KING PSYCHOPATH

KING PSYCHOPATH
MASIH BERDUKA


__ADS_3

Berpindah sejenak di rumah Pietro yang ada di tengah hutan.


King si singa hewan kesayangan dari Pietro, saat ini dia masih setia menjaga rumah tersebut ketika Pietro sedang pergi seperti saat ini.


Untuk soal makan, King masih bisa mencarinya sendiri di dalam hutan ketika tidak ada Pietro di rumah.


Semua makhluk yang tidak kasat mata yang ada di sekitar rumah Pietro, mereka juga masih setia menjaga rumah Pietro dari kawanan orang-orang yang tidak bertanggung jawab.


Dan untuk Greta yang juga sudah kembali lagi ke rumah Pietro, setelah tadi dia menghabiskan waktunya bersama Ansel, dia pun langsung saja mencoba duduk di sampingnya King yang sedang tiduran di teras depan rumah si Pietro.


" Halo King ",, sapa Greta kepada King.


King walau bisa melihat Greta, dia memilih diam saja seperti tidak mempedulikannya.


Sedang Greta sendiri yang tahu jika King bisa melihatnya, makanya saat ini dia memilih duduk di sampingnya King.


" King, apakah kamu pernah merasakan jatuh cinta?? ",, tanya dari Greta kepada King.


Tentu saja King tidak bisa menjawab perkataan dari Greta.


" Apakah di luar sana kamu mempunyai pasangan King, atau mempunyai baby singa yang lucu?? '',, tanya dari Greta lagi dengan sambil bersandar di punggung si King.


Masih terus bersandar di punggung si King, Greta terus berbicara seperti sedang curhat kepada King.


" Rasanya aneh tidak sih King, kalau aku yang sudah menjadi hantu seperti ini, merasakan jatuh cinta dengan Ansel?? ",, kata Greta lagi sambil menampilkan wajah galaunya.


" King, sepertinya hanya kamu saja saat ini yang bisa mengerti keadaanku ",, kata Greta lagi dan lagi.


" Bahkan Molly saja setelah menikah dengan Tuan kejam itu, dia sudah jarang sekali berbicara kepadaku ",, kata Greta dengan suara lemasnya.


" Huuuuhhh ....... sepi ya King ",, kata Greta lagi sambil menghembuskan nafasnya.


" Jangan berdiri, biarlah sejenak aku bersandar di punggungmu ",, kata Greta kepada King yang ingin berdiri dari rebahannya.


Seperti mengerti perkataan dari Greta, King pun kembali rebahan lagi dengan posisi yang sama seperti tadi.


Dan Greta pun lalu memilih bersandar lagi sambil memejamkan matanya, menikmati tiupan angin yang semilir menerpa dirinya dan juga King, begitupun dengan si King, dia juga ikut-ikutan memejamkan matanya sama seperti Greta.


Suara angin dan para dedaunan pohon yang bergemuruh di terpa tiupan angin, membuat suasana di teras rumah Pietro terasa lebih adem sekali.

__ADS_1


Hingga lama kelamaan baik King dan juga Greta, mereka semakin lelap saja dalam tidurnya.


Kembali lagi kepada Gilbert.


Gilbert tadi sebelum di pemakaman, sebenarnya dia sudah datang ke rumah Danish yang penuh dengan para pelayat serta juga sanak saudara yang hadir.


Gilbert hanya bisa diam saja sambil terus mengamatinya dari dalam mobilnya, karena dia rasanya sangat sungkan dan juga takut untuk ikut masuk ke dalam rumah milik Danish yang sudah di penuhi semua para anggota keluarga.


" Maafkan aku Elina ",, kata Gilbert tiba-tiba berbicara sendiri.


" Apakah setelah ini kamu masih mau denganku, yang ternyata mempunyai seorang Kakak yang pembunuh?? ",, kata Gilbert lagi sambil terus menatap ke rumah Danish.


" Bagaimanapun juga Pietro adalah Kakak kandungku Elina, dia sangat aku sayangi, dan aku tidak bisa sepenuhnya menyalahkan dia, tapi aku juga tidak mau jauh darimu ",, kata Gilbert lagi dengan suara yang terdengar pilu.


Ketika Gilbert sudah menunggu cukup lama di dalam mobilnya, akhirnya peti jenazah Mama Juni pun di bawa ke pamakaman yang ada di kota itu.


Gilbert sengaja berdiri sedikit menjauh dari mereka semua, dan dia juga daritadi sudah melihat ke arah Elina yang hanya diam saja menyaksikan sang Mama di masukkan ke dalam liang lahat.


Di saat Elina tidak sengaja melihat ke arahnya juga, rasanya Gilbert ingin sekali melangkahkan kakinya ke arah Elina, akan tetapi rasanya kaki dia seperti sudah tertancap di atas tanah.


Akhirnya hanya bisa memandang dari jarak jauhlah Gilbert kepada Elina.


Dan ketika acara pemakamannya sudah selesai, Gilbert sengaja juga langsung kembali ke dalam mobilnya, walau dia sangat tahu sekali jika Elina masih terus memandanginya.


" Maafkan aku Elina, karena aku tidak bisa menjadi sandaran untukmu di saat kamu sedang bersedih seperti saat ini ",, kata Gilbert untuk Elina.


Setelahnya Gilbert langsung pergi meninggalkan area pemakaman, dengan Elina yang masih terus menatap kepergiannya.


Untuk Elinanya sendiri, dia tadi sedikit terkejut ketika tidak sengaja matanya melihat Gilbert berdiri di samping pohon nan rindang sambil terus melihat ke arahnya.


" Gilbert ",, kata batin dari Elina.


Hingga sampai pemakaman itu selesai, Elina sebenarnya sangat berharap sekali jika Gilbert mau berjalan ke arahnya dan mendekatinya, supaya dia bisa memeluknya, tapi harapan tinggallah harapan.


Apa yang di harapkan Elina tidak sesuai dengan kenyataan, Gilbert malah pergi menjauh darinya tanpa mengucapkan sepatah kata pun kepadanya.


" Gilbert, apakah kamu marah kepadaku, hingga kamu tidak mau mendekat ke arahku?? ",, kata Elina untuk Gilbert tadi yang sedang berjalan ke arah mobilnya.


Dan ketika Gilbert benar-benar masuk ke dalam mobilnya, Elina pun masih mengatakan sesuatu di dalam hatinya.

__ADS_1


" Aku mohon Gilbert jangan pergi, jangan kamu pergi tinggalkan aku, datanglah ke sini Gilbert peluk aku, aku sangat membutuhkanmu ",, kata Elina ketika melihat Gilbert masuk ke dalam mobil.


Di saat mobil milik Gilbert benar-benar pergi meninggalkan area pemakaman itu, air mata Elina pun menetes juga.


Elina dan Gilbert saat ini berada di hubungan yang membingungkan.


Gilbert sebenarnya ingin sekali mendekati Elina, tapi dia takut jika kehadirannya akan di tolak Keluarganya Elina terutama Danish.


Sedang Elinanya sendiri pun sama halnya, dia takut untuk menghubungi atau memanggil Gilbert tadi, karena dia pikir Gilbert merasa marah dengan Keluarganya, yang sudah membuatnya berada di situasi yang sulit dengan sang Kakak yaitu Pietro.


Sepertinya memang harus ada orang ke tiga yang bisa menengahi hubungan antara Gilbert dan Elina.


Dan orang yang bisa mengatasi itu adalah Kak Ivar serta Pietro yang membuat hubungan mereka menjadi runyam seperti saat ini.


Elina yang sudah melihat kepergian dari Gilbert, dia pun akhirnya berjalan ke arah mobilnya dengan langkah kaki yang lemas dan tidak mood sama sekali.


Hati dan perasaannya saat ini sedang kacau, padahal nanti jam tiga sore dia ada pertandingan final balap mobil yang harus dia ikuti.


Sambil mengendarai mobilnya, Elina sedikit melamun dan berpikir, apakah nanti Gilbert akan masih mau datang melihat pertandingannya.


" Aku harap kamu masih mau melihat pertandingan finalku Gilbert ",, kata Elina berbicara sendiri.


" Dan mungkin ini adalah pertandingan terakhirku, karena rasanya jika aku teringat dengan balap mobil, aku selalu teringat dengan senyuman kamu ",, kata Elina lagi sambil meneteskan air matanya.


Dan untuk Danish sendiri yang sebagai Kakak kandungnya Elina.


Dia sebenarnya tidak merasa marah dengan Gilbert, hanya saja rasanya ada perasaan marah yang dia rasakan untuk Kakak kandungnya Gilbert, siapa lagi jika bukan Pietro.


Namun Danish yang daritadi berdiam diri sambil bertanya kepada dirinya sendiri, siapakah yang patut di salahkan dalam hal ini.


Hati Danish selalu mengatakan Ayah Ericlah yang patut di salahkan, dan yang ke dua adalah Luke yang pandai menghasut pikiran sang Ayah hingga membuat Keluarganya menjadi berantakan seperti saat ini.


" Keluargaku hancur ",, kata hati dari Danish sambil berdiri di samping jendela kamarnya.


" Rasanya aku ingin pergi jauh dari sini ",, kata hati dari Danish lagi.


Mungkin benar kata Danish, mereka lebih baik menjauh dulu untuk sejenak dari kehidupan mereka saat ini, untuk menghilangkan perasaan yang berkecamuk di dalam hati mereka karena situasi.


Jika mereka tetap memaksakan diri, di dalam keadaan yang masih seperti ini, di takutkan bisa terjadi hubungan yang tidak sehat antara satu sama lainnya.

__ADS_1


...๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ...


...***TBC***...


__ADS_2