu matanya?? ",, kata Agnes kepada semua orang ketika sudah berada didepannya Molly.


" Sayang ya jangan dicolok dong, nanti bisa sakit matanya Molly ",, tegur dari Kak Ivar kepada Agnes.


Agnes hanya diam saja tidak menanggapi perkataan dari Kak Ivar tadi, namun dia malah terus memperhatikan wajah Molly yang benar-benar sangat cantik alami sekali.


Bahkan dia yang sama-sama sebagai perempuan sedikit iri kepada Molly yang bisa mempunyai wajah sangat cantik alami natural seperti itu.


" Nona, perkenalkan nama saya Agnes, dan apakah mata kamu itu asli ",, kata Agnes kepada Molly.


Molly hanya bisa diam saja sambil menunjukkan wajah kebingungannya kepada Agnes.


" Astaga itu kan gadis yang aku lihat tadi dirumah Kak Pietro?? ",, kata batin dari Gilbert ketika dia sudah melihat dengan jelas wajahnya Molly.


" Eeeh Nyonya......... ",, kata Molly dengan tiba-tiba kepada Agnes.


Sebab Agnes tiba-tiba saja langsung ingin mengintip gaun pengantin yang sedang dipakai oleh Molly.

__ADS_1


" Kak Agnes apa yang ingin Kakak lakukan!! ",, kata Pietro dengan nada dinginnya kepada Agnes.


" Sayang kamu mau apa??, kenapa kamu mau mengintip gaunnya Molly?? ",, tanya Kak Ivar juga kepada Agnes.


" Mamah cuma mau melihat apakah kaki dia melayang atau menapak ditanah Ayah, sebab wajah dia benar-benar sangat cantik sekali, takutnya Ito nanti menikahi seorang yang tidak nyata karena sering membunuh orang ",, jawab Agnes kepada Kak Ivar.


" Mamah ini ada-ada saja fikirannya, tentu saja Molly itu nyata, dia manusia seperti kita Mamah ",, kata Kak Ivar kepada Agnes.


Sedang Gilbert sendiri dia masih saja diam sambil terus menatap Molly dengan tatapan yang sangat terpesona sekali.


Jangan sampai Gilbert menyukai Molly, kalau benar itu terjadi, pasti Pietro tidak akan kenal ampun memberikan hukuman kepada Gilbert.


Pietro yang melihat Gilbert menatap Molly seperti itu, tiba-tiba saja dia langsung menonjok wajah Gilbert hingga hidung Gilbert mengeluarkan darah.


Semua orang langsung saja sangat terkejut sekali dengan tindakan dari Pietro tadi kepada Gilbert.


" Pietro!!!, kamu kenapa tiba-tiba menonjok wajah Gilbert hah??!! ",, kata Kak Ivar kepada Pietro sambil membantu Gilbert yang tersungkur ketanah.


" Tidak ada yang boleh menatap gadis kecilku seperti itu, jika tidak mau aku congkel matanya saat itu juga!! ",, jawab tenang nan dingin dari Pietro kepada semua orang.


Agnes yang daritadi masih terpesona juga kepada Molly, dia langsung saja mengalihkan pandangannya kearah Gilbert karena takut akan dicongkel matanya oleh Pietro.


Sedang Molly sendiri, dia masih saja memilih diam tanpa suara karena Molly sendiri bingung harus berbuat apa sekarang dihadapan semua Keluarganya Pietro.


Kak Ivar yang mendengar perkataan dari Pietro dia langsung saja menggelengkan kepalanya sambil menggerutu pelan dan yang mendengar gerutuan dari Kak Ivar hanya Gilbert seorang.


" Dasar bucin!! ",, gerutu dari Kak Ivar untuk Pietro.


" Kamu sudah dengar sendiri kan Gilbert apa kata dari Pietro, jangan diulangi lagi, entah Kakak tidak tahu nanti kedepannya bagaimana jika sampai kamu melanggar hal yang tidak disukainya, bisa-bisa hidung kamu akan pindah dip***t kamu ",, kata Kak Ivar kepada Gilbert.


" Iya Kak Gilbert faham, Kak Pietro saja yang keterlaluan, cuma memandang Kakak Ipar saja tidak boleh ",, jawab dari Gilbert kepada Kak Ivar.


Pietro hanya diam saja ketika mendengar perkataan dari Gilbert tanpa mau menyahutinya sama sekali.


Serta jangan lupakan, tangan Pietro masih anteng dipinggang ramping milik Molly seperti enggan melepaskannya dan seperti mengatakan kepada semua orang hanya dia seorang yang boleh memegang dan menyentuh Molly.


...๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ...


...***TBC****...

__ADS_1


__ADS_2