Rosy Sanders!

Rosy Sanders!
Penyesalan


__ADS_3

Odion berjalan cepat menuju toilet, namun saat akan memasuki lorong tanpa sengaja dia melihat wanita yang sangat dia kenali. Seringai jahat tercetak di bibir nya. Dengan sekali tarik, wanita itu terseret sempurna.


"Lepaskan aku brengsek!" umpat si wanita marah, bagaimana tidak seorang pria menarik nya menuju ruang ganti dan menggerayangi tubuh sensitif nya sesuka hati.


"Bukan kah ini pekerjaan mu ja*l*ang?"


Deg!


Jantung Maya berdegup kencang, dia sangat mengenali suara itu.


"Lepas kan aku, bukan kah aku ini sampah? wanita murahan, jadi jangan menyentuh ku." Bentak Maya mulai di Landa ketakutan. Namun Odion tak mengindahkan nya, pria itu menindih tubuh Maya ke dinding lalu menarik dala*m*an wanita itu dengan kasar. Maya menjerit meminta tolong namun tak ada yang datang ke sana.


Setelah berhasil memposisikan tubuh Maya membelakangi nya, Odion mulai mengarah kan rudal kesayangan nya ke liang lembab tersebut. Sedikit susah namun Odion tetap memaksa, hingga jeritan panjang membuat Odion terkesiap, Maya masih perawan? otak nya mendadak bleng. Namun ada sesuatu yang mendesak harus segera di tuntaskan. Odion kembali melanjutkan aktivitas nya. Sedangkan Maya menangis tergugu menghadap dinding. Kekuatan nya tak sebanding dengan kekuatan Odion.


Wanita itu memilih pasrah, toh sesuatu yang dia jaga selama ini sudah tak ada lagi. Setengah jam permainan Odion mengerang panjang menandakan pelepasan. Nafas nya memburu setelah puas menyalurkan hasrat nya pada Maya yang malang, ada rasa bersalah menelusup di dalam hati nya. Penilainya tentang Maya telah salah total.


Odion menarik diri nya dan melihat milik nya yang masih menyisakan bercak darah. Bibir nya membentuk sebuah lengkungan. Di kecup nya tengkuk Maya dengan rasa penyesalan. Karena telah mengambil mahkota wanita itu dengan cara yang menjijikkan.


"Maafkan aku, aku akan bertanggung jawab pada mu. Ayo aku antar pulang.."Setelah membersihkan milik nya dengan tisu yang dia dapat di atas meja di sana.


Maya bergeming, wanita itu membenahi pakaiannya lalu menuju lokernya. Mengambil tas nya lalu berjalan begitu saja. Odion terus mengikuti langkah tertatih Maya menuju pintu keluar.


"Aku antar.." ulang Odion tak menyerah.


"Aku tak ingin mengotori mobil anda tuan Odion. Sampah seperti ku hanya akan membuat mobil anda kotor." Sakit, sungguh hati Odion sakit mendengar nya. Namun mengingat jika kata-kata itu adalah kalimat yang pernah dia ucapkan, Odion menahan diri untuk tak memeluk tubuh rapuh Maya saat itu.

__ADS_1


"Aku minta maaf, Aya.." lirih Odion semakin tertimpa rasa bersalah.


Maya menepis tangan Odion yang terulur menyentuh lengan nya.


Setelah mendapat kan taksi, wanita itu pergi tanpa mengucapkan apapun. Hati nya telah terlalu sakit di perlakukan bak seorang ja*l*ang.


Odion menatap taksi yang mulai menjauh, lalu bergegas menyusul. Pria itu mengemudi cukup laju untuk mengejar mobil yang di tumpangi oleh Maya. Dia tetap akan bertanggung jawab meski Maya menolak nya lagi. Dia tak akan menyerah.


Di depan sebuah rumah sederhana, Maya turun dengan berjalan terseok-seok. Pangkal paha nya sungguh sangat sakit, Odion melakukan nya tanpa pemanasan sama sekali. Odion menatap iba pada Maya yang terlihat menahan kesakitan. Ingin sekali dia merengkuh tubuh itu dan membawa pergi dari rumah tak layak itu. Namun Odion tak ingin membuat Maya semakin membenci nya. Odion pergi setelah melihat Maya masuk ke dalam rumah nya. Dia berencana akan kembali menemui wanita itu meskipun hanya akan mendapatkan penolakan.


🌹🌷🌹🌷🌹🌷🌹


Sementara seorang wanita kesal bukan main, perangkap nya tak mampu menjerat calon tangkapan nya.


"Mana om tau kalau pria itu malah memilih pergi dari sini, kalau begitu kau layani om saja malam ini. Nanti om akan transfer Ongkos peluh mu sayang." Ujar tuan Candra mengusap benda persegi di balik rok mini Laura. Wanita itu mendesis nikmat lalu mengangguk.


Tanpa peduli pada yang lain, kedua nya mulai berpacu dalam melodi kerlap kerlip lampu diskotik. Laura sebagai penunggang, bekerja ekstra untuk memuaskan pria gendut tersebut. Bayangan notifikasi M-banking sudah terbayang di pelupuk mata nya.


🌹🌷🌹🌷🌹🌷🌹


Odion masuk dengan langkah gontai, terlihat Olsen batu saja keluar dari area dapur membawa seteko air putih yang bisa di pastikan untuk sang tuan putri di rumah itu. Olsen melengos melihat sang kakak tanpa berniat menyapanya. Hati nya masih tak terima dengan perbuatan kakak nya tempo hari.


"Apa kau belum mengantuk? aku ingin sedikit bercerita tentang malam ku pada mu." Ujar Odion sedikit memohon.


"Aku sudah mengantuk, lain kali saja. Lagi pula besok aku banyak pekerjaan jadi harus tidur lebih cepat. Seseorang baru saja mengacaukan ketenangan perusahaan adik ku, jadi aku harus bekerja lebih ekstra untuk memulihkan nya." Telak! Sindiran demi sindiran selalu Odion terima dari sang adik. Jika kemarin kemarin-kemarin pria itu akan berdecak kesal, tidak sekarang. Rasa bersalah nya pada Maya semakin besar, Maya terpaksa bekerja di club malam demi memenuhi kebutuhan hidup nya dan sang adik yang tengah koma.

__ADS_1


Langkah kaki Olsen meninggalkan nya, membuat hati nya perih. Rupa nya dia telah melukai hati banyak orang dengan sikap egois nya. Kini dia semakin yakin untuk membawa Maya kembali ke perusahaan juga ke dalam hidup nya.


flashback


Seorang pria baru saja membeli sebuah buket bunga tulip kesukaan seorang gadis. Pria itu berjalan melewati lorong kampus nya menuju taman belakang, di mana sang gadis biasa menghabiskan waktu nya di kala jam istirahat.


Namun langkah nya terhenti kala melihat gadis pujaan nya tengah berpelukan dengan seorang pria paruh baya. Terlihat pria itu mengelus punggung dan rambut si gadis dengan sayang. Tangan nya terkepal erat menahan gejolak cemburu. Dengan langkah tak bersemangat si pria meninggalkan kedua insan yang masih berpelukan tersebut.


Dan dari sana lah kebencian demi kebencian tak berdasar di mulai. Si wanita yang tak mengetahui apa-apa, sering mnejadi bahan empuk yang selalu di kerjai oleh kakak tingkat nya tersebut. Hingga beberapa tahun setelah nya, kebencian pria itu semakin besar, kala melihat si wanita berjalan bersama seorang pria.


Wanita itu adalah Maya, dan si pria adalah Odion. Sejati nya Odion sangat mencintai Maya sejak hari pertama wanita itu menjadi mahasiswa baru di kampus nya. Gadis pendiam yang selalu menyendiri di taman kampus setiap jam istirahat tiba. Memakan bekal seadanya tanpa rasa malu.


flashback end


Dan semua praduga Odion selama ini, nyatanya telah salah. Maya adalah gadis baik-baik, yang hanya terjebak dalam situasi yang tak tepat kala Odion melihat nya. Wanita itu di peluk oleh seorang pria paruh baya yang tengah depresi berat akibat kehilangan putri tercinta nya. Dan Maya kebetulan ada di sana, membuat pria itu memohon untuk memeluk nya sebentar saja dengan tatapan mengiba.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...----------------...


...10 bab untuk rasa bersalah author pada kalian semua. Mohon maaf telah menunggu lama, author sedang dalam proses memulihkan fisik dan psikis yang lumayan lelah belakangan iniπŸ™πŸ™...


...Terimakasih sudah bertahan di novel remahan ini, tanpa kalian novel ini tak akan pernah bisa menjadi sebuah bacaan yang menarik. Terimakasih sudah membuat author selalu bersemangat untuk kembali menulis, meski dalam kondisi apapun πŸ™πŸ™πŸ€—πŸ€—πŸ˜šπŸ˜š...


...Luv yuu kalian semua pembaca yang hebat dan setiaπŸ₯°πŸ₯°πŸ€πŸ€...

__ADS_1


__ADS_2