KING PSYCHOPATH

KING PSYCHOPATH
KAK IVAR - GILBERT


__ADS_3

Berpindah sejenak meninggalkan kedua manusia yang membuat tubuh kita panas dingin, yah siapa lagi kalau bukan Molly dan Pietro.


Sekarang kita akan membahas Gibert adik dari siPietro.


Gilbert yang sudah berlalu keluar dari dalam rumah sang Kakak yaitu Kak Ivar, dia langsung saja masuk lagi kedalam mobilnya untuk menemui sang Kakak yang sedang bekerja diPerusahaan peninggalan dari kedua orang tua mereka.


Kak Ivar dia sebagai pemilik sah kedua setelah Ayah mereka yang sudah meninggal, dan Kak Ivar sendiri dia menjabat sebagai seorang CEO.


Sedang Gilbert sendiri dia menjabat sebagai seorang COO atau Chief Operating Officer yang memiliki kedudukan kedua setelah CEO.


Gilbert yang sudah masuk kedalam mobilnya dia sambil mengendarai mobilnya sambil juga menggerutui Kakak iparnya yang selalu bertengkar ketika bersamanya.


" Pasti Kak Agnes sedang mengajak berbicara shofa yang dia duduki, dia kan sedikit tidak waras, entah apa yang disukai oleh Kak Ivar dari Kak Agnes yang gila itu ",, kata Gilbert sambil berbicara sendiri didalam mobil.


Padahal Gilbert sendiri dia juga sama-sama sedikit tidak waras seperti Agnes, tapi kenapa jika Gilbert bersama dengan Agnes, dia sering tidak sejalan.


Justru Gilbert sering merasa gemas sendiri melihat tingkah dari Kakak Iparnya itu yang selalu membuat stok kesabarannya kian menipis.


Sepertinya sifat yang benar-benar normal didalam Keluarga Roderick adalah Kak Ivar sendiri.


Jika Pietro tidak dirubah menjadi monster pembunuh oleh sag Kakek dulu, Pietro mungkin akan bersifat sama seperti Kakaknya yaitu Kak Ivar.


Tapi walau sekarang sifat Pietro berbeda sendiri dari semua orang, baik Kak Ivar dan Gilbert tetap menyayangi Pietro selayaknya saudara kandung seperti pada umumnya.


Sambil menyanyi tidak jelas dari lagu yang dia nyalakan sendiri dari audio mobilnya, Gilbert terus menirukan suara lagu itu dengan suara pas-pasannya, hingga tanpa sadar mobil yang dia kendarai sampai juga didepan pelataran Perusahaan keluarganya.


Para petugas keamanan yang berjaga didepan pintu masuk dan para staf karyawan kantor yang bekerja disitu, mereka semua pada menyapa Gilbert yang baru saja datang.


Walau Gilbert sedikit terlambat datang kekantor, namun dia tidak mempunyai rasa takut sama sekali jika sang Kakak akan marah kepadanya.


Kak Ivar walau wajah dia hampir sebelas dua belas dengan Pietro, yang terlihat sangat garang sekali, namun Kak Ivar tidak pernah marah sama sekali kepada adik-adiknya.


Apa lagi dengan Pietro yang jelas-jelas suka membunuh orang seperti itu, Kak Ivar tidak ada kata benci atau marah kepada Pietro.

__ADS_1


Yang ada Kak Ivar akan selalu menasihati dengan sabar kepada adiknya yang paling bandel itu.


Jika Kak Ivar dari tinggi badan, postur tubuh serta wajah hampir sebelas dua belas dengan Pietro.


Berbeda dengan Gilbert, yang mempunyai tinggi badan sedikit lebih pendek dari mereka berdua, sekitar seratus tujuh puluh delapan centi meter, selisih cuma tujuh centi meteran saja dari Pietro dan Kak Ivar.


" Siang Kak.......... ",, begitulah kata Gilbert tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu ketika ingin masuk kedalam ruang kantornya Kak Ivar.


" Ibet, bisa tidak sih jika masuk ketuk pintu dulu, biar Kakak tidak jantungan terus karena ulah kamu ",, kata Kak Ivar menegur Gilbert.


" Kenapa Kakak dari kemarin-kemarin ikut-ikutan memanggil Ibet seperti Kak Agnes sih!! ",, gerutu Gilbert sambil memajukan bibirnya kedepan.


" Lebih singkat dan lebih mudah menyebutnya ",, jawab Kak Ivar kepada Gilbert sambil tertawa lucu.


Gilbert semakin memajukan bibirnya saja ketika mendengar jawaban dari Kak Ivar tadi sambil langsung duduk dikursi depan meja kerja Kak Ivar.


" Sudah-sudah,....... kenapa kamu malah masuk kedalam ruang kerja Kakak, dan tidak masuk kedalam ruang kerja kamu sendiri ",, kata Kak Ivar kepada Gilbert.


Gilbert langsung saja merubah mimik mukanya ketika mendengar perkataan dari Kakaknya tadi.


" Tadi ketika Kakak menyuruh Gilbert untuk mengantarkan makanan untuk Kak Pietro, Kakak tahu tidak Gilbert melihat apa?? ",, kata Gilbert kepada Kak Ivar.


" Lha apa??, mana Kakak tahu?? ",, kata Kak Ivar kepada Gilbert.


" Iiiisssshhh, Gilbert belum selesai berbicara Kakak ",, kata Gilbert kepada Kak Ivar.


Kak Ivar langsung tertawa lagi melihat wajah bete dari Gilbert.


" Gilbert melihat................. ",,perkataan dari Gilbert langsung saja terpotong oleh perkataan dari Kak Ivar.


" Melihat mayat yang sedang dipotong-potong oleh Pietro ",, sahut cepat dari Kak Ivar untuk menggoda Gilbert.


" Kakaaaaaakkk ........... ",, kata Gilbert kepada Kak Ivar.

__ADS_1


Semakin tertawalah Kak Ivar melihat Gilbert semakin sebal saja kepadanya.


" Baik-baik, sekarang katakan dengan serius apa yang kamu lihat di rumah Pietro ",, kata Kak Ivar kepada Gilbert.


" Gilbert melihat ada wanita yang sangat super cantik sekali Kak, bahkan kedua bola matanya saja berbeda satu sama lainnya, sungguh Gilbert baru pertama kali itu Kak melihat mata dari seorang wanita yang berbeda dalam satu wajah ",, kata Gilbert kepada Kak Ivar.


" Paling Pietro membawa seorang jalan9 kerumahnya dan jalan9 itu sedang memakai dua lensa kontak atau softlens yang berbeda ",, jawab dari Kak Ivar kepada Gilbert.


" Tidak Kak, sungguh Gilbert yakin jika gadis itu bukanlah seorang j4l4n9, karena wajah dia jauh tanpa makeup sama sekali, dan kecantikannya sangat putih alami Kak ",, bantah dari Gilbert kepada Kak Ivar.


" Kakak tidak percaya jika ada seorang perempuan yang berani masuk kedalam rumah Kakak kamu itu, terlebih seperti wanita yang disebutkan oleh kamu tadi ",, kata Kak Ivar kepada Gilbert.


" Jika Kakak tidak percaya kenapa tadi Kakak mengatakan jika Kak Pietro sedang membawa seorang jalan9 kerumahnya ",, sahut Gilbert kepada Kak Ivar dengan bernada sewot.


" Terkadang perkataan kamu tidak bisa dipercaya Gilbert, makanya sering kali Kakak tidak langsung percaya kepadamu ",, jawab Kak Ivar kepada Gilbert.


" Jika Kakak tidak percaya, Kakak coba telefon sendiri sana Kak Pietronya, suruh dia nanti malam untuk makan malam dirumah atau untuk lebih meyakinkan lagi bagi Kakak, Kakak datangin saja rumah Kak Pietro yang sangat angker itu ",, jawab Gilbert kepada Kak Ivar.


Kak Ivar hanya diam saja tidak menanggapi perkataan dari Gilbert, sebab Kak Ivar sedang memikirkan sesuatu didalam fikirannya.


" Sudah terserah Kakak mau percaya apa tidak, Gilbert mau bekerja dulu ",, kata Gilbert lagi kepada Kak Ivar yang hanya diam saja daritadi.


Setelahnya Gilbert langsung saja berlalu keluar dari dalam ruang kerja Kak Ivar menuju kedalam ruang kerjanya sendiri yang ada beda satu lantai dengan ruang kerjanya Kak Ivar.


Sepeninggalan dari Gilbert, Kak Ivar bertanda tanya kepada dirinya sendiri tentang perkataan dari Gilbert tadi.


" Masa iya Pietro menyembunyikan wanita cantik dirumahnya?? ",, kata Kak Ivar berbicara sendiri.


" Ini Gilbert yang berbohong, atau memang benar Pietro menyembunyikan seorang wanita?? ",, kata Kak Ivar lagi dan lagi untuk dirinya sendiri.


" Untuk lebih memastikannya lagi dan aku tidak mau penasaran terus, lebih baik aku datangi saja kerumahnya ",, kata Kak Ivar sambil beranjak berdiri dari duduknya.


Setelahnya Kak Ivar langsung saja berlalu pergi dari dalam ruang kerjanya, dan ijin pergi dulu kepada sekretarisnya untuk menemui adik keduanya yaitu Pietro yang ada dirumahnya untuk membuktikan perkataan dari Gilbert tadi.

__ADS_1


...๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ...


...***TBC***...


__ADS_2