KING PSYCHOPATH

KING PSYCHOPATH
BERKUMPUL


__ADS_3

Ketika Elina dan Gilbert sedang berada di dalam mobil menuju ke rumah Kak Ivar, tiba-tiba saja ponsel milik Elina yang berada di dalam tas jinjingnya berdering dan bergetar.


Tentu saja Elina langsung mengambil ponselnya tersebut untuk melihat siapakah yang sedang menelponnya.


Melihat nama sang Kakak yaitu Danish, Elina langsung saja mengangkat sambungan telepon tersebut.


" Halo Kak Danish?? ",, kata Elina kepada Danish.


" Kamu ada di mana Elina, kenapa rumah kamu masih terkunci seperti ini,?? apakah kamu masih berada di butik?? ",, tanya Danish kepada Elina.


" Tidak Kak, Elina tidak berada di butik saat ini ",, jawab Elina kepada Danish.


" Lalu jika kamu tidak berada di butik, kamu ada di mana sekarang,?? karena Kakak saat ini sudah berada di depan rumah kamu ",, tanya Danish lagi kepada Elina.


Gilbert yang sedang menyetir di sebelahnya, dia pun hanya diam saja sambil terus mendengarkan Elina yang sedang berbicara bersama Danish melalui sambungan telepon.


" Elina sedang pergi Kak bersama Gilbert ",, jawab Elina kepada Danish sambil melirik Gilbert.


" Gilbert,?? Tuan Gilbertkah yang kamu maksud Elina?? ",, tanya Danish lagi dan lagi kepada Elina.


" Iya Kak, dia saat ini sedang berada bersamaku ",, jawab Elina lagi kepada Danish sambil tersenyum.


" Ke manakah kalian berdua saat ini sedang pergi?? ",, tanya Danish kepada Elina.


" Kemarikan ponselnya Elina, biar aku saja yang berbicara dengan Kakak kamu ",, kata Gilbert kepada Elina.


Elina pun langsung saja memberikan ponselnya kepada Gilbert, tanpa menjawab terlebih dahulu pertanyaan dari Danish yang tadi.


" Halo calon Kakak ipar ",, sapa Gilbert kepada Danish.


Elina yang mendengar Gilbert memanggil Danish seperti itu, dia langsung saja tersenyum lucu.


" Tuan Gilbert?? ",, kata Danish kepada Gilbert.


" Sepertinya mulai sekarang Tuan Danish harus memanggil saya dengan panggilan Gilbert saja, karena sebentar lagi anda akan menjadi Kakak ipar saya ",, kata Gilbert kepada Danish.


" Apa maksud dari perkataan anda Tuan Gilbert?? ",, tanya Danish kepada Gilbert.


" Saya akan segera menikahi adik anda Tuan, dan dia sudah menerima lamaran dari saya, jadi baik anda setuju atau tidak, anda harus tetap menyetujuinya ",, jawab Gilbert kepada Danish.


" Apa yang akan anda lakukan jika saya tidak merestui hubungan kalian?? ",, tanya Danish menggoda Gilbert.


" Tidak ada, hanya saja saya tetap akan melangsungkan pernikahan dengannya, karena yang akan aku nikahi adalah Elina bukannya anda ",, jawab santai dari Gilbert kepada Danish.

__ADS_1


" Iya baiklah, saya mengaku kalah Tuan Gilbert Roderick, saya menyetujui pernikahan kalian berdua, berbahagialah untukmu dan Elina ",, kata Danish kepada Gilbert.


" Kalau begitu sekarang datanglah ke rumah Kakak saya Tuan Danish, mumpung semua Keluarga saya sedang pada berkumpul dan kita bisa membahas pernikahan saya dengan Elina ",, kata Gilbert kepada Danish.


" Baiklah, di mana alamat rumah Kakak anda Tuan Gilbert?? ",, tanya Danish kepada Gilbert.


Gilbert langsung saja menyebutkan alamat rumah Kak Ivar kepada Danish.


" Ok, saya akan segera datang ke sana sekarang ",, jawab Danish kepada Gilbert.


" Baiklah saya akan menunggu ",, jawab Gilbert juga kepada Danish.


Dan akhirnya sambungan telepon mereka pun terputus juga.


Gilbert langsung saja memberikan lagi ponsel milik Elina kepada yang punya.


Dan Elinanya sendiri dia tidak mau banyak bertanya, tentang apa saja yang tadi di katakan oleh sang Kakak kepada Gilbert.


Hingga tanpa mereka sadari mobil yang mereka naiki sampai juga di depan pagar besar rumah Kak Ivar.


Semua orang langsung saja memarkirkan mobilnya ke pelataran rumah Kak Ivar.


Dan ketika mobil sudah di parkirkan dengan rapi, sang penumpang mobil langsung saja pada keluar dari dalam mobil, sambil membawa barang-brang yang perlu mereka bawa masuk ke dalam rumah.


Molly langsung saja memberikan baby C kepada Pietro, dan baby A masih di gendong anteng oleh Agnes.


Di dalam rumah Kak Ivar ternyata sudah ada Mama Jaena yang sengaja tadi di telepon oleh Agnes untuk menemani Alva sementara waktu.


" Waaah cucu-cucu Nenek sudah pada pulang ke rumah ",, kata Mama Jaena kepada baby C dan baby A dengan wajah riang gembira.


" Adik kecil ",, teriak Alva dengan sangat senang sekali melihat ke dua ponakannya.


Alva tanpa terasa saat ini sudah berusia delapan tahun, jadi selisih baby A dan baby C sekitar delapan tahun.


" Pelan-pelan sayang, adiknya masih kecil ini, nanti dia bisa terkejut ",, kata Agnes kepada Alva yang ingin melihat wajah baby A.


" Ayo Nona Elina, silahkan masuk dan silahkan duduk ",, kata Kak Ivar kepada Elina.


" Terimakasih Tuan Ivar ",, jawab Elina kepada Kak Ivar.


Mereka semua saat ini sedang berada di ruang Keluarga rumah Kak Ivar.


Perasaan mereka semua sedang merasa sangat bahagia sekali, karena akhirnya Molly bisa melewati masa persalinanya dengan lancar dan selamat.

__ADS_1


Begitupun dengan Gilbert, yang sudah bisa duduk berdampingan kembali dengan Elina bersama Keluarga besarnya.


Ketika mereka semua sedang pada sibuk mengobrol membicarakan ini dan itu, tiba-tiba atensi mereka semua teralihkan di saat mendengar bell pintu berbunyi.


" Biar Gilbert saja yang membukakan pintunya ",, kata Gilbert kepada semua orang.


Dan Gilbert sudah menebak jika yang datang ke rumah Kakaknya adalah Danish.


Benar sekali tebakannya Gilbert, karena memang yang datang saat ini adalah Danish seseuai undangannya tadi melalui sambungan telepon.


" Ayo silahkah masuk calon Kakak ipar, semua orang sedang berada di dalam ",, sapa Gilbert sambil bercanda kepada Danish.


Danish pun lalu mengikuti langkah kakinya Gilbert yang masuk ke dalam ruang keluarga rumah Kak Ivar.


Dan semua orang yang berada di ruang Keluarga tersebut, langsung saja pada mengalihkan pandangan mereka ke arah Gilbert serta Danish yang baru saja datang itu.


" Oh ternyata yang datang Tuan Danish Hedy, mari-mari silahkan duduk ",, sapa ramah dari Kak Ivar kepada Danish.


" Terimakasih ",, jawab sopan dari Danish kepada Kak Ivar.


Danish yang melihat ada dua orang baby yang sedang di gendong Pietro dan Agnes pun dia mencoba untuk bertanya.


" Itu anak siapakah ya Tuan, apakah anak anda Tuan Pietro?? ",, tanya Danish dengan tidak sabaran.


" Iya anak saya, istri saya baru saja melahirkan ",, jawab singkat dari Pietro kepada Danish.


" Wah selamat Tuan Pietro, ikut senang mendengarnya, tapi ko ada dua, apakah anak anda kembar?? ",, tanya Danish lagi kepada Pietro.


" Iya, anaknya kembar, cowok dan cewek, mereka sepasang ",, bukan Pietro yang menjawab melainkan Agnes yang mewakilkan menjawab.


Sungguh Danish merasa senang dan terkejut secara bersamaan, karena Pietro Kakak kandungnya Gilbert bisa mempunyai anak kembar sekaligus.


Dan ketika mereka sudah berbincang ke sana ke mari, serta mereka sudah membahas untuk masalah yang lalu, supaya untuk di lupakan saja untuk memulai kehidupan yang baru.


Akhirnya mereka semua saat ini sudah tidak ada kecanggungan lagi karena perselisihan yang sudah terjadi.


Namun sebelum membahas pernikahannya dengan Elina, Gilbert mencoba bertanya perihal Ayah Eric.


Dan Gilbert merasa begitu sangat terkejut sekali ketika Danish dan Elina menjawab, jika Ayah mereka saat ini sedang di rawat di Rumah sakit jiwa karena mengalami depresi.


Bukan hanya Gilbert saja yang merasa terkejut mendengar kabar tersebut, hampir semuanya terkejut, kecuali Pietro yang biasa saja mendengar berita tersebut.


...๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ...

__ADS_1


...***TBC***...


__ADS_2