
Sungguh memang hanya Molly saja yang bisa membuat Pietro mempunyai banyak eskpresi yang berbeda disetiap harinya.
Seperti saat ini saja contohnya, Molly mengajukan pertanyaan yang mana membuat Pietro seperti mati gaya di hadapan Molly.
" Eheemm............... ",, Pietro sengaja berdeham untuk menetralkan ekspresinya tadi.
Sedang Molly sendiri dia masih menatap Pietro dengan tatapan seperti ingin segera mendapatkan jawaban.
" Ayo kita teruskan makannya lagi My Queen...... ",, kata Pietro mengalihkan pembicaraan kepada Molly sambil meminum segelas air putih yang ada didepan.
" Kenapa Kakanda tidak menjawab pertanyaan dari Molly??, apa Kakanda tidak tahu jawabannya ya?? ",, kata Molly kepada Pietro.
" Atau jangan-jangan Kakanda menjadi bodoh juga karena kebanyakan makan makanan enak seperti ini?? ",, sambung lagi perkataan dari Molly kepada Pietro.
Astaga entahlah dapat keberanian darimana si Molly bisa mengatakan Pietro bodoh, dan jika orang lain yang mengatainya bodoh seperti itu, sudah pasti nyawa dia akan melayang jauh di angkasa sana.
" Ini apa-apaan Molly mengataiku bodoh!! ",, kata batin dari Pietro sambil menatap lekat kearah Molly.
Molly yang di tatap lekat seperti itu oleh Pietro, dia bukannya tersipu malu atau takut, namun Molly malah terus menunggu jawaban dari Pietro sambil menatap balik kearah Pietro.
Ketika Molly di tatap lekat seperti itu oleh Pietro, dan tidak kunjung mendapatkan jawaban dari Pietro, dengan santainya Molly langsung menempelkan telapak tangannya di dahi Pietro untuk mengecek apakah tubuh Pietro sedang panas atau tidak.
" Tidak panas atau hangat badannya ",, kata Molly setelah mengecek suhu tubuhnya Pietro.
Dan Pietro yang melihat tingkahnya Molly dia hanya diam saja sambil terus memperhatikan.
Tanpa di duga oleh Pietro, tiba-tiba saja Molly mencolok mata Pietro menggunakan kedua jari tangannya.
Hal tersebut tentu saja membuat Pietro menjadi sangat terkejut sekali dan juga membuat Pietro sedikit kesakitan.
" My Queen kenapa mencolok mata Kakanda??!! ",, tanya Pietro kepada Molly sambil mengucek matanya yang sedikit sakit.
Jika orang lain yang berani melakukan hal itu kepada Pietro, sudah pasti kedua tangan mereka sudah patah atau hancur lebur karena di remukin oleh Pietro.
Berhubung ini yang melakukan adalah Molly, Pietro ada dan punya cara tersendiri memberikan hukuman kepada Molly.
" Habisnya Kakanda tidak menjawab pertanyaan dari Molly, malah menatap Molly seperti itu, Molly kira Kakanda kesurupan hantu penunggu di sini ",, jawab Molly kepada Pietro.
" Justru hantu penunggu di sinilah yang takut dengan Kakanda My Queen ",, jawab Pietro kepada Molly dengan nada yang menahan rasa gemasnya.
" Terus jawaban dari pertanyaan Molly tadi apa dong Kakanda?? ",, kata Molly lagi kepada Pietro.
__ADS_1
" Ok-ok, akan Kakanda jawab ",, jawab Pietro kepada Molly.
Molly langsung saja memasang wajah lugu, polos dan juga lucu untuk mendengarkan jawaban dari Pietro.
Dan Pietro yang ingin menjawab pertanyaan dari Molly, dia menjadi salah fokus dengan wajah Molly yang membuatnya semakin gemas saja.
" Itu kenapa wajahnya lucu sekali sih, kan membuatku gagal fokus ",, kata batin dari Pietro sambil melirik wajah Molly.
" Ayo Kakanda cepetan berbicara, kelamaan ih ",, kata Molly kepada Pietro.
" Iya-iya sebentar ",, jawab Pietro kepada Molly.
Pietro lalu mencoba menjelaskan kepada Molly, apa itu Link dan juga apa itu Artikel.
Orang yang biasanya tidak bisa sabar, dan selalu mengedepankan ke kerasan, saat ini Pietro mencoba menerangkan dan menjelaskan kepada Molly dengan sangat sabar sekali.
Pietro menyadari jika istri tercantiknya memang tidak pernah mengetahui dunia luar, itulah mengapa Pietro selalu berusaha bersabar menghadapi sikap dari Molly yang sungguh sangat ketinggalan jaman sekali.
Setelah menjelaskan panjang kali lebar kepada Molly, Pietro pun mencoba bertanya kepada Molly.
" Bagaimana Ratuku, apakah sudah mengerti apa arti penjelasan dari Link dan artikel itu?? ",, tanya Pietro kepada Molly.
Dengan polosnya Molly langsung saja menggelengkan kepalanya kepada Pietro.
" Molly tidak faham apa maksud penjelasan dari Kakanda tadi ",, jawab Molly kepada Pietro.
Pietro langsung saja menarik nafasnya dengan sangat panjang sekali untuk meredakan emosinya kepada Molly.
Biasanya dia akan langsung mencekik atau membunuh, sekarang kesabarannya sedang diuji oleh Molly.
Ketika perasaan gemasnya sudah mereda, tiba-tiba saja Pietro langsung berdiri dari duduknya dan langsung menggendong Molly secara tidak terduga.
" Eeeh Kakanda, ko Kakanda menggendong Molly, kenapa?? ",, tanya Molly kepada Pietro.
" Kita tidur saja, Kakanda pusing, lagi pula ini sudah jam sepuluh malam ",, jawab Pietro kepada Molly sambil berjalan menuju kedalam kamar.
Sesampainya di dalam kamar, Pietro langsung saja menaruh Molly ke atas ranjang empuk yang ada disitu.
" Ayo kita tidur ",, kata Pietro sambil membawa Molly ke dalam pelukannya.
Pietro mencoba memejamkan matanya dan tidak mau banyak berbicara lagi kepada Molly.
__ADS_1
Sebab dia tidak mau menjawab pertanyaan yang nantinya tidak akan di fahami lagi oleh Molly, pastinya itu akan membuatnya semakin capek saja nanti.
Sedang Molly yang melihat Pietro sudah memejamkan matanya, dia langsung saja mengatakan sesuatu.
" Ditanya belum faham tidak di jelaskan, malah di tinggal tidur, aaah ya sudahlah terserah Kakanda saja ",, kata Molly yang masih di dengar oleh Pietro.
" Untung cinta ",, kata batin dari Pietro untuk Molly.
Dan ketika Pietro baru saja membatin seperti itu, mata Pietro tiba-tiba saja langsung terbuka lagi dengan sangat lebar sekali.
Sebab Pietro tidak sadar baru saja mengatakan hal yang selama ini tidak pernah di katakannya sama sekali.
" Apa tadi aku mengatakan cinta untuk Molly?? ",, kata batin dari Pietro sambil menatap Molly yang sudah memejamkan matanya juga.
" Apa itu artinya aku mencintai Molly?? ",, kata batin dari Pietro lagi untuk Molly.
Ketika Pietro sedang sibuk membatin, tiba-tiba saja ponsel yang dia taruh di atas meja samping ranjang berbunyi dengan sangat kencang sekali.
Sejenak dia melepaskan pelukan tubuhnya Molly untuk mengangkat sambungan telefonnya yang ternyata dari Tuan Abraham.
Tanpa beranjak dari atas tempat tidur, Pietro langsung saja mengangkat sambungan telefon dari Tuan Abraham dengan duduk bersandar di sandaran ranjang.
" Halo Tuan Abraham ",, kata Pietro kepada Tuan Abraham sambil mengusap rambut Molly dengan lembut.
Sedang Molly yang sudah memejamkan matanya namun masih mendengar suara Pietro yang sedang menerima telefon, dia hanya diam dan membiarkannya saja, sambil menikmati usapan lembut dari tangan Pietro di rambut kepalanya.
" Halo juga Tuan Roderick ",, sapa balik dari Tuan Abraham kepada Pietro.
" Ada apa Tuan Abraham?? ",, tanya Pietro kepada Tuan Abraham.
" Tuan Roderick, semua persiapan anda untuk berangkat ke Turki sudah siap semua, jadi kapan anda bisa segera berangkat?? ",, kata Tuan Abraham kepada Pietro.
Pietro yang mendengar perkataan dari Tuan Abraham dia langsung saja mengalihkan pandangannya kearah Molly yang sedang tertidur di sampingnya.
Pietro tentu saja tidak mungkin meninggalkan Molly sendirian di sini, terlebih lagi Molly sedang sakit seperti saat ini.
Rasanya tidak mungkin Pietro akan meninggalkan Molly untuk terbang keTurki.
Itulah yang di fikirkan oleh Pietro sejak kemarin, dan hingga akhirnya dia sudah menemukan jawaban yang tepat untuk keadaan yang sedang di hadapinya sekarang.
...๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ...
__ADS_1
...***TBC***...