KING PSYCHOPATH

KING PSYCHOPATH
AYAH JANU - MAMAH HANNA


__ADS_3

Ayah Janu yang sudah bisa menguasai rasa keterkejutannya, dia pun langsung saja bertanya lagi kepada Linn dan juga Agler.


" Agler apa kamu tidak membohongi Ayah?? ",, tanya Ayah Janu kepada Agler.


" Tidak Ayah, itu memang kenyataannya, selama ini Agler sengaja menyembunyikannya dari kalian berdua ",, jawab Agler kepada Ayah Janu.


" Nak jika memang benar Linn bisa melihat adik kamu, apakah dia bisa membantu Mamah untuk melihat arwah adik kamu sekarang?? ",, tanya dari Mamah Hanna dengan tiba-tiba kepada Agler.


" Agler tidak tahu Mah apakah Linn bisa mengabulkan permintaan Mamah itu ",, jawab Agler kepada Mamah Hanna.


Sedang Greta sendiri dia memilih terbang mendekat kearah Linn yang masih terpaku dan terus menatap kearahnya.


" Kakak, apakah Kakak juga bisa melihat kehadiranku sama seperti Chan?? ",, tanya Greta kepada Linn.


" Iya bisa Greta ",, jawab Linn kepada Greta.


" Perkenalkan Greta, namaku Linn, aku istri dari Kakak kamu Agler, dan kami menikah dua tahun setelah kepergian kamu ",, kata Linn memperkenalkan diri kepada Greta.


" Jadi Chan itu anak kalian berdua, dan itu artinya Chan adalah keponakan Greta?? ",, kata Greta kepada Linn.


Linn pun langsung saja menganggukkan kepalanya kepada Greta.


" Linn apakah kamu bisa mengabulkan permintaannya Mamah untuk melihat arwahnya Greta?? ",, tanya Kak Agler dengan tiba-tiba kepada Linn.


Linn pun sedikit teralihkan dengan perkataan dari Kak Agler tadi, begitupun juga dengan Greta.


" Kakak jika bisa, tolong kabulkanlah, karena Greta sangat merindukan kalian semua terutama Mamah ",, kata Greta kepada Linn.


" Greta, sudah lama kamu tidak datang kesini, apakah ada yang bisa Kakak bantu, supaya kamu bisa tenang disana?? ",, tanya Linn kepada Greta dan Linn malah tidak mempedulikan perkataan dari sang suami tadi.


Apa yang dikatakan Linn kepada Greta selalu diperhatikan oleh semua orang yang ada disitu termasuk Chan sekalipun.


" Greta nyaman dengan kehidupan Greta yang seperti ini Kak, Greta tidak menjadi arwah penasaran, hanya saja Greta sangat merindukan kalian semua, jadi ketika Greta bermain didekat sini, Greta memutuskan untuk mampir kesini ",, jawab Greta kepada Linn.


" Apakah Kak Linn bisa mengabulkan permintaan dari Mamah ",, tanya Greta kepada Linn.


" Iya baiklah, Kakak bisa Greta ",, jawab Linn kepada Greta.


Greta langsung saja tersenyum sangat senang sakli sambil mengucapkan rasa terimakasih kepada Linn.


" Linn bisa Papah ",, jawab Linn akhirnya kepada Kak Agler.


Setelahnya Linn mencoba berjalan kearah kedua mertuanya untuk membuka mata batinnya Mamah Hanna.

__ADS_1


" Ayo Mah sini ",, kata Linn sambil mengajak Mamah Hanna untuk berdiri didekatnya.


Jika Pietro harus melakukan ritual dulu untuk membuka mata batinnya, tapi tidak bagi Linn, sebab dia memang sudah dari lahir mempunyai kelebihan itu.


Tidak lama akhirnya Mamah Hanna sudah terbuka juga mata batinnya, dan ketika Mamah Hanna membuka matanya, dia langsung melihat Greta sedang berdiri tidak jauh darinya.


" Greta anak Mamah.......... ",, kata Mamah Hanna sambil menangis dengan sejadi-jadinya.


Selain bisa melihat ternyata Mamah Hanna juga bisa mendengar apa yang dikatakan oleh Greta.


" Mamah.......... Greta sangat merindukan Mamah, Mamah harus selalu tetap sehat ya Mah ",, jawab Greta kepada Mamah Hanna.


" Nak apakah ini beneran kamu Nak, sudah lama sekali Mamah tidak melihatmu rasanya Mamah seperti tidak rela untuk melepasmu lagi ",, kata Mamah Hanna kepada Greta dengan air mata yang bercucuran.


Ayah Janu dan Kak Agler yang tidak bisa melihat Greta sendiri, mereka hanya bisa diam saja sambil melihat apa yang sedang dilakukan oleh Mamah Hanna.


" Ayah sama Papah apakah mau Linn buka juga mata batinnya seperti Mamah ",, tanya Linn kepada Ayah mertua dan juga suaminya.


" Ayah mau Nak, Ayah mau, Ayah sudah rindu sekali dengan Greta ",, sahut dari Ayah Janu dengan segera kepada Linn.


Greta yang mendengar perkataan dari Ayahnya, dia langsung saja tersenyum senang sekali.


" Bagaimana dengan Papah?? ",, tanya Linn kepada sang suami.


Dan perkataan dari Kak Agler membuat Greta langsung saja tersenyum lebar sekali.


Akhirnya setelah beberapa saat mata batin dari Ayah Janu dan Kak Agler pun dibuka juga oleh Linn.


Saat ini mereka semua akhirnya bisa melihat arwah dari Greta yang sudah lama mereka rindukan.


Ayah Janu yang daritadi masih belum percaya dengan apa kata dari Chan, setelah bisa melihat sendiri kehadiran dari Greta, air mata dia pun langsung saja mengalir dengan cukup deras sama seperti Mamah Hanna.


Sedang Kak Agler yang bisa melihat arwah sang adik tercintanya, dia hanya bisa tersenyum pilu karena harus kehilangan adiknya diusianya yang masih muda dulu.


" Adikku, kenapa kamu datang hanya sesaat jika akhirnya nanti kamu akan meninggalkan kami lagi?? ",, kata Kak Agler kepada Greta.


" Maafkan Greta Kakak, Greta sayang Kakak ",, kata Greta kepada Kak Agler dengan mata yang berkaca-kaca.


" Nak Ayah ingin memeluk kamu ",, kata Ayah Janu sambil ingin mencoba memeluk Greta.


Tapi sayang seribu sayang tubuh Greta yang transparan tentu saja tidak bisa dipeluk dan juga dipegang oleh mereka semua.


Ayah Janu langsung saja menangis sejadi-jadinya karena dia tidak bisa menyentuh tubuh sang anak gadisnya.

__ADS_1


Hari itu dirumah kediaman Hartigan dipenuhi dengan air mata yang tidak mereka duga, karena kedatangan dari Greta yang tiba-tiba.


" Mah, Yah jaga kesehatan kalian berdua, Greta tenang dan damai dikehidupan Greta sekarang, kalian tenanglah saja ",, kata Greta kepada Kedua orang tuanya.


" Kak Agler, jaga Mamah dan Ayah, karena anak mereka cuma Kakak saja sekarang, bahagiakan mereka, jangan pernah membuat Ayah sama Mamah menangis ",, pesan yang dititipkan Greta kepada Kakak laki-lakinya.


" Kakak janji Greta, Kakak janji akan menjaga Mamah dan Ayah sekuat jiwa dan raga Kakak ",, kata Kak Agler kepada Greta.


" Kak Linn,.......... ",, gantian Greta berbicara kepada Linn.


" Iya Greta ",, jawab dari Linn kepada Greta.


" Jika Greta kesini lagi, tolong bantu Mamah dan Ayah ya Kak buka mata batinnya supaya mereka bisa melihat kehadiran dari Greta, apakah Kakak mau?? ",, tanya Greta kepada Linn.


" Iya Kakak mau Greta ",, jawab Linn kepada Greta sambil tersenyum.


" Dan untuk kamu jagoannya aunty, jagain Kakek sama Nenek ya, kamu itu seorang laki-laki, harus jadi anak yang tangguh dan kuat, supaya bisa menjaga semua Keluarga dari orang-orang yang jahat, ok Chan ",, kata Greta kepada Chan.


" Iya aunty ",, jawab Chan dengan polos kepada Greta.


" Good boy ",, kata Greta kepada Chan.


" Apakah kamu akan pergi anakku?? ",, kata Mamah Hanna kepada Greta.


" Iya Mah, ini sudah malam, lebih baik kalian semua beristirahatlah supaya tidak sakit, Greta berjanji lain kali akan berkunjung lagi kesini ",, jawab Greta kepada Mamah Hanna.


" Tidak bisakah kamu tinggal disini saja Greta, karena disini juga rumah kamu Nak ",, kata Ayah Janu kepada Greta.


" Greta tidak bisa Ayah,.... maafkan Greta ",, jawab Greta kepada Ayah Janu.


" Selamat tinggal semua, Ayah, Mamah.......... ",, kata Greta kepada semua orang dan kedua orang tuanya.


Sambil melambaikan tangannya, setelah itu Greta pun langsung menghilang dari hadapan mereka semua.


Ayah Janu langsung saja menangis, sedangkan Mamah Hanna dia langsung pingsan seketika ketika melihat kepergian dari Greta lagi untuk kedua kalinya.


Setelah kepergian dari Greta, Linn langsung saja menutup mata batin dari Ayah Janu, Mamah Hanna dan juga Kak Agler, karena itu untuk kebaikan mereka semua.


" Yang tenang kamu disana Greta, kami menyayangimu ",, kata Linn didalam hatinya dengan tulus sekali untuk Greta.


...๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ...


...***TBC***...

__ADS_1


__ADS_2