Rosy Sanders!

Rosy Sanders!
Pelajaran Berharga


__ADS_3

Harland merangkak perlahan naik ke atas tempat tidur dengan begitu hati-hati, seakan gerakan nya dapat memicu gangguan.


"Selamat malam sayang, cepat lah bangun....Aku merindukan mu...kita bahkan tidak sempat melakukan bulan madu." Kekeh Harland dengan hati perih. "Bukan kah kau sangat ingin kita berlibur ke Maldives? sekarang kita bisa melakukan berempat. Itu pasti akan lebih menyenangkan, bukan?" Harland mengusap air matan nya dengan perasaan getir.


flashback


"Sania! Harland! Lihat lah...adik ku menghela nafas nya, suster! tolong periksa kan adikku sekarang...!" seru Andre mulai membaringkan Rosy dengan baik, di cium nya berkali-kali wajah tirus itu dengan sayang.


"Terimakasih sudah kembali.." ucap Andre lirih.


Sania bergerak maju, dia pikir Andre tengah dal kondisi mental yang buruk sekarang.


Spuit 20 cc berisi obat tidur telah berada di tangan wanita itu, cara yang sama yang akan dia lakukan pada Andre. Pria itu harus di tangani, jika tidak tubuh Rosy akan kaku di sana.


"Ha..us.." Sania membeku, spuit di tangan nya terjun bebas tanpa halangan. Harland tak kalah terkejut nya, pria itu maju perlahan lalu melihat bibir pucat Rosy sedikit terbuka. Bergerak seperti hendak mengatakan sesuatu yang tak mampu dia sampai kan.


Sedang kan Andre terus mencium telapak tangan adik nya dengan burai air mata haru.


"Terimakasih sudah memberikan ku kesempatan untuk menjadi kakak mu...aku akan menjaga mu mulai sekarang... jangan pergi lagi, buka mata mu, lihat aku...aku Roky kecil mu, kesatria yang selalu kau katakan pahlawan pada mama saat kita masih kecil..." celotehan Andre mampu membuat pelupuk mata Rosy sedikit terbuka.


Ada senyum tak biasa terbit dari bibir pucat nya, bibir Rosy terlihat pecah-pecah dan kering.


"Hai sayang...aku sangat bahagia kau kembali.. jangan tidur terlalu lama, lihat lah..kami berubah menjadi pria cengeng karena mu.." Tutur Harland menimpali, pria itu ikut berjongkok mencium kening Rosy penuh perasaan. Di raih nya tangan yang mulai menghangat itu, lalu di cium nya berkali-kali.


"Rosy? kau wanita brengsek paling menyebal kan, kenapa kau harus kembali hah?! sudah puas kau membuat ku seperti orang gila karena terus menangisi mu setiap hari. Kenapa tidak pergi saja sekarang, dasar kau sahabat paling jahat yang pernah ku kenal." Sania meraung kesal, haru bertumpuk menjadi satu. Kesal karena tidak mengetahui perihal penyakit mematikan wanita itu, terharu karena wanita kesayangan nya telah kembali menemukan jalan pulang.


Andre dan Harland menatap tajam pada Sania yang masih terisak di ujung kaki Rosy.


"Apa!" tanya wanita itu galak, meski terdengar serak namun terdengar jelas jika Sania tengah membentak kedua nya dengan mata melotot.


Rosy melakukan transplantasi sumsum tulang belakang, juga melakukan cangkok ginjal. Ginjal kanan nya rusak total, semua efek anti nyeri yang Rosy makan melebihi dosis yang seharusnya. Tiga tahun mengkonsumsi obat tanpa resep dokter spesialis khusus penyakit nya, Rosy melakukan nya tanpa sepengetahuan rekan-rekan sejawat nya termasuk Sania. Wanita itu membeli anti nyeri di apotik luar, guna menghindari kecurigaan sahabat nya.

__ADS_1


Untung semua yang Rosy butuh kan, Andre memiliki nya. Mulai dari sumsum tulang belakang, hingga ginjal. Andre melakukan nya dengan sepenuh hati. Bahkan jika harus mengambil semua orang tubuh nya, dia tidak akan keberatan. Rosy pasti bisa merawat putri nya lebih baik dari pada diri nya, dan dia percaya adik nya akan menyayangi Resy sama besar nya dengan si kembar.


Operasi berhasil, tidak meninggalkan efek komplikasi bagi Andre, namun kesadaran Rosy kembali menurun. Wanita itu koma setelah operasi besar, yaitu pengangkatan tumor di kepala nya. Harland memohon pada Andre agar di ijin kan menikahi Rosy agar bisa merawat nya dengan leluasa. Setelah perdebatan panjang, akhir nya Andre menyetujui nya. Dengan catatan, jika kelak Rosy terbangun dan tak menghendaki pernikahan tersebut, maka Harland harus melepaskan adik nya.


Harland menyetujui nya, dan pernikahan pun terjadi di ruang ICU di mana Rosy di rawat. Selama satu tahun ini, mereka kembali ke Jakarta, sudah berapa orang perawat yang Harland pecat. Karena selalu berusaha untuk menggoda nya terang-terangan. Bukan nya dia munafik, namun jika hanya butuh pelepasan. Di masih bisa berkompromi dengan sabun mandi. Sesimpel itu jika ingin menemukan bahagia yang sejati. Dia tak bodoh sehingga mengulangi kesalahan yang sama.


Itu lah kenapa Elsa bekerja di rumah nya, wanita itu bertugas untuk memberikan dosis obat yang akan di masukkan ke dalam tubuh Rosy melalui infus. Juga bertugas untuk menjaga sang istri, jika diri nya bekerja. Jika Mylo pulang sekolah, maka anak itu akan menghabiskan waktu nya di kamar untuk menjaga sang ibu.


Mylo masih menganggap jika penyakit tumor otak yang di alami oleh ibu nya, karena sang ayah. Meski logika nya tidak lah seperti itu. Namun tak ada yang berusaha untuk menjelaskan nya pada pria kecil itu m Mereka tau Mylo anak yang cerdas, Mylo hanya sekedar mencari pelampiasan dari rasa marah nya yang dia simpan selama bertahun-tahun. Kemarahan karena sering melihat ibu nya menangis diam-diam di sudut malam sunyi seorang diri.


Mylo marah karena tak bisa menjadi penghibur bagi ibu nya, Mylo marah karena dia terlahir sebagai anak laki-laki. Bagi nya menjadi laki-laki adalah kesialan, karena seorang pria, ibu nya terluka, karena seorang pria ibu nya menyimpan banyak rasa sakit dan trauma. Mylo tak rela, dia tak terima dengan Takdir nya. Untuk itu lah Mylo selalu bersikap manis, agar ibu nya memandang diri nya sebagai pengecualian. Agar ibu nya bangga karena telah melahirkan nya ke dunia ini.


Sejauh itu pikiran kecil Mylo berpikir, tak heran jika diri nya masih menyimpan dendam pada sang ayah hingga sekarang.


flashback end


Tok tok tok


Dengan langkah malas pria itu berjalan menuju pintu.


Klek


Harland mematung melihat pemandangan di hadapan nya. Bagaimana tidak, Elsa menggunkan lingerie berwarna merah darah berdiri di depan pintu kamar nya. Wanita itu tersenyum begitu menggoda, jari telunjuk nya memainkan puncak dada nya dari balik lingerie transparan tersebut. Bibir tebal nya dia gigit pelan untuk memancing reaksi Harland.


"Apa kau sedang dalam pengaruh obat perang*sang suster Elsa? maaf, aku tak bisa membantu mu. Aku baru saja akan melakukan ritual suami istri bersama istri ku di dalam. Akan aku berikan kau sejumlah uang, pergilah ke club malam. Aku yakin, di sana kau akan mendapatkan pelepasan terbaik mu. Bahkan kau bisa melakukan nya dengan dua atau tiga pria sekaligus." Harland berjalan masuk setelah menutup pintu, pria itu merogoh isi dompet nya. Mengeluarkan uang tunai senilai 3 juta rupiah.


Namu belum sempat dia selesai menaruh dompet nya, perut berotot nya sudah di peluk erat dari belakang oleh Elsa. Wanita super nekat itu berusaha merayu Harland dengan menggesek kan dada nya di punggung kekar pria yang selalu membuat Elsa basah setiap saat melihat pria itu.


"Aku akan memberikan pelayanan terbaik untuk mu, Harland. Jangan tolak aku, aku tak akan menuntut untuk kau nikahi. Cukup dengan memberikan tubuh ku saja, aku akan sangat beruntung. Gagahi aku sesuka mu...aku yakin kau pasti sangat menginginkan nya bukan ? lakukan lah..." suara serak Elsa terasa mendayu-dayu di telinga Harland.


Apa lagi tangan wanita itu kini sudah mengusap dengan sedikit menggenggam pusaka milik nya yang kini telah berdiri tegak di balik celana kain nya. Dia pria normal, reaksi tersebut adalah hal biasa jika ada pemicu nya. Harland memejamkan kedua mata nya bukan untuk menikmati sentuhan tersebut, namun untuk menenangkan junior dan otak nya.

__ADS_1


Grep


Elsa melotot tajam karena terkejut, Harland memelintir tangan nya ke belakang dengan begitu kuat.


"Sa..kit.." rintih nya lirih.


Apalagi saat Capitan tangan Harland kini mencapit kuat puncak dada nya yang menegang, memelintir kuat hingga wanita meringis kesakitan yang amat sangat. Mata nya bahkan sudah mengeluarkan air mata kesakitan.


"Bukan kah kau sangat ingin ku sentuh, nona Elsa. Sekarang nikmati lah sentuhan ku, aku suka permainan kasar." Seringai licik di wajah Harland membuat nyali Elsa menciut seketika. Apalagi Harland bergantian memelintir pu*t*ing nya hingga perih dan ngilu.


"Le..pas kan brengsek!" desis Elsa marah, dia tak menyangka jika Harland bisa sekasar itu terhadap wanita. Harland memiting tangan nya ke belakang berikut rambut panjang nya pun di tarik hingga kepala nya berdenyut hebat.


"Kenapa? bukan kah kau sangat suka menggoda pria brengsek ini, hmmm?" ucap Harland dengan nada mengejek. Setelah puas melihat reaksi kesakitan di wajah Elsa, Harland melepaskan wanita itu dengan cara mendorong nya hingga tersungkur di lantai.


"Jangan pernah coba-coba untuk melakukan nya lagi, nona Elsa. Atau kau akan tau akibat nya. Aku bukan pria munafik, benar aku membutuhkan belaian seorang wanita. Namun bukan wanita jal*a*ng seperti mu. Aku sudah memiliki wanita sempurna dalam hidup ku, menerima semua kekurangan ku tanpa pernah melihat status sosial ku. Dan jika hanya butuh pelepasan, aku bisa melakukan nya sendiri tanpa meminta bantuan mu. Sekarang keluar lah, jangan pernah mempermalukan diri mu lagi. Hargai lah kodrat mu sebagai seorang wanita, kelak kau akan menikah dan mempunyai anak. Di saat itu kau akan mengerti, apa yang paling di takuti oleh para istri ketika suami nya mulai tergoda wanita lain." Harland memungut uang yang tadi jatuh dari genggaman nya. Lalu memberikan nya pada Elsa dengan menaruh uang tersebut, di telapak tangan wanita yang kini tengah menangis terisak di lantai.


"Pergunakan dengan sebaik-baiknya, aku masih memperkerjakan mu karena aku tau, kau punya dua orang adik yang masih bersekolah. Ayah mu hanya tukang ojek online, dan ibu seorang buruh cuci. Beruntung lah kau bisa sekolah hingga menjadi seorang perawat, hargai kerja keras dan perjuangan bahu rikuh kedua orang tua mu. Mereka mendoakan mu dengan segala doa terbaik, bukan untuk merampas kebahagiaan wanita lain." Harland berjalan menuju kamar mandi, pria itu ingin membersihkan tangan nya yang dia gunakan untuk memelintir puncak dada Elsa.


Itu dia lakukan hanya untuk memberikan wanita itu pelajaran. Jika tidak seperti itu, maka efek jera nya tidak akan terasa.


"Maaf kan aku sayang, aku telah mengotori tangan ku lagi dengan menyentuh ja*l*ang. Tapi kali ini, aku hanya berniat memberi nya sedikit pelajaran berharga. Semoga kau tidak marah pada ku nanti, aku hanya mencintai mu tidak peduli seberapa lama kau harus tertidur. Aku akan menunggu sampai kau mau membuka mata dan melihat ku. Selamat malam istri cantik ku, ibu anak-anak ku..I love you my beloved wife." Kecupan hangat di kening Rosy menjadi penutup malam panjang tersebut.


Tanpa Harland sadari, jika sejak Elsa masuk ke kamar mereka. Wanita itu sudah sadar. Setelah suara dengkuran halus Harland terdengar, senyum manis di bibir pucat itu terbit di penghujung malam.


Sejenak.....


Next bab guys πŸ€­πŸ˜†


Gas komen, othor sedang dalam kondisi tidak enak body. Jadi komen lah sebanyak banyak nya sebagai obat bagi othor. Semoga bisa lekas melanjutkan bab paling menyebal kan ini😁😁🀣🀣


Luv yuu kalian semua, pembaca yang hebat dan baik hati🀍🀍πŸ₯°πŸ₯°

__ADS_1


__ADS_2