KING PSYCHOPATH

KING PSYCHOPATH
GEREJA


__ADS_3

Greta tidak tahu jika sahabat baiknya yaitu Molly akan segera menikah dengan Pietro karena dia sedang sibuk sendiri bermain dengan Leia dan juga Ansel.


Greta, Ansel dan Leia terlihat seperti keluarga harmonis, karena mereka bertiga seperti kedua orang tua yang sedang bermain dengan anaknya.


" Kak ayo Kak kejar Leia ",, kata Leia kepada Greta.


Greta pun langsung saja mengejar Leia dengan terbang diatasnya Leia.


Sedang Ansel dia daritadi hanya diam saja memperhatikan apa yang sedang dilakukan oleh Greta bersama Leia.


Untuk Ansel sendiri ketika dia meninggal sudah berumur tiga puluh tahun, jadi sangat serasi sekali jika dia bersanding dengan Greta yang sedikit lebih muda darinya.


Senyum dibibir Greta membuat Ansel tanpa sadar ikut tersenyum juga.


" Apakah aku tertarik dengannya??, hingga aku tidak bisa mengalihkan pandanganku darinya?? ",, kata Ansel berbicara sendiri sambil terus memperhatikan Greta yang sedang bermain dengan Leia.


" Kena kamu ",, kata Greta kepada Leia yang didengar oleh Ansel.


Tiba-tiba saja Ansel langsung muncul didepan Greta dan Leia dan langsung juga memeluk tubuh mereka berdua dengan sangat bahagia sekali.


Sudah persis sekali dengan keluarga yang sedang berbahagia, dan Leia yang mempunyai sifat usil, dia langsung saja menghilang membuat Greta dan Ansel langsung berpelukan dengan sangat erat sekali.


Greta dan Ansel yang terkejut dengan ulah dari Leia mata mereka langsung saja terkunci satu sama lainnya.


Mereka saling menatap dengan pandangan yang sangat intes sekali.


Dan Leia yang melihat adegan mereka berdua secara kejauhan, dia hanya bisa tertawa serta tersenyum saja.


" Mereka sangat serasi sekali, ahaaa??, bagaimana kalau aku jodohkan mereka saja ",, kata Leia sambil berbicara sendiri.


" Dan sekarang aku mau pergi dulu aaah biar mereka bisa romantis-romantisan seperti itu ",, kata Leia lagi dan setelahnya dia langsung saja menghilang dari tempat itu.


Kembali keGreta dan Ansel, mereka masih saja saling pandang, dan entah ada angin apa Ansel semakin lama dia semakin mendekatkan wajahnya hingga akhirnya wajah dia sudah sangat dekat sekali dengan wajah Greta.


Perasaan Greta sudah sangat tidak karuan sekali, ketika bibir milik Ansel sudah berada tepat didepan bibirnya.


Sebelum Ansel menempelkan bibirnya dibibir Greta dia tersenyum sangat manis sekali kepada Greta.


Dan tiba-tiba saja................


Cup.......


Ansel mengecup sekilas bibir putih milik Greta, membuat Greta sedikit terkejut akan ulah dari Ansel.


" Ansel kamu.......... ",,


Cup..........

__ADS_1


Perkataan dari Greta belum selesai langsung terhenti karena kecupan lagi dari Ansel.


Senyum Ansel mengembang dengan sangat lebar sekali melihat wajah keterkejutan dari Greta karena ulahnya.


Dan ketika Greta sudah sadar akan sikap dari Ansel kepadanya, dia langsung saja melepaskan diri dari pelukannya Ansel.


" Eemm Leia............. oh iya Leia??, Leiaaaaa ",, kata Greta dengan grogi dan di baru teringat dengan Leia.


" Leiaaaa kamu dimana?? ",, kata Greta memanggil nama Leia.


Sedang Ansel dia hanya santai saja tidak memusingkan dimana keberadaan dari hantu kecil yang sudah membuatnya berani mengecup bibir Greta.


" Sudah biarkan saja dia, jika kamu mencarinya pasti tidak akan ketemu, sekarang ayo kita pulang ",, kata Ansel kepada Greta.


" Pulang??, kemana?? ",, kata Greta kepada Ansel.


" Iya aku mau pulang kerumahku sendiri, entah kalau kamu?? ",, jawab Ansel kepada Greta.


" Oh aku lebih baik menemui sahabatku Molly, kira-kira dia sedang apa ya didalam rumah Tuan itu?? ",, kata Greta kepada Ansel.


" Ayo aku antarkan kamu kesana ",, kata Ansel kepada Greta.


Setelahnya Greta dan Ansel mereka berdua terbang bersama menuju kerumah siPietro.


Dan setelah mengantarkan Greta kerumah siPietro, Ansel lalu memutuskan untuk pulang kepohon tempatnya tinggal selama ini.


Mobil yang Kak Ivar kendarai akhirnya sampai juga diGereja tempat pernikahan dari Pietro dan Molly.


Dan ketika mobil sudah berhenti melaju, Molly langsung saja segera keluar dari dalam mobil untuk memuntahkan isi perutnya.


Kak Ivar yang melihat Pietro hanya diam saja tidak peduli dengan keadaan dari Molly, dia berinisiatif langsung saja mendekat kearah Molly untuk menanyakan keadaannya.


" Molly apakah kamu baik-baik saja dan kenapa kamu muntah-muntah seperti ini??, apakah kamu sedang hamil?? ",, kata Kak Ivar kepada Molly.


" Tidak Tuan, saya hanya tidak tahan naik mobil ",, jawab Molly kepada Kak Ivar.


Dan apa yang dilakukan oleh Kak Ivar dilihat jelas oleh Agnes dari kejauhan.


Pamandangan Kak Ivar yang mendekati Molly terlihat seakan Kak Ivar sedang merangkul Molly dari belakang, dan Agnes tidak melihat Pietro sebab Pietro berdiri tertutup dahan ranting dari tempat Agnes melihat.


Tadi ketika Gilbert dan Agnes mendengar suara deru mesin mobil berhenti tepat didepan Gereja, mereka berdua langsung saja keluar untuk melihat mobil siapakah itu.


Dan ketika mereka keluar dari dalam Gereja, alangkah terkejutnya Gilbert dan Agnes melihat Kak Ivar sedang berdiri dibelakang seorang perempuan yang memakai gaun pengantin.


Sungguh Agnes dan Gilbert salah faham dengan situasi yang ada.


Disaat Agnes yang tidak tahan dengan pemadangan yang ada, dia langsung saja memutuskan untuk kembali masuk kedalam Gereja diikuti oleh Gilbert.

__ADS_1


" Apa sudah lebih baik kamu Molly?? ",, tanya Kak Ivar lagi kepada Molly ketika sudah memberikan sebotol air mineral yang masih bersegel.


Molly hanya mengangguk saja kepada Kak Ivar, dan Kak Ivar sendiri setelah melihat anggukan dari Molly dia langsung saja memukul pelan lengannya Pietro untuk membantu Molly.


" Pietro kenapa kamu diam saja seperti itu hah??!!, kasihan Molly sana cepat bantu dia ",, kata Kak Ivar kepada Pietro.


Tanpa banyak berbicara Pietro langsung berbalik badan dan langsung menggendong Molly ala bridal style untuk dia ajak masuk kedalam Gereja.


Sungguh gerakan tiba-tiba dari Pietro membuat Molly sangat terkejut sekali.


Dan yang bisa dilakukan oleh Molly sekarang adalah mengalungkan kedua tangannya diatas pundaknya Pietro supaya tidak terjatuh.


Kak Ivar yang jalan terlebih dahulu dari Pietro dan Molly, dia sangat terkejut sekali ketika sudah masuk kedalam Gereja langsung melihat sang istri sudah berada didalam Gereja dalam keadaan sedang menangis.


" Mamah??, Mamah ko ada disini?? ",, tanya Kak Ivar kepada Agnes.


" Ayah jahat!!!, Ayah menduakan Mamah, Ayah mau menikah lagi huwaaaaaaa ",, kata Agnes kepada Kak Ivar sambil menangis dengan sangat keras sekali.


" Siapa yang mau menikah lagi?? ",, tanya Kak Ivar sambil menunjukkan wajah bingungnya.


Disaat situasi sedang membingungkan seperti itu antara Kak Ivar dan Agnes, tiba-tiba saja pandangan dari Gilber, Agnes serta Kak Ivar langsung teralihkan dengan kedatangan dari Pietro yang sedang menggendong Molly.


" Ito.............?? dia.........?? ",, kata Agnes sambil menunjuk Pietro dengan ekspresi terkejut.


" Kak Pietro?? ",, kata Gilbert juga dengan nada yang sama terkejutnya.


" Iya Pietro.......... dia yang akan menikah bukan Ayah Mamah ",, kata Kak Ivar kepada Agnes dan masih didengar oleh Gilbert.


" Jadi........ Kak Pietro Kak yang akan menikah?? bukannya Kakak?? ",, kata Gilbert kepada Kak Ivar.


" Pasti kamu memberitahu yang tidak-tidak kepada istri Kakak, iya kan, ngaku saja deh Ibet!! ",, kata Kak Ivar kepada Gilbert dengan nada yang sangat tegas sekali.


Gilbert langsung saja tertawa seperti tanpa dosa kepada Kak Ivar.


Sedang Agnes dia sudah berhenti menangis sambil mencoba melihat wajah wanita yang akan dinikahi oleh Pietro.


Sebab Agnes sangat penasaran sekali, karena akhirnya ada wanita yang mau juga menikah dengan Pietro sang adik iparnya.


" Ayo cepat Pak Pendeta nikahkan kami segera!!, kalau tidak kepala anda akan saya salib diatas tiang Gereja ini!! ",, kata Pietro dengan tiba-tiba ketika dia sudah sampai diatas altar dan didengar oleh Kak Ivar, Agnes dan Gilbert.


Gilbert dan Agnes langsung saja membuka mulutnya karena terkejut mendengar perkataan dari Pietro tadi.


Sedang Kak Ivar sendiri langsung saja merasa tidak enak dengan Sang Pendeta sambil menepuk keningnya melihat tingkah dari adik keduanya yang sangat menyeramkan itu.


...๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ...


...***TBC***...

__ADS_1


__ADS_2