
Pietro yang sudah selesai menghabiskan semua masakan yang tadi di masaknya, dia lalu berjalan ke arah kamarnya.
Di dalam kamar Pietro langsung melihat Molly sedang tertidur dengan sangat nyenyak sekali.
Bahkan tanpa Molly sadari selimut yang menutupi tubuh indahnya itu sedikit tersingkap, dan memperlihatkan p4h4 mulusnya.
Pietro yang masih merasa gemas dengan sikap Molly yang seenaknya sendiri menyuruhnya, akan tetapi tidak mau memakan hasil masakannya.
Dia pun langsung saja menuntaskan rasa gemasnya tersebut, terlebih lagi Pietro langsung terbakar api 941r4h, ketika melihat p4h4 mulus sang istri.
Tanpa aba-aba, tanpa komando atau pemberitahuan sebelumnya, Pietro yang sudah melepaskan semua yang melekat di tubuhnya, dia langsung saja menerjang tubuh Molly dan memberikan hukuman kepadanya.
Molly yang di serang secara mendadak oleh Pietro, dia hanya bisa pasrah sambil mengeluarkan suara d354han yang terdengar sangat merdu di telinga Pietro.
Walau Pietro tidak ada foreplay terlebih dahulu untuk Molly, namun Molly cukup merasa enak dengan permainan tidak terduga dari Pietro.
Pietro juga ingat jika di dalam perut sang istri sedang ada calon babynya, jadi hukuman yang dia berikan kepada Molly, sudah dia buat selembut mungkin.
Supaya Molly dan calon babynya tidak tersakiti akan kunjungan kerja yang sedang di lakukannya secara mendadak.
Hadeeuuh, kunjungan kerja, kenapa tidak PPL saja, biar makin pintar tuh calon anaknya, ada-ada saja si Pietro jika menyebut semua kegiatannya.
Pietro yang sudah cukup merasa puas, walau baru satu kali p3l3pasan, dia pun akhirnya langsung ambruk di samping tubuh Molly.
Dan anehnya, Pietro bisa langsung lelap sekali dalam tidurnya, karena langsung terdengar suara dengkuran halus dari dalam mulutnya.
Molly yang melihat sang suami sudah tidur lebih dahulu darinya, dia pun langsung menggerutu gemas bin sebal untuk Pietro.
" Dasar ekor buntung, baru saja merasakan enak, sudah langsung lelap tidurnya ",, gerutu Molly untuk Pietro.
" Ahaa, aku ada ide, akan aku kerjai saja kamu Ayah Ito, karena sudah mengganggu tidur lelapku ",, kata Molly sambil tersenyum jahil.
Molly sebelum melaksanakan rencananya, dia berlalu terlebih dahulu ke dalam kamar mandi, untuk membersihkan miliknya yang lengket.
Setelah selesai semua, dan Molly juga sudah memakai pakaiannya lagi, dia langsung saja berlalu keluar dari dalam kamar untuk menuju ke dalam dapur.
Waku yang sudah menunjukkan pukul empat pagi, membuat pesta yang di adakannya semalam sudah selesai, dan semua orang sudah pada tidur di tempat yang mereka inginkan.
Molly terus berjalan, dan dia ternyata masuk ke dalam dapur, karena ingin mengambil plastik yang ada di situ.
Setelah plastik berada di tangannya, Molly langsung kembali lagi masuk ke dalam kamar.
__ADS_1
Sesampainya di dalam kamar, Molly langsung mengambil lakban dan gunting yang ada di dalam laci meja samping ranjang.
" Huh, rasain Ayah Ito, memangnya enak Mama Molly kerjain ",, kata Molly sambil tertawa cekikikan sendiri.
Molly lalu membungkus roket milik Pietro yang sedang tertidur dengan plastik yang sudah di ambilnya tadi, lalu ujung plastiknya Mama Molly beri lakban supaya tidak terlepas dari roket milik Pietro.
Selesai melakukan rencana jahilnya yang tidak akan menyakiti Pietro, namun membuat Pietro merasa sangat terkejut sekali nantinya, Molly pun langsung ikut tidur lagi di ranjang sebelah Pietro, karena waktu juga masih cukup gelap untuk bangun.
Jarum jam terus berputar, tidak terasa waktu sudah menunjukkan pukul setengah enam pagi.
Molly yang sudah terbangun lebih dahulu dari Pietro, dia langsung bergegas masuk ke dalam kamar mandi, dan si kembar pun juga masih lelap dalam tidurnya.
Molly sepertinya lupa dengan apa yang tadi sudah dia lakukan kepada Pietro dengan roketnya.
Entahlah, apakah Pietro akan merasa marah dengan ulah sang istri kepadanya atau tidak, kita lihat saja nanti.
Sedangkan di kamar tamu tempat kerabat Kak Ivar masih tidur, dia juga belum terbangun dari tidurnya sama seperti yang lainnya.
Dan dia pun belum sadar, jika semalaman, tidurnya di temani oleh si King, bahkan saat ini laki-laki tersebut sedang memeluk erat si King sambil mengusap-usapkan wajahnya di rambut kepalanya si King yang lebat itu.
Si King yang menyadari hal tersebut, dia hanya diam saja dan membiarkan saja sikap dari laki-laki tersebut kepadanya.
Terkadang King juga men71l4t1 wajah laki-laki itu, yang mana membuat laki-laki itu mengira dia sedang bermimpi 63rcum6u dengan seorang perempuan.
Hahaha, membayangkan saja, author yang ngetik sambil tertawa sendiri, entahlah jika kalian yang bacaπ.
Meninggalkan laki-laki itu bersama King dengan segala kehaluan dalam tidurnya, kita beralih ke Alva yang baru saja bangun tidur.
Alva yang tidur di dalam kamar yang biasa dia tempatin, jam setengah enam dia sudah terbangun, di saat yang lainnya masih pada tidur, termasuk ke dua orang tuanya.
Alva yang sudah cuci muka dan gosok gigi, dia langsung saja memutuskan keluar dari dalam kamarnya untuk berkunjung ke rumah sang Paman Gilbert yang ada di sebelah rumah Pietro.
Pintu gerbang langsung di buka dengan sangat lebar oleh penjaga rumah, ketika mengetahui Alva yang datang.
" Terimakasih Paman ",, kata Alva dengan sangat ceria kepada anak buah yang berjaga.
" Sama-sama Non Alva ",, jawab semua penjaga yang ada di situ kepada Alva.
Dengan riang gembira, Alva langsung masuk ke dalam rumah Gilbert yang pintunya sudah di buka oleh salah satu asisten rumah tangga.
Baru saja masuk ke dalam rumah, Alva langsung bertemu dengan Danish yang sudah berpakaian training rapi karena ingin berolahraga pagi.
__ADS_1
" Pagi Paman Danish, mau olahraga ya Paman ",, sapa Alva kepada Danish.
" Alva, pagi sekali kamu ke sininya, iya nih Paman mau berolahraga,?? apa Alva mau ikut?? ",, jawab Danish kepada Alva.
" Tidak mau, Alva ada perlu sama Paman Gilbert ",, kata Alva kepada Danish.
" Baiklah kalau begitu, Paman keluar dulu ya Alva ",, pamit Danish kepada Alva.
" Ok Paman tampan ", jawab Alva kepada Danish.
Danish yang merasa gemas dengan sikap Alva yang selalu ceria dan terus tersenyum kepada semua orang, dia pun langsung mengusap lembut rambut kepala Alva.
Setelahnya, Danish langsung berlalu keluar rumah untuk berolahraga pagi di halaman sekitar komplek.
Sedangkan Alva setelah kepergian dari Danish, dia langsung melangkahkan kakinya untuk naik ke atas tangga menuju ke dalam kamar Gilbert.
Sesampainya di depan kamar Gilbert, baru saja Alva ingin mengetuk pintu, pintu kamarnya tiba-tiba sudah terbuka dari dalam dan yang membuka adalah Elina.
Baik Elina dan Alva merasa sama-sama terkejut ketika pintu sudah terbuka.
" Alva, ada apa sayang?? ",, tanya Elina kepada Alva.
" Paman Gilbert mana Aunty?? ",, tanya balik Alva kepada Elina.
" Dia masih tidur di dalam ",, jawab Elina kepada Alva.
" Bolehkah Alva membangunkan Paman Gilbert Aunty?? ",, tanya Alva kepada Elina.
" Silahkan sana, Aunty mau ke dalam dapur dulu ",, jawab Elina kepada Elina.
" Ok Aunty ",, jawab Alva kepada Elina sambil tersenyum.
Elina langsung saja pergi meninggalkan Alva menuju ke dalam dapur.
Sedangkan Alva langsung saja masuk ke dalam kamar untuk mengganggu Gilbert yang sedang tidur.
...πππππππππππππ...
Apakah yang ingin di lakukan oleh Alva kepada Gilbert, yuk kepoin dan lanjut part selanjutnyaππ€π€.
...π οΈπ οΈπ οΈπ οΈπ οΈπ οΈπ οΈπ οΈπ οΈπ οΈπ οΈπ οΈπ οΈ...
__ADS_1
...***TBC***...